
pagi hari jam 7 Meera sudah bangun. memang ini hari Minggu namun ia harus tetap masak untuk suaminya. ketika ia hendak turun dari kasur Meera merasakan badannya remuk sakit di sana sini.ia merasa ngilu di bagian pangkal pahanya. ia berusaha berdiri dan menuju kamar mandi tapi bagian itu sakit sekali. ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit. aduh sakit..kata yang terulang lirih dari bibir Meera.
setelah sampai di toilet. ia melihat dirinya di kaca besar yang ada di sana. ia melihat banyak sekali kiss mark di leher dada bahkan di perutnya. Ia teringat kejadian semalam. "dasar binatang.. sampai seperti ini hiksss" kata meera mengumpati Bara. ia melihat kebawah. bagian sensitifnya memerah dan bengkak di sana. ia malu akan dirinya sendiri, dan ia bergidik ngeri teringat kelakuan Bara yang menyeramkan itu.
ketika ia hendak buang air kecil ia merasakan sangat perih di bagian aaanuuu nya. ia pun menangis di toilet menahan perih "hiks hiks sakit"
segera ia membersihkan tubuhnya. dan berendam di bak mandi. Meera tidak bisa berjalan dengan normal. karena pinggang dan pangkal pahanya Ngilu serta Anu nya yang bengkak juga memerah karena adanya gesekan jadinya perih. setelah Mandi Ia menggunakan jubahnya. lalu berjalan Tertatih keluar toilet.
ternyata Bara sudah bangun dan bersandar di ujung kasur. ia bertelanjang dada namun sudah memakai celana pendek nya. ketika melihat Meera ia pun menghampirinya. "kamu kenapa, habis nangis?" tanya Bara melihat mata meera merah.
"sakit Bara, badanku sakit semua" Kata Meera lirih sambil memandang Bara
ini juga ulah siapaa.. kamu kayak orang gila tadi malam.hihhhh... kesel aku tuh sama kamu.. batin Meera
Bara yang mendengar Meera tau maksud dari perkataan Meera. ia pun tersenyum, ia juga ingat kelakuanya tadi malam. namun mau gimana lagi. memang itu yang ia pendam selama ini. ia tak bisa menahanya lagi. tubuh meera terlalu menggoda untuk di lewatkan sejengkalpun.
"kamu gak pegel-pegel?" tanya Meera polos memandang Bara. karena bara memang terlihat biasa aja.
"sedikit" kata Bara sambil tersenyum lalu membantu Meera duduk di tepi kasur.
Sedikit?? gila apa sudah berjam jam ia cuma bilang sedikit!!! cihhh dasar gak ada puasnya.... Meera menggerutu dalam hati.
__ADS_1
"Bara ada darah lihat itu.." kata Meera. menunjuk seprai nya. ia tahu itu darah apa. saat ia bangun tadi ia sudah melihatnya. namun ketika hendak menggantinya Bara masih tidur di sana
Lagi-lagi Bara tersenyum melihat Meera. lalu berkata "kamu duduk di sofa dulu ya. aku ganti seprai nya" kata bara sambil menggendong tubuh Meera mendudukannya di sofa, dengan menggendong Meera saja Bara kecil sudah mulai nakal lagi..
ciihhh sial. si kecil ini kenapa nakal sekali,... dengus Bara. karena ia tahu tak mungkin melakukannya lagi pagi ini setelah melihat Meera kesakitan seperti itu. ia tak tega
Bara mengganti seprai nya. lalu ia pergi ke toilet untuk mandi, didalam toilet ia menemukan salep mengurangi bengkak. dia kira itu untuk lutut meera, ia melihat di kaca ada beberapa bekas cakaran kuku Meera di lengannya dan di punggungnya. ia tersenyum, ia ingat bagaimana Meera memintanya berhenti dari aktivitas menggelikan semalam. setelah selesai ia keluar lalu bertanya kepada meera "Meera ini salep utuk lutut mu ya?"
"bukan, itu untuk emmm... itu ku bengkak, jadi aku kasi salep" kata meera malu
hhhhh sampai bengkak, memang sih aku sedikit memaksa tadi malam habis terlalu sempit... kata bara dalam hati
setelah merasa lebih baik ia pun berdiri dan memakai baju lalu menyisir rambut dan make up tipis
meera yang memang merasa badannya remuk pun memilih berbaring di ranjang lagi sedangkan Bara menemaninya sambil membaca pasar saham di tab nya. tangan bara yang satunya lihai menari diatas Tab nya sedangkan yang 1 mengusap lembut rambut Meera.
tak beberapa lama kemudian Bara melihat Meera tertidur dengan bajunya sedikit ketarik kesamping. ia tersenyum melihat tulang selangka meera ada banyak jejak perbuatannya semalam. ia menarik laci di sampingnya terdapat kotak perhiasan ada gelang dan kalung berlian di sana, Bara memakaikan pada Meera ia mengangkat Leher Meera pelan-pelan agar tidak bangun lalu memasang kalung indah bermata berlian warna biru di sana. lalu memasang gelang di tangan kiri Meera yang menjulur kesamping, ia melihatnya puas. lalu mengecup mesra bibir Meera sambil berbisik "Terimakasih sayang" ia pun memutuskan meninggalkan meera lalu pergi ke ruang fitnesnya. ia harus berolahraga agar staminanya nanti malam bertambah. tentunya untuk melakukan hal itu lagi.. Bara sangat ketagihan dibuat Meera. berbeda dengan Meera. ia merasa Kapok dan seakan tak mau lagi mengulanginya.
ia teringat Meera yang mengeluh dan menjerit semalam kata-kata meera bak amunisi bagi Bara
bara udahan,bara sakit, bara pelan-pelan, bara jangan dimasukin semua,bara aku gak kuat lagi... semua kata-kata itu seperti candu buat Bara ia pun tersenyum mengingatnya. di sana ia melanjutkan olahraganya hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada. Gagah sekali. benar-benar pria idaman.
__ADS_1
pukul 15.00 meera bagun dari tidurnya.ia tak melihat bara disampingnya, kini tubuh meera lebih nyaman dan rileks, ia beranjak dari kasurnya dan berjalan melewati cermin. disana ia tersenyum bahagia merasa ada sesuatu yang menempel di lehernya, dan ia melihat gelangnya yang diambil Bara waktu itu juga kembali, ia tahu pasti bara yang memberikannya, ia sangat senang, ia keluar kamar mencari Bara, diruang kerja tidak ada, di ruang fitnes tidak ada ia lalu menuruni tangga. benar saja ia melihat Bara duduk didepan televisi sambil meminum jus.
ia duduk di samping Bara "sudah enakan?" tanya Bara
"lumayan, kamu lapar? aku bikinin makanan ya" kata Meera
"tidak usah, kita bersiap-siap saja, kita akan ke rumah papa" jawab bara sambil mematikan Tv
tiba-tiba ia menggendong Meera menuju kamar
"ih bara turunin, malu dilihatin bibi bibi" kata meera sambil memukul dada Bara pelan karena di sana memang sedang ada pelayan yang sedang bekerja
"ya biarin, aku gendong istriku kok bukan gendong istri orang lain" jawab Bara santai sambil terus melangkah
"Bara makasih ya gelang sama kalungnya aku suka banget" Meera berkata dengan senyum sumringah
"hmm. terimakasihnya nanti malam aja" kata Bara nakal dengan tatapannya juga nakal memandang Meera.
Meera tahu apa yang di maksud Bara. ia pun menggerutu hemmm... gila aja masa mau melakukan itu lagi.
setelah itu mereka bersiap-siap. Meera menggunakan Dress berwarna mocca, dengan lengan panjang dan lehernya juga panjang dress nya panjang di bawah lutut sejengkal. Sangat elegan. dipadukan dengan sepatu yang memiliki hak tak tidak terlalu tinggi, Meera sengaja mengunakan Dress tertutup karena ia ingin menutupi kiss mark yang ada dimana-mana. Bara pun juga tak kalah keren. ia tampil kece dengan Kemeja putih lengan pendeknya dengan dipadukan celana panjang warna mocca. mereka terlihat serasi. sebelum keluar kamar Bara mencium meera lembut di bibirnya "ih Bara jangan nanti lipstikku hilang" kata Meera.
__ADS_1
"Sudah hilang ayo kita hilangkan semua" goda Bara sambil tersenyum
Meera tak mau mendengarkan Bara ia lalu melarikan diri dari pelukan Bara dan berjalan keluar, Bara membiarkannya dengan tatapan genitnya namun masih berbicara dalam hati tunggu saja nanti malam. kita lihat kau bisa kabur atau tidak. hahaa..