Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Reza mengetahuinya


__ADS_3

Reza sudah ada di mansion Bara. Bara juga sudah menunggunya.


"waahh mansionmu keren bro" kata Reza yang sekarang sedang duduk menikmati secangkir teh di ruang tamu. Reza memandang interior sekeliling dengan tatapan kagum


Bara hanya tersenyum kecil di bibirnya. mereka berbincang-bincang di ruang tamu dengan santai.


sampai Bara membuka inti dari obrolan.


"Rez, aku mau beri tahu, kalau aku sudah menikah"


uhukk uhukk... Reza tersedak mendengar Bara. ia tak tahu sebelumnya.


"jangan gila, wanita mana yang kamu setujui menjadi istrimu. pasti tante yang milih kan" kata Reza sedikit meledek Bara.


"tidak, kau tahu istriku, kau mengenalnya" kata Bara dengan wajah dinginnya sambil bersender di sofa


"hah?? gilaaaa kau jadi nikah sama aurel?" Reza mengira yang dinikahi Bara adalah Aurel. Reza menunjukan tatapan terkejutnya


"Bukan, kau kenal Ameera Kirana kan, dia istriku" Bara langsung to the point. ia tak bisa berlama-lama untuk tidak memberi tahu Reza.


seketika raut wajah Reza berubah sendu. dia masih tidak percaya.


"aaaahhh.. bohong, mana bisa Meera menikah denganmu, kau menggodaku, jangan-jangan kau ingin merebutnya dariku" kata Reza sambil menatap Bara

__ADS_1


"aku berkata jujur, aku melihat pesan mu di ponselnya. makanya aku memintamu datang kemari, agar tidak ada kesalahfahaman" Lugas Bara menjawab ketidak percayaan Reza.


wajah reza begitu sendu saat ini, ia tak percaya dan tak menyangka.Wanita yang di incarnya selama ini adalah istri sepupunya. Reza memiliki rencana jika ia sudah selesai dengan proyek di kota ini dia akan segera melamar Meera. namun sebelum semua terjadi, Bara lebih dulu menikahi Meera.


"Bagaimana bisa? kau memaksanya?" Reza kini dengan wajah seriusnya. sangat beda dengan yang tadi.


"jujur aku memaksanya, tapi bagaimanapun dia istriku sekarang" jawab Bara. sebenarnya Bara tak tega melihat wajah Reza seperti itu


"Dimana Meera?" tanya Reza menatap wajah Bara.


"Dia sedang tidur" kata Bara


"bisa aku menemuinya?" kata Reza. ia masih tak percaya apa kata Bara. ia ingin memeriksa sendiri.


Reza berjalan menuju samping Meera. ia menatap wanita yang dicintainya berbaring disana. ada rasa sedih namun ia melihat wajah dan mata Meera yang memerah disana langsung bisa tahu jika Meera habis nangis. ia melihat jarum infus tertanam di punggung tangan Meera.


"kenapa dia?" tanya Reza kepada Bara yang berdiri tak jauh dari ranjang Meera


"Ada sedikit masalah, hingga membuatnya tubuhnya lemah" jawab Bara


"Bukan. dia habis nangis, kenapa dia menangis?" tanya Reza


"aku melakukan kesalahan" Bara jujur kepada Reza.

__ADS_1


Reza beranjak dari samping Meera dia menjadi seketika geram kepada Bara. Reza mencengkeram lengan Bara "kau apakan dia?"


belum terjawab Meera mulai sadar. ia mengeryitkan matanya mendengar suara yang pernah ia dengar sebelumnya. Reza yang mengetahui Meera sudah bangun segera menuju ke samping Meera. Meera kaget melihat Reza. Reza membantunya duduk karena Meera juga ingin duduk.


"Dokter Reza" kata Meera menatap Reza.


"ada apa denganmu?" kata Reza menatap wajah Meera


Meera tertunduk, ia ingat kembali kelakuan Bara. Reza melihatnya sekilas melirik Bara. Bara masih tidak bergerak di tempatnya. Reza memeluk Meera. ia mengelus punggung Meera. Bara membiarkan itu semua karena ia bertekad setelah ini Reza tidak akan bisa menyentuh istrinya lagi.


Reza sudah sesak hatinya. ia tak tahan wanita yang dicintainya kini sudah bersuami. Reza dan Bara keluar dari kamar. karena Meera ingin ganti pakaian Meera sudah merasa baik baik saja. ia ingim beranjak dari kasurnya. dan ia ingin berganti baju.


diluar kamar Reza menatap Bara dengan seribu makna. Tampak wajah kecewa Reza disana. Bara juga merasakannya.


"Bara, apapun yang terjadi. jangan sakiti dia. jika itu terjadi aku akan membawanya pergi darimu" kata Reza.


"tenanglah, aku mencintainya. jangan ragukan aku" kata Bara.


"lalu apa yang terjadi, kenapa dia sampai lemah begitu?" Tanya Reza


"Ada kesalahfahaman, dan aku menuduhnya selingkuh, padahal ia tak melakukannya" kata Bara menjelaskan.


Reza geram dengan tingkah Bara.

__ADS_1


"Jangan ulangi lagi, jangan sakiti lagi, aku pamit pulang" kata Reza dengan membawa rasa sakit hatinya dan kecewanya dan pergi meninggalkan Bara


__ADS_2