Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
menerka-nerka


__ADS_3

Waktu pulang dari kantor, Meera mampir ke supermarket, ia membeli beberapa sayuran dan ikan. ia ingin memasak untuk suaminya. karena sbelum pulang Bara mengirim pesan jika ingin Makan malam dirumah dengan Meera Baea bilang ia akan pulang pukul 19.00 . Meera mengesampingkan kejadian yang baru saja ia alami.


sesampainya dirumah ia dibantu dengan pelayan yang ada memasak makanan yang akan dihidangkan pada Bara nanti, Tumis cumi asam manis, cap cay dan sepiring tumis brokoli siap diatas meja. Meera lalu pergi ke kamarnya. waktu sudah menunjukan pukul 18.30. ia segera mandi, setelah mandi ia lalu mengenakan pakaiannya dan tak lupa make up tipis ciri khasnya yang membuat wajahnya semakin cantik. Didalam kamarnya ia memandang lurus ke cermin, is memandang kalung yang melingkar di lehernya. Tatapanya mengandung seribu arti, ia memejamkan matanya sambil menggenggam liontin kalung itu semua bayangan kejadian yang membuat hatinya tertusukpun terlintas bebas di otaknya. Ia mencoba menahan semuanya ia hanya bisa menahan sendirian. lalu ia membuka matanya, ia melihat wajahnya disana tepat didepanya. "tidak ada pilihan lagi Meera. kau harus mempercayai suamimu" begitu kira-kira isi dari tatapan Meera.


ia lalu turun ke lantai bawah. ia menunggu Bara datang, ia sengaja tak menghubungi Bara. takut mengganggunya. sekian lama berlalu waktu menunjukan pukul 20.00 Bara masih tidak ada kabar. Meera tidak bisa membohongi dirinya. fikirannya mulai berkecamuk di otaknya. banyak sekali pikiran liar disana, ia terus memandang ponselnya. namun Bara tak menghubunginya. Sebenarnya ia sangat ingin menangis. namun ia tak mau. ia menahannya. sampai akirnya ia memilih beranjak dari meja makan lalu memilih untuk berjalan-jalan didalam rumah, karena sejauh ini Meera belum pernah melihat semua ruangan dirumah ini. langkahnya tertuju pada sebuah gitar yang berada di ujunh tembok disamping vas bunga. lalu ia mengambilnya dan meraba sisi gitar itu "sudah lama sekali rasanya" Meera berkata pelan dengan menatap gitar itu. Meera lalu membawanya ke area Taman di belakang rumah. ia ingin merasakan ketenangan disana. ia melihat Siti sedang berjalan berlawanan dengannya. Meera menghentikanya. "Mbak siti sibuk?" tanya Meera,


" tidak non, ada yang bisa saya bantu?" tanya siti sopan


" temani aku sebentar di taman" kata Meera dan diangguki oleh siti.


sesampainya ditaman. Meera duduk di kursi panjang membelakangi pintu dari rumah itu. tatapannya lurus kearah taman. dari situ ia bisa melihat pemandangan langit yang penuh bintang nan indah, udara disana agak dingin. Hingga Meera meminta pelayan yang lainnya membawakannya sweeternya. lalu ia memakainya. Mbak siti duduk di depan Meera menghadap ke pintu.


"Non udaranya dingin, lebih baik kita masuk saja. nanti masuk angin" kata mba siti


"Aku hanya ingin ketenangan sebentar, mba siti temani aku ya" kata Meera. tanpa menatap siti, ia mengangkat Gitar yang di bawanya. Ia menundukan kepalanya. suasana yang hening pun merasuk hingga jiwa.


"Non Meera sepertinya sedang tidak dalam keadaan baik" batin Siti menatap wajah Meera. ia tahu Meera sedang menahan sesuatu


Meera mulai memetikan jarinya di senar gitar itu.. hanya ada 2 orang di sana. kesunyian mulai berdamai dengan suara petikan gitar Meera. Meera mulai bernyanyi, Bukan.. lebih tepatnya mencurahkan isi hatinya melalui nyanyian..


Kutahu 'ku tak pernah bisa


Menjagamu di setiap waktumu


Kuharap kau mengerti itu


Dan kupercaya kau takkan berpaling


Dari cinta ini


Karena kupercaya itu


(Meera menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong)

__ADS_1


(ketika bagian ini Meera memejamkan matanya sejenak lalu melanjutkan nyanyiannya)


Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu


Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku


Kuyakin kau bisa menjaga hatimu


Saat tak bersamaku


Kuharap kau mengerti itu


Dan kupercaya kau takkan berpaling


Dari cinta ini


Karena kupercaya itu


(saat bagian ini siti melihat Bara datang dari belakang Meera, namun bara memberikan isyarat kepada Siti untuk diam, Bara mendengar alunan gitar dan suara istrinya, hatinya sedih, ia tahu betul apa yang di rasakan Meera ia tuangkan dalam lagu itu)


Tak ingin aku menerka-nerka semua tentangmu


Kupercaya kau bisa menjaga hatimu untukku


Kuyakin kau bisa menjaga hatimu


Saat tak bersamaku


Mungkin awalnya kuragu


Saat tak di sampingmu


Tapi kuyakin kamulah cintaku

__ADS_1


Ho-o-o ...


siti memandang Meera dengan tatapan kagum. ia tak menyangka Meera bisa bermain gitar dan suaranya sangat merdu dan menusuk. setelah Bernyanyi Meera tak langsung meletakan gitarnya. ia lalu memposisikan gitarnya berdiri. ia memandang gitar itu lalu berkata "mbak siti tahu, hanya mbak siti dan Rangga yang beruntung melihatku bermain Gitar"


"Kenapa bisa begitu non?" tanya Siti. sedangkan Bara masih ada ditempatnya dibelakang Meera. Meera masih tak menyadari kedatangan Bara


sebelum menjawab Meera pun tersenyum memandang mbak siti lalu berucap "aku hanya menghibur diriku sendiri"


Bara tak tahan melihat istrinya. ia lalu pergi dari tempat itu tanpa menimbulkan suara apapun. Bara lalu menuju ke kamarnya dan membersihkan dirinya. didalam guyuran air dari shower ia memejamkan matanya lalu ber kata "kenapa kau simpan sendiri sedihmu Meera" ia ingin memeluk istrinya. namun ia tahan


"Mba siti sudah larut malam. ayo masuk, tolong simpan gitar ini ya mba" ajak Meera sambil menyerahkan gitar itu pada mbak siti lalu ia pergi kekamar, tak disangka tedengar gemricik air dari dalam sana. itu tandanya Bara sudah pulang. ia kalu menyiapkan baju ganti Bara. tak lama kemudian Bara keluar dari toilet. Meera saat itu sedang melepas sweeternya.


"kau sudah pulang dari tadi?" tanya Meera


"tidak, barusan aku datang dan langsung mandi, kau dari mana?" Bara bertanya balik sambil mengeringkan Rambutnya


"dari taman" jawab Meera singkat sambil menuju kearah Bara membawakan baju gantinya.


syukurlahh ia tak melihatku tadi berarti....batin Meera.


setelah berganti pakaian Bara berdiri menatap Meera yang sedang merapikan handuk yang tadi dipakainya


"Meera,, maaf aku pulang telat, jalanan macet" kata Bara sambil menuju kearah Meera


"Sudahlah tidak apa, ayo kita makan, aku sudah masak banyak untukmu" kata Meera sambil menggandeng tangan Bara melangkah keluar kamar menuju meja makan. dimeja makan Bara sesekali memuji masakan istrinya. Meera yang mendengarnya pun senang jika suaminya menyukai masakan yang dibuatnya. setelah makan mereka langsung menuju ke kamar.


Bara dan Meera duduk di pinggiran Ranjang. Bara memeluk pinggang Meera sedangkan Meera membalasnya dengan menyandarkan kepalanya di pundak Bara. Bara memulai percakapan


"kau lihat Aurel tadi di kantor?" tanya Bara


"iya," jawab Meera singkat


"apa yang kau fikirkan tentang itu?" tanya Bara sambil mengelus rambut Meera

__ADS_1


"aku percaya dengan suamiku" jawab Meera dengan kata-kata yang terjaga


Bara senang mendengarnya. ia lalu mengecup ujung kepala Meera. lalu mengangkat wajah Meera. lalu mencium lembut bibir Meera. Meera menautkan kedua tangannya di leher Bara. mereka larut dalam ciuman yang hangat, benar-benar seperti saling meyakinkan bahwa mereka harus percaya satu sama lain. setelah sekian lama. mereka melapaskan ciumanya. dan mereka berbaring, dan tidur dengan berpelukan.


__ADS_2