DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
KEMUNGKINAN HAMIL


__ADS_3

"Ahhhh, Sialan, brengsek"


Teriak Rafa di dalam lift yang membawanya turun kelantai bawa, Rafa sangat frustasi dengan Ara yang sudah terhasut dengan Sasa perempuan kurang ajar yang dengan tidak tau dirinya mengatakan Rafa yang menghamili nya.


Rafa keluar dari dalam lift dia berlari kecil untuk mencari istri tercinta nya, dia ingin menjelaskan kalau dia tidak menghamili Sasa. Rafa melihat Ara duduk di kursi lobby bersama dengan Indah. Dengan Indah yang menenangkan Ara yang tengah menangis dan mengatakan jangan terhasut dengan Sasa, Indah juga mengatakan kalau dia perna melihat Sasa dengan laki laki lain selain Rafa.


Rafa mendekat ke Ara dan Indah yang tengah dudu di kursi. "Sayang"


Ara dan Indah mendongak menatap Rafa yang ada di hadapan mereka berdua. "Maafkan saya pak"


"Tidak apa apa"


Indah beranjak dari duduk nya lalu kembali ketempat nya, Rafa mendekat ke arah Ara yang masih menangis di kursi lobby. "Sayang, aku berani tes DNA kalau janin yang ada di dalam kandungan Sasa itu bukan anak ku"


"Kalau selamat kalau enggak???"


"Kalau enggak itu memang sudah takdirnya agar dia tau kalau dia enggak seharusnya mengatakan yang enggak perna aku lakuin"


"Apa buktinya kalau kamu enggak melakukan apa pun???"..


"Aku tidak ada bukti yang sayang, tapi aku punya Allah yang enggak akan membuat kamu terus salah paham"


"Sudah lah Mas, nikahi Sasa karena dia perna kamu sentuh"


"Aku tidak perna menyentuh nya Ara"


"Lalu bagaimana dia hamil kalau kamu tidak menyentuh nya Mas" bentak Ara


"Aku enggak peduli kamu percaya atau enggak Ara, yang jelas aku enggak akan perna menikahi perempuan j****ng seperti Sasa dan enggak akan menduakan kamu dengan wanita lain"


Rafa yang frustasi meninggalkan Ara yang semakin terisak di lobby kantor, Indah yang melihat itu pun merasa kasihan dengan Ara. Perempuan baik kayak Ara enggak pantas di sakiti, Indah kembali mendekat ke arah Ara.


"Bu, kamu harus percaya dengan Pak Rafa"


"Kenapa kamu sangat yakin dengan bos kamu???"


"Saya percaya karena saya perna melihat sendiri Sasa dengan laki laki lain bu saat menjalin kasih dengan pak Rafa. Saya bilang kepada kekasih saya untuk mengatakan kepada pak Rafa yang kebetulan sahabat pak Rafa, tapi hubungan merenggang setelah kekasih saya memberi tahu pak Rafa"

__ADS_1


Ara mendengarkan semua yang dikatakan Indah, Ara tidak bisa berpikir dengan baik, Ara memutuskan pulang untuk menenangkan pikiran nya yang sedang kacau balau. Ara pamit kepada Indah dan berterima kasih kepada Indah sudah menemaninya, Ara berjalan keluar kantor sedangkan Indah menatap Ara dengan kasihan.


Ara berjalan ke arah halte bus yang tidak jauh dari kantor suami nya, Ara menatap jalanan yang kosong pikiran Ara bercabang dia memikirkan perkataan Indah, Rafa dan Sasa yang kini sudah ada di rumah sakit.


"Ya Allah aku harus bagaimana??" Batin Ara di tengah perjalanan nya ke halte


Ara duduk di halte dengan menatap jalanan yang ramai dengan pengendara, tidak lama Ara menunggu di sana bus berhenti di depan Ara. Ara naik ke dalam bus, dia duduk di bangku bagaian tengah agar dia lebih tenang.


Ara turun dari dalam bus di depan jalan yang menuju perumahan nya, Ara berjalan masuk ke dalam Area perumahan, dengan pandangan kosong.


Sedangkan Rafa di kamar nya dengan Ara tengah selesai mandi setelah banyak pikiran yang dia pikirkan, Rafa juga mengkhawatirkan Ara yang dia tinggal di kantor karena emosi.


"Sayang, kenapa kamu enggak percaya sama aku???"


Rafa mengacak acak rambut nya yang basa dengan handuk yang dia bawa, Rafa benar benar frustasi dengan semua ini, baru juga Rafa bahagia dengan Ara tapi kini terjang badai.


Ara sampai di depan pintu rumah nya dengan Rafa, Ara membuka pintu rumah nya. "Sayang"


Rafa berteriak saat Ara baru masuk ke dalam rumah Ara jatuh tidak sadarkan diri, Rafa berlari dari tangga ke arah Ara yang sudah terbaring di atas lantai dingin. Rafa menggendong Ara ala bridal style menaiki tangga untuk naik ke lantai dua dimana kamar mereka berdua.


"Sayang apa yang terjadi dengan kamu???"


Rafa mencoba memberi minyak di hidung Ara, Ara tak kunjung bangun dari pingsan nya. "Sayang Maafkan aku"


Tok tok tok..


Rafa mendekat ke arah pintu saat mendengar ada yang mengetuk pintu kamar nya, Rafa melihat ada dokter keluarga dan juga Endang yang ada di depan kamar nya.


"Silahkan masuk dok"


Dokter masuk ke dalam kamar Ara dan juga Rafa, dokter memeriksa Ara, setelah itu dokter menyarankan untuk memeriksakan Ara ke rumah sakit. lebin tepat nya ke dokter kandungan, Rafa menanyakan kepada dokter kenapa Ara harus ke dokter kandungan.


Dokter menjelaskan kalau ada kemungkinan kalau Ara tengah mengandung, Rafa yang mendengar kalau Ara ada kemungkinan mengandung Rafa sangat bahagia, dia dan Ara akan memiliki anak dari buah cinta mereka berdua.


Rafa mengantar dokter sampai teras rumah, setelah kepergian dokter Rafa kembali masuk ke dalam rumah, Rafa naiki tangga dengan perasaan yang yang sangat bahagia jika benar kalau Ara mengandung.


Rafa membuka pintu kamar nya dia melihat Ara yang sudah bangun dari pingsannya, kini Ara tengah duduk bersandar di sandaran ranjang, Rafa mendekat dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Rafa duduk di tepi ranjang menatap Ara dengan bahagia, Ara bingung kenapa suaminya terlihat bahagia.

__ADS_1


"Sayang, besok kita ke dokter kandungan"


Ara mengangkat satu alis nya dengan mantap Rafa dengan heran, Rafa yang paham kalau istrinya bingung kenapa dia harus ke dokter kandungan. "Sayang kamu pingsan, dokter Malik menyarakan kita ke dokter kandungan ada kemungkinan kamu hamil sayang"


"Aku hamil Mas???"


"Iyah hamil sayang"


"Kamu tidak bercanda kan Mas???"


"Tidak sayang buat apa aku membohongi kamu"


"Aku hamil, anak kita Mas???"


"Iyah sayang"


Ara memeluk Rafa dengan rasa bahagianya dia lupa kalau mereka baru saja bertengkar karena ula Sasa yang mengatakan kalau Sasa mengandung anak Rafa. Ara terus mengucapkan Alhamdullilah bersyukur atas kehadiran malaikat kecil yang akan hadir di dalam keluarga kecil mereka.


Ara melepaskan pelukannya dari Rafa, Ara menatap Rafa dengan sendu. "Kenapa sayang???"


"Janin Sasa selamat Mas"


"Kita bisa lakukan tes DNA sayang dan membuktikan kalau dia bukan anak aku"


"Jika anak kamu bagaimana???"


"Itu tidak akan mungkin sayang mustahil"


"Kenapa tidak mungkin???"


"Ara stop membahas yang tidak penting, kamu kemungkinan hamil jadi aku enggak mau kalau terjadi apa apa sama anak kita"


"Tapi Mas"


"Ara stop, jangan bahas yang enggak perna aku lakukan"


Rafa meninggalkan Ara di kamar, Rafa berjalan keruangan kerja nya sedangkan Ara tengah menangis di dalam kamar. Ara takut kalau semua yang dikatakan Sasa benar kalau Sasa mengandung anak Rafa.

__ADS_1


__ADS_2