Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Bertemu Melinda


__ADS_3

Keesokan harinya Bara sudah dalam perjalanan bisnisnya ditemani salah satu asistennya. sedangkan Meera sibuk di kantor..


Disaat yang sama di belahan kota lain Rangga sedang bertanding di kelas Kata Perorangan. satu persatu lawannya di kalahkan dengan cantik. hingga ia masuk ke Semi final setelah menumbangkan perwakilan dari provinsi Q dengan permainan cantik yang di tampilkannya. semua tim dari kota asal Rangga sangat Bahagia. karena sebagian besar atletnya masuk kedalam Semi final di masing-masing kelas.


sedangkan Meera harap-harap cemas menunggu Kabar dari Reyhan karena Reyhanlah tim official Rangga. Tepat jam 15.00 Reyhan mengirimkan pesan yang berisi foto di sebuah layar LCD besar.


disana ada tulisan


PESERTA LOLOS SEMIFINAL KEJURNAS KARATE KELAS KATA PERORANGAN


dan nama pertama dalam daftar itu adalah RANGGA RONEYKA SAKTI/KOTA J. Meera yang melihatnya sangat bahagia. ia sampai berkaca-kaca. Tak lama kemudian Reyhan mengirimkan foto Rangga sedang minum air putih. Meera jadi tambah senang melihatnya.


Sedangkan di belahan kota lain Bara menerima semua Rekamam Video Rangga dari orang suruhannya. Bara pun mengirimkan ke pada papanya. karena papa nya juga sangat antusias dalam hal ini. namun ia tak mengirim ke Meera. karena orang yang di lawan Rangga dari propinsi Q adalah lawan rangga di kejuaraan tahun lalu. ia memilih untuk tak memberitahukan pada Meera.


"anak ini benar-benar tampan dan pintar, aku penasaran Bagaimana cara kakakmu mendidikmu.. " Batin Bara sembari melihat rekaman video disela-sela waktu luangnya


Rnagga tak di ijinkan untuk memegang ponselnya selama pertandingan. agar lebih fokus.


Setelah jam pulang kerja Meera memilih untuk datang ke tokonya. ia memang sekali-kali mengunjungi tokonya. karena meskipun jam kerja sudah tutup namun tetap ada yang tinggal disana. karena beberapa karyawannya memilih untuk tinggal di ruko untuk menghemat pengeluaran. dan Meera mengijinkan.


sebelum sampai toko nya. Meera membeli banyak makanan dan minuman. setelahnya ia bergegas ke toko. ternyata dijam 17.00 semua belum pulang. semua karyawan antusias melihat kedatangan Meera.


"mba meeraa... kita kangen bangettt" kata Della sambil memeluk Meera.


"hehe aku juga kangen. ini makanan. dimakan dulu, eh kalian kok belum pulang?" tanya Meera


"iya kita lebih senang disini mba, kita selesaikan pesanan. karena hampir 2 bulan ini pesanan kita sangat banyak. kadang sampai kita pusing membagi barang untuk reseller dan grosir" kata Della


"kalau waktunya pulang itu ya pulang, kerjaan dilanjutkan besok" kata Meera sambil duduk bersama karyawannya di lantai bawah.


Memang begitulah Meera ia tak pernah membedakan antara dia dan karyawannya. mangkanya karyawannya sangat sayang kepada Meera.


"ihh kita tuh seneng disini mbakk.. bisa kumpul kumpul-kumpul. lagian kalau pulang ya tidak ada teman" kata salah satu karyawannya.


"Mba Meer.. makasih ya gaji kita + bonusnya di tambah bulan kemarin hehe.. " kata salah satu karyawan laki lakinya


"ahh iya. kalian pantas mendapatkannya. kalian sudah bekerja keras" kata Meera.


"ehh kalian sudah makan?" tanya Meera

__ADS_1


"sore tadi sih sudah. tapi kalau mau diajak makan lagi kita masih mau kok ahhaha" kata Della. semua orang disana tertawa lepas dan saling bercanda.


"nanti jam 19.00 kita makan diluar ya. tapi mobilku tidak muat kalau naik mobil semua. kalian yang cowok naik motor gapapa kan" Kata Meera


"siiiappp bu bosss" kata semua karyawan serentak menjawab.


setelah pekerjaan selesai semua orang bersiap-siap. karena Meera memberitahukan akan mengajak makan di salah satu restoran. tentu karyawan Meera sangat senang.


Sesampainya direstoran untung saja masih ada tempat disana. padahal Meera tidak reserfasi sebelumnya.


"pilihlah sesuka kalian, kalau ada keluarga dirumah, bungkus juga gapapa" kata Meera.


disambut dengan bahagia oleh karyawannya lalu bergantian mereka memilih makanan yang disukai. Meera menatap dengan bahagia.


setelah semua makanan terhidang di meja bahkan pihak restoran menambahkan meja tambahan agar muat menampung makanan yang di pesan saking banyaknya.


"Mba, apa ini tidak terlalu berlebihan?" kata Della berbisik pada Meera karena malu melihat begitu banyak makanan di meja. apa lagi di restoran yang lumayan mewah.


"alah.. sudah. makan saja" kata Meera


disela-sela makan malamnya. Ponsel Meera berdering ada panggilan dari Bara.


"lagi makan diuar, kamu sudah makan?" tanya Meera


"sudah, dengan siapa, kok berisik?" tanya Bara


tanpa menjawab Meera mengarahkan kamera depannya kepada karyawannya yang sedang sibuk makan di depan dan sampingnya. Mereka pun bergantian menyapa "Halo Tuan" kapada Bara.


Bara yang sudah tau keadaannya pun senang ia hanya tersenyum kecil membalas sapa karyawan Meera. ia bangga terhadap Meera. Meera bisa merengkuh hati karyawannya. "oke lanjutkan makannya. jangan pulang malam-malam. setelah sampai rumah hubungi aku" kata Bara.


"siap bosss" kata Meera.


setelah selesai semua mereka hendak pergi dari restoran. namun saat akan keluar Meera bertemu dengan Melinda datang bersama Temannya. Meera cuek pura-pura tidak tahu. namun berbeda dengan Melinda. ia menatap Meera penuh kebencian. jalan masuk dan keluar di restoran itu menjadi satu pintu. tentu jika meera akan keluar sedangkan Melinda akan masuk pasti mereka akan berpapasan.


"Hei kau wanita penggoda" kata melinda menatap Meera yang berjalan kearahnya


Meera tidak menanggapi ia berjalan lurus di belakangnya diikuti karyawannya. merasa tidak di gubris oleh Meera. Melinda semakin geram "sokk cantik" Batin Melinda.


saat Meera dan Melinda bersampingan. ketika Meera hendak keluar. Melinda dengan kasar menarik bahu Meera. Meera yang kaget pun agak oleng.

__ADS_1


"heii kauuu!!!" Della berteriak karena ia kaget dengan yang dilakukan Melinda kepada Meera.


"siapa kau berani sekali berteriak" kata Melinda menatap bewnci Della.


Meera maju didepan Della yang tadi sempat mendahuluinya. Meera menarik tangan Della agar berada di belakangnya.


"Nona. apa ada yang perlu di bicarakan?" tanya Meera berhadap-hadapan dengan Melinda dengan santainya.


"haha.. kau wanita penggoda. bisa datang kerestoran mewah ini pasti hasilmu menguras uang Presdir kan?" kat melinda keras hingga didengar semua orang disana. ia sengaja menbuat Meera malu


"eh nenek sihir.. jangan sembarangan menuduh mbak meera kita ya" kata salah satu karyawan cowoknya.


"waah wahh.. bahkan kau kesini dengan orang-orang seperti ini" Melinda berkata melirik jijik kepada orang-orang dibelakang meera.


Meera mengangkat tangannya ketika karyawannya sudah mulai membuka suaranya tanda untuk mereka berhenti bicara.


Meera menatap tajam kearah Melinda "nona, bukankah saya lebih baik dari anda. anda bilang saya kesini dari hasil menggoda presdir. itu tandanya presdir tertarik dengan saya. nah kalau anda, anda terus menggoda presdir namun presdir sama sekali tidak merespon anda, apa perlu ku ajari bagaimana agar presdir tertarik terhadapmu?" Kata Meera dengan senyum di bibirnya.


"wanita sialan!!!!!," kata Melinda kesal merasa dipermalukan oleh Meera.


meera tak menghiraukan lagi ocehan melinda. ia mengajak karyawannya pergi dari tempat itu.


didalam mobil Meera ada rasa bahagia bisa mempermalukan balik Melinda didepan semua orang. dan disatu sisi Meera sedih mengingat Meera yang menempel terus pada Bara.


sesampainya di mansion Meera membersihkan dirinya dan berbaring di ranjang menggunakan singlet ketat dan celana sampai pangkal pahanya. sangat seksi. lalu ia menghubungi Bara.


disana Bara sedang bersama Adit berbincang membahas rapatnya besok di ruang tamu. ketika mendengar ponsel berdering dan di lihatnya foto Meera. ponsel yang berada di meja tanpa diangkat ia lalu menggeser tanda hijau pada ponselnya. dengan ia masih sibuk melihat kertas-kertas ditangannya.


Adit menelan ludahnya karena melihat layar ponsel Bara menampakan Meera yang begitu seksi meski hanya terlihat wajah sampai dadanya. namun disana terlihat jelas bahwa Meera hanya menggunakan singlet saya. hingga belahan dadanya sedikit terlihat. dan isinya yang lumayan besar juga padat juga terlihat jelas.


"Astagaa....seksi sekaliiiiii" batin Adit memandang ponsel Bara.


Meera yang hanya melihat diding dan lampu di layar ponselnya pun memanggil-manggil Bara. Bara yang mendengar panggilan Meera pun melirik layar ponselnya matanya melotot melihat Meera hanya menggunakan Singlet. bara cepat-cepat mengambil Ponselnya dan dihadapkan ke padanya Adit tanpa sadar pun berkata "Seksi ya tuan nona Meera"


"heeiiiii!!! apa yang kau lihat!" kata Bara berteriak pada Adit.


"bukan salah saya tuan. kan anda yang berbagi kepada saya hehe" jawab Adit


Bara lalu beranjak dari duduknya menuju ke balkon sebelimnya ia berucap kepada Adit

__ADS_1


"ku bunuh kau setelah panggilan ini" kata Bara dengan emosi menunjuk kearah Adit.


__ADS_2