Dari Misi Turun Ke Hati

Dari Misi Turun Ke Hati
Aku Ahlinya!


__ADS_3

...☕Cerita ini adalah fiksi belaka. Mohon maaf jika terjadi kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian. Dimohon bijak dalam membaca, diresapi kata demi kata, agar tujuannya sampai pada hati pembaca☕...


Komandan Bambang sudah berada di sekitaran rutan. Melihat dan menghapalkan keadaan yang ada di sekitar. Menghitung jumlah pintu dan jendela yang terdapat di bangunan rutan tersebut. Dia memarkirkan mobilnya di tempat yang strategis.


Bukan apa, hanya untuk memudahkannya untuk segera kabur membawa David. Karena saat ini, dia benar-benar sendirian. Tidak ada anak buah dan bala bantuan yang akan membantunya. Ini adalah misi gelapnya setelah sekian tahun tidak turun dalam misi.


Dia menyiapkan senjatanya dan meletakkannya di balik kaosnya itu. Menunggu saat yang tepat untuk masuk ke dalam rutan.


"Oke, aku tunggu kamu bergerak, lalu aku akan ambil mangsamu. Enak saja kamu selalu cuci tangan atas perbuatanmu."


Menunggu dan menunggu, itulah yang sedang dilakukan Komandan Bambang di dalam mobil. Sesaat kemudian, ada satu mobil yang berhenti berjarak tiga meter dari mobilnya. Komandan Bambang merendahkan sandaran kursinya agar dia tidak terlihat. Mengawasi dari balik kemudi siapa yang datang.


Tidak ada yang turun dari mobil itu. Membuatnya mengernyitkan dahinya. Tiba-tiba saja terjadi pemadaman listrik. Membuat Komandan Bambang paham dengan rencana yang akan dimainkan.


"Gelap-gelapan? Aku ahlinya!" katanya menyombongkan diri dalam mobil.


Keadaan menjadi sunyi karena pemadaman listrik yang terjadi. Hanya beberapa suara motor yang lewat menghidupkan suasana. Tidak ada yang turun dari mobil itu. Membuat Komandan Bambang berpikir kembali tentang keadaan yang mungkin terjadi.


Dia memiliki dua pemikiran kejadian yang mungkin terjadi. Pertama, ada seseorang di rutan yang disuap untuk membebaskan David. Yang kedua, David membebaskan dirinya sendiri dan bergabung dengan mobil itu alias melarikan diri.


Komandan Bambang menjatuhkan pilihannya pada kemungkinan kedua. Karena jika ada orang yang disuap, pasti orang itu akan mengamati suasana sekitar. Oke, hampir lima menit sejak pemadaman listrik itu, suasana semakin senyap dan tegang.


Tiba-tiba saja ada yang berlari secepat kilat keluar melewati tembok rutan yang dipasangi kawat listrik. Pemadaman yang terjadi memang menguntungkan, karena dengan begitu, kawat listrik itu tidak dapat menghantarkan listrik untuk menyengat sesuatu yang melewatinya.


Atau memang pemadaman ini sudah direncanakan?


"Oke, berarti dia masih pada di titik kesalahan yang sama. Selalu percaya dengan mudahnya! Cuma diiming-imingi bebas kok seneng! Harusnya mikir! Kalau kamu bebas, nyawamu bakalan hilang apa masih utuh? Dasar amatiran!" cerocos Komandan Bambang mengenali postur tubuh orang yang melompat melewati pagar.


David, adalah orang yang baru saja melompat melewati pagar kawat listrik itu. Mungkin pemikiran Komandan Bambang benar, bahwa pemadaman itu memang sudah direncanakan. David adalah salah satu mantan anak buahnya yang membelot terhadapnya dan juga negara.


David memalsukan kematiannya karena akhirnya dia bergabung bersama tuannya yang baru. Hal itu membuat Komandan Bambang sakit hati, dan bertekad menangkapnya sebagai saksi kunci atas banyak kasus.


Mobil yang ditumpangi David melaju meninggalkan kawasan rutan. Komandan Bambang memberi jarak antara mobilnya dan mobil itu. Tapi, ketika akan bergerak pintu mobilnya diketuk oleh seorang petugas rutan.


"Ya, ada apa?" tanya Komandan Bambang dengan wajah sok polosnya.


"Kami kehilangan salah satu residivis atau tahanan kami, apakah dia ada di dalam mobilmu?" tanya petugas itu.


Komandan Bambang tidak punya waktu banyak, dia harus segera mengejar ketertinggalannya. Dia langsung keluar dan mempersilahkan petugas untuk memeriksa mobilnya.


Setelah dipastikan aman, Komandan Bambang berpura-pura kesal karena telah diganggu tidurnya.


"Dah lah! Aku pergi saja! Mau tidurpun tidak nyenyak karena ada tahanan kabur. Hiii ... takut ...."


Komandan Bambang langsung naik kembali ke mobilnya meninggalkan area rutan dan mengejar mobil yang ditumpangi David. Dia mulai panik karena tidak tahu kemana arah mobil itu pergi. Namun dia bukanlah orang bodoh, kalau bodoh tidak mungkin pangkatnya Komandan.

__ADS_1


Dia menghubungi seseorang dan menyambungkannya dengan earphone bluetoothnya.


"Lacak mobil Avanasnya warna silver dengan plat B 53xx CS, cepat!"


Terdengar seruan dari seberang memerintahkan semua yang bekerja untuk melacak posisi mobil tersebut. Komandan Bambang tetap tenang dalam melajukan mobilnya. Dia hanya mengikuti instingnya saja. Ketika instingnya bilang berbelok, maka dia akan berbelok.


Dia bersiul menunggu informasi lanjutan dari orang suruhannya. Memahami pekerjaan mereka bahwa mencari juga butuh waktu. Seperti memahami hati wanita juga butuh proses. Eh, kok larinya memahami hati wanita. Fokus ke aksi komandan saja, kawan!


Tidak berselang lama, ada suara dari ujung yang melaporkan informasi yang diminta komandan.


"Dari posisiku saat ini, aku harus kemana?"


"Oke, aku belok kiri. Tambah kecepatan? Kau memerintah komandanmu? Wah! Besok kau jadi komandan saja!" kata Komandan Bambang sedikit tersulut emosi.


Komandan Bambang mulai melihat mobil incarannya itu. Targetnya berada dua kilometer di depannya. Jalanan begitu sepi, sangat mendukung kelancaran aksinya.


"Oke, it's show time, Bambang! Andalkan kemampuanmu sendiri! Jangan mau kalah sama yang muda!" ucap Komandan Bambang menyangati dirinya sendiri.


Mobil komandan mulai mengejar dan mengikis jarak yang ada dengan mobil incarannya itu. Hingga incarannya merasa terusik.


Komandan Bambang membuka jendela mobilnya lalu menembakkan peluru tepat mengenai kepala orang yang ada di bangku tengah. Orang yang berada di mobil itu berjumlah empat orang. Satu sebagai sopir, satu duduk di samping sopir, satu berada di tengah dengan posisi David di dekat pintu sisi kanan.


Semua yang ada di mobil itu menoleh. Pria yang berada di kursi depan langsung membalas tembakan itu dengan tembakan yang memburu. Membuat Komandan Bambang harus mawas diri sambil mengemudi.


"Siapa dia?" tanya pria yang menjadi sopir itu.


Dor!


Dor!


Dor!


Serbuan peluru melesat membabi buta untuk menghabisi Komandan Bambang. Membuatnya semakin tertantang.


"Yiiihaaa ..., habisin peluru kalian!" seru Komandan Bambang dari dalam mobil.


Saat ada kesempatan, Komandan Bambang langsung menembak dua ban belakang mobil itu. Membuat mobil yang dalam kecepatan tinggi itu oleng dan menabrak sebuah pohon besar. Sopir dan penumpang bagian depan langsung tewas seketika.


David melarikan diri. Komandan Bambang langsung menembakkan peluru di bagian perut kanannya. Membuatnya terjungkal ke depan. Komandan langsung menghampirinya dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.


"Apa kabar, boy? Masih punya berapa nyawa?" tanya Komandan Bambang sambil menyeringai sadis.


David terengah-engah sambil memegangi perutnya yang berdarah. Melihat tatapan kecewa dan kemarahan yang mendalam terhadap dirinya.


***

__ADS_1


Ericko dibangunkan oleh dering ponselnya yang sejak tadi mengusik. Dia mengangkatnya tanpa peduli nama yang tertera. Seketika matanya membelalak dan dia langsung duduk. Sedikit pening menguasai kepalanya, lalu dia membangunkan Rio dan Dilan.


"Bangun! Kita harus segera kembali ke Jakarta."


Rio dan Dilan langsung bangkit dan berkemas mengikuti instruksi yang ada.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Assalamuaalaikum semua, sehat kan? semoga kalian selalu dalam keadaan sehat, banyak rezeki, dan bahagia. Lama ya othor nggak nyapa, maaf ya? Sibuknya makin tambah. hi-hi-hi. tapi disempetin nulis dan up kok, tenang aja!


Oke guys, othor mau ngadain giveaway. Hadiahnya nggak seberapa sih. Tapi cukup lah untuk bagi2 rezeki ke kalian setelah othor comeback.


Syaratnya :


1. Jawab dengan cepat dan tepat


2. Format menjawabnya :


Nama asli :


Alamat lengkap :


No. Hp aktif :


Jawaban pertanyaan kalian :


3. Pemenang dipilih oleh othor sendiri


4. Tulisnya di kolom komentar


Hadiahnya : 5 buah tupperware untuk 5 orang pemenang. Hehehe. Jadi masing2 pemenang dapat 1 buah.


Pertanyaannya tentang semua novel othor, jadi baca ulang bagi yang lupa. Pertanyaannya akan di share di episode berikutnya.

__ADS_1


Sekian pengumuman dari othor. Wassalamualaikum.


__ADS_2