DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
MEMAKSA


__ADS_3

Rafa tidak memperdulikan Sasa yang ada bersama laki laki lain karena dirinya sudah memutuskan hubungannya dengan Sasa, dia hanya terkejut dengan apa yang di lihat selama ini menutup mata nya karena cinta nya kepada Sasa yang begitu sangat dalam. Tapi kini mata nya di buka dimana dia melihat sendiri kelakuan Sasa orang yang selama ini dia cintai dan dia bela di depan mama nya.


Sasa belum menyadari kalau ada Rafa juga di tempat yang sama dengan nya. Sasa masih menikmati ciuman bersama pria yang ada di depan nya dan juga sedang menikmati sentuhan pria yang ada di belakang nya.


Rafa sendiri tengah duduk di sofa yang ada di sana dengan banyak nya minuman di hadapannya. Roger teman Rafa menawarkan di temani oleh wanita bayaran yang mereka bayar tapi Rafa tidak mau, dia menolak secara halus.


Rafa tidak peduli dengan ejekan Roger dan yang lain dia tetap fokus kepada minuman nya, salah satu teman Roger yang melihat Rafa tidak tergoda dengan ejekan teman teman nya membuat nya geram, dia merasa kalau Rafa munafik.


"Kamu jangan munafik Raf"


"Aku tidak munafik, aku ada istri di rumah"


"Wah kamu sudah menikah Raf???"


"Iyah"


"Ngapain mikir istri di rumah yang penting itu di sini senang senang"


Rafa masih saja di bujuk untuk memakai jasa wanita, yang mereka sewa lagi-lagi Rafa menolak secara tegas. Rafa beranjak dari duduk nya ingin meninggalkan Apartemen teman nya untuk pulang karena dia merasa risi karena terus dipaksa menggunakan jasa wanita.


"Raf kamu mau kemana??"


"Mau pulang"


"Jangan pulang, kami tidak akan memaksa kamu lagi untuk memakai jasa perempuan"


"Tidak aku ingin pulang saja, karena istriku sedang sakit dia baru pulang dari rumah saki"


Roger tidak lagi menahan Rafa untuk tetap tinggal tapi Roger mengajaknya untuk bersulang sebelum Rafa pulang dari Apartemen nya. Roger dan Rafa tidak tau kalau minuman itu sudah ada obat perangsang dosis tinggi.


Salah satu teman Roger memasukan ke dalam minuman yang akan Rafa minum, teman Roger marasa kalau Rafa sok suci dan munafik, akhir nya dia memasukan obat ke dalam minuman nya.

__ADS_1


Rafa menerima tanpa rasa curiga sedikitpun kepada teman Roger yang memberikan dirinya minuman, sedangkan Sasa yang tidak jauh dari tempat Rafa mendengar nama Rafa di panggil berulang kali, dengan rasa penasaran Sasa menengok ke kanan dan kiri ternyata benar ada Rafa tidak jauh dari tempat nya.


Sasa turun dari kursi tinggi yang dia duduki lalu mendekat ke arah Rafa, Sasa meraba dada bidang Rafa yang masih tertutup kaos putih. Teman Roger tersenyum mengejek menatap Rafa karena Rafa sudah menghabiskan minuman yang dia berikan.


"Sebentar lagi elo bakalan nyari cewek di sini" Batin teman Roger.


Rafa menepis tangan Sasa dengan kasar dengan menatap tajam Sasa yang masih terus mencoba mendekatinya dengan menggoda nya. Tapi Rafa sama sekali tidak tergoda dengan Sasa, Rafa pamit pulang dengan Roger, Roger tidak menghalangi Rafa pulang tapi yang menghalangi Rafa adalah Sasa,


Sasa menahan Rafa untuk pulang, sedangkan Rafa kini sudah mulai merasakan badanya tiba tiba panas, kepalanya pusing. Rafa mencoba untuk terlihat tenang, tapi Saat Sasa menggoda nya Rafa rasanya ingin dari itu.


Rafa mencoba menahan sesuatu yang dia merasa kalau di minuman yang dia minum sengaja di beri obat oleh seseorang, Rafa yang memejamkan mata nya mencoba menetralkan semua nya, mulai wajah dan sesuatu yang ingin dia lepas.


Rafa memegang tangan Sasa dengan kasar lalu menarik Sasa keluar dari Apartemen, tentu saja Sasa mengira kalau Rafa mau mengajaknya pergi dari Apartemen Roger. Tapi dugaan Sasa salah kini Rafa menghempaskan tangan Sasa dengan sangat kasar, setelah itu Rafa lari ke arah lift yang tidak jauh dari sana.


"Rafa, sayang" Sasa memanggil Rafa yang terus belari ke Ara lift.


Sasa mengejar Rafa tapi tidak bisa karena Rafa sudah masuk ke dalam lift, pintu lift juga sudah tertutup, Akhir nya Sasa kembali ke dalam di mana pesta Roger diadakan.


Rafa kini sudah memasukan mobil nya ke dalam gerbang rumah nya, Rafa keluar dari mobilnya berlari masuk ke dalam rumah, Rafa membuka kasar pintu rumahnya, dia berlari dengan memegang kepalanya. Rafa ingin segera berendam dalam air dingin untuk menenangkan nya tapi saat naik tanga Rafa ingin terjungkal ke depan, Rafa tidak merasakan sakit atau benturan dengan anak tangga tapi Rafa merasakan badan nya bertambah panas.


Rafa mendongak menatap Ara yang ternyata menahan nya agar tidak jatuh, Kulit Ara tangan Ara yang menyentuh kulit tangan Rafa membuat Rafa semakin merasakan panas dingin dan ingin lebih dari hanya sentuhan.


"Ara" Dengan suara serak dan berat


"Kenapa Mas???"


"Kamu istri kau jadi harus membantu aku"


"Membantu Apa?? kalau aku bisa aku akan membantu kamu"


"Antar aku ke kamar Ara"

__ADS_1


"Baik lah Mas"


Ara membantu Rafa berjalan menaiki tangga untuk ke kamar Rafa, Ara membuka pintu kamar Rafa, mereka berdua masuk ke dalam kamar. Ara merasakan suhu tubuh Rafa panas, dia mengira kalau Rafa sedang sakit.


Ara membantu Rafa untuk tidur di atas ranjang nya, saat Rafa sudah tiduran di atas Ranjang, Rafa menarik cadar yang di gunakan Ara, lalu membuangnya ke sembarang Ara. Ara sangat terkejut dengan tindakan Rafa yang tiba tiba, Ara yang belum sadar dari terkejut nya Rafa menarik tangan Ara sampai Ara terjatuh di atas tubun Rafa. Rafa membalik badan Ara sehingga kini Ara ada di bawa Rafa.


Rafa mencoba mencium Ara tapi Ara memberontak dalam kungkungan Rafa. "Mas apa yang akan kamu lakukan???"


"Mengambil hak ku Ara"


"Tidak Mas, jangan seperti ini. Mas"


"Ara diam!! Kamu istri aku Ara" Rafa membentak Ara yang ada di bawah nya


"Iyah Mas tapi jangan seperti ini" Ara menangis di bawah Rafa tapi tangis Ara tak menghentikan Rafa.


"Ara kamu harus membantu ku Ara"


"Membantu melepas Napsu kamu??? Tidak Mas"


"Ara dengarkan aku, aku di kasih obat perangsang Ara"


Deg...


"Mas"


"Tolong Ara bantu aku, aku sudah tidak kuat Ara"


Tanpa menunggu jawaban Ara Rafa membuka jilbab Ara tidak hanya itu Rafa juga membuka paksa Gamis yang Ara pakai, Ara menangis diperlakukan pemuas napsu suami nya.


Ara memberontak terus menerus tapi Rafa tidak perduli dengan semua itu. Rafa membuka semua bajunya kini mereka sama sama polos, Rafa memaksa untuk meminta hak nya kepada Ara sebagai istrinya, Ara menangis saat merasa apa yang dia jaga selama ini di renggut paksa oleh Suaminya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2