Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
kesalahpahaman


__ADS_3

berdebat dengan Bara disaat seperti ini bukan lah hal yang baik. lebih baik aku mengalah saja. kata Meera dalam hati menenangkan pikirannya.


"aku tak tahu apa yang membuatmu marah Bara. maafkan aku jika aku salah, tapi aku benar-benar tidak selingkuh" kata Meera lirih sambil menundukan kepalanya


Bara menatap Meera yang menundukan kepalanya pun tak sanggup jika terus disana. emosi yang membakarnya tak bisa di tahannya. ia lalu melepaskan Meera dan keluar dari kamar sambil membanting pintu.


diruang tamu, Adit sudah memperoleh semua data yang ia inginkan tentang kejadian tadi sore.


ia hendak menjelaskan pada Bara namun Bara sudah sangat emosi menyangka Meera selingkuh.


Bara kini ada di ruang kerjanya. Adit yang menyusul kesana hendak menjelaskan pun di bentak habis-habisan oleh Bara


"Jangan membantu Meera menutupi dosanya Adit, keluar dari ruanganku" teriak Bara


"Tuan muda anda akan menyesal nanti" batin Adit dalam Hati, ia tak tau kemarahan tuan Mudanya. ia pun berfikir bagaimana Meera di dalam sana.


Meera duduk di tepi ranjangnya. ia ingin sekali menangis. namun ia tak mau meneteskan air matanya. ia merasa dihianati semua orang. Adit, Tuan Dion bahkan yang dianggapnya seperti ayah kandungnya pun ia anggap membodohi dirinya. mereka diam-diam mengadakan makan malam tanpa mengajaknya. Meera tak bisa menjelaskan apa yang ada dalam isi hatinya. saat ini mereka tidur terpisah. Meera di kamar. adit di ruang kerjanya.


Meera tak bisa tidur semalaman. sampai pagi pun matanya masih terjaga.


ia memutuskan untuk memasak. meskipun sedang bertengkar tidak ada alasan untuk tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. ia memasak nasi goreng dan omelet. setelah selesai masak ia lalu bersiap-siap. ia tak bertemu Bara lagi semenjak tadi malam bara membanting pintu kamar tidurnya.


Meera menunggu Bara dimeja makan. mata Meera sedikit menghitam. raut wajahnya tak bisa menjelaskan bagaimana kesedihannya.


Bara turun dari tangga. dengan tatapan masih marah melihat Meera. Bara menganggap Meera telah berselingkuh dan tidak mau jujur. mereka makan tanpa berbicara sedikitpun.


Meera hendak pergi ke kantornya. ia berfikir jika Bara akan mengajaknya bareng lagi. ternyata salah Bara masih diam. akirnya ia berangkat ke kantor naik mobil sendirian. ketika hendak berangkat, Meera meletakan 2 kartu yang diberikan Bara kemarin diatas meja makan. Bara yang melihat tingkah Meera yang hanya diam tak mau berkata apapun semakin yakin jika Meera berselingkuh.


waktu jam istirahat dikantor Meera mendapat pesan dari Anom, Reyhan, Davian. mereka sama-sama mengajak untuk makan bersama setelah pulang kantor. Meera berfikir "mereka yang selama ini menyayangiku apa adanya sekalipun tak pernah membuatku bersedih, tapi kenapa aku memilih hidup dengan orang yang bahkan tak percaya terhadapku" Meera sedih melihat itu. ketiga 2 orang itu Reyhan dan Anom setiap hari mengirim pesan kepada meera. berbedan dengan Davian yang baru ditemuinya lagi kemarin, entah menyatakan perasaannya ataupun sekedar basa basi karena mereka memang terang-terangan menyatakan ingin menjadi pasangan Meera namun jarang di tanggapi oleh meera


"tidak ada pilihan lain Meera, kau harus segera melepaskan dirimu dari mereka. kau sudah memiliki suami bagaimanapun sikap suamimu" Meera berbicara dalam hati menyakinkan dirinya sendiri.


Meera membalas semua chat itu dengan kata-kata yang sama "pukul 17.00 caffe lattos"

__ADS_1


seharian Bara tidak menghubunginya. ia hanya diam dan juga tak mau menghubunginya balik.


ponsel Meera berdering, ada pesan masuk dari Adit "Nona tuan muda hari ini pulang telat, ada urusan mendadak"


Meera hanya menatap ponsel itu. "urusan mendadak.. hmm.. mendadak kencan, atau mendadak bercinta" begitu gumam hati Meera..


Meera ingin megajak Shinta. agar ia tak sendirian menghadapi orang disana. shinta pun mau, karena Meera bilang akan ada davian disana.


Mereka sudah berkumpul di caffe. 3 pria dan 2 wanita. 3 pria itu bingung apa yang terjadi. ketiga pria itu saling mengungkapkan isi hatinya kepada Meera. namun Meera hanya diam menyimak. Shinta yang ada disamping Meera terbelalak.


"gillaaa Meera. banyak sekali yang menyukainya, beruntung sekali Meraaaa ahh aku irii" begitu isi hati Shinta.


setelah ketiga pria berbicara meera menarik nafas panjang dan mulai berbicara.


"Maaf membuat bingung kalian, terimakasih sudah menyayangiku, bahkan mencintaiku seperti kata kalian, tapi maaf, aku tidak bisa menerima perasaan kalian. aku sudah ada pilihan sendiri, aku harap kalian segera mendapatkan penggantiku" Kata-kata Meera terjaga


"haaahhh???? ditolak semua?? ya ampun Meera....." Shinta melongo kaget. ia tak habis pikir dengan pikiran Meera.


"Kenapa begitu Meera, tak bisakan sedikit saja hatimu untuku?" reyhan


"Maafkan aku" Meera menundukan kepalanya


"Baiklah meera. ijinkan aku tetap jadi temanmu, setidaknya biarkan aku ada ketika kau membutuhkanku" Davian


Meera berkaca-kaca mendengar Davian dari ke 3 orang itu hanya Davian yang kebih berfikir dewasa.


"Maafkan aku davian" arti tatapan Mata Meera.


"baiklah, tak usah merasa bersalah, aku akan kembali bertugas meera. simpan ini, anggap saja kenang-kenangan dariku" davian menatap mata Meera dan memegang tangan Meera sambil memberikan kotak cincin. dengan permata merah disana.


"jaga baik-baik meera, aku mendapatkanya ketika aku bertugas di perbatasan negara, jika tidak suka. kau boleh menyimpannya saja"Kata Davian. Air mata Meera hampir jatuh. ia memejamkan matanya sambil menerima kotak cincin itu. setelah itu Davian pergi. "Davian... maafkan aku" hati Meera berulang kali meneriakan kata-kata itu.


setelah perbincangan panjang lebar Meera memilih untuk segera pergi karena waktu juga sudah mulai malam.

__ADS_1


"Meera.. aku tidak tahu bagaimana bentuk dan sifat Pacarmu, hingga kau menolak mereka. bahkan kau menolak Davian. aku bisa melihat ketulusan di mata Davian Meera. kenapa kau seperti itu, apa kau buta hah??" Shinta sudah gatal bibirnya ingin memberikan siraman rohani kepada Meera


"sudahlah, aku sudah punya pilihan" kata Meera


"aku penasaran dengan Pacarmu! sebaik apa dia. lebih baikah dari Davian? aku tidak yakin" kata Shinta sambil melipat tangannya di dada.


"jika kau disakiti pacarmu, katakan padaku, akan ku gantung pacarmu" kata shinta


Meera masih sedih menatap Davian. tapi ia tak bisa terus terusn begini. ia sudah punya Bara. mau tidak mau pahit atau manis harus ia telan. karena Bara saat ini adalah yang paling Berhak atas dirinya


Meera mengantarkan Shinta pulang, lalu ia pun juga segera pulang dan membersihkan diri. lagi-lagi Bara masih belum pulang juga. Meera sangat lelah hari ini. ia bahkan tidak tidur sari kemarin malam.


disisi lain Bara sedang melakukan pertemuan Bisnisnya. ia bersama adit, seharian ini Bara sangat sibuk. ia harus meeting di sana dan disini. meninjau proyek dan mengesahkan proyek yang sudah selesai. setelah jamuan makan selesai. Bara membuka ponselnya. lagi-lagi bodyguard Meera mengirimkan foto-foto Meera bersama 3 pria tadi di caffe. amarah Bara memuncak lagi.


"kurang ajaar.. bahkan sekarang bertambah lagi prianya bahkan ia menerima cincin pria itu, sialaannn" Bara sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.


"dit kita ke diskotik xxx" perintah Bara. Bara ingin meluapkan semua rasa kesalnya disana.


adit tak punya pilihan lain selain menuruti Bara. namun ia juga tak lupa meminta penjelasan bodyguard Meera.


sesampainya di diskotik. Bara meminum banyak sekali alkohol disana. memang toleransi alkohol Bara tinggi jika hanya 2 botol belum cukup baginya. diruangan vvip disanalah Bara berada. di bawah lampu kelap kelip dan suara musik yang keras. tak lupa juga dengan 4 wanita cantik di keliling Bara. Saat memasuki area diskotik kebetukan Aurel juga hendak masuk. seakan menemukan kesempatan emas ia pun mengikuti Bara. dan ia menyuruh salah satu wanita malam yang di bawa Bara untuk mengambil gambar dan dirim kepadanya.


"tuan Muda, sudah jangan minum lagi" Adit menahan minuman yang hendak di tenggak Bara


"berani kau melarangku?" Bara mulai tersulut


"Adit. kau tidak tahu. istriku selingkuh bahkan bukan dengan satu pria tapi 3 sekaligus!, apa salahnya aku mencari hiburan disini" kata Bara


"Tuan anda akan menyesal jika tahu yang sebenarnya!" Adit berusaha menghentikan Bara


"haha aku tidak menyesal, karena aku sudah tau saat ini" Bara sudah mulai Mabok.


4 wanita di sana saling menggoda Bara berharap Bara akan menidurinya. Adit yang melihatnya geram sekali. ia kepikiran Meera dirumah. "bagaimana bisa Meera nanti melihat tuan Muda pulang dengan kondisi seperti ini, bagimana nanti hatinya"

__ADS_1


Mansion Bara


Meera sedang makan di ruang makan. ia sengaja menunggu Bara. ia ingin menyelesaikan masalahnya. meskipun matanya ngantuk sekali ia menahannya. tiba-tiba ponselnya berdering ia membuka pesan itu . Mata Meera memerah. jantungnya berdegup kencang. melihat foto-foto Bara berada di diskotik besama 4 wanita cantik disana.


__ADS_2