Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Rangga Diculik


__ADS_3

Keesokan harinya, Tim Official masing-masing kota diminta untuk berangkat lebih pagi ke gedung pertandingan dikarenakan akan ada tehnical Meting dadakan. Pukul 06.00 tim Rangga sudah berangkat kesana. namun Rangga masih tidur, karena memang perlombaan akan dilakukan jam 09.00 nanti


Ketika Rangga bangun ia segera bersiap-siap, teman-temannya yang lain sudah berangkat, hanya dia dan temannya Rio yang belum. karena ia akan beeangkat menggunakan mobil jemputan dari panitia pelaksana.


sudah selesai bersiap-siap, Rangga dan Rio segera keluar dan menunggu mobil jemputan, tak lama kemudian datanglah Mobil jemputan yang berbeda dengan yang kemarin.


"Ayo, nanti telat" kata orang di dalam mobil


"kok mobilnya beda sama kemarin ya" kata Rio berbisik pada Rangga


"ah sudahlah, mobil jemputannya kan banyak" kata Rangga


tanpa ragu Rangga dan Rio masuk ke mobil dan segera supirnya melajukan Mobilnya.


Sedangkan di Gedung sudah sangat ramai dengan penonton, Bara, Meera, Adit dan Tuan Dion juga sudah datang.


pukul sudah menunjukan pukul 08.30 persiapan pertandingan sudah akan dimulai lagi.


"dimana Rangga?" tanya Reyhan pada teman-teman Rangga


"dibelakang, sebentar lagi pasti sampai" kata salah satu atlet dari kota J


sedangkan disisi lain. Rangga dan Rio di bawa entah kemana. merasa ada yang aneh Rangga pun berkata


"jalan ke gedung bukan. ini, mau kemana kita" tanya Rangga.


tidak dijawab sama sekali oleh 3 orang itu.


"Ngga, kelihatannya kita diculik" kata Rio


tak lama kemudian Mobil berhenti di sebuah Ruko. tak jauh dari Gedung, karena Rangga dan Rio tak mengerti daerah kota S pun juga tak faham berada dimana ia sekarang. setelah itu mereka dipaksa turun oleh ke3 orang itu. sampai didalam. Rangga dan Rio dipukul dari belakang, saking kerasnya hingga membuat keduanya pingsan dan tersungkur. "aaaaauuuuuhhh" jerit Rangga. setelah itu Ke 3 pria tadi keluar dan menunggu di luar ruko.


Sedangkan di dalam Gedung suasana sudah Ramai. karena pembawa acara sudah mulai memanggil para peserta yang akan bertanding hari ini.


Reyhan dan tim official sudah kalang kabut karena Rangga tak kunjung Datang. Bahkan sebagian dari mereka balik ke penginapan. dan penjaga penginapan berkata jika Rangga dan temannya sudah berangkat.


"Rangga Roneyka Sakti dari kota J" sudah 2x disebut namun tidak muncul. semua penonton berdecak. kenapa bisa tidak hadir apakan mengundurkan diri atau apa.


Meera yang melihat Adiknya tidak ada di sana setelah panggilan ke 2 pun mulai panik.


"Bara kemana Rangga" tanya Meera sambil menarik ujung baju Bara.

__ADS_1


Bara melirik kearah Adit, Adit pun Faham dengan apa yang isyaratkan tuannya. Adit segera keluar gedung dan tampak berbicara di ponselnya.


sedangkan Bara berusaha meyakinkan Meera.


"tenanglah,mungkin hanya terlambat, bukankah diluar sana sangat Ramai" kata Bara.


"tapi..." kata meera menggantung


"ah sudahlah Rangga pasti tidak kenapa-napa, kan Bara yang menjaganya" batin Meera percaya kepada Bara.


Reyhan menuju kearah panitia, dan panitia mengatakan syukurlah jika ini hanya pengenalan atlet. tidak masuk penjurian, tapi saat bertanding nanti jika Rangga masih tidak datang maka akan di diskualifikasi.


seisi gedung bertanya-tanya. kenapa bisa ada Atlet yang tidak datang disaat menegangkan seperti ini.


Pertandingan sudah dimulai. disisi lain Rangga cepat sadar dari pingsannya. ia berusaha membangunkan Rio. setelah mereka sadar. mereka segera mencari cara agar bisa keluar dari ruko itu.


"Bagaimana ini, sepertinya jalan satu satunya hanya pintu itu" kata Rio menunjuk satu pintu yang diluarnya ada beberapa orang.


"aku harus pergi ke pertandingan, apa kau berani?" tanya Rangga


"ayoo.. aku juga ingin menguji bela diriku, sekali-kali kita berkelahi diluar. bukan di matras saja" kata Rio.


mereka berjalan mengendap-endap menuju ke pintu. Rangga dan Rio mencari senjata, kayu yang di gunakan untuk memukul mereka tadi tergeletak di dekat pintu, segera Rio mengambilnya.


Diruang ganti Rio langsung tergeletak di lantai. ia merasakan lelah di tubuhnya dan ngilu diwajahnya akibat berkelahi tadi. Rangga sebenarnya merasakan hal yang sama. namun ia harus menahannya. Rangga segera bergegas mengganti pakaiannya karena kini sudah waktunya ia tampil.


di dalam Arena, Nama Rangga sudah dipanggil 2x namun belum muncul. sekali lagi panggilan tidak muncul. tamatlah Rangga.


"panggilan Terakir, Rangga Roneyka Sakti kota J" bersamaan Rangga berlari kearah Tatami dan suara teriakan penonton pun semakin gemuruh.


dibangku penonton Meera sangat Lega melihat Adiknya. kini wajah khawatirnya berubah menjadi semangat lagi..


Reyhan juga tim official tampak lega dan tenang melihat Atlitnya datang. Rangga mengatur nafasnya. ia mengatur emosinya. "aku harus tenang, aku harus bisa" semangat batin Rangga


namun berbeda dengan official dari tim kota B mereka tampak memicingkan matanya melihat Rangga datang. "Siallllll" kata lawan yang berada di depan Rangga.


pertandingan dimulai. dan kini kata yang di mainkan di pilih oleh dewan juri. "Unsu" Kata yang harus di pertandingkan kali ini.


Rangga melakukan dengan sangat mulus dan apik. meskipun ia harus menahan sakit di pundaknya ketika melakukan gerakan itu. sesekali Rangga memejamkan matanya menahan ngilu di pundaknya. berbeda dengan Rangga. lawan Rangga yang bernama julio pun buyar konsentrasinya karena melihat Rangga datang.


Juri megumumkan Rangga adalah pemenang dan juara di kelas Kata Perorangan SMA Putra. semua orang bersorak sorai. terutama Meera. ia sangat bahagia. namun berbeda dengan Bara. Bara mengetahui Rangga sempat menahan sesuatu disela-sela gerakannya. ia pun pamit kepada meera "aku pergi sebentar, kau kembalilah dulu bersama Papa sudah waktunya makan siang, nanti aku menyusul" kata Bara. padahal Bara akan menemui Rangga

__ADS_1


Bara dan Adit menemui Rangga di ruang ganti.


disana hanya ada Rangga.


Rangga sedang melepaskan pakaiannya. ia memandang cermin berusaha melihat pundaknya yang terasa sakit. tanpa di sadari Bara dan Adit sudah ada di belakangnya.


"Ada yang ingin kau katakan?" tanya Bara dengan tatapan dingin menatap Rangga


"emm..mm... tidak kak" kata Rangga


"oke aku telfon kakakmu. jika disani adiknya sedang terluka" kata Bara mengeluarkan ponselnya.


"eh jangan kak. emm.. aku tadi diculik, mereka memukulku, sekarang pundaku sakit" kata Rangga sambil menundukan kepalanya


"Adit!!" kata Bara.


"siap Tuan, akan saya laporkan segera" kata Adit


"ayo ikut keruamah sakit sekarang" kata Bara.


"Tidak mau, aku baru dapat 1 piala, aku mau 3" Kata Rangga


"Anak ini keras kepala sekali, pantas saja Meera begitu mengekangnya" batin Bara


"kau tidak lihat itu pundakmu sudah seperti itu?" tanya Bara menunjuk pundak Rangga.


"Kak. tolong aku" kata Rangga.


Bara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"apa kau yakin masih bisa berkelahi setelah ini?" tanya Bara


"Bisa kak, tapi aku minta tolong belikan obat penghilang nyeri dulu, ini sangat sakit" kata rangga


"pletakkkk!!!" Bara menyentil dahi Rangga.


"sudah tau sakit masih memaksa, dasar bodoh!!" kata Bara kesal.


Bara lalu menelfon dokter untuk datang mengobati Rangga. tak lama kemudian Dokter keluarga Surya datang. dan segera menyuntik Rangga agar lukanya tidak terlalu nyeri.


"hindari menggunakan tanganmu dulu. fokus ke tandanganmu" kata Bara.

__ADS_1


Bara lalu pergi meninggalkan Rangga menuju tempat Meera dan tuan Dion makan siang. saat Meera ada di toilet Bara memberi tahu tuan Dion keadaan Rangga dan aoa yang dialaminya.


"hmm. berani sekali mereka menyentuh putraku" kata Tuan Dion yang juga geram mendapat informasi dari Bara.


__ADS_2