
pertandingan dilanjutkan. kini perebutan Juara Kumite SM Putra. Rangga sudah bersiap. matanya mencari keberadaan kakaknya. Dilihatnya Kakaknya sedang duduk bersama Papa dan kakak iparnya. Rangga semakin tenang.
pertandingan dimulai. semua mata tertuju pada Tatami. mereka menyaksikan pukulan tendangan dan bantingan yang begitu apik.
benar saja Rangga menggunakan kakinya untuk mencari point. 3 pont sudah didapatkanya. namun lawannya juga tangguh. ia mencuri 3 point juga dari Rangga hingga kedudukan imbang. Reyhan dan meera berharap cemas. akirnya Rangga mendapatkan 3 point lagi dari tendangannya. lawan Rangga tidak menyerah ia melakukan pukulan. dan kini point sudah 6-6, 15 detik terakir Rangga jatuh tersungkur karena dibanting oleh lawannya namun itu pelanggaran. Tepat pundak Rangga yang membentur matras langsung. Rangga sudah tidak berkutik. Meera yang melihat Adiknya tersungkur jelas histeris..
"bangun... bangunn... bangunn" sorak sorai penonton
"ayo Rangga Bangun!!!!" kata Reyhan
"Rangga kamu bisa!!" teriak teman-teman Rangga di bangku suporter.
Rangga jelas mendengarnya "tidak, aku tidak bisa menyerah. sedikit lagi" batin Rangga. Rangga lalu bangkit dan wasit memastikan keadaan Rangga. setelah Rangga memberikan sinyal OK. wasit melanjutkan pertandingan
"ushiro Rangga!!" teriak Reyhan
Benar saja Tanpa banyak ancang-ancang karena merasa pundaknya sakit. ketika lawannya akan menyerang Rangga langsung membalikan badan dan mengkat kakinya dan mendaratkan telapak kakinya di telinga lawannya. wasitpu mengangkat 4 bendera Biru untuk kemenangan Rangga lagi.
Namun kini Rangga tidak bisa menahannya lagi. ketika keluar dari matras Rangga ambruk di samping lapangan. untung Meera tidak melihat karena hendak ketoilet. namun Tuan Dion dan Bara melihatnya.
"Pa kau disinilah dulu temani Meera. aku akan melihatnya" kata Bara
"jangan paksakan dia ikut lagi" kata Tuan Dion
Rangga di papah menuju keruang ganti . ada jeda 1 jam untuk perebutan gelar Best Of The Best
Bara menghampiri Rangga. semua orang keluar dari ruangan itu. menyisakan mereka berdua.
"sudah tidak usah ikut lagi" kata Bara
"Tidak, aku mau ikut" kata Rangga
"Rangga!!" bentak Bara. ia sudah kehilangan kesabaran menghadapi adik istrinya ini. Rangga menciut. ia tak berani membantah.
Rangga menundukan kepalanya. ia menangis. Bara yang melihat Rangga menangis jadi salah tingkah.
"cengeng sekali kau rupanya" kata Bara
"kak, hari ini adalah hari ulang tahun ayahku. aku ingin memberikan hadiah trofi yang tinggi untuknya" kata Rangga menangis
"astaga......" batin Bara.
Bara menggosok mukanya kasar.
__ADS_1
"kau tahu. jika sesuatu terjadi padamu, bukan kau saja yang dibunuh olehnya. aku juga akan di bunuh" kata Bara.
"aku tidak akan kenapa-kenapa kak aku janj!" kata Rangga. Bara menarik nafas panjang. Disisi lai ia mendapat info dari adit. bahwa dalang dari penculikan Rangga adalah lawannya tadi di grad final Kata. dia adalah anak dari keluarga kaya raya di kota B. perusahaannya bekerja sama dengan Bara.
"Ada berapa persen saham kita di perusahaan itu?" tanya Bara
"45% tuan" jawab Adit
"Tarik semuanya, jangan biarkan dia hidup dengan tenang" kata Bara dengan amarahnya.
sedangkan Tuan Dion lebih kejam lagi, ia mendapatkan info dari orang suruhannya bahwa ada konspirasi menculik Rangga agar ia didiskualifikasi, Rata-rata atlet dari kota B adalah anak pengusaha. dan mereka berkonspirasi untuk menghentikan Rangga di pertandingan ini.
"Kumpulkan orang tua mereka. Bilang aku akan menemuinya" kata Tuan Dion berbicara pada ponselnya
"lihat saja. apa yang kau terima akibat mengganggu putraku" kata Tuan Dion. Tuan dion akan membereskannya setelah pertandingan selesai.
Pertandingan dimulai lagi. Rangga dengan Gagah memasuki Arena. ia menatap kakaknya dibangku penonton Down.. Rangga memenangkan piala Best Of The Best. semua ornag bergemuruh melihatnya. Air mata Meera menetes melihat adiknya mengangkat Piala yang diidam-idamkannya. semua orang sudah bersorak sorai menlihat kemenangan Rangga.
Tuan Dion menyiapkan makan Malam untuk semua Atlet di hotel bintang 5 miliknya. tentu itu sudah termasuk dengan rencananya.
Orang tua yang terkibat dalam konspirasi penculikan Rangga juga sebagian besar telah datang ke kota S menyaksikan putra dan putri mereka sejak kemarin. tentu itu memudahkan Tuan Dion untuk mengumpulkannya.
Siapapun akan dengan senang hati menerima ajakan makan Malam dengan Penguasa Bisnis di Asia itu.
"apa ini semua rencanamu?" tanya Meera. saat duduk di ranjang bersama Bara.
"Bukan, papa yang merencanakan" kata Bara
Meera terlihat sangat Bahagia. "CUP" Meera mencium pipi Bara.
"jangan menggodaku" kata Bara. sok jual mahal. padahal aslinya sangat girang mendapat ciuman dari Meera.
"hehe aku tidak menggoda. tapi kalau kamu tergoda ya bukan salahku" kata Meera.
"aku minta jatahku nanti malam setelah ini" kata Bara sambil memeluk Meera.
"hiiii takut" kata Meera.
"kau temani lah Rangga dulu, aku dan papa ada kepentingan, akan memakan waktu, tidak usah menungguku" kata Bara
"kemana?, apa terjadi masalah?" tanya Meera
"tidak, hanya urusan bisnis" jawab Bara. Meera hanya mengangguk paham.
__ADS_1
sedangkan Tuan Dion kini sudah berada di ruang khusus bersama para pelaku kejahatan lengkap dengan preman yang di suruh menculik Rangga dan para panitia yang curang kemarin tapi saat ini mereka sedang disembunyikan. Tak lama kemudian Bara memasuki Ruangan bersama Adit.
"pa, kau biarkan mereka makan?" tanya Bara
"biarkan makan, karena setelah ini mereka tidak akan mampu menelan makanan" kata Tuan Dion.
setelah selesai Makan yang ada di ruang itu pun kaget melihat 3 orang jahat suruhan mereka datang dengan Babak Belur.
"Ada yang ingin menjelaskan?" tanya Tuan Dion dengan santainya.
Para atlet bersama orang tua mereka. official Kota B beserta panitia yang curang pun bergidik ngeri. semuanya mengeluarkan keringat dingin.
"Baik. kau yang mulai" kata tuan dion melemparkan pandangan kepada 3 preman itu.
salah satu preman itu membuka suara.
"ampun tuan, saya hanya menuruti printah"
"siapa yang memerintahmu?" tanya Tuan Dion
"Mereka Tuan" sambil menunjuk kerumunan orang dari kota B
"apa maksud semua ini Tuan Dion?" tanya salah satu wali atlet yang juga seorang pengusaha
"Bukankah tadi anda mengundang kami untuk urusan bisnis Tuan?" kata yang lainnya
"apa kalian Tahu siapa orang yang kalian culik tadi?" Tanya Bara dengan suara mengintimidasi
"Rangga, tuan, atlet yang menjadi lawan dari anak-anak mereka" kata Preman itu penuh ketakutan
"Asal kalian Tahu, Rangga adalah putraku! kalian berani menyentuhnya, berarti menantangku" kata Tuan Dion.
semua orang melongo medengarnya.
"Mulai hari ini WS Corps akan mencabut semua saham di perusahaan kalian" kata Bara.
seketika suasana jadi merinding semua.
"ampun tuan muda, kami tidak tahu, tolong bantu perusahaan kami" kata salah satu wali atlet sambil berlutut.
"itu hukuman dari Kakaknya Rangga. dan hukuman dari ku sebagai Papanya. perusahaan kalian akan ku hancurkan saat ini juga. dan kalian akan merasakan bagaimana rasanya diasingkan dan menggelandang, jika ada yang berani menolong kalian. maka orang itu akan hancur juga!" Kata Tuan Dion tegas.
"wihh... papa kejam" Batin Bara.
__ADS_1
Bara dan Tuan Dion lalu kekuar dari ruangan itu dan sisanya di urus oleh Adit.