Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
menahan godaan


__ADS_3

Pagi hari Adit sudah datang ke mansion Bara. Meera juga sudah menyiapkan sarapannya. Meera masih kesal dengan tingkah Bara yang pulang larut masih bau alkohol pula.


dimeja makan Bara dan Meera tidak saling berbicara. Adit hanya memperhatikan dalam diam pikirannya jauh berkelana "kenapa nona Meera ceberut dari tadi, tapi sungguh dengan begitu dia sangat menggemaskan" batin Adit.


Meera berangkat duluan. tanpa berbicara ia menjulurkan tangannya hendak salim pada Bara. Bara menjabatnya lalu Meera mencium punggung tangan Bara. Meskipun sedang marah Meera tidak mau durhaka pada suami, ia tetap menjalankan kewajibannya. selesai bersalaman Bara hendak mencium Pipi Meera namun Meera menghindar dan langsung meraih ponselnya di meja makan depan Bara. lalu pergi keluar rumah menuju garasi. kali ini ia pergi kekantor menggunakan salah satu mobil Bara. ia tak mau berangkat bareng Bara.


Bara melihat tingkah istrinya hanya tersenyum tipis. "hmmm..menggemasakan sekali" batin Bara.


"Tuan, nona berangkat sendiri?" tanya Adit.


"Biarkan, dia lagi ngambek" kata Bara


"apa gara-gara semalam?" tanya Adit


"yaa.. apa lagi" jawab Bara singkat berjalan keluar rumah.


"jangankan istrimu tuan. kalau aku ada di posisi Meera sudah ku kunci semua pintu di rumah ini biar kau tidak bisa masuk" gumam Adit.


Dikantor.


Hari ini ada rapat pemegang saham untuk salah satu bisnis Bara di bidang pertambangan. Banyak Bos dari PT Besar yang datang kesana. salah satunya Melinda, Wanita yang tergila-gila dengan Bara sejak dulu. ia juga menanamkan saham di sana meskipun kecil. ada juga Marvel dirut Djanto Group, dan juga ada Leora anak dari dirut PT yang juga menanam saham di pertambangan yang dikembangkan perusahaan Bara.


mereka semua sudah memasuki ruang Meeting di gedung WSC. Tentu saja Bara yang memimpinnya. disamping Bara ada Adit yang setia mendampinginya. Ada satu dokumen tambahan yang diminta untuk diprint dan diantarkan ke ruang rapat. Adit meminta menejer departemen sekretaris untuk mengurusnya.


sedangkan Di ruangan Meera. Meera sedang sibuk dengan pekerjaannya. ia diminta untuk mengantarkan dokumen itu oleh manajernya keruang Rapat. Meera segera mematuhi perintah Manajernya. ia mengambil dokumen itu. namun sebelum ke ruang Meeting. Meera menyempatkan diri ke toilet untuk buang air kecil. ia merapikan tampilannya sebentar. menguncir rambutnya dengan Rapi. dengan poni yang di kesampingkan dengan cantik. setelah itu ia menuju ke ruang Rapat. Didepan ruang Rapat ia Betemu dengan susi salah satu asisten Bara, namun saat itu susi sedang sibuk mengangkat telefon. susi menyuruh Meera masuk mengantarkannya sendiri.

__ADS_1


Tokk tokk... Meera mengetuk pintu. Adit keluar membuka pintu. mata Adit terbelalak melihat Meera berdiri didepan pintu.


"aku hanya ingin mengantar dokumen, diminta menejer sekretaris" kata Meera sambil menunjukan berkas-berkas ditangannya


"Masuklah, berikan pada peserta meeting" kata Adit.


setelah Meera masuk banyak pasang mata yang memperhatikannya. apa lagi pria didalam sana. semua terpaku dengan kecantikan dan seksinya Meera.


Meera melihat Bara duduk diujung sana pun cuek. ia bersikap biasa saja. profesionalitas di junjungnya tinggi.


Meera membagikan dokumennya pada semua anggota Meeting. menghampiri satu persatu orang di dalam sana dan memberikan senyumnya semakin membuat Meera menjadi Cantik. begitu juga Marvel. memperhatikan Meera dengan tatapan kagumnya. kemanapun meera pergi diruangan itu di perhatikan oleh Marvel dengan menelan salivanya. "gadis ini lagi, benar-benar cantik" gumam Marvel. sedangkan peserta wanita disana yang masih terhitung muda berbeda ekspresinya. mereka terlihat tidak suka kepada Meera. karena berhasil merebut perhatian banyak orang diruangan itu. Meera hanya Cuek bebek. sedangkan kini ia menuju ke meja Bara. ia hendak menyerahkan dokumen itu. namun Meera nampak merubah ekspresinya. tak lagi tersenyum manis seperti yang ia lakukan pada peserta meeting lainnya. meera tampak menatap Bara sinis dan mnyunggingkan senyum sinisnya. setelah itu Meera keluar ruangan Rapat. Selama Meera didalam ruang Rapat Bara selalu memperhatikannya. ia memperhatikan tatapan semua orang disana. Darahnya mendidih melihat pria diruangan itu menatap istrinya seperti predator kelaparan. "cihh kenapa harus meera yang kesini, lihat mereka, apa saja yang ada di otak mereka kali ini. pasti sudah berfikir yang macam-macam" kata hati Bara.


Sedangkan Meera kembali sibuk dengan pekerjaannya sampai ia lupa tak makan siang. Shinta membawakannya segelas jus sirsak. karena ia melihat Meera sangat sibuk hari ini.


"Meer nanti waktu pulang nongkrong dulu yuk" ajak Shinta.


Meera merasa Bara akan sibuk dan akan pulang telat seperti malam-malam yang lalu. ia pun mengiyakan ajakan Shinta.


sdangkan Bara, ia telah menyelesaikan Rapatnya. Beberapa kolega Bara mengajak untuk sekedar makan bersama di salah satu restoran. Bara menuruti ajakan rekan rekanya. Melinda dan Leora jelas ikut. karena mereka memang berusaha menempel Bara terus. Mereka pun pergi ke restoran xx milik Bara disana ia sudah duduk di ruangan yang sudah di pesan khusus oleh Bara menjamu rekan bisnisnya. Melinda dan Leora duduk di samping Bara. Sebenarnya Bara juga Risih. namun ia hanya mentoleransi karena hubungan pekerjaan saja. hingga ia membiarkan kedua wanita itu duduk mengapitnya. sedangkan Marvel dan asistennya juga 2 orang pria lainnya duduk di sofa berbeda namun tetap satu meja dengan Bara. Sedangkan duduk tak jauh dari Bara. Mereka asyik berbincang-bincang, Melinda terus terusan mencari perhatian Bara tanpa rasa malu, sesekali mencoba menyuapi Bara kentang goreng ataupun mengambilkan gelas Bara untuk Bara minum.


kebetulan Meera juga akan pergi ke restoran itu bersama Shinta. Ana tidak ikut karena ia punya acara dengan pacarnya. Meera duduk di pinggir kaca bersama Shinta. Meera dan shinta memesan makanan yang sama. Meera menikmati kebersamaan dengan Shinta, meera menceritakan semuanya dengan Shinta tentang hubungannya dengan Bara. hanya Shinta yang ia percaya mengetahui rahasianya. Begitu pula Shinta menanggapi cerita Meera dengan antusias. ia juga Kepo. Shinta ijin ketoilet. Toilet itu melewati ruangan khusu yang dipesan Bara yang hanya di halangi oleh kaca. hingga Shinta melihat jelas jika Bara ada didalam sana duduk menikmati makanan dengan 2 wanita yang tadi datang ke kantornya duduk disebelah Bara. Shinta membulatkan Matanya. ia tak jadi toilet. ia segera menuju ke meja Meera lagi.


"Meer meer. aku lihat suamimu" Shinta berkata dengan tergopoh gopoh karena ia tadi sedikut berlari


"dimana?" tanya Meera.

__ADS_1


"itu didalam sana" jawab Shinta menunjuk arah ruangan Bara.


Meera segera berjalan menuju arah yang ditunjuk Shinta bersama shinta. karena shinta akan ke toilet lagi.


Meera mengamping di seberang vas bunga agar Bara tak melihatnya. disana ia melihat Bara sedang duduk bersama wanita dengan jelas, dan melihat asisten adit yang berada juga tidak jauh dari Bara, meera memicingkan matanya "Hmm. bagus Bara" kata Meera dalam hati. ia lalu mengeluarkan ponselnya lalu mengambil gambar Bara disana bersama wanita itu. setelah itu Meera berjalan menuju toilet menyusul Shinta


"kemarin aku lihat dari kiriman gambar orang lain, tapi sekarang aku melihat sendiri, bagus Bara. teruskan sampai kau lelah, jangan berhenti jika belum lelah, saat kau sadar dan kau berhenti, saat itu kau sadar mungkin aku sudah tidak ada disini menunggumu" kata Hati Meera, kini Meera berada didepan cermin di toilet sambil menatap dalam-dalam manik matanya dari pantulan cermin. "aku tidak akan merubah sikapku Bara. aku akan terus diam seperti yang selama ini aku lakukan" Meera menggerutu dalam hatinya. ia memejamkan matanya menurunkan emosinya.


setelah itu shinta dan Meera keluar dari toilet. sesampainya di samping ruangan yang ditempati Bara tak sengaja bersamaan dengan Marvel yang membuka pintu. tak sengaja mereka bertatapan. Meera tahu itu pria tadi ditemuinya di ruang rapat. ia menundukan kepalanya memberi hormat tanpa mengatakan apapun dan hendak pergi. namun Marvel menahan tangannya. "Nona, berhenti" kata Marvel.


Meera diam di tempatnya. karena Marvel menarik tangannya, shinta yang di sampingnya pun hanya diam melihat tangan Meera.


"ya tuan, ada yang bisa saya bantu"


"ahh tidak. sedang apa disini" Tanya Marvel tak melepaskan tangan Meera.


"sedang makan tuan, maaf saya permisi dulu makanan saya sudah menunggu" kata Meera namun tangannya masih di pegang Marvel


"namaku Marvel, namamu siapa nona?" marvel mengenalkan diri sambil memandang wajah cantik Meera.


"Meera tuan" jawab Meera


Adit yang mendengan keributan di luar segera keluar melihat kondisi. alangkah kagetnya ia melihat Meera berada di sana dan tangannya di pegang oleh Marvel. Adit langsung menghampiri Bara didalam. dan membisikan jika nona Meera ada diluar bersama Marvel. Bara langsung bangkit dari tempat duduknya. setelah keluar ruangan ia langsung melihat tangan Marvel yang masih menggenggam pergelangan tangan Meera. itu membuat Bara emosi seketika.


"Meera!!!!" Bentak Bara dengan tatapan marahnya.

__ADS_1


__ADS_2