Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
keinginan yang belum bisa di lakukan


__ADS_3

Bara menunggu tamunya di ruangannya dengan minikmati secangkir kopi.


sedangkan Meera diberi tugas membawakan file ke bagian IT oleh managernya. Saat Meera sedang berjalan menuju departemen produksi Meera tak sengaja tertabrak seorang karyawan yang sedang berlari terburu-buru.. kejadian itu membuat Meera jatuh di sana begitu pun karyawan yang menabraknya.


"aaaaaww... " Meera memekik karena ia kaget dan terjatuh membuat file di tangannya juga jatuh kelantai.


"maaf meer. tidak sengaja, aku buru-buru" kata karyawan wanita itu membantu Meera membereskan file Meera.


"Tidak apa kak, aku bisa sendiri" kata Meera, Meera tahu bahwa wanita itu adalah seniornya. ia pun bertindak sopan.


Meera lalu berdiri berhadapan dengan seniornya itu, "kak aku pergi dulu, ada file yang harus ku antar" kata Meera. ia takut jika File nya di tunggu.


baru beberapa melangkah Meera bertemu dengan Anom. Anom mencoba menghentikan langkah Meera. "Meer kenapa tidak balas WA ku?" tanya anom sambil berjalan mengejar Meera.


"Aduuhh kau ini tidak ada kerjaan atau gimana, jangan ganggu aku dulu. aku lagi sibuk" Meera mencoba menghindar dari Anom. sebenarnya ia tak mau Bara mengetahuinya. akan panjang urusannya jika Bara tahu ia berbincang dengan Anom.


Meera segera masuk ke ruangan bagian IT. disana ia disambut dengan sapa ramah tamah oleh para karyawan pria di ruangan itu.. Meera tak mau berlama-lama. ia lalu keluar dari ruangan itu. diluar ia tak sengaja bertemu dengan Anom lagi. anom mencoba mendekatinya lagi. Meera segera masuk kedalam Lift. didalam Lift sudah ada 2 orang Mereka adalah direktur Djanto Group bernama Marvel dan asistennya, Meera tentu tak mengenali mereka. hingga ia tak begitu memperhatikan. didalam Lift Anom terus mencoba berbicara pada Meera. Meera mulai risih dengan tingkah anom "Anom. jangan ganggu aku, ini jam kerja, kita bisa kena masalah!" ucap Meera tegas terkesan marah kepada Anom. Namun anom bukannya diam malah memegang pundak Meera. Meera sudah hilang kesabaran dengan Anom. ia pun menarik tangan anom dan menguntirnya kebelakang, khas pembelaan diri Karate yang ia kuasai. ia tak sadar menggunakan lagi kemampuannya itu setelah sekian lama.


"aaaa aaa meer sakitt" kata Anom yang sudah tidak bisa berkutik ketika tanganya dikunci Meera


"Jaga tanganmu, kalau tidak ku patahkan sekalian, huhhh" Meera mengancam anom lalu melepaskan tangannya kasar.


ketika Meera menarik tangan Anom ia menyadari ada 2 pasang mata yang memperhatikannya. Ia sungkan dengan kedua orang di belakangnya. ia lalu menghadap ke 2 orang itu dan berkata "Maaf tuan" Meera sungkan melihat tatapan kedua orang itu


sebaliknya Marvel dan asistennya melongo melihat Meera yang berpenampilan begitu anggun dan cantik namun tak disangka memiliki kemampuan mengunci tangan pria sekuat itu. Marvel menampakan senyum di bibirnya. "Menarik juga gadis ini" gumam Marvel menatap punggung Meera. Lift berhenti di lantai 10, lantai ruangan Anom. anom pun keluar. sedangkan Meera masih di dalam lift, Meera menekan tombol 17 lantai ruangan Meera. ia hanya diam di dalam lift. hingga Marvel membuka suara.


"kemampuan bela dirimu bagus nona" kata Marvel

__ADS_1


"aah tidak tuan, tidak sengaja" kata Meera mengelak. .. huhh ini semua gara-gara anom. coba saja dia tidak mencari masalah. tidak akan keluar lagi gerakan itu... gumam Meera.


"Tuan mau ke mana, saya berfikir tuan bukan karyawan WS Corps" Meera betanya polos.


Marvel tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Meera lalu ia menjawab. "saya ada urusan dengan presdir disini nona"


ooohh.. ternyata kolega perusahaan ini. batin Meera


"Baik tuan saya permisi... " meera pamit karena hendak keluar dari lift tersebut. ia menundukan kepalanya lalu pergi.


sedangkan Marvel tersenyum menatap Meera. Ia menatap dengan pandangan yang tak bisa di artikan.


Meera kembali kedalam ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya. sedangkan Marvel kini sudah berada di ruangan Bara. Bara sebelumnya sudah mengenal Marvel. Marvel adalah teman sekampusnya dulu. Mereka membicarakan proyek dengan sungguh-sungguh. hingga mereka memutuskan mengadakan rapat pemegang saham di perusahaan tambang tersebut besok. tentu membahas lebih jauh lagi tentang proyek ini. setelah selesai membkcarakan proyek. Bara dan marvel memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran untuk makan. sekedar jamuan bisnis. karena memang waktu juga sudah menunjukan waktunya pulang. sebelum Bara pergi meninggalkan kantor. Bara meminta asisten wanitanya untuk memberi tahu Meera agar pulang bersama supir. karena ia tak bisa menemaninya pulang saat ini.


Meera yang di panggil asisten Bara dan memberi tahu pesan Bara pun bukanya sedih tambah senang "yeess.. aku bisa pulang ke rumah dulu, aku kangen dengan Rangga" kata hati Meera.


Meera bergegas pulang bersama supirnya. bukan hal mudah untuk Meera masuk kedalam mobil yang disiapkan Bara. ia harus memperhatikan ada orang tidak yang melihatnya. setelah aman ia lalu masuk kedalam mobil.


sesampainya di depan asrama ia berjalan menuju resepsionis. sedangkan sopir menunggunya diluar. ia menanyakan keberadaan Rangga.


"Maaf mba, mas Rangga sedang latihan, kalau mba mau, bisa saya antarkan, mungkin sekarang waktunya istirahat" kata Resepsionis cantik itu.


"oh baiklah terimakasih" Kata Meera lalu mengikuti Resepsionis itu menuju ke ruang berlatih atlet. resepsionis itu membantu membawakan plastik kresek oleh-oleh dari Meera.


setelah sampai di ruangan itu tampak beberapa atlet berlatih. banyak sekali alat-alat yang digunakan berlatih berada disana. Meera mengamati dengan seksama. ia melamun membayangkan kenangannya dulu. Rangga yang tahu kakaknya datang menghampiri kakaknya. namun Rangga menatap kakaknya yang lagi bengong pun melemparkan hand protect ke pangkuan kakaknya. "hihi ngapai melamun kak?" kata Rangga.


"hihh.. salim" kata Meera menjulurkan tangannya. denagn segera di jabat oleh Rangga.

__ADS_1


"kakak dengan siapa kesini?, tumben" tanya Rangga sambil melepaskan pakaian karatenya. kini Adiknya hanya menggunakan kaos ketat.


"sendiri, apa kabarmu bocah?" tanya Meera mengacak-acak rambut Rangga.


"Baik, sehat, makin ganteng, makin banyak cewek tergila-gila hahahahaha" Rangga berkata dengan tertawa.


"Cihh.. ini kakak bawakan snack banyak.. " Meera menyeret 3 kantong kresek kedepan Rangga yang duduk didepannya.


"heeeiii brooo ini snack.. kesinii" Rangga berteriak kepad teman-temannya. Teman-temannya pun datang dan saling berebut snack di kantong kresek itu.


"Ciee rangga di jenguk pacarrr cieee" kata salah satu teman Rangga.


"buuaaahahhaha... aku terlihat muda bukan" Meera tertawa senang karena teman-teman Rangga mengira ia pacar adiknya.


"sembarangan ini kakaku" kata Rangga memandang Teman-temannya.


teman-teman Rangga pun meninggalkan Meera dan Rangga setelah mengambil beberapa snack.


"kak. kemana kak Bara, kenapa tidak ikut" tanya Rangga sambil makan Jeruk


"dia sibuk" jawab Meera. meera sangat senang bisa bertemu adik kesayangannya.


"kak, tadi aku lihat kakak melamun memandang alat-alat itu, apa kakak kangen?" tanya Rangga.


"hmm.. sudahlah" kata Meera. tak mau menanggapi adiknya. melihat dan mendengar langsung suara dan wajah adiknya sudah membuatnya bahagia. Rangga juga tak mau menyanggah kata-kata Kakaknya lagi, ia tahu betul kenapa Meera memilih meninggalkan dan tidak lagi menggunakan kemampuannya itu.


"kak.. kakak harus datang di pertandinganku esok. pelatih mempersiapkanku untuk ikut mengikuti perebutan Best of the Best jika di kelas yang aku ikuti menang" Rangga bercerita dengan penuh semangat.

__ADS_1


"kalau tanganmu cidera lagi,akan aku patahkan sekalian, jadi jaga dirimu baik-baik" Meera mencubit pipi adiknya dengan Gemas.


Waktu istirahat selesai, pelatih memanggil Rangga, Rangga denagn semangat bangkit dari duduknya dan menggunakan pakaian maratenya lagi dan menali sabuknya. Rangga sudah waktunya lagi untuk sparing melawan temannya lagi. Meera melihat dari samping matras dengan tatapan kagum. Sungguh kemampuan Rangga jauh lebih baik dari sebelumnya. Tendangannya tepat sasaran. bantingannya rapih. dan pukulannya pasti akan mendapat point. Meera tak sadar jika waktu sudah menunjukan pukul 19.00 Meera segera bangkit, ia harus segera pulang karena kalau Bara lebih cepat akan terjadi masalah lagi.


__ADS_2