
Meera melaju kediaman Bara. sesampainya disana ia segera naik kekamarnya dan mengambil dompet dan tasnya yang tak ia bawa tadi ke rumah mertuanya. pelayan yang ada di rumah tidak ada yang berani bertanya kepadanya. sedangkan Bara segera menghubungi Adit ketika melihat mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
"Cepat cari Meera.. " kata Bara langsung mematikan Panggilannya
"cihhh... aku lagi yang kena!!" batin Adit di sebrang sana yang sedang menikmati segelas susu di tangannya.
Sedangkan Bara yang masih bertelanjang dada pun segera memasuki rumah dan menuju kekamarnya. namun kangkahnya dihentikan oleh Tuan dion.
"ada apa?" tanya Tuan dion
"Meera marah karena ulah mereka" kata Bara sambil menunjuk kearah mama nya dan Aurel.
"dimana dia?" tanya Tuan dion
"entahlah. dia pergi membawa mobilku sambil menangis, bisa gila aku jika terjadi sesuatu padanya" kata Bara mengusap rambutnya.
"Cari menantuku, awas saja jika kau tidak menemukannya!" kata Tuan Dion geram karena bolak balik Anaknya itu membuat menantunya menangis.
Bara segera menuju kekamarnya dan memakai kemejanya kembali dan segera turun hendak mencari Meera.
"kau ini ibu macam apa! kau senang melihat putramu seperti itu hah?" kata tuan dion kepada ny martha.
"siapa suruh Putraku sakit tapi dia tidak merawatnya" bantah Ny Martha.
"dengar ini. jika sesuatu terjadi pada putriku, semua fasilitas mu ku tarik!" ancam Tuan Dion.
"dan kau!!! snudah cukuo kau bermain-main disini, jika nanti Meera tak ditemukan. lihat saja apa yang akan terjadi oada karir dan keluargamuu!" ancam Tuan dion kepada Aurel.
sedangkan Adit yang baru sampai di mansion bara sudah tak menemukan Meera. ia bertanya pada penghuni rumah. katanya Meera sudah pergi sambil menangis dan melewati gerbang dengan kecepatan tinggi.
"apa lagi yang kau lakukan tuan muda!!!!!!! huhhhh sialan!!" umpat Adit kesal.
Sedangkan Bara yang mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju ke mansionnya.
Meera mengendarai mobil tak tahu arah tujuannya kini sambil terus menangis. sampai ia tak sadar jika ada mobil yang mengerem mendadak di depannya hingga membuat mobil Bara sedikit berbenturan dengan mobil itu.
Pemilik mobil yang terasa mobilnya didorong dari belakang pun segera keluar dan memaki Meera dari luar kaca.
"maaf maafkan aku.. aku tidak sengaja" kata Meera masih menundukan kepalanya ketika ia keluar menemui wanita yang mobilnya ditabrak olehnya
"Kauuuuu!!!" kata Pengemudi wanita yang ditabrak mobilnya oleh Meera. yang tak lain adalah teman semasa SMP dan SMA Meera bernama Lexa.
"Lexa??" Kata Meera ketika mendongak melihat wajah wanita itu
"huh.. ketemu lagi denganmu ternyata!" kata Lexa.
"Apa kabar Sa?" tanya Meera sambik mengusap air matanya. (panggilan Meera pada Lexa adala Sasa)
"kenapa Meera menangis. setahuku dia bukan wanita cengeng. kenapa dia mengendarai mobil seperti ini, sepertinya dia dalam masalah" batin Lexa.
"halah omong kosong, kenapa kau nangis?" kata Lexa
"Sa.. maafkan aku. kau tak pernah mendengarkan penjelasan ku dari dulu. kemana saja kau sa.. aku mencarimu, kau masih marah karena Davian?" Kata meera hendak memeluk teman lamanya itu. Meera sangat menyayangi Lexa seperti saudara. tapi karena kesalah fahaman Lexa jadi marah dan meninggalkan Meera. bahkan sebelum meera sempat menjelaskannya.
__ADS_1
"Davian laii davian lagiii!!!!!! jangan bahas dia lagi. aku sudah tau. maafkan aku karena dulu sudah marah padamu" kata Lexa sambil memeluk Teman lamanya itu. Lexa juga sangat merindukan Meera. karena bagaimanapun mereka tumbuh bersama.
"kenapa kau menangis?" tanya Lexa.
"hiks hiks.. aku bertengkar dengan suamiku" kata Meera.
"Sialann.. beraninya membuatmu menangis aku ikut aku kubantu beri pelajaran untuk lelaki sialan itu" kata Lexa. yang memang sedari dulu selalu memasang badan ketika Meera berada dalam masalah.
"hiks jangan.. aku butuh tempat. aku boleh menumpang di rumahmu?" tanya Meera
"ayo. naik mobilmu saja" kata Lexa
mereka mengendarai menuju ke rumah mewah Lexa. sedangkan mobil Lexa di bawa oleh sopirnya.
sesampainya di rumah Lexa. Meera melongo mlihat orang-orang yang berpenampilan seperti agen. dengan stelan jas hitam dan menunduk hormat ketika melihat kedatangan Lexa.
Meera langsung diajak Lexa menuju ke kamarnya.
"aduuuhhh kau menangis terus membuatku pusing tau gak!" kata Lexa.
"aku diselingkuhi hiks hiks.." kata Meera.
"apaaa!!!!!!!!!!!!!! kurang ajar. katakan siapa nama suamimu. beraninya. ingin ku ledakan kepalanya!" kata lexa emosi.
"berhentilah menangis. aku risih mendengarmu menangis. malu maluin tau gak!" kata lexa.
"bersih-bersih lah dulu. aku kebawah sebentar. kita tidur bersama saja." kata Lexa.
Meera pun menuruti Lexa agar dirinya lebih segar. dan karena lelah menangis etelah mandi Meera langsung ketiduran.
"cihhh... Bara Suryatama. jika berani menyakiti Meeraku tidak perduli siapa kamu akan ku beri pelajaran!!" Umpat Lexa.
Lexa Xu.. adalah seorang satu-satunya petinggi Mafia hitam yang berjenis kelamin wanita. namanya terkenal dalam bisnis gelap didalam maupun diluar negeri dengan julukan Rapunzel.
Lexa menyusul Meera kekamarnya dan melihat temannya tertidur pulas. Lexa menyelimuti Meera dan mengatur suhu ac nya agar temannya itu tidur nyenyak. sedangakan ia kembali ke bar mininya yang ada di rumahnya. Lexa sudah sangat terbiasa menenggak bir. Ia menghabiskan 1 botol bir dengan cepat.
Pagi hari Meera sudah bangun dengan mata sembabnya Ia tak menemukan lexa di kamarnya. Meera segera mandi dan meminjam pakian Lexa. tak disangka ketika membuka lemari semua pakaian adalah Baru.
Meera lalu pergi kedapur ia ingin membantu memasak karena ia sungkan jika hanya menumpang saja tanpa melakukan apapun.
"Selamat pagi nona" sapa pelayan
"pagi. emm. lexa kemana?" tanya Meera.
"apa?? mau apa kau disini?" tanya Lexa yang berada di belakangnya
"aku mau masak" kata Meera
"sialan!! aku mengajak mu kesini bukan untuk menjadi pembantu bodoh!!!" kata Lexa
"kau ini dari dulu tak bisakah berbicara sedikit sopan?" tanya Meera.
"hohohoho.... apa kau lupa siapa aku?" tanya Lexa
__ADS_1
"hmmm... aku tidak mau menyusahkanmu" kata Meera.
"sialan!!!" Kata Lexa dan hendak menonjok Meera. mereka memang sudah biasa bertengkar karena dulu mereka berlatih karate dari awal sampai meraih sabuk hitam bersama.
Meera yang reflek langsung menangkap tangan Lexa dan menguntirnya kebelakang.
"mau apa kau hah!!" kata Meera
Para pelayan dan pengawal lexa tertegun dengan kejadian yang dilihatnya. Baru kali ini ada ornag yang berani seperti itu dengan bosnya. Meera lalu melepaskan Tangan lexa.
"kurang ajar . kau menjatuhkan harga diriku didepan mereka" umpat Lexa.
"waahahhaha.... biar kau maluuuu" kata meera.
Setelah pertengkaran kecil itu mereka melewati sarapan dengan penuh canda tawa. Meera seakan luoa dengan masalahnya sendiri. setelah sarapan Lexa mengajak meera untuk pergi kehalaman belakangnya. dimana disana ada tempat latihannya.
"saa.. apa kau masih berkutat di dunia itu?" tanya meera sambil melihat lexa melatih kemampuan menambaknya.
"Duuooooaarrr!!!!" tembakan Lexa tepat sasaran.
"yaaa menurutmu? bahkan aku sudah terjerumus semakin dalam dan aku tidak akan bisa keluar lagi" kata lexa santai
"kenapa tidak. dulu aku bisa, kau juga bisa sa.." kata Meera.
"itu berbeda bodoh!! dulu kita cuma agen kecil. sekarang aku bos dari agen besar!" kata Lexa.
"jadi yang di luar sana semua anak buahmu?" Tanya meera.
"yaa.. dan mereka juga anak buahmu! jangan lupa namamu juga ada di daftar kita!" kata lexa.
"cihh itu sudah lama.. bahkan aku sudah melupakannya" kata meera.
"enak saja. kita terjerumus bersama kau mau berhenti sendiri. tidak akan bisa!!" kata Lexa.
"hmm.. baiklah. terserah kau saja.." kata meera
"bagiamana kabar pangeranku?" tanya Lexa
"semakin tampan, dan dia tetap ingin menjadi pilot pesawat tempur. dan itu membuatku pusing" kata meera
"aku mendengar pangeranku menjuarai kejuaraan kemarin. benar-benar anak yang bisa diandalkan" kata Lexa
"kau tahu... dia sering kali menanyakan keberadaanmu. dan itu juga membuatku pusing" kata Meera.
"hahaha.. bagaimanapun dia juga adiku. wajar saja dia merindukanku" kata lexa.
"lalu apa rencanamu selanjutnya" tanya Lexa.
"entahlah..." kata Meera.
"hmm.. ayo ikut aku" kata lexa sambil Berjalan mendahului Meera.
Lexa mengajak Meera keruang bawah tanah dimana semua anak buahnya sedang berkumpul sekitar ada 50 orang disana dengan pakaian preman. melihat kedatangan Lexa semua orang pun menundukan kepala.
__ADS_1
"ini adalah Meera. Phoenix yang sudah lama tidak terlihat. kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan!" kata Lexa
Penampilan Meera yang lebih girlly dibaning Lexa yang tomboi pun menjadi sorotan. tapi untuk mereka yang melihat kejadian tadi pagi pun tak berani berkomentar. karena jelas kemampuan bela diri wanita didepannya ini bisa jadi lebih hebat dari Bosnya selama ini.