
Ericko dan kawanannya langsung bertolak ke Jakarta malam itu. Telepon dari Komandan Bambang, yang memberitahu mereka bahwa sang residivis kelas kakap kabur dari penjara. Membuat mereka terkejut dan sedikit panik.
Rio mengemudikan mobil dengan kecepatan di luar nalar orang normal. Sangat cepat dan sat set. Seperti orang yang pengen cepetan nikah, baru saja kenal langsung sat set mengajak untuk naik pelaminan. (Oponan sih iki? 😅)
Sementara itu, Komandan Bambang sudah menidurkan David di sofa yang biasa digunakan untuk duduk para anak buahnya. Ya, dia membawanya ke basecamp. Lalu mengeluarkan kotak P3K dan peralatan bedah minor dari almari penyimpanan.
David masih dalam ambang kesadarannya, dia melihat mantan komandannya mulai merawat lukanya. Perih karena luka itu diguyur dengan larutan sodium klorida. Lalu mulai membius lokal bagian perut yang tertembak timah panas itu. Dia meringis menahan sakit dan perih.
Komandan Bambang langsung mengambil timah panas yang tertancap tidak begitu dalam di perut David.
"Kenapa tidak kau bunuh aku?" tanya David.
Komandan Bambang hanya diam enggan menjawabnya.
"Percuma aku hidup. Mereka akan menangkapku," imbuh David.
"Maka tetaplah disini untuk melindungi dirimu sendiri."
Dingin dan menahan amarah, sangat terdengar jelas dari nada bicara Komandan Bambang.
Kembali pada kawanan Ericko, dia menyuruh Rio untuk melajukan mobil ke arah kantor BIN. Karena komandannya bilang hanya disuruh kembali ke Jakarta. Jadi dia berpikir pastilah komandan ada disana.
Dilan melanjutkan tidurnya yang terganggu. Dengan mulut menganga dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi tengah, sangat menikmati sekali keadaan itu. Membuat Ericko sedikit jengkel lalu memasukkan beberapa lembar tisu ke mulutnya yang menganga. Mau tidak membuatnya membuka mata lalu melepeh tisu itu.
"Tidur mulu! Kita dalam keadaan genting, nih!" hardik Ericko pada Dilan.
"Ck, tau! Eh, tapi bentar, kenapa kita disuruh balik kalau si David kabur? Kenapa kita nggak disuruh lacak keberadaannya dan mengejarnya?" tanya Dilan.
Tumben sekali dia cepat tanggap kali ini. Ericko dan Rio saling toleh dan baru saja mendapati keanehan dalam perintah tersebut.
"Iya juga, ya?" kata Rio.
Mereka telah sampai di parkiran kantor BIN. Suasana lenggang saat malam membuat kantor tersebut nampak sedikit menyeramkan. Mereka hendak masuk kantor lewat pintu depan, tetapi satpam yang berjaga tidak ada disana. Mungkin mereka sedang keliling untuk memeriksa keamanan.
Kantornya orang yang paling mengetahui rahasia negara aja dijaga, apalagi kamu? Cie cie cie. Fokus kembali dengan kawanan itu.
Rio dan kawanannya akhirnya memutar lewat pintu belakang. Mereka melewati lapangan yang sangat luas. Lebih cocok disebut arena tanding bagi gladiator dibanding lapangan. Dilan mengaktifkan kamera ponselnya.
"Ya, kembali lagi di channel uka uki. Bersama kami, trio ca'em yang bikin hati adem dan kesengsem. Kita sekarang lagi uji nyali. Dan ini peserta kita." Dilan menarik tangan Rio untuk ikut bergabung dalam kegilaannya.
Rio melambaikan tangan ke arah kamera, "Saya melambaikan tangan karena nyerah. Setannya nampak di samping saya, saya takut ...."
"Takut kenapa? Bagaimana penampakannya?" tanya Dilan.
"Takut jatuh cinta sama hantunya! Uh, sumpah! Ganteng banget! Wajahnya blesteran Inggris sama Temanggung. Sayangnya dia beku!"
Ericko merasa ciri-ciri dirinya yang disebut langsung menoleh. Rio dan Dilan cekikikan mendapatkan tatapan dingin dan tajam itu.
"Kabooorrr ...." Dilan dan Rio langsung lari meninggalkan Ericko. Dia tersenyum kecut sambil berkacak pinggang.
"Dasar temen nggak ada akhlak! Orang ganteng begini dibilang hantu! Kembarannya Kim So Hyun, nih!"
Dilan dan Rio semakin tertawa kala Ericko menyebut dirinya kembaran Kim So Hyun. Aktor tampan milik Korea Selatan yang bayarannya fantastis!
Mereka telah sampai di dalam kantor. Ternyata benar perkiraan Dilan, Komandan Bambang tidak ada disana. Ericko segera menghubungi komandannya. Tapi, panggilannya diabaikan alias tidak mendapatkan jawaban.
Salah satu satpam masuk ke ruangan komandan karena melihat pintu terbuka. Dia menghampiri kawanan itu.
"Komandan kemana?" tanya Rio.
"Lhoh, komandan pergi dari kemarin kok, Pak!" terang satpam itu.
"Ini jangan-jangan kita emang dikerjain lagi sama komandan. Dia mah gitu! Kita baru ngerasain hotel mewah dianya iri!" tutur Dilan.
"Dah lah! Balik basecamp aja!" seru Ericko kesal dengan perintah komandannya.
Dia menyuruh mereka segera kembali ke Jakarta dengan secepat kilat. Ternyata oh ternyata, itu hanyalah sebuah tipu daya. Komandan Bambang memang selalu usil kalau melihat anak buahnya santai seperti di pantai. Entah apapun itu, seperti disuruh mencari rujak parut tengah malam atau mencari es buah, kalau jahilnya sudah keluar jangan harap bisa mengelak dari perintah.
"Maaf ya Pak, kami tadi tidak laporan dulu. Keburu-buru!" terang Rio.
__ADS_1
"Siap! Ndak papa Pak Rio. Toh kalian masuk kesini kan pakai identitas."
"Sip. Lanjutin jaga, semangat ya! Nih, buat beli makanan sama kopi. Bagi ke yang lain juga ya?" Rio memberikan uang seratus ribuan tiga lembar kepada satpam itu.
Membuat Ericko dan Dilan menoleh padanya dan menatapnya aneh.
"Yo, kamu mau nggak jadi suger dedihku?" tanya Ericko genit. Membuat Dilan juga memikirkan hal untuk merayu Rio.
"Abang sayang .... Mau dong jadi adiknya ..., jadi selir menggantikan Naomi juga aku mau, kok!" kata Dilan.
Rio melangkah dengan bulu kuduk merinding. Dia merasa geli dengan kawannya yang mencoba merayunya.
"Ih, beneran ini kantor ada penunggu ceweknya kali, ya! Temen Gue kenapa jadi kerasukan Laura sih?"
Ericko dan Dilan saling bertanya, Laura? Apa itu?
"Laura apaan?" tanya mereka mengikuti langkah Rio.
"Lanang hora wadon hora, alias laki bukan perempuan bukan! Kalian siluman buaya betina ya? Buaya, cepetan jalannya buaya! Aku ngantuk, nih!"
Ericko langsung melepaskan sepatunya dan melemparkan ke arah Rio. Tepat sasaran, punggung Rio bisa jadi memar karena sepatu PDL itu. Rio memungutnya dan malah melemparkannya ke depan. Membuat Ericko harus berjalan dengan satu kaki tanpa alas.
Mereka tiba di basecamp. Agak was-was dengan keadaan karena lampu depan menyala. Seingat mereka, mereka sudah memadamkan semua lampu tanpa terkecuali. Mereka pada posisi siap siaga. Dilan memegang gagang pintu yang berkode khusus itu. Lalu mengetikkan kodenya.
Saat pintu dibuka, mereka serempak menodongkan senpi pada Komandan Bambang. Membuat Komandan Bambang reflek angkat tangan dan terkejut. Saat tahu yang ditodong adalah komandannya, mereka langsung menyimpan kembali senpi itu. Berada pada posisi istirahat di tempat.
"Kau kira aku maling, kah? Sampai aku ditodong macam itu?"
"Siap! Tidak!" jawab ketiganya kompak.
"Dah lah, masuk. Aku ingin memberikan misi lagi untuk kalian."
Ketiganya terkejut dengan keberadaan David yang tertidur di sofa. Tatapan mereka beralih ke komandan, membuat komandan menyeringai mengajak berdamai.
"Jaga dia, jangan sampai lolos! Rick, besok kau ke restoran x untuk membicarakan masalah perjodohan dengan Fennita."
Dilan dan Rio yang belum tahu tentang misi yang baru saja diterima Ericko semakin menganga mendengar ucapan Komandan Bambang. Alhasil, Ericko diserbu dengan tatapan kepo dua kawan gilanya itu.
**Like
Vote
Komen
Tip
Pertanyaan Giveaway
* Tunangan Bayaran*
Apa yang menyebabkan Tante Namira Lestari diceraikan oleh suaminya?
Siapa saja saingan Bagas dalam merebut hati Anin kembali?
* Larasati & Pak Bupati*
__ADS_1
Hal apa yang membuat Laras jatuh cinta dengan Duta?
Kostum apa yang dipakai Duta saat menghadiri pesta anniversary Rama dan Shilla
* Cinta Karena Mandat (Revisi)*
Kado apa yang diberikan teman-teman Sigit saat dia menikah dengan Muti?
Siapa nama tokoh yang gugur dalam operasi penyelamatan Muti dan Hana?
* Pelabuhan Hati Si Kembar 4*
Sebutkan nama-nama tokoh utama beserta pasangannya di dalam novel ini!
Hal apa yang dikatakan Humaira kepada Zoya saat terjadi keributan di kantor kecamatan?
* Dari Misi Turun ke Hati*
Main tebak-tebakan aja yg ini.
Apa yang didengar oleh Kalena sehingga membuatnya terbunuh?
Siapa anak Komandan Bambang?
__ADS_1
Jawaban mulai dikirimkan pukul 12.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Dikoreksi tanggal 5/11/2021. Dan pengumuman pemenang akan diumumkan hari minggu tanggal 7/11/2021 pukul 22.00 WIB**