Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
kepulangan Bara


__ADS_3

2 hari berlalu Bara berada di rumahsakit. semua pekerjaan kantor di urus oleh Adit dibantu dengan jajarannya. Sedangkan Meera semakin tidak enak hati. karena Bara hanya membalas pesan dan mengangkat panggilan telefonnya saja. kalau di video call tidak pernah mau mengangkat. padahal sbelumnya kemanapun Bara pergi pasti akan melakukan panggilan Video pada istrinya.


kabar Bara terluka akirnya sampai di telinga Ny. Martha. Ia segera menyusul Bara. Tuan Dion dan Bara pun kaget melihat kedatangan Ny. Martha.


"bagaimana kau bisa sampai disini?" tanya Tuan Dion.


"kau pikira kau tak bisa mencari putraku hah??" kata Ny. Martha.


"apa kau tidak apa-apa?" tanya Ny Martha


"aku baik-baik saja. hanya menunggu luka ini agak kering aku akan pulang" kata Bara.


"kemana Meera? dia tidak mengurusmu?" tanya Ny. Martha.


"dia tidak tahu" jawab Bara.


hmmm.. kesempatan bagus untuk Aurel.. batin Ny Martha. Rencana buruk Ny Martha pun kembali muncul. ia segera menghubungi Aurel agar datang kesana. sudha banyak rencana yang disiapkannya dengan cepat.


malam hari Aurel sudah datang ketempat Bara. dengan ijin dari mamanya Bara. Bara yang sedang bersandar sambil memandang laptopnya pun kaget dengan kedatangan Aurel. Aurel datang dan langsung memeluk Bara.


"sayang aku kangen, gimana keadaanmu? masih sakit?" tanya Aurel


"jangan macam-macam. kedatanganmu tidak di harapkan disini" kata Bara sambil melepas pelukan Aurel.


Aurel terus berbicara tanpa henti sambil sesekali menyentuh Bara. jika tidak ingat dengan Mamanya sudah pasti akan dibinasakan orang seperti aurel itu.


Hari semakin larut. Bara butuh istirahat. karena besok siang ia akan kembali ke kota asalnya. meskipun belum kering total tapi bekas jahitannya sudah tidak terlalu sakit.


disaat Bara tidur. Aurel yang tadi memaksa ikut tidur di dalam ruangan Bara pun segera memanfaatkan keadaan. dia mengambil beberapa foto Bara dan dirinya.. Bahkan Aurel sampai berani memegang tangan Bara dan menciumnya.


sedangkan dikota lain Meera yang akir-akir ini susah tidur pun berusaha menghubungi Bara. namun karena Bara sudah tidur maka ponselnya yang terrus berdering di matikan oleh Aurel.


keesokan harinya Bara bangun dan sudah siap-siap untuk pergu dari tempat itu. dan juga bersama mamanya dan Aurel tentunya. sedangkan Tuan Dion dan Adit sudah berangkat duluan karena ada urusan mendadak


didalam pesawat pun Bara duduk di samping Aurel dan Aurel tak menyia-nyiakan itu. ia mengambil beberapa foto dirinya dan Bara.

__ADS_1


sesampainya di kota asal Bara langsung menuju kekantornya. banyak sekali pekerjaan yang harus diurusnya setelah ditinggal hampir 10 hari. Meera tak mengetahui kedatangan Bara karena Bara tak memberi tahunya. ia ingin membuat sureprise kepada Meera. sedangkan Aurel dan mamanya Bara juga ikut ke kantor. tentu dengan niat yang buruk.


Bara langsung menuju keruangannya. sedangkan Aurel dan Ny. Martha duduk didalam ruangan Bara sambil bersantai. Adit dan kedua sekretaris Bara tak senang sama sekali dengan kedatangan Aurel.


"huh.. pasti akan ada masalah setelah ini" batin Adit


"kalian pulanglah dulu. aku sedang sibuk" kata Bara. yang sedang berdiri menghampiri mamanya. Bara juga tak nyaman di tunggui kedua orang itu


"baiklah sayang aku pulang yaa" kata Aurel sambil berjalan dan langsung memeluk Bara. sedangkan Ny. Martha sudah siap dengan ponselnya.


tanpa dugaan. Aurel bertingkah lebih jauh. dia mencium bibir Bara di depan mamanya Bara. dan itu terekam oleh kamera ponsel Mamanya Bara.


huh.. bagusss aurel.. batin Mamanya Bara.


"kau ini apa-apaan!! jangan membuat masalah!" bentak Bara sambil melepaskan Aurel.


"maaf. aku sudah tidak tahan ingin menciumu" kata Aurel.


"keluar!!!!" teriak Bara.


ketika keluar dari lift Presdir. Aurel tak sengaja terpeleset lantai yang licin karena habis di pel. seketika Aurel terjatuh dan marah-marah. kemarahan Aurel tak sengaja didengar Meera saat Meera sedang lewat.


"Apa kau tidak bisa kerja hah?? kau membuatku jatuh. kau harus di pecat" Aurel memaki OB yang ada disana


keributan pun terjadi banyak orang yang melihatnya. Ny. Martha melihat Meera yang sedang berjalan. malah memprofokasinya.


"gara-gara kerjamu tidak becus kau membuat calon istri Bara Suryatama terjatuh! kalau kuadukan kepada anaku sudah kupastikan besok kalian tidak akan berkerja disini" teriak Ny. Martha


Meera berhenti dari langkahnya. ia melihat kearah Ny. Martha. mendengar profokasi itu Meera sebenarnya tidak terlalu memikirkan. yang ia fikirkan hanya. bagaimana bisa kedua orang itu berada disana sedangkan Bara tidak sedang berada di kantor. Meera lalu melanjutkan jalannya menuju ke ruangannya. ia melihat ponselnya. masih tidak ada kabar dari Bara. sedangkan di luar setelah ditangani Adit keributan itu pun segera mereda. dan Ny Martha dan Aurel segera pergi.


saat jam pulang kantor Meera agak pulang terlambat karena ia ada lembur. sedangkan Bara sudah pulang tepat waktu kemansionnya.


Meera pulang dan langsung menuju kekamarnya betapa bahagianya dia melihat suaminya sudah ada disana sedang duduk santai di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Meera langsung melempar tasnya dan berlari ingin memeluk Bara. tapi saat sudah dekat di tahan oleh Bara.


"aaaaaaa Baraa.. akirnya pulang" teriak Meera sambil berlari

__ADS_1


"eh tunggu. jangan peluk. kau masih bau" kata Bara.


Meera berhenti dan mengerucutkan bibirnya. ia mencium aroma tubuhnya "ih gak bau kok. wangi kok" kata Meera.


"mandi dulu sana" kata Bara sambil menahan tawanya melihat tingkah istrinya.


tanpa membantah Meera segera mandi dan berganti pakaian dengan Cepat. hatinya legah melihat Bara pulang.


setelah berganti pakaian. Meera segera duduk di samping Bara. dan langsung menyandarkan kepalanya pada dada bidang Bara. Bara juga sangat kangen dengan Meera hingga ia membalas pelukan Meera sambil mengelus ujung kepala Meera.


"eh. tunggu.. kenapa pakai baju panjang? apa akau sakit?" tanya Meera karena tak biasanya Bara berpakaian seperti itu


"tidak. hanya ingin saja" kata Bara. sebenarnya ia ingin menutupi bekas jaitan itu


"lapar tidak? aku masak ya??" kata Meera dengan wajah bahagianya.


Bara menganggukan kepalanya. ia juga kangen dengan masakan lezat istrinya itu.


segera Bara dan Meera menuju ke dapur. dengan sabar Bara menunggui istrinya masak. tak beberapa lama kemudian masakan telah siap. mereka pun makan malam bersama. Meera tak henti-hentinya menampakan senyum bahagianya. begitu juga dengan Bara.


setelah makan mereka kembali kekamar. Bara sudah lama menahan hasratnya untuk menerkam istri seksinya. sesampainya di kamar Bara langsung melum*at bibir istrinya dengan Rakus dan tanpa henti. Meera juga menginginkan hal itu. Mereka melakukan ciuman dengan berdiri menempel pada tembok. lama-lama Meera pengap karena tak diberi kesempatan bernafas oleh Bara. Meera mendorong dada Bara.


"Sudah cukup, aku tidak bisa bernafas" kata Meera ngosngosan.


"aku sudah tidak tahan lagi Meera.." kata Bara menenggelamkan wajahnya di pundak Meera


"bisa kah kita lakukan besok saja? kau lelah kan. kita istirahat dulu" kata Meera


"tidak bisa. aku menginginkannya" kata Bara. Dia sudah sangat ingin. dan keadaan ini tak bisa ditahannya. segera ia menggendong istrinya lalu menerkamnya di ranjangnya. 2 jam berlalu dengan suara merdu. Meera sudah tidak menggunakan pakaian selembarpun. sedangkan Bara masih menggunakan kaos panjanngnya. Sebenarnya Meera juga merasa Aneh karena tidak seperti biasanya saat melakukan hal itu mereka melucuti semua pakaiannya. namun saat ini Bara bahkan tak melepas kaosnya. Meera selalu K.O di buat Bara. Dan Bara pun juga lemas di samping istrinya. tapi bara masih punya tenaga untuk bangkit menuju ke toilet setelah menyelimuti istrinya yang sudah tidur di ranjang.


didepan cermin Bara melepaskan kaosnya. dan melihat lukanya. takut terbuka jahitannya karena aktifitasnya tadi. tapi ternyata lukanya baik baik saja. setelah itu ia kembali kekamar dan menemani istrinya tidur.


keesokan harinya Bara bangun kebih pagi. dan dia langsung mandi dan bersiap-siap. sedangkan Meera baru bangun dan merasakan linu di persendiannya. Meera duduk di ranjangnya. dengan masih keadaan tekanjang dan badannya terbungkus slimut. Melihat Bara sudah Rapi duduk disofa menghadap jendela sambil membaca koran pun Meera sedikit kaget. "Tumben sekali" batin Meera


"Cepat mandi atau kau sengaja menggodaku lagi?" kata Bara tanpa menatap Meera.

__ADS_1


ide usil Meera muncul lagi. Ia turun dari Ranjang berbalut selimut lalu dia menuju kearah suaminya dari belakang. dari belakang. Meera mencium pipi suaminya dan berkata "pagi sayang" lalu ia langsung lari kekamar mandi.


__ADS_2