
Sore hari Meera dan Lexa sudah terbangun dan mereka sedang berada di sebuah restoran mewah miki Bara. Mereka menikmati makan malam bersama. Ada Adit, Meera, Bara, dan Lexa. Adit tak henti-hentinya mengumpati Lexa karena gaya bicara Lexa yang terkesan bar bar dan tidak terkontrol.
"kalau kau bukan teman nona Meera. sudah ku cekik mati kau nona!!!" batin Adit.
Meera yang merasakan ada hawa-hawa panas antara Adit dan Lexa pun tak hentinya memperhatikannya.
"kenapa melotot gitu? ga suka liat aku?" kata Lexa kepada Adit yang sedari tadi menatapnya sinis
namun Adit tak menjawab malah menampakan senyum devilnya.
"senyum senyum lagi, dasar gila" kata Lexa.
Adit pun meletakan sendoknya dan menatap Lexa.
"Bisakah anda tenang sedikit? berisik sekali" kata Adit.
Lexa pun meletakan sendoknya dengan kasar lalu menatap Adit didepannya.
"Heeii bung, bukankah kau yang sedari tadi sinis padaku hah?? Gila ya gimana bisa Meera bertemu 2 beruang kutub seperti kalian ini, menjengkelkan sekali" kata Lexa. Bara yang sedari tadi tak berbicara pun mendengar jika disebut beruang kutub malah merasa lucu. dengan pertengkaran kedua mahluk ini.
"cukup nona. jangan hina tuan muda lagi," kata Adit kesal pada Lexa
"iihh ornag yang tak kata katain dari tadi diem aja kok. jadi kamu yang marah. dasar sinting" kata Lexa.
"aaaaiihhh.. sudah sudah. kalian ini gausa marah-marah. ntr jatuh cinta tau rasa" kata Meera.
Lexa dan Adit kompak memicingkan matanya dan saking menatap dan bersuara..
"OGAAHH!!!" teriak mereka berdua. sontak menbuat Meera tertawa terbahak bahak..
"hahaha.. kompak" kata Meera sambil mengangkat jempolnya.
"alah udahlah mau pulang aku. waktuku terbuang sia-sia bertemu orang gila seperti ini" kata Lexa melirik Adit. adit yang di tatap Lexa semakin membenci wanita itu. jauh dari kriterianya yang seperti Meera.
"antar dia sampai rumah dit" kata Bara. Adit segera menjawab "tidak mau" kata Adit. Bara pun memicingkan matanya.
"berani sekali" kata Bara.
"maaf tuan apa ada tugas yang kebih berat lagi selain ini" kata Adit.
"heh!!! aku juga tidak sudi ya diantar pria sepertimu. ciihhh" kata Lexa lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
meera menahan tawanya.. baru kali ini melihat Adit yang begitu kesal pada perempuan. sama halnya dengan Bara yang bertahun-tahun bersama Adit baru kali ini pula melihat Adit jengkel bahkan sampai diabaikan oleh Lexa.
"kau menikah saja dengan Lexa" kata Bara.
setelah mencandai Adit. Bara dan Meera segera pulang menggunakan mobil mewah Bara. sepanjang perjalanan Meera pun memberanikan Diri untuk bertanya pada Bara. namun ia menggunakan jurus merayunya kali ini
"sayang" kata Meera sambil mengelus lengan Bara yang sedang menyetir.
"hmmm..."
"tadikan aku sudah membantumu mengatasi masalah. aku minta hadiah boleh?" tanya Meera dengan suara manjanya.. Bara paling tidak tahan dengan suara itu.
"apa"?" tanya Bara.
"lusa kan ada acara di bali, aku ikut yaa" kata Meera
__ADS_1
"ikut, tapi bersamaku" kata Bara.
"aaah ga mau. aku mau sama sinta sama mba ana juga. sama karyawan yang lain" kata Meera.
"gausa ikut" kata Bara
"aaahhh... suamiku tampan" kata Meera sambil bergelayut manja
"tidak berpengaruh" jawab bara santai
"huh..." dengus Meera melepaskan tangan Bara.
Bara yang melihat istrinya mulai ngambek pun tak menghiraukannya bahkan Bara terkesan cuek. bukan karena apa. karena ia sudah mempersiapkan sesuatu untuk Meera.
sesampainya di rumah Meera tanpa berbicara langsung pergi ke kamarnya. Bara menyusul dibelakangnya sambil senyum senyum sendiri melihat kelakuan istrinya.
selesai mandi Meera menonton Drama Korea lewat ponselnya sambil berbaring di atas ranjang. tak memperdulikan Bara sama sekali yang juga ada di sampingnya. Bara pun menggoda Meera.
"kau ingin pergi kebali tanpa aku?" tanya Bara. smabil mengusap rambut Meera
"hmmm"
"ohh.. begini caramu bicara pada suami?"
"hmmm" jawab Meera.
"baiklah. silahkan pergi sendiri. tapi jika nanti kau liht aku pergi bersama wanita lain ke sana jangan menyalahkanku" kata Bara
seketika meera menatap tajam suminya dengan alis menyatu.
"hmm.. sepertinya tuan muda lupa. berapa banyak pria yang menaruh hati padaku akan ikut liburan juga esok. kalau aku mau membuka sedikit mulutku. mereka akan dengan senang hati menemaniku" kata Meera.
"ooo.. seeprtinya akir-akir ini aku tak pernah menghukumu lagi, berani sekali, coba saja. lihat nanti apa yang akan terjadi" kata Bara
"oke aku tunjukan ya.. lihat nanti kau akan cemburu melihatku" kata Meera menutup ponselnya lalu menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya. Bara yang melihat itu pun gemas dibuatnya...
"untung saja kau masih berhalangan. jika tidak habis kau sayang!!" batin Bara.
*********
BALI..
acara yang ditunggu-tunggu karyawan WSC pun dimulai. Mereka menginap di salah satu hotel dibawah naungan WSC. Meera sekamar dengan Shinta . Meera berangkat bersma karyawan yang lainnya. merkea semua tampak antusias.
"Meer presdir apa tidak ikut?" tanya Shinta
"entahlah" jawab Meera sambil meletakan tasnya pada lemari di kamar hotel itu.
"issshh... kau ini .. masa suami sendiri tidak tahu" Kata Shinta mencubit lengan meera. Meera pun meringis.
"lagi berantem" jawab meera spontan
"hah??? kenapa??" tanya Shinta
"aku disuruh menemaninya. aku ga mau. aku pengen merasakan liburan bersama karyawan lainnya." jawab Meera
"orang gila... kalau aku jadi kau. aku mau nemenin Presdir kemanapun" kata shinta. sedangkan ana yang dari tadi berada dikamar merekapun hanya diam mendengar percakapan orang di depannya ini.
__ADS_1
"habis ini akan ada game. kalian ikutan gak?" tanya Ana pada Sinta dan meera.
"ikutttttt!!" serentak mereka menjawab.
setelah berganti seragam yang disiapkan oleh perusahaan. ke 3 wanita itu pun langsung menuju ke lapangan yang mengarah langsung ke pantai. Angin sepoi sepoi menemani hari mereka. Meera tampak senyum disana sini. bahagia jelas terlihat di matanya. tanpa ia sadari kecantikan dan tubuhnya yang seksi diatas karyawati yang lain pun menjadi pemandangan indah karyawan lainnya. Karyawan laki-laki pun banyak menyanjungnya. Meera menggunakan topinya agar sinar matahari tak terlalu menembus wajah cantiknya.
Meera menikmati game yang dilihatnya di samping lapangan sambil duduk santaiditemani orange jus. hingga teman-temannya pun bersorak-sorak agar Meera ikut dalam game mengigit permen stik yang panjang. Meera sudah menolak namun ditarik tangannya oleh teman-temannya agar mau melakukannya. alhasil Meera tak bisa menolaknya. mengetahui cewek tercantik di kantor mereka yang akan memainkan game panas itu pun membuat para lelaki di sana berebut untuk menjadi pasangan Meera.
"Mati aku kalau Bara sampai tahu hal ini" batin Meera sambil celingukan melihat kesana kesini mencari sosok Bara yang sedari tadi tidak dilihatnya.
tanpa ia ketahui segala polahnya di awasi langsung oleh Bara. Bara yang mengawasi dari atas balkon kamar VVIP ditemani aditpun merasa semakin geram.
"wanita ini bodoh atau apa. game itu bisa saja membuatnya ciuman dengan lawannya" gerutu Bara. dengan mengepalkan tangannya. adit yang disana pun tahu akan kecemburuan itu dan merasa lucu dengan tingkah tuannya
"Saya akan mengaturnya" kata Adit.
"apa maksudmu" kata Bara.
"bagaimana bila tuan muda saja yang menjadi pasangan nona. akan lebih seru lagi" kata Adit.
"kau ini makan apa tadi pagi. sudah gila ya. mana mingkin aku ikut permainan seperti itu" kata bara
"kalau begitu biar saya saja yang menggantikan" kata Adit spontan.
Bara langsung mengalihkan pandangannya kewajah adit. dengan tatapan gaharnya. Adit yang merasakannya pun sedikit ingin tersenyum, namun tak ada keberanian untuk menampakan senyumnya pada singa yang marah ini.
"ayo.." kata Bara berlalu menuju ke lapangan. aditpun tertawa dalam hatinya melihat kebucinan Tuan Mudanya yang tak pernah dilihatnya sebelumnya.
semua peserta sudah berada di posisinya masing-masing. dan yang menjadi pasangan Meera adalah anom. Anom senang bukan main. sedangkan meera was was. hingga ia bertekad tak akan memenangkan lomba itu. ia akan melepaskan permen itu setelah pertandingan dimulai. namun ketika sorak ramai riuh menggema seketika suara adit menenggelamkan keramaian itu.
"bukankah akan sangat seru jika Presdir kita ikut bermain" kata Adit. sontak semua yang ada di sana melongo mendengarnya. mana berani mereka meminta presdir mengikuti permainan ini.
Meera yang melihat suaminya sedang menatapnya pun semakin menciut.
"aduhh..bagaimana inii Tuhan..." batin Meera. sedangkan Bara tatapannya tak luput dari wajah Meera yang memerah.
"bolehkah saya ikut?" kata-kata Bara membuyarkan lamunan karyawannya.
"ikutt ikuutt ikuutt.......!!" sorak sorai karyawannya.
"Aduh kalian membunuhku"" batin meera.
sedangkan Bara memicingkan matanya. melihat tingkah meera yang seperti kepiting rebus.
Shinta dan Ana pun ikut bersorak-sorak.
"biarkan Presdir memilih pasangannya" kata Adit.
Bara berjalan menuju ke arah wanita-wanita yang bersiap di tempatnya. ia melewati Meera. Meera pun dibuat kesal.
"cihh.. mau apa sih ikut ikutan ginian" batin meera.
namun ketika Meera masih melamun Bara sudah berdiri didepannya. Dan karena Presdirnya yang berdiri didepan Meera itu membuat anom kecewa. ia harus merelakan kesempatan ini. Meera masih menundukan wajahnya. Bara tersenyum devil melihat Meera yang malu malu dibawah tatapannya
semua penonton bersorak sorak para wanita yang hadir menaruh iri pada Meera yang mempunyai kesempatan itu. begitu pula laki laki disana pun cemburu melihat meera bersanding dengan presdirnya.
"kalau sampai kau sengaja kalah. lihat saja kau tidak akan bisa bangkit dari ranjang besok" kata Bara membisiki Meera. Meera pun merinding dibuatnya. tanpa membalas Meera pun menatap tajam Bara sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1