Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
lolos babak selanjutnya


__ADS_3

kini sudah berjalan 3 hari semenjak pertandingan dimulai. dan Rangga melenggang mulus menembus babak Final di 2 kelas yang ia ikuti. dan besok adalah hari dimana putaran final akan di gelar.


Meera Bahagia sekali mengetahui Rangga lolos di dua kelas. sedangkan dari 10 atlet dari kota J, hanya 2 orang yang lolos di putaan final, sedangkan yang lainnya tumbang di babak semi final. Kini semua fokus terhadap putaran Final. Begitu pula Rangga. Namun hatinya menciut karena ia mengetahui bahwa meskipun teman-temannya tidak lolos tapi keluarga mereka akan hadir di putaran final. sedangkan Rangga. ia berkecil hati karena sampai terakir ia menghubungi Meera, Meera masih terlihat tidak sedang dengan apa yang dilakukannya.


"Hmmm... andai kakak mau datang, pasti aku akan lebih semangat" kata Rangga disela berbincang dengan teman-temannya yang menceritakan keluarganya akan datang besok


Reyhan yang mengetahui Rangga sedikit murung memghampirinya.


"apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Reyhan


"tidak ada" kata Rangga


"ini ponselmu" kata Reyhan memberikan ponsel Rangga


hanya peserta yang lolos final yang ponselnya masih ditahan. sedangkan yang sudah gugur ponselnya dikembalikan oleh tim official.


setelah Reyhan pergi. Rangga ingin sekali menghubungi Meera. tapi ia urungkan. ia lalu memberanikan menghubungi Bara. namun saat itu tidak diangkat oleh Bara karena sedang Rapat. ia lalu memilih untuk pergi tidur saja untuk mempersiapkan hari esok.


sedangkan di Meera dan Tuan Dion telah bersiap untuk berangkat ke kota S malam itu juga menggunakan Pesawat pribadi tuan dion. agar lebih cepat. Meera janjian dengan tuan Dion di bandara. Tuan dion pergi bersama asistennya dan 2 bodyguard, Meera selalu bergidik ngeri ketika bersama tuan Dion. "Aku selalu takut jika bersama orang ini" batin Meera ketika didalam pesawat.


"sebenarnya sekaya apa mertuaku ini, sampai kemana-mana membawa bodyguard." Batin Meera. tanpa ia sadari kemanapun ia pergi juga diikuti bodyguard selama ini. namun kali ini bodyguard Meera tidak ikut bersamanya. karena sudah ada bodyguard tuan Dion.


sampai disana Tuan dion sudah mempersiapkan akan tinggal di salah satu Rumah mewah miliknya yang tak jauh dari tempat pertandingan.


pukul 9 malam mereka sudah sampai rumah itu. Meera buru-buru masuk kekamar dan mandi karena dari pulang kerja ia tk sempat mandi dan bersih bersih diri.

__ADS_1


sedangkan Tuan dion juga sedang berada di kamarnya. Meera turun ke dapur. dilihatnya beberapa pelayan sedang mempersiapkan makan malam. Meera membantunya. ia melihat makanan semua yang dimasak oleh pelayan disana tidak ada yang berkuah. ia merasa diusia tuan Dion lebih baik makan sup sayur-sayuran dari pada makan berlemak seperti yang dilihatnya di meja.


Meera lalu memasak sup sayur+ikan tuna, tak butuh waktu lama ia pun selesai. dan tak lupa ia membuatkan Tuan Dion segelas Teh hangat. kemudian ia memanggil Mertuanya untuk makan.


setelah makan Malam Tuan dion dan Meera segera beristirahat. karena besok pagi jam 9 pertandingan sudah dimulai. Bara berkata akan datang kesana besok sore. karena masih ada urusan yang belum selesai.


keesokan harinya. Tuan dion Dan Meera sudah siap menghadiri perhelatan tersebut. Meera dan tuan dion kompak menggunakan stelan Trining dan kaos panjang dan bersepatu.


Meera dan Tuan dion sampai ditempat pertandingan. suasananya sangat ramai sekali. orang-orang berdesakan mengantri tiket yang terbatas. mereka datang dari bebrapa belahan negara ini untuk menyaksikan babak final atlet dari kota mereka. Meera yang datang dengan Tuan Dion pun tak perlu mengantri bahkan dia diperlakukan khusus. jalur memasuki arena pun khusus dan dijaga ketat. Mereka duduk di bangku undangan VVIP. Benar.. WS Corps adalah penyumbang dana terbesar perhelatan akbar ini bahkan WSCorps memberikan tambahan hadiah senilai ratusan juta untuk pemenang Best Of The Best dari kejuaraan ini.


Suasana di dalam Gedung itu sangat ramai, terdengar keras sorakan sorakan dari pendukung masing-masing kota. bahkan diluar masih banyak yang tidak dapat masuk karena kehabisan tiket. meskpun panitia sudah menggunakan Gedung terbesar di kota S. itu masih belum cukup menampung penonton. mengingat kejuaraan ini sangat bergengsi.


Acara dimulai Dan semua atlet keluar untuk diperkenalkan oleh panitia. Kali ini yang di perkenalkan dulu adalah atlet dari pertandingan Kata. mulai dari SD, SMP, SMA, JUNIOR, SENIOR, yang lolos babak final. masing masing kelas di oeetandingan Kata ini menempatkan 8 wakilnya yang lolis semuanya mulai masuk kedalam lapangan. Dan begitu pula Rangga.


Rangga nampak sangat Tampan menggunakan baju karatenya. dan sabuk Biru muda yang melilit di pinggangnya.


"Ranggaa......!!!!!!!" teriak Meera. sambil melambaikan tangannya


Meera yang duduk di bangku VVIP jelas lebih dekat dengan lapangan pun suaranya tentu sampai di telinga Rangga. Rangga clingukan mencari kakaknya. dan ia menemukan kakaknya sedang melambai lambaikan tangannya.


Rangga pun bahagia bukan kepalang melihat Kakanya. tak sadar ia ikut melambaikan tangannya. "yess yess yess... kakak dan papa datang, aku harus menang" Batin Rangga semangat. Tuan dion yang melihatnya pun juga ikut tersenyum.


setelah selesai perkenalan gantian peserta yang lolos dari kelas Kumite yang akan perkenalan.


Rangga tentu ikut lagi. Ketika pembawa acara menyebutkan nama "Rangga Roneyka Sakti dari kota J" semua penonton pun bergemuruh kencang lagi karena hanya Rangga satu satunya peserta yang lolos di 2 kelas sekaligus. Meera bergidik ketika mendengar penonton wanita lain yang berada di belakangnya menyorakan nama Rangga.

__ADS_1


"anak ini sungguh bisa diandalkan. bahkan kemampuan bertarung dan seni nya sama imbang" Batin tuan Dion. Berbeda dengan Meera yang heboh. Tuan dion sangat tenang.


pertandingan dimulai. dimulai dengan kelas Kata perorangan, Kata Beregu, Kumite. ada 2 tatami di sana. pertandingan dimulai dari tingkat SD. lalu SMP dan kini setelah 2 tingkat itu mendapatkan wakilnya di babak Grand final sebanyak 2 orang besok, dan kini giliran Kelas SMA yang diikuti Rangga dimulai.


Rangga akan bermain di tatami 2 melawan perwakilan dari kota L. di pertandingan pertama kelasnya hari ini. Rangga menggunakan Sabuk Biru (AO), dan tekah siap di arena Tatami. kedatangan Kakaknya memberikanya ketenangan. ia menarik nafas panjang dan membuangnya pelan. setelah Aba-aba di berikan Wasit ia pun memberi hormat dan berjalan ketengah lapangan.


Ada layar besar disana agar penonton yang duduk jauh dari lapangan bisa jelas melihatnya juga.


"Kanku Sho!!!!!!" Teriak Rangga.. Semua orang bergemuruh mendengarnya karena itu adalah kata lanjutan dengan tingkat kesulitan yang lumayan tinggi.


Rangga mulai gerakannya dengan tegas dan sangat terkontrol power dan emosinya terjaga.


Tidak melakukan kesalahan sedikitpun sampai selesai. hingga akirnya juripun waktunya memberi nilai. Dengan mudah Rangga mempencundangi lawannya semua wasit mengangkat bendera Biru. dan Rangga jelas menang kali ini. Rangga memberikan ekspresi yang tak berlebihan. hanya menundukan hormat ke semua penjuru tatami dimana ada wasitnya. ia lalu berpelukan dengan lawannya.


Rangga keluar lapangan lalu menghampiri officcialnya. lalu ia mengganti sabuknya menjadi merah dengan Cepat. karena pertandingan setelah ini ia kan berdiri di sudut merah (AKA)


nama Rangga di panggil lagi. kini ia akan menghadapi lawan yang menang sebelumnya dari tatami 1, ia perwakilan dari kota B.


tanpa sengaja Rangga dan lawannya meneriakan kata yang sama "Kanku Dai". para penonton pun seketika Diam. karena jelas jika kata yang di bawakan sama. maka akan lebih sulit penilaiannya. Namun Rangga tetap tenang. berbeda Dengan Meera yang sedikit was was. karena ia tahu orang yang dilawan Rangga kali ini adalah lawan yang dikalahkan Rangga beberapa waktu lalu.


Rangga Melakukan gerakannya dengan lebih pelan untuk menunjukan power dan bentuk dari setiap gerakan dengan lebih detail, tatapan mata yang tajam mengarah kedepan, dan teriakan teriakan yang mengggelegar itulah khas dari Rangga. berbeda dengan lawannya yang memilih gerakan cepat untuk menunjukan bahwa ia lebih memiliki power dari Rangga


Para juri pun dibuat Bingung menilai. dan sampai akirnya Waktu penjurian. dari 4 juri 3 juri mengangkat bendera merah dan 1 juri mengangkat bendera biru. para official Rangga pun bersorak sorak bahwa jagoannya akan menang dan melenggang di grandfinal. namun dengan Cepat. official dari kota B yang mendampingi di samping matras segera mengangkat kartu nya. ia merasa keberatan dan ingin ditampilkan videonya. dan menolak keputusan Wasit. karena ia menganggap Rangga melakukan kesalahan.


Rangga yang melihatnya pun tampak sedikit mengerutkan keningnya ia merasa tidak melakukan kesalahan. Rangga menatap Reyhan yang berada di bangku official dengan tatapan penuh pertanyaan

__ADS_1


namun Reyhan memberikan aba-aba untuk tenang jangan terpancing.


Rangga mengalihkan tatapannya kearah Meera. Meera juga berusaha tenang. dan memberikan isarat tangannya agar Rangga tenang.


__ADS_2