
Saat semua tenga bertengkar terdengar suara bel berbunyi tidak beberapa lama seorang pelayan datang untuk memberi tahu kalau ada kiriman mobil sport yang datang
Yesi, Rafa, Sasa dan juga Ara keluar dari dalam rumah untuk melihat apa benar ada yang mengirim mobil sport.
Dan benar ada truk yang pengantar mobil baru ada didepan rumah anak dan menantu nya, Yesi mendekat ke arah orang yang mengirimkan mobil.
"Siapa yang membeli mobil ini??"
"Yang membeli mobil tuan Rafael Hendarso dan untuk Nur Sabella nyonya".
"Saya mau mengubah nama pemilik mobil apa bisa???
"Tidak bisa begitu dong tante!! Ini kan mobil aku"
"Aku bisa karena semua nya dengan uang" Yesi menatap Sinis Sasa yang ada disamping Rafa.
"Sayang mobil ku"
"Ma itu mobil Sasa yang aku belikan"
"Tutup mulut mu anak sialan"
"Pak aku mau ganti menjadi nama menantu ku Zeina Johara Abraham"
"Baik nyonya besar"
Mobil di turunkan sedangkan semua surat surat di bawa kembali ke perusahaan karena ada pembaruan pemilik nama mobil. Dan siapa yang berani menentang orang kaya nomer dua, yang ada mereka bisa kehilangan mata pencarian mereka.
Kunci mobil di serahkan Yesi kepada menantu nya, Sasa yang melihat itu sangat emosi dia berusaha merebut kunci mobil itu dari tangan Sasa. Dan saat Sasa ingin merebut kunci itu malah dia fokus ke tas yang di pakai Yesi.
Yesi yang sadar akan tatapan Sasa dia mengejek Sasa. "Apa kamu baru melihat tas ini???"
"Kamu tau Mami Ara dengan ku dan juga Ara yang memiliki nya"
__ADS_1
Sasa dibuat geram dengan senyum mengejek Yesi dan mungkin dibalik cadar itu dia sedang juga tersenyum mengejek itu lah yang ada dipikiran Sasa.
"Ma kalau mama biarkan Rafa membeli tas Mama"
"Untuk apa kamu membeli tas yang harga nya dua mansion ini???"
"Apa???"
"Kamu mampu Rafa membeli nya??? Jika kalau kamu mampu tanpa menggunakan uang yang berasal dari perusahaan Papa, Mama akan berikan"
"Ara ayo kita pergi dari rumah yang banyak saiton nya, biarkan mereka menguasai rumah yang papa berikan!! Nanti sewaktu saat budak setan akan tunduk di bawa kaki kamu dan kembali ke jalan yang benar"
"Iyah Ma"
Sedangkan Sasa terlihat sangat marah dengan wajah nya yang sanga merah menyalah dangan tanga yang terkepal kuat ke dua nya. Menatap nyalang Ara san Yesi yang memang ada didepan nya, sedangkan Rafa menghela napas melihat Mama nya semakin membenci Sasa.
"Sayang lihat Mama kamu"
"Diam Sasa aku sangat pusing dengan semua ini"
Rafa kembali terngiang iang dengan perkataan Yesi yang menyebut tas nya dengan harga dua mansion. Dan kembali mengingat bawa Sasa menginginkan tas milik Ara yang sama dengan tas Yesi jelas harga nya sama.
"Kamu pulang lah dulu Sa, aku sangat pusing"
"Sayang!! Lalu mobil ku???" Sasa merengek di lengan Rafa, sedangkan Rafa sendiri tengah pusing
Rafa menarik tangan nya dan masuk kedalam mobil mewah nya tanpa memperdulikan Sasa yang masih ada didepan rumah nya dengan Ara. Rafa melajukan mobil nya keluar gerbang rumah mewah nya membela jalan yang sangat padat.
Meninggalkan Sasa dan Rafa di kantor ZA grup Ara dengan Yesi dan Zeufa saling mengobrol dan tentu saja Yesi sangat berterima kasih dengan Zeufa walau terjadi nya tiga Tahun yang lalu.
Mereka sangat bahagia mengobrol satu sama yang lain, tidak lama Aisya datang mengomel dan belum menyadari jika dihadapan nya ada Ara, Yesi dan Zeufa. Sedangkan Zeufa terkekeh melihat Aisya yang kesal dengan nya karena Zeufa menyuruh Aisya datang ke kantor untuk menemani nya.
"Assalamualaikum"
Aisya menghentikan omelan nya dia mendongak menatap Siapa yang mengajak nya bicara karena tadi dia menunduk dengan melihat isi tas nya yang entah apa yang Aisya cari.
"Yesi!! Waalaikumsalam"
__ADS_1
"Tumben kamu datang ke sini Yes???"
"Iyah mbak aku mau mengucapkan terima kasih atas bantuan tiga tahun yang lalu dan aku baru mengetahui nya kemarin malam mbak"
Aisya melupakan kalau Zeufa perna membantu Adam saat mereka tengah krisis perusahaan nya nyaris bangkrut. "Bantuan apa Yes???"
"Mbak lupa kalau sudah menyuntikan dana di perusahaan Mas adam??"
"Hah!!!!"
Aisya benar melupakan hal itu karena kejadian nya sudah sangat lama dan Yesi baru berterima kasih kepada keluarga mereka, padahal mereka tidak mengharapkan itu karena mereka sangat tulus membantu.
"Tidak apa kami ikhlas kok yang penting tali kita tidak putus Yes"
"Terima kasih mbak"
Akhir nya mereka saling mengobrol di ruang kerja nya Zeufa sampai jam makan siang mereka keluar untuk makan malam di Resto yang tidak jauh dari kantor Zeufa dan Yesi sudah meminta kedatangan Adam agar ikut makan siang bersama.
Mereka berempat sudah ada di Resto yang terkenal dengan Ayam bakar dan ikan bakar nya dan para orang tua sangat suka dengan yang dibakar bakar. Bukan hanya orang tua melainkan Ara juga menyukai tapi dengan tambahan cabai.
Tidak lama Adam datang ke Resto dia mencari di mana meja yang ada keluarga nya, saat dia melihat Ara dan Yesi, Adam mendekat ke arah mereka.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" mereka semua menjawab ucapan Salam Adam
Zeufa mempersilahkan Adam duduk di samping istrinya, Adam duduk dan juga ikut memesan makanan. Karena saat tadi Adam datang pelayan tenga baru datang membawa buku menu.
Jika dua keluarga makan siang bersama di Apartemen Sasa sedang mengamuk membuang semua barang yang ada didekat nya, Setelah Rafa meninggalkan Sasa di rumah nya Sasa pulang menggunakan taksi yang dia pesan online.
Semenjak pulang sampai siang Sasa mengamuk bak orang gila, dengan rambut acak acakan dengan hanya menggunakan bikini sasa mengamuk, tetangga Sasa mencoba utuk tau apa yang terjadi saja tidak berani.
Salah satu tetangga Rafa melapor ke security yang menjaga apartemen di bawah, Security yang mendapat laporan langsung naik ke lantai Atas di mana Apartemen Sasa beranda.
Security mengetuk pintu Apartemen Sasa tapi tidak ada sautan atau benda jatuh lagi dan itu membuat tetangga dan Security bertambah panik. Saat ingin membuka paksa Apartemen Sasa, Sasa keluar bak zombi yang hidup dia keluar menggunakan Bikini dan wajah cemong, dan satu lagi rambut panjang yang mengembang.
Mereka semua takut melihat Sasa akhir nya mereka semua bubar dari depan pintu Apartemen Sasa, Sasa yang merasa terhina karena semua orang setelah melihat nya kabur dia berteriak mengumpati tetangga nya dan security yang juga ikut kabur dengan yang lain.
__ADS_1
Mereka takut penghuni Apartemen sebelah mereka sudah menjadi gila karena selama ini mereka tidak perna bertegur sapa dengan Sasa menjadikan mereka takut jika Sasa gila.
Setelah kesal mengumpat Sasa kembali masuk ke dalam Apartemen nya dengan semakin marah dan kesal dia kembali mengumpati semua orang dengan ucapan kasar.