
meera benar-benar tak ingin membeli apapun. Bara sudah lelah menawarkan ini itu pada Meera tapi ditolaknya. Kini malah Meera minta makan saja. kini mereka berada di restoran untuk makan malam. Meera memesan makanan berkuah pedas dan itu membuat Bara geram. sudah tahu bibirnya terluka seperti ini malah mau makan makanan berkuah pedas. namun Meera tak menghiraukan Bara. Bara hanya bisa mendengus kesal dengan tingkah istrinya itu.
"jangan yang terlalu pedas meera. kau tidak lihat itu bibirmu seperti itu" kata Bara kesal
"gapapa kok. gak sakit" kata Meera. sambil terus memandang daftar menunya
"ahhh terserah kau saja" kata Bara mengalah dari pada Meera merajuk lagi.
setelah beberapa saat makanan pesanan pun datang. Meera menatapnya dengan tatapan rakus.
Tanpa pikir panjang Meera langsung mengambil sendok dan hendak memakan kudapan berkuah pedas di depannya. namun baru satu suap saja yang di masukan meera kedalam mulutnya. sendok yang basah oleh kuah pedas itu pun mengenai bibirnya yang terluka. alhasil Meera meringis kesakita..
"auuh... hah hah.. perihhh" kata Meera sambil mengipasi mulutnya dengan tangannya.
Bara yang melihatnya pun gemas di buatnya.
"udah dikasih tau ngeyel terus!! udah gausa makan itu lagi!" kata Bara sambil mengelus bibir Meera. Bara berada disamping Meera. Bara masih tak menyentuh makanannya sama sekali
"gapapa gapapa.. ini enak kok" kata Meera setelah menelan kuah itu ia memaksa ingin menyantap makanan itu lagi. Bara tak bisa melarangnya. Benar-benar kesabaran Bara diuji oleh istri bawelnya ini
Meera mulai menyendok lagi kuah didepannya. kini ia meniup niup kuah itu agar tidak terlalu panas. Bara memperhatikan kelakuan istrinya yang sama sekali tidak bisa di lerai itu.
begitu hendak memakan kuah itu lagi Meera tak sengaja menempelkan sendok itu pada bibirnya lagi. dan alhasil ia meringis keperihan lagi mengingat kuah tomyam itu sangat pedas
"sssstttt... aaaaahh perihhh" kata Meera sambil memejamkan matanya dan mengipasi bibirnya lagi. Bara yang melihatnya jadi makin gemas. tanpa berkata dengan segera bara meraih tengkuk Meera dan mencium bibirnya dengan halus. Meera pun membelalakan matanya ketika Bara menciumnya. tapi dari ciuman Bara itu membuat bibirnya tak lagi perih. tapi segera Meera sadar jika ia sedang berada di restoran dan tentu akan dilihat banyak orang. Meera lalu mendorong dada Bara. namun Bara segera menggigit kecil bibir Meera lagi. hingga Meera rasanya ingin berteriak disana. namun segera meera menutup mulitnya setelah terlepas dari Bara.
"ih apa sih Bara ntar kalau ada yang lihat gimana" kata Meera malu mengawasi sekeliling. meskipun kini ia berada di privat Room. namun ia tetap malu jikalau nanti ada yang melihat
"mangkanya di bilangin suami itu nurut, lihat itu bibirmu merah semua," kata Bara ketus sambil mengusap ujung bibirnya.
"udah gausa makan itu lagi, atau kau mau aku lakukan yang lebih dari tadi" sambung Bara.
"tapi aku ingin" kata Meera
"nanti jika bibirmu sudah sembuh. aku datangkan koki terkenal untuk membuatkanmu makanan itu lagi" kata Bara.
"benarkah? lalu sekarang aku makan apa?" kata Meera.
"pesan lagi" jawab Bara
"gak ah kelamaan, makan berdua ya. makan steak mu hehe. kan ga pedes" kata Meera sambil cengar cengir..
"terserah, suapi aku" kata Bara menyodorkan piringnya.
__ADS_1
mereka pun makan berdua sungguh sangat romantis.tak henti-hentinya gelak tawa mewarnai makan malam mereka. sambil disuapi Bara merangkul pinggang Meera posessive. dan itu membuat Meera senang bukan kepalang karena sekian lama akirnya ia merasakan kehangatan dari suaminya itu. setelah itu mereka keluar dari restoran dan menuju ke mobil. namun ditengah jalan ketika hendak pulang. Bara melihat mobilnya yang dibawa Meera pergi kemarin berada di depannya. Bara membelalakan matanya mengawasi benar atau tidak. tapi dari plat nomornya memang itu mobilnya.
"kemarin kau pergi naik mobil kan? dimana mobil itu?" tanya Bara kepada Meera.
"emm.. itu dirumah kak sam" kata Meera
"lihat kedepan" kata Bara
"ituu ituu mobilnya mungkin itu kak sam.." kata Meera.
"ayo kejar... " kata Meera.
Bara sebenarnya tak mengurusi mobilnya toh jika hilang ia bisa membeli lebih banyak lagi. tapi karena Mengingat Tadi ia menonjok Samudra dan salah faham ia pun berniat untuk minta Maaf.
Bara memepet mobilnya itu hingga mobil itu terpinggirkan dan berhenti mendadak. dan ternyata yang mengendarai itu adalah Lexa. Lexa yang berada di bangku kemudi pun tersulut emosi dikiranya ia diganggu begundal jalanan. ia pun sebelum keluar dari mobil itu pun sempat mengirim pesan pada anak buahnya untuk membantunya. Setelah Itu mereka sama-sama keluar dari mobil. Meera juga keluar dari mobil dan mendekati Lexa.
"saaa!!! kau rupanya. mau kemana!" kata Meera.
Lexa keluar dari mobil.
"mau kerumahmu mengantarkan mobil ini" kata Lexa
Bara datang dari belakang Meera. dan berkata
"siapa?" tanya Bara kepada Meera.
"oooo ini yang namanya Tuan Muda Bara Suryatama.." kata Lexa dengab tatapan permusuhan sambil menunjuk wajah Bara. Sedangkan Bara hanya memasang wajah dinginnya.
"iya ini suamiku, kenalkan!" kata Bara kepada Lexa.
"cihhh tak sudi aku berkenalan dengan pria brengsek seperti ini" kata Lexa ketus sambil melipat tangannya
Bara menatapnya tajam. namun Meera segera menengahi
"iishh.. apa an sih. dia suamiku saa.. tolong jangan bersikap seperti itu" kata Meera menyentuh lengan Lexa.
"suami macam apa yang membiarkan istrinya menggila dijalan dan hampir mati karena ugal ugalan dijalan akibat tahu suaminya selingkuh!, kalau aku jadi kau. sudah ku ceraikan orang seperti ini" kata Lexa.
"lexa!! jangan begitu.. kemarin salah faham!" jelas Meera.
"ayo ikut aku jangan pulang dengan pria brengsek ini. aku tak mau melihatmu hancur seperti kemarin. kau di cari kak sam." kata Lexa sambil menarik tangan Meera. sontak melihat ostrinya akan dibawa pergi Bara reflek segera menarik tangan meera yang satunya.. dan itu membuat Meera kaget dan hampir terjatuh
"aaauuhhh" lenguh Meera.
__ADS_1
"Kaaauuuuu!!!" bentak Lexa kepada Bara.
"lepasin Meera kami. kau sama sekali tak pantas untuknya!" kata Lexa.
"aku suaminya" kata Bara dingin.
pengawal Lexa sudah datang dan melihat kejadian itu. melihat Phoenix mereka di tarik oleh pria pun sontak membuat pengawal berjas hitam itu hendak mengeluarkan senjata di balik jasnya. Bara pun menyadari keberadaan mereka namun ia tetap tenang.
"lepaskan atau kau mau mati disini" kata Lexa kepada Bara.
"siapa ya g lebih berhak atas dirinya kecuali aku, aku suaminya" kata Bara dingin.
"kalian diam saja melihat Phoenix kita di tarik tangannya hah!!! mau kuadukan ke kak sam kalian?" bentak Lexa pada pengawalnya yang berjumlah 5 orang itu.
Para pengawal itu pun segera maju namun di hentikan oleh Meera.
"Stopppp!!! jangan mendekat!" perintah Meera. dan dengan segera Pengawal itu berhenti.
"saa.. jangan begini. ini salah faham. biar kujelaskan tapi tolong suruh mereka pergi dulu. kita kerumahku saja kita bicarakan baik-baik" kata Meera.
"cihh.. kau menyuruhku menghentikan mereka? setelah kejadian tempo hari. tak akan ku biarkan seseorang pun menyakitimu. dan mereka jika tahu Phoenixnya dalam bahaya juga akan melakukan perlindungan kepadamu" kata Lexa. sednagkan Bara semakin bingung dengan keadaan didepannya.
"kalian!! berhenti disana, kalian masih menganggapku Phoenix kan? pergi dan jangan ikut campur" kata Meera kepada para pengawal itu.
"maaf nona. tapi kami tak bisa membiarkan pria itu menyentuh tangan berharga Phoenix kami ini perintah langsung dari bos" kata salah satu pengawal.
"hahaha kau lihat, kau sangat berharga di mata kami. tapi ******** ini dengan mudahnya membuatmu menangis. kau pikir kita akan melepaskan tuan muda yang terhormat ini?" kata Lexa
"bicara apa kalian dia suamiku, jangan pernah menyentuhnya atau kau akan tahu akibatnya" ancam Meera yang berubah menjadi sangat galak.
"dan kau. ayo ikut aku!" kata Meera pada Lexa.
"wohoo.. phoenix ku sudah kembali gahar.. berikan aku nomor ponselmu aku tak bisa ikut dengan mu karena ada misi yang harus diselesaikan malam ini" kata Lexa menyerahkan ponselnya.
"misi apa? kau melakukannya lagi?" kata Meera smabil mengetikan nomornya
"kau tahu ini misi apa, dan harusnya kau juga ikut bersamaku" kata Lexa.
"stelah misiku selesai aku akan mengantarkan mobil ini kerumah pangeranku. dan ijinkan aku membawanya" sambung Lexa.
"saaa!! jangan gila mau kau bawa kemana Rangga" tanya Meera.
"datanglah kerumah jika kau ingin tahu. dan kauuu!!! jangan sekali-kali menyakiti Phoenixku. atau kuledakan kepalamu!" ancam Lexa pada Bara. Bara hanya mengamati situasi didepannya ini dengan sangat bingung.
__ADS_1
"ingat aku menjauhkan Rangga dari dunia itu. jangan membawanya masuk kedalam lingkaran itu sa." kata Meera.
"aah.. kau terlalu khawatir. Pangeranku akan menjadi Raja. dan itu titah kak Sam. dan kau tahu tidak akan ada yang bisa merubahnya" kata Lexa langsung masuk kedalam mobil dan langsung diikuti oleh pengawalnya.