
keesokan harinya gedung WS Corps. Bara tengah sibuk dengan semua pekerjaannya Sebagai CEO perusahaan Raksasa membuat waktu Bara sangat berharga. sedangkan Meera kini tengah berbincang-bincang dengan Shinta. setelah beberapa hari ia tak masuk kerja. ternyata Adut yang mengurusinya dan membuatkan ijin untuknya.
"Kemana aja kamu Meer?" tanya Shinta. Sedangkan Meera sibuk dengen pekerjaannya. terus menatap layar monitornya.
"emm.. ada urusan" jawab Meera.
Shinta menceritakan kabar-kabar bahwa ketika Meera tidak masuk, CEO mereka menggila di kantor. suasana kantor sangat mencekam. banyak karyawan yang di pecat karena kesalahan sekecil apapun. bahkan beberapa hari yang lalu ada beberapa perusahaan yang petingginya menangis karena diputus kontraknya dengan Bara. Mendengarkan semua yang diceritakan Shinta pun membuat Meera menghentikan ketukan jarinya pda layar keyboardnya. ia tak menyangka jika Bara akan sekejam itu.
"kamu bertengkar lagi sama suamimu?" tanya Sinta. Meera menganggukan kepalanya.
"astaga..." kata Shinta sambil menepuk jidatnya.
"lusa akan ada party di Bali, kamu ikutkan?" tanya Shinta
"ikut, aku pengen ikut, lagian juga baru peetama kali buat aku" jawab Meera.
Tiba-tiba. layar koputer Meera berubah menjadi warna hitam dan menampilkan tulisan seperti kode-kode seketika dan hal itu terjadi pada semua komputer di gedung itu. sontak para karyawan menjadi ramai riuh karena baru pertama kali hal ini terjadi. Meera pun memandang sinis keadaan sekitar.
"ada yang tidak beres" batin Meera.
Meera pun segera tahu keadaan itu karena ia juga sangat faham dengan jaringan IT. ia pun segera keruangan Bara. namun saat itu Bara sedang ada tamu diruangannya. Ia pun melihat 2 sekretaris Bara yang juga sedang bingung dengan layar komputer mereka masing-masing. tak lama kemudian tamu Bara keluar dan segera Meera masuk keruangan itu dan mendapati Bara tengah duduk di sofa menimati secangkir Teh.
"Tuan.. " kata Meera. Bara yang mengenali suara itu pun segera melihatnya. dan benar saja istrinya sendiri memanggilnya Tuan.
"hmm.." kata Bara.
"terjadi gangguan, semua komputer mengalami gangguan" kata Meera.
"duduk" jawab Bara
Meera pun segera menuju kursi di sebrang Bara. namun Bara menghentikannya. "Disini" kata Bara sambil menunjuk pangkuannya.
"gak mau, ini penting, dan ini jam kerja tuan" kata Meera
Bara pun mengernyitkan alisnya tanda tak suka. Meera pun mengalah
"persetan... percuma saja membatah" batin Meera. Meera menuruti Bara dan menghampiri suaminya itu lalu duduk di pangkuannya.
baru saja Meera meletakan badannya di pangkuan Bara. Adit sudah masuk dengan wajah yang agak panik. Meera segera ingin beranjak. namun tangan Bara terlanjur memeluk pinggangnya.
"astagaa.. orang ini benar-benar" batin Meera.
"ada apa?" tanya Bara.
"ada yang mengganggu Sistem Jaringan kita hingga semua komputer mati" kata Adit
Bara pun mengernyitkan Alisnya. "apa orang-orang IT kita sudah menjadi bodoh tidak bisa menanganinya" tanya Bara.
"menurut laporan butuh waktu 2,3 hari untuk memulihkannya" kata Adit
"apaa?? 2-3 hari? keburu rusak semua sistem perusahaan ini" kata Meera menyahut Adit.
Adit dan Bara pun menatap Meera bersamaan. Meera yang mengetahui kedua gunung Es menatapnya pun segera memberikan klarifikasi.
"aku kesini mau mengatakan bahwa software perusahaan ini di serang virus. harus segera di pulihkan. atau semua data akan hilang dan akan merusak sistem lainnya, kalau menunggu 2-3 hari kegiatan di kantor ini akan lumpuh" kata Meera.
"apa kau bisa?" tanya Bara.
"akan aku coba. tapi aku tak mau melangkahi departemen IT. aku ingin lihat mereka bisa apa tidak memulihkan semuanya kurang dari 3 jam. kalai mereka bisa aku akan diam. tapi jika tidak aku akan membantu." jawab meera yang masih dalam rengkuhan suaminya itu.
__ADS_1
"aku ingin melihat ruang IT, bisa kau temani aku" tanya Meera pada Adit.
"ayo" kata Bara. ia pun menggandeng istrinya menuju ke ruang IT bersama Adit.
departemen IT sudah sangat riuh mengatasi masalah ini. Meera mengamati komputer-komputer yang ada di sana dan ia mengamati usaha mereka namun Meera tetap saja gemas di buatnya.
"kenapa orang-orang disini sanhat bodoh" batin Meera.
"kami masih berusaha tuan" kata menejer IT pada Bara. sedangjan Bara hanya memandangnya dingin. semua orang disana takut karena di tatap oleh Bara. tiba tiba terdengar suara
"Tiiitt tiiittt tiittttt......." keluar dari komputer pengontrol inti dan layarnya menampilkan robot.
Meera melihatnya pun memicingkan matanya. ia pun menarik tangan Bara menjauh.
"ijin kan aku membantu" kata Meera
"apa yang kau perlukan?" tanya Bara.
"Aku butuh laptopku, Lexa juga punya, laptopku sudah termodifikasi untuk hal seperti ini" kata Meera.
Meera segera mebelfon Lexa.
"Sa.. bisa ku pinjam laptopmu? ada permainan sedikit, apa kau tertarik?" tanya Meera.
"dimana lokasimu" tanya Lexa. Meera pun memeritahukannya. lalu menutup telfonnya.
"aku butuh wifi dengan kecepatan tinggi" kata Meera.
"aku akan melakukannya di ruangan yang tersembunyi saja. aku tak mau terlihat orang. nanti aku akan log in mengggunakan id Phoenix" kata Meera.
Adit yang mendengarnya pun segera mepersiapkannya. Bara meminta Adit mengaturnya di ruangan Bara.
Lexa menenteng tas ranselnya yang berisi 2 laptop canggih yang telah di modifikasi oleh sam.
"ayo cepat" kata Meera.
Lexa pun mengeluarkan laptopnya dan meera juga. Meera dan lexa duduk bersebelahan. Meera menguncir rmabutnya asal kebelakang dan menggunakan kacamatanya tampak sekali kepintarannya. Lexa memandangnya dan menyunggingkan senyumnya tiba-tiba Lexa memeluknya.
"Phoenikku telah kembali" kata Lexa.
"lepaskan. ayo kita tidak punya waktu lagi" kata Meera.
Bara dan Adit menungguinya didepan mereka sambil memperhatikan keseriusan mereka.
Lexa mengeluarkan permen batang dan menyodorkan pada Meera.
"aaaahh kau masih ingat" kata Meera lalu memakannya. tampak imut sekali.
Tak butuh Waktu lama Meera berhasil masuk kedalam jaringan WSC dan di lihatnya apa saja yang merusaknya. layar monitor yang tampah dengan kode kode sama sekali tak membuat meera bingung..
"huh.. hanya virus seperti ini berani sekali mengganggu jam kerjaku" kata Meera kesal setelah mengetahuj sebabnya
"wahahahahah... hancurkan saja.. " kata Lexa.
"eh tunggu.... kau masuk dengan id Phoenix?" tanya Lexa.
"yaaa... biar mereka tahu siapa yang berani mengganggu pekerjaan Bara Suryatama akan berurusan dengan Phoenix" kata Meera dnegan masih fokus pada laptopnya
"wahahahaha.... sialan.. pria keparat seperti ini kau lindungi.. gilaaa gilaa" kata Lexa asal ceplos.
__ADS_1
Bara dan adit melotot mendengarkan kata-kata Keparat keluar dari wanita didepannya itu.
"nona tolong jaga ucapan anda" kata Adit tak suka
"cih," dengus Lexa. lexa sedari tadi tidak ngapa-ngapain ia hanya melihat Meera. karena mengatasi hal sepele begini cukup Meera saja.
"aku sudah berhasil memulihkan sistemnya" kata Meera
Adit dan Bara saling menatap.
"bagiamana bisa secepat itu, bagian IT bilang butuh waktu 2&3 hari untuk memulihkannya" kata Adit
"huhh.. itu karena kalian bodoh" kata Lexa santai
adit semakin kesal dengan gaya bicara Lexa.
"apa kalian mengenal perusahaan PT. Reksa Prima?" tanya Meera. pada Bara tapi wajahnya tak berpaling dari laptopnya.
"itu pesaing kita" jawab Adit.
"mau kau apakan mereka?" tanya Lexa.
Meera mengangkat wajahnya memandang Lexa
"menurutmu?" tanya Meera sambil menampakan senyum devilnya seketika Lexa twrtawa terbahak bahak..
"kauu ini ternyata semakin ganas. mereka tidak akan bisa beroprasi lagi bodoh!! semua data mereka akan hangus jika kau lakukan itu lagi" kata Lexa.
Adit dan Bara pun semakin melongo di buat kedua wanita menyeramkan ini.
"aku akan memperbaiki sistem dan memasang antivirusnya agar tak bisa di tembus lagi. buka laptopmu dan lakukan" kata Meera.
"buuaahahahaha... beneran? kau akan memasangnya?" tanya Lexa.
"eeemmm..." jawab Meera.
"Kalian tahu apa yang dilakukan wanita ini? dia akan mematikan semua jaringan perusahaan itu dan menghapus semua datanya. dipastikan perusahaan itu akan lumpuh dan akan mengalami kerugian besar. dan untuk proteksi di perusahaan ini ia memasang program yang sama dengan milik Black Eagle." kata Lexa.
Adit dan Bara pun merinding mendengarkanya.
Meera lihai menggunakan 2 laptop sekaligus. tak butuh waktu 2 jam Meera berhasil mengatasinya.
"perintahkan untuk semua komputer dinyalakan lagi setelah 15 menit dari sekarang" kata Meera. Adit pun segera melaksanakannya.
Lexa di sana tak hentinya tertawa terbahak-bahak melihat Meera dengan gemasnya merusak perusahaan itu dengan dingin.
"ini bisa di kembalikan. tapi mereka harus meminta kepadamu dulu untuk antivirusnya" kata Meera kepada Bara.
Entah harus bangga atau sedih Baea kali ini melihat keganasan Istrinya itu. kini semakin tampak bagaimana ganasnya Meera sebagai anggota mafia hitam.
Meera meregangkan jari jarinya yang terasa pegal.
"kau tahu aku sangat mengantuk" kata lexa.
"aku juga" jawab Meera.
"kami pamit pulang dulu ya, masalah sudah selesai dan beres sampai akar akarnya" kata Lexa pada Bara.
"istirahatlah di ruangan itu, nanti malam aku ingin berterimakasih pada kalian" kata Bara.
__ADS_1
Meera yang memang sudah pegal pegal pun segera mengajak Lexa menuju kamar pribadi presdir dan istirahat didalamnya setelah membereskan Laptopnya.