Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Akirnya Meera sadar


__ADS_3

Reza dan Lexa segera membawa pergi Meera dari sana. air mata yang hampir tak pernah menetes di mata Reza kini tampak di sudut matanya. didalam mobil ia terus memeluk Meera dalam pangkuannya. mengecupi ujung kepala wanita kesayangannya itu. sedangkan Lexa yang berada di bangku depan tak kusa melihatnya. hatinya seakan kebas.


sesampainya di Rumah sakit milik Reza sudah ada yang menyambut mereka dengan peralatan lengkap. Dokter dna Perawat terbaik berjejer menyambut Reza.


Reza segera membaringkan Meera diatas ranjang dorong.


"Biarkan kami mengatasinya dok" kata salah satu Dokter yang menyambutnya sambil memegang ranjang dorong Meera


"Tidak.. biar aku saja. kalian bantu aku" kata Reza. akirnya Reza sendirilah yang menangani Meera. Reza tampak sangat serius mengeluarkan peluru dari dalam kulit Meera. Meera kehilangan cukup banyak darah disana. Reza fokus pada pernafasan Meera yang tampak menurun dan mengobati luka tembak Meera. Meera belum sadar sama sekali namun bafasnya sudah teratur.


setelah selesai Reza langsung terjatuh kelantai. mengusap kasar wajahnya. ia terus terbayang bagaimana jika Meera tak selamat..


"aaaarrrgghhhhh.... kumohon Tuhan... jangan menyakiti Meera lagi... aku bisa gila melihatnya lemah seperti ini" kata Reza dengan keadaan yang acak acakan. kemejanya yang berlumur darah Meera belum sempat ia ganti.


Sedangkan Lexa yang sedari tadi menunggu Reza di luar ruang perawatan tampak sama sama hancurnya. Badanya gemetar dan pikirannya kacau


ia membayangkan saat saat bersama Meera. canda tawanya semuanya terlintas dalam fikirannya


"ada apa Meer.. kenapa mereka semua jahat padamu.. " batin Lexa sambil menundukan kepalanya.


"apa yang harus aku katakan pada Adikmu jika sesuatu terjadi padamu Meer.." batin Lexa.


Ceklek.. pintu terbuka. Reza dan beberapa petugas medis keluar dari ruang perawatan.


"Bagaimna.. Bagaimana Meera?" tanya Lexa


Reza memegang tangan Lexa yang tampak gemetar. wanita se Galak Lexa. anggota Black Eagle tampak gemetar di hadapannya.


"Tenanglah. Meera sudah ditangani dengan baik. setelah ini akan ada pemeriksaan lanjutan. dan akan di pindah ke ruang inap. kau bisa menamani Meera disana" kata Reza sambil menenangkan Leexa. ditepuknya punggunh tangan Lexa yang bergetar itu.


Reza maju satu langkah dan berdiri tepat di depan Lexa.


"jangan menangis dan jangan menjadi lemah. jika kau seperti ini bagaimana kau menjaga Meera" kata Reza mamandang mata Lexa yang hampir saja menitihkan derasnya air mata.


Lexa menanggukan kepalanya saja. mulutnya berat mengatakan sesuatu.


"baiklah kita ke ruangan Meera dulu. kau bersih-bersihlah dulu" kata Reza.

__ADS_1


Lexa hanya manut saja. Reza merangkul pundak Lexa dan berjalan bersama dan Reza mengantarkan Lexa pada ruangan VVIP itu yang bak hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap. bahkan Reza sudah menyiapkan pakaian ganti untuknya


setelah mandi Lexa tampak lebih segar. dan tiba-tiba Meera didorong masuk ke ruangan nya.


setelah perawat pergi Lexa duduk disamping Meera. tampak kebiruan lebam di wajah Meera.


dan Lexa mendapat panggilan dari kakaknya Samudra Xu.


"kak..." kata Lexa.


"bagaimana Meera" tanya Sam


"lihatlah kak" Kata Lexa seraya mengalihkan kameranya menghadap Meera.


Sam begitu marah melihat Meera nya begitu mengenaskan.


selah berbicara panjang lebar. Lexa pun menutup panggilannya. Meera tersadar..


"saa..." kata Meera melihat Lexa yang duduk disampingnya.


"ya meer aku disini.. apa ada yang sakit?" tanya Lexa sembari memegang tangan Meera


lexa yang melihatnya pun melihat meera kesakitan segera mencari dokter. tak begitu lama seorang dokter wanita datang. tampak wajah Meera yang pucat dan berkeringat disana. Lexa sudah tampak panik. sedangkan dokter itu langsung membawa Meera keluar dan menuju ke ruang dokter kandungan. Lexa pun mengikuti namun ia tak ssadar memasuki ruang kandungan.


dokter segera memeriksa dan setelah beberapa menit dokter pun menghampiri Lexa dan berkata


"Kandungannya sedikit melemah. dan dia sedang depresi. harap untuk membuat suasana hatinya lebih baik ya. agar segera pulih"


lexa tekagok mendengarnya.


"aa...aaapa?? kandungan? maksudnya??"


"ya.. benar nona ini sedang mengandung 7 minggu" kata dokter itu. lalu dokter itu pergi meninggalkan Lexa.


air mata lexa lolos begitu saja. ia terharu namun juga iba dengan sahabatnya itu.


"mengapa mereka semua jahat padamu Meer. dan kemana perginya bedebah sialan suamimu itu. mengapa ia tak mencarimu," kata Lexa sendu. Meera masih belum sadar karena obat yang di berikan dokter. Mengingat kandungannya yang lemah Meera harua banyak istirahat agar segera pulih.

__ADS_1


Reza tengah bersibuk dengan pekerjaan yang ditinggalkannya berhari-hari ini. ia fokus mencari meera. dan kini ia harus kembali. meskipun berat rasanya namun ia memiliki begitu banyak tanggung jawab. hingga Reza pun juga belum tahu jika Meera hamil.


keesokan harinya Meera tersadar. kepalanya sedikit berat. Meera mulai mengerjapkan matanya. mengumpulkan kesadarannya..


Meera memegangi perutnya.. ia takut jika terjdi sesuatu dengan calon bayinya.


"kuat yah sayang.." kata Meera sambil memejamkan mata dan mengelus perutnya.


Meera berbaring cukup lama. karena tak menemukan seorangpun menjaganya. Lexa kebetulan juga sedang menemui anak buahnya di bawah tadi. hingga beberapa menit kemudian Lexa datang dan pandangannya berbinar melihat Meera sudah sadar dan duduk bersender pada punggung ranjang.


"Meer..." kata Lexa setengah berlari menghampiri sahabatnya.


"saa... " kata Meera


"apa masih ada yang sakit? katakan dimana? apa kau merasa lebih baik?" tanya Lexa beruntun sambil mengelus tangan Meera yang tak terpasang infuse.


"sudah lebih baik. Sa kau pasti sudah tau kalau aku hamil kan? bagaimana dengan kandunganku?" tanya Meera menatap Lexa.


"Huuhh..... kedepan kau harus berhati-hati yah. jangan sampai melukai calon jagoanku. kau tahu aku hampir gila melihatmu seperti kemarin" kata Lexa berkaca-kaca.


"maafkan aku.. maafkan aku sa. menyeretmu dalam masalah ini. tapi sungguh sa aku tidak tahu apa yang terjadi."


"kau tahu. melihatmu tertembak seakan duniaku hancur. lain kali jangan lagi yah... " kata Lexa langsung memeluk erat sahabatnya itu


"sa.. kau tahu. Bara pasti khawatir mencariku. aku tiba-tiba menghilang. dia pasti bingung memikirkanku" kata Meera sendu sambil melepaskan pelukan Lexa


"hah??? khawatir?? bingung?? asal kau tahu saja. bahkan suamimu tak mencarimu sama sekali, entah apa yang ada di pikiran pria brengsek itu" batin Lexa. ia tak mau mengatakannya karena tak ingin Meera kepikiran. ia teringat dokter yang memintanya agar menjaga perasaan dan pikiran meera agar tak down lagi.


"ah.. ya.. apa suamimu sudah tahu kau hamil?" tanya Lexa


"belum. aku akan memberitahunya sendiri. jangan bilang siapa-siapa yah kalau aku hamil" pinta Meera.


Tanpa banyak tanya Lexa hanya menganggukan kepalanya saja.


"aku akan menjagamu Meer. entah apa yang terjadi aku akan melindungimu. jika perlu akan ku tunjukan siapa kau sebenarnya kepada semua orang agar mereka tak berani berbuat jahat padamu" Batin Lexa


"kau tahu aku ingin segera pergi dari sini dan menemui suamiku. aku akan memberikan kabar bahagia ini padanya" kata Meera sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"isshh.. kata dokter kau masih harus disini selama beberapa hari kedepan, nurut yah.... demi jagoan kita" kata Lexa yang juga ikut mengelus perut Meera.


"kau tahu aku sudah jatuh cinta pada anakmu ini setelah dokter memberi tahuku keberadaannya. dengan begini. aku Mama nya akan menjaganya dengan sepenuh jiwa" kata Lexa yang lolos begitu saja dari bibirnya.


__ADS_2