Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
drama tengah malam


__ADS_3

setibanya di rumah, ternyata Bara belum sampai dirumah, Meera lega karena tidak keduluan Bara pulanvmg, meera segera membersihkan diri. setelah itu ia memakai celana pendeknya dan kaos berwarna hitam, tak lupa ia menggunakan Bedak dan lipcreamnya. setelah itu ia kedapur untuk memasak makanan untuk Bara. Sebenarnya pelayan disana sudah memasak. namun Meera ingin juga memasak untuk suaminya. tak butuh waktu lama seporsi gurami asam manis pun terhidangkan di meja. Meera. hendak makan tapi ia urungkan. ia ingin makan bersama Bara. jam sudah menunjukan pukul 20.30 tapi Bara belum pulang,. ternyata Bara setelah makan dengan Marvel ia lanjut ke Bar karena ajakan Marvel.


Meera menunggu Bara di ruang tengah, ia tak bisa menghubungi Bara karena ponselnya juga dibawa Bara dari tadi pagi. sedangkan di Bar Bara menikmati sebotol alkohol. bukan ia tak ingat Meera. tapi ia hanya ingin melepas penat di hari ini. Bara masih segar bugar meskipun menghabiskan 1 botol alkohol. sedangkan Adit sama sekali tidak minum. ia menjaga Tuannya.


Dirasa sudah sangat lelah menunggu Meera akirnya memutuskan untuk meninggalkan ruang Tengah dan masuk ke kamar. sebenarnya ia lapar. namun ia menunggu Bara saja untuk makan bersama. ia masuk kekamar lalu berbaring di kasur. tak membutuhkan waktu lama Meera akirnya tertidur.


Di Bar, Bara sama sekali tidak menyentuh wanita malam yang ada disana. berbeda dengan Marvel yang kini dikanan dan kirinya ada wanita cantik. Begitulah Marvel. terkenal Playboy dikalangan Wanita. waktu sudah menunjukan pukul 23.00 Adit mengingatkan Bara "Tuan, sudah larut, ayo pulang, nanti nona Meera menunggu" kata Adit. Bara yang menyadari waktu sudah semakin larut pun pamit undur diri dari Marvel.


Meskipun tidak mabuk dan masih dalam keadaan 90% sadar, namun nafas Bara sudah sangat menyengat bau alkohol. Adit sudah memperkirakan jika akan terjadi drama lagi malam ini "aaah tuaan kenapa selalu seperti ini" gumam Adit dalam Hati.


sesampainya dirumah, rumah sudah sepi. Adit meninggalkan rumah itu menuju ke kediamannya setelah memastikan Bara memasuki rumahnya.


Bara tak melihat keberadaan Meera saat itu di lantai Bawah. karena memang sudah sangat larut malam. Tampilan Bara kini sudah acak-acakan. tidak dasi yang longgar, tidak pakai Jas, kemeja yang tidak rapi, apa lagi bau alkohol yang menyengat. Bara menghampiri Meera di kamar. dilihatnya istrinya sudah tidur pulas disana.


Bara berjalan menghampiri Meera. dilihatnya wajah cantik meera ketika tidur. seakan lupa akan dirinya yang telah minum alkohol ia mendekatkan wajahnya pada Meera dan mencium bibir Meera. Meera yang semula tertidur seketika terbangun merasakan sentuhan pada bibirnya


"Eh Bara sudah pulang" Meera mencoba bangun mengerjapkan matanya.


Namun pandangan Meera sedikit aneh terhadap Bara. Meera mengernyitkan alisnya.


"Dari mana jam segini baru pulang" tanya Meera terhadap Bara yang duduk di depannya


"jamuan Bisnis" kata Bara sambil melepaskan dasinya.

__ADS_1


Meera merasakan ada bau alkohol dari nafas Bara. Membuat Meera langsung berdiri dari tempat tidurnya dengan marah.


"Kamu mabok ya?" Meera berkata keras di depan Bara, ia tak suka jika Bara terus meminum alkohol. apalagi banyak kenangan buruk ketika Bara sedang dalam keadaan itu, seketika Meera teringat kejadian lalu, Bara yang berada di bar dengan wanita-wanita malam itu.


Bara memandang istrinya yang sedang marah didepannya berusaha menenangkan istrinya. ia meraih tangan Meera. namun di tepis kasar oleh Meera. "Tidak, hanya minum sedikit" Bara mencoba menjelaskan.


Meera menatap Bara dengan tatapan permusuhan. dimaafin berkali-kali tapi diulangi lagi. Meera tetaplah Meera. ia tak mau berdebat dengan Bara mengenai masalah sakit hati pribadinya. ia hanya menentang Bara ketika bukan masalah rumahtangga yang sedang dihadapi.


"Terserah" Kata-kata yang keluar dari bibir Meera lalu pergi meninggalkan Bara. Meera menuju ke kamar tamu, ia memutuskan tidur disana malam ini. sembari menenangkan emosinya.


dia pikir hanya dia yang bisa mabok seperti itu, jangan memaksaku kembali ke masa lalu ku Bara, atau kau menyesal akirnya!!.... gumam Meera dalam Hati sambil mengepalkan tangannya


sesampainya di kamar tamu Meera mengunci puntu agar Bara tak bisa masuk kedalam, ia berfikir lebih baik diam dari pada berdebat dengan Bara.


"Tadi nyonya pulang pukul berapa" tanya Bara


"sekitar pukul 19.30 tuan. kata supir habis dari tempat latihan adiknya" jawab pelayan itu


"lalu?" tanya Bara


"nyonya masak gurami asam manis tuan. tapi ia tidak memakannya sepertinya menunggu tuan Muda" jawab Pelayan tersebut.


"asstagaa dia pasti lapar....." Bara bergumam dalam Hati. ia merasa bersalah pada Meera. Baru beberapa hari yang lalu ia membuatnya menangis. sekarang ia membuatnya sedih lagi. benar-benar menyesal Bara kali ini.

__ADS_1


setelah pintu terbuka Bara masuk kekamar. melihat istrinya tidur nyenyak disana. Bara ikut berbaring disamping Meera. Ia memeluk Meera. Bara mengecup Kening Meera. sedangakan jam sudah menunjukan pukul 01.00 Bara tak tega melihat istrinya tidur dalam keadaan lapar.


kalau aku bangunkan pasti akan marah, kalau tidak di bangunkan pasti dia lapar.. aaahhh persetan, marah biarkan yang penting istriku tidak kelaparan.... Bara berkata dalam Hati sambil memandang istrinya.


Bara mengelus pipi Meera lembut sambil berkata "sayang bangun.. " berkali-kali. tentu Meera akan bangun karena merasa ada sentuhan di pipinya.


"ngapain kesini, bukannya pintu sudah kukunci" Meera bangun dan langsung berkata seperti itu setelah melihat Bara yang sudah ada disampingnya "aahh iya ini rumahnya, apapun bisa ia lakukan" pikir Meera dalam hati


"sayang aku lapar" Bara memelas kepada Meera sambil terus mengusap pipi Meera, Meera memalingkan wajahnya "cihhhh bilang lapar, dia kira aku tidak lapar menunggunya dari sore" begitu kata hati Meera.


"temani aku makan" Bara membisikan kata-kata tepat di samping daun telinga Meera. Meera tetaplah Meera ia tak bisa melihat Bara melas seperti itu. Marah tetap marah namun ia tak bisa mengabaikan suaminya yang lapar. padahal sebenarnya Bara tidak lapar, hanya alasannya saja karena mengetahui Meera belum makan.


Meera segera beranjak dari tempat tidur menuju ke dapur dengan mata ngantuknya. mau tidak mau ya dia harus menyiapkan makan untuk suaminya.


"lihatlah dalam keadaan Marah masih perduli dengan ku, hmm.. beruntungnya aku" Gumam Bara memadang punggung istrinya yang sedang memasak mi instan di dapur. hanya mi instan yang bisa dimasak cepat saat ini. mengingat jam juga sudah larut malam.


setelah selesai masak Meera segera menghidangkan mi instan kuah + telur dan daun bawang ke depan Bara. tentu yang satu mangkok lagi didepannya. karena ia juga sangat lapar. Sebelum mulai makan Meera menuangkan air putih kedalam gelas.


Meera makan dengan cepat tanpa berkata apapun. Sedangkan Bara yang sebenarnya tidak lapar makan perlahan sambil memperhatikan istrinya yang makan dengan lahapnya. setelah makannya habis Meera segera mencuci piring dan gelasnya. tanpa menghiraukan Bara yang belum selesai Meera kembali kekamar. Bara yang melihat Istrinya beranjak pergi segera bangkit dan menghampiri istrinya. "marahlah, tapi jangan tidur terpisah kamar" kata Bara menahan bahu istrinya. Meera tak menggubris sama sekali perkataan Bara. Meera langsung melepaskan tangan Bara dan hendak pergi. Bara mengikuti dari belakang. Meera pergi kekamar tamu lagi, Bara segera mencegahnya, "sudah ku bilang jangan tidur terpisah kamar Meera", Meera masih tidak mau menggubris perkataan suaminya.


Meera masuk kedalam kamar tamu, disusul Bara. karena ketika ia hendak menutup pintu ditahan Bara. Meera berusaha cuek pada suaminya dari pada meladeninya malah bertengkar tengah malam. ia langsung tidur membelakangi Bara yang masih berdiri. Bara melihat punggung istrinya menatap dengan sedikit senyum dibibirnya. "kau cantik walau sedang marah sayang"


Bara membaringkan tubuhnya di samping Meera. namun ia tak berani menyetuh istrinya dulu "sabarr Bara sabaar... tunggu istrimu lebih baik hatinya, setelah itu makan dia sesukamu" sisi jahat hatinya berbicara. Meera yang sudah sangat mengantuk tak lagi menghiraukan kehadiran Bara.

__ADS_1


__ADS_2