Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
black card


__ADS_3

keesokan paginya Meera sudah bangun dan sudah selesai masak untuk suaminya dibantu para pelayan. dan bara tengah olah raga pagi di ruang fitnesnya. Sebelum memanggil Bara Meera menyempatkan mandi dan berganti pakaian. Meera menggunakan rok jeans lefis pendek dan menggunakan kaos putih yang agak kebesaran hingga menampakan leher mulusnya. Selesai berdandan Meera pergi menghampiri Bara dan kebetulan Bara sudah selesai olah raga dan keluar dari ruang fitnesnya.


"cepetan mandi kita sarapan" kata Meera. Tanpa menjawab Meera mengikuti Bara menuju kamarnya. ketika Bara melepaskan kaosnya Meera melihat roti sobek yang begitu menawan.


"astagaa.. itukah yang ku peluk setiap malam?" batin Meera.


Selesai mandi Bara segera turun dan makan dengab lahapnya. Meera tampak bahagia melihat Bara begitu menikmati makanan yang dimasaknya.


selesai makan Meera segera membereskan piring dan hendak mencucinya. sedangkan Bara menunggu di mejanya.


"udah non biar bibik aja yang beresin" kata salah satu pelayan


"nanggung biar aku aja" kata Meera melanjutkan cuci piringnya.


pelayan disana sangat sungkan pada Meera meskipun dia nyonya di rumah itu tapi sikapnya yang sangat menghargai pelayan membuatnya semakin di segani. tak butuh waktu lama meera menyelesaikannya. lalu ia menghampiri Bara yang sedang sibuk dengan ponselnya. Bara menghubungi Adit untuk mencari tahu tentang The Black Eagle, dan ia penasaran dengan kartu yang diberikannya pada Meera sepertinya tak pernah di gunakan sama sekali. jika itu benar maka Bara akan sangat kecewa karena istrinya sama sekali tak menerima nafkah darinya.


"udah selesai.. " kata Meera sambil mengelap tangannya, Bara pun melihatnya dan tersenyum tipis.


"nanti kita jemput Rangga" kata Bara sambil memandang Meera.


" oke.. aku mau ke supermarket sama mba siti ya.. aku mau belanja" kata Meera.


Bara meng iyakan karena nanti juga akan ada Adit dan ia perlu bicara dengan Adit banyak hal.


"sama pengawal" kata Bara.


"GAK MAUUU!!" kata Meera.


"yaudah dirumah aja." jawab Bara enteng


Meera manyun seketika. ia tak suka sama sekali diikuti pengawal. itu membuatnya canggung. merasa terus diawasi.


" aku tuh gak suka di ikuti gitu, aku gak nyaman, gak bebas akunya" kata Meera.


"demi keamanan kamu" kata Bara.


"orang cuma ke supermarket kok. kayak aku mau kemana aja" eyel Meera. tanpa menjawab Bara berandak dari duduknya langsung naik Tangga. Meera pun mengejarnya


"Bara ihhhh... malah ditinggal" sambil menarik kaos Bara.


"apa? buat apa dengerin istri yang ga nurut sama suami?" jawab Bara.


"gak nurut gimana. aku cuma gak mau ada pengawal-pengawal gitu. aku tu gak enakkkk" jawab Meera.


"mau jadi istri durhaka?" jawab Bara sambil menatap Meera


"eh ngomong apa sih. gak baik tau ngomong gitu. gak mau lah aku jadi istri durhaka" jawab Meera melepas kaos Bara.


sebenarnya Bara juga tak mau berkata demikian tapi Meera masih terus ngeyel padahal itu juga demi kebaikan Meera sendiri.


"mulai hari ini panggil aku sayang" kata Bara. mengelus kepala Meera.


"tapi aku sekarang boleh ya perginya gausa di ikuti pengawal" kata Meera.


"iya" jawab Bara.


"makasih Bara" kata Meera memeluk suaminya.


"bilang apa tadi. coba ulangi" kata Bara menatapnya dingin


"hehe sayang" jawab Meera lalu melepaskan Bara dan beranjak kekamarnya mengambil tasnya.

__ADS_1


tapi Bara tetap menyuruh bodyguardnya mengikuti Meera. tentu dengan penyamaran mereka.


Meera pergi menyetir mobil sendiri di temani 2 orang pelayan dan tanpa diketahuinya ada satu mobil berisi 3 orang suruhan Bara mengikutinya.


sedangkan Adit kini berada di rumah Bara. diruang kerja Bara Mereka membicarakan masalah yang mengganggu pikiran Bara.


Bara menceritakan pada Adit tentang fakta yang baru diketahuinya. sedangkan Adit sudah mendapatkan informasi tentang bisnis Black Eagle. Bara dan Adit bergidik ngeri. baru kali ini mereka memiliki perasaan Was Was kepada lawannya.


"4 orang yang paling dilindungi mereka adalah King, Prince, Rapunzel, Phoenix, tapi untuk mendapatkan siapa ke empat orang itu sangatlah sulit. bahkan tidak ada celah sedikitpun" kata Adit.


Bara memijat pelipisnya. dan berkata.


"kalau ku beri tahu apa kau akan percaya?"


"apa tuan Muda tahu?" tanya Adit.


"aku sudah menemui mereka ber 4, bahkan yang satu pernah ku tonjok sampai berdarah bahkan aku hampir membunuhnya" kata Bara.


Adit melongo. bagaimana bisa Tuan Mudanya bisa tahu tentang identitas orang-orang itu.


"apa anda yakin tuan,? menurut informasi identitas mereka sangat dijaga dan tidak ada yang berani membocorkan. bahkan diluar negri pun juga sama" kata Adit.


Bara menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan


"King adalah Samudra Xu orang yang ku tonjok di rumah Meera kemarin. kau tahu kan, Prince/ pangeran adalah Rangga, Rapunzel adalah Lexa Xu, dan phoenix adalah Meera" kata Bara


seketika Adit tersedak air yang tengah di minumnya


"uhuk.... uhukkkk..... anda jangan bercanda tuan muda" kata Adit dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"kau kira aku bercanda? aku juga tidak habis pikir, tapi meera menceritakan semuanya, dan kau tahu kata-kata yang keluar dari mulut Meera bagaikan titah yang harus dijalankan oleh anggota mafia itu. aaaaarrrgghhhh..... merinding aku mendengarkan cerita Meera" kata Bara


"nanti sore aku dan Meera akan ke markas Black Eagle itu menjemput Rangga. jika kau mau menguji adrenalinmu ikutlah denganku" kata Bara.


"kau membawakannku riwayat pemakaian kartu yang ku berikan kepada Meera?" tanya Bara


"tentu tuan. silahkan" kata Adit menyerahkan amplopnya.


Bara membuka amplopnya lalu membaca dengan seksama dan mendapati jika kartu itu belum pernah digunakan sama sekali dalam.catatannya. Seketika Bara teruslut emosi


"sialaaann.. dia bahkan tak menerima nafkah dariku selama hampir 4 bulan menikah. dianggap apa aku ini olehnya" kata Bara.


"anda sudah tahu kan Nona Meera itu bukan wanita Matre dan menyalahgunakan kesempatan" kata Adit santai


"tapi dia itu istriku, bahkan dia belanja kebutuhan rumah selama ini menggunakan uangnya sendiri.. Astaga....... apa jumlah di kartu itu kurang baginya. apa ia berfikir kartu itu tak cukup memenuhi kebutuhannya" kata Bara


"nona Meera memang unik" kata Adit.


"apa menurutmu jumlah 2 milyar perbulan tidak cukup baginya?"


"bukan begitu. Nona memang tidak mau menggunakan kartu itu karena ia merasa masih bisa membiayainya sendiri" kata Adit


"lalu apa gunaku sebagai suami dia terlalu meremehkanku,.. aaahh aku harus menghukumnya nanti" kata Bara kesal.


"hmmm....coba saja itu aurel.. bakalan di habiskan semua pasti. bahkan black Card itu pun akan membengkak tagihannya" Batin Adit.


"untuk Black Card juga belum pernah digunakan sama sekali" imbuh Adit.


"benar-benar wanita ini apa dia itu bodoh apa dia tidak tahu caranya menggunakan black card itu .. " kata Bara menahan emosinya. ia merasa disepelekan selama 4 bulan menikah bahkan Meera sama sekali tak pernah menggunakan uang yang di berikan padanya.


setelah hampir 3 jam akirnya Meera pulang dengan menenteng 2 kotak brownis. sedangkan para pelayan membantu menurunkan belanjaan Meera yang banyak dari mobil.

__ADS_1


Meera langsung menuju ke dapur dan memindahkan bronis itu kepiring.


"Suamiku dimana?" tanya Meera pada salah satu pelayan.


"ruang baca Nyonya" jawab pelayan itu.


Meera segera membawakan sepiring bronis itu ke Ruang Baca sambil masih menenteng tas kecilnya. didepan pintu ia mengetuk pintu ruangan itu. lalu ia masuk.


"ehh ada Adit" kata Meera. sedangkan Adit hanya menundukan pandangannya. Bagaimana pun Adit Pria normal. yang akan kagum dengan kecantikan wanita. apa lagi Meera.


"aku bawakan Brownis. kaliam sibuklah dulu, aku keluar ya" kata Meera setelah meletakan piring itu di meja. dan tanpa ia sadari ada tatapan maut yang ditujukan pasanya.


"jangan pergi. ada yang mau kutanyakan" kata Bara.


Meera pun menggentikan langkahnya. lalu duduk di samping Adit karena kursi yang di gunakan bara cukup untuk satu orang.


Adit pun keringat dingin. "Astagaa.. jika kau bukan istri tuanku ku pastikan kau akan menjadi miliku Meera...." batin Adit. namun Meera tetap santai tak memiliki pikiran apapun. bahkan ia tak menyadari tatapan suaminya itu.


"kenapa duduk di sana?" tanya Bara


"gapapa.. aku kangen sama adit" kata Meera meenggoda adit dengan mencubit lengan Adit. Aditpun rasanya ingin berteriak tapi ditahannya.


Bara memicingkan matanya.


"ditt???" kata Bara penuh penekanan


Aditpun takut seketika. ia mencoba berdiri tapi ditahan Meera.


"iissshh.. jangan berdiri disini saja kutunjukan padamu peetunjukan bagus. bagaimana tuanmumu cemburu padamu hihihi" kata Meera membisiki Adit. Adit pun semakin gemetar merasakan nafas Meera.


"dekatkan lagi, kalau perlu cium sekalian" Kata Bara.


"oke. biar suamiku tahu gimana rasanya melihat pasangannya di cium orang lain, aditt bersiaplah" Kata Meera memandang Adit.


"Nona jangan begini, nanti aku ditembak mati sama tuan muda" kata Adit lirih sambil memalingkan mukanya kewajah Meera.


"Diittt!!! sudah bosan hidup kau?" kata Bara.


"tidak tuan maaf." kata Adit.


"Istriku??" kata Bara semakin dingin dan terdengar aneh ditelinga Meera.


"baiklah kau menang,.. sekarang aku duduk dimana?" tanya Meera.


"disini" kata Bara menunjuk pangkuannya.


"maluuuu, ihhh... ada Adit" jawab Meera


"apa kau ada masalah dit?" tanya Bara


"tidak tuan Muda. saya tidak terganggu sama sekali" kata Adit.


Meera pun menuruti Bara untuk duduk dipangkuannya. malu sudah tak dihiraukan Meera. meskipun didepannya kini ada Adit.


"kemarikan dompetmu" kata Bara.


Meera menyerahkan dompetnya. Dan Bara lalu membuka dompet hitam itu dan mengeluarkan semua isinya. temasuk kartu kredit dan debit Meera.


"eh eh eh mau diapain kartu-kartuku" kata Meera melihat Bara mengeluarkan semua kartunya.


"mulai hari ini pakai kartu yang ku berikan padamu saja. jangan lagi menggunakan kartu mu sendiri, kau pikir aku tak tahu selama menikah kau tak mau menerima nafkahku" kata Bara.

__ADS_1


"bukannya gak mau, kan aku punya uang sendiri. ntar kalau uangku habis baru pakai punyamu" jelas Meera..


"sepertinya kau belum faham hubungan suami dan istri. Aku suamimu, aku yang berkewajiban menafkahimu, tapi selama ini apa yang kau lakukan. apa jumlahnya tidak cukup? katakan saja biar ku tambah!" kata Bara.


__ADS_2