
Sisil menjenguk Rafa yang ada di penjara, Sisil merasa kesepian saat Rafa tidak ada di rumah. Sisil juga kesusahan merawat Alisia sendirian, tidak ada yang membantu.
"Mas, kenapa kamu bodoh sekali sih??" pekik Sisil yang tengah kesal dengan Rafa yang hanya menunduk
"Ini semua demi kamu Bun, kalau kamu mau membantu keuangan keluarga aku tidak akan sampai seperti ini Bun" Rafa sudah tidak terima kalau Sisil terus menyalahkan dirinya.
"Untuk apa aku mengeluarkan uang untuk keluarga, seharusnya itu kamu Mas!! Kamu tidak mau berusaha untuk mencari kerja kamu terlalu gengsi dan kini malah ada di sini tanpa tau kapan akan keluar" pekik Sisil dengan marah karena dia merasa di salahkan atas apa yang menimpah Rafa.
"Bun, aku tidak muda lagi siapa yang mau menerima ku?? Banyak anak muda yang baru lulus"
"Kamu saja yang bodoh"
"Cukup Sisil kamu tidak hak menghina ku seperti itu aku masih sah suami kamu Sil"
"Kalau kamu merasa menjadi suami seharusnya kamu menghidupi aku dan anak kamu!! Bukannya malah ada di sini dan duduk manis"
"Aku juga tidak berharap ada di sini dan tidak mau ada di sini asal kamu tau itu, aku juga ingin bebas!! Kamu sebagai istri harus nya membantu aku agar aku bisa keluar Sil"
"Aku menjamin kamu itu tidak ada untung nya lebih baik aku hidup sendiri mencari laki-laki yang bisa menjamin kebahagian ku dan putri ku Mas".
" Kamu semakin hari semakin tidak terkendali yah, kamu semakin berani dengan aku Sil. Aku suami kamu yang harus kamu hormati"
"Aku akan hormat kalau kamu bisa menjadi ayah dan suami yang baik, tapi kamu enggak bisa Mas..!! Lebih baik kalau kita cerai"
Bagai tersambar petir di siang bolong Rafa mendengar kata cerai yang kedua kalinya yang pertama dari Ara yang ke dua Sisil juga memintai Cerai. "Aku tidak akan menceraikan kamu Sil.."
"Kalau kamu tidak lupa Mas, aku dan kamu hanya sebatas pernikahan siri yang tidak tercatat dan hanya sah di mata agama ingat itu"
Sisil meninggalkan Rafa yang tidak mau bercerai dengan Sisil, Rafa mengejar Sisil yang berjalan keluar dari ruang yang di gunakan untuk tamu. Saat Sisil ingin sampai pintu Rafa memegang tangan Sisil dengan Erat dia membalik Sisil dengan paksa.
Rafa menarik paksa Sisil kembali masuk ke dalam ruangan untuk tamu yang datang, Rafa yang tidak tau malu malah mencoba untuk memaksa Sisil untuk berbuat tidak senono di dalam ruang bertamu.
__ADS_1
Sisil yang memakai pakaian seksoi membaut Rafa menggila inging memperkosa istrinya yang mungkin sudah di jaja laki-laki lain selama ini. Itu lah yang Rafa pikirkan selama ini.
Karena setiap kali Sisil pulang selalu bau parfum laki-laki yang berbeda setip hari nya, Rafa terus memaksa Sisil untuk bisa di asoy geboy. "Kamu jangan munafik Sil, kamu salah pergaulan dan setip malam keluar tanpa memperdulikan anak dan Suami kamu yang selalu menunggu kamu pulang!! Pasti tubuh indah kamu ini sudah banyak yang menjamah bukan selain aku" Ucapan Rafa tidak membuat Sisil sakit hati karena apa yang di katakan Rafa benar ada nya kalau Sisil salah pergaulan dan terjerumus ke dalam dunia gelap.
"Aku bermain dengan pria yang beruang tidak kere seperti kamu Mas, kamu selama ini hanya menjadi pemuas ku saja saat tidak ada yang mengajak aku untuk bermalam!! Asal kamu tau aku bahkan di berikan apa saja setelah dia menikmati aku"
"Kalau begitu aku akan mencicipi bekas banyak pria, aku ingin mencoba rasanya masih sama atau tidak" Rafa menghimpit Sisil di dinding dengan kedua tangan Sisil yang di pengang erat oleh Rafa, sedangkan Rafa sudah mendusel di gunung kembar Sisil yang hanya tertutup setengah.
Sisil terus memberontak untuk minat di lepaskan tapi Rafa malah dengan agresif nya dia malah menyobek baju atasan kemben yang di gunakan Sisil dengan paksa dan terlihat terpampang nya gunung Sisil yang indah.
Rafa menyusu dan meremas gunung Sisil, Sisil yang tidak mau melakukan hubungan dengan Rafa meminta tolong. "Tolong.. Tolong.."
Para polisi datang keruang bertamu dia melihat tamu dengan keadaan yang tidak memakai atasan Dengan Rafa yang terus menikmati gunung Sisil.
Salah satu polisi memanggil polisi perempuan untuk membantu Sisil sedangkan Rafa meronta di pegangan dua polisi yang berbadan tegap. "Lepas, dia istriku.. Aku ada hak untuk meminta hak ku"
"Tolong saya bu.. Saya takut!! Saya datang ke sini untuk memberi tau suami saya kalau saya ingin cerai dari nya"
"Terima kasih saya langsung pulang saja, karena kasihan putri saya hanya dengan pengasuh nya"
Sisil meninggalkan kantor polisi untuk mencari pelampiasan yang lain karena Sisil sudah terlanjur memuncak dan ingin lebih, dia tidak pulang melainkan dia datang ke hotel.
Sedangkan Rafa dia kembali di masukkan jeruji besi, Rafa benar-benar sudah kehilangan urat malu dan akal sehat nya. Bagaimana bisa memaksa Sisil di kantor polisi.
Sisil yang ada di dalam kamar hotel tengah mandi untuk menghilangkan noda Rafa yang melekat di tubuh nya, dia juga sudah membeli baju ganti sebelum datang ke hotel.
Sisil menghubungi salah satu teman pria yang selalu mengajak nya bermain, pria yang mengajarkan Sisil berbagai cara untuk bergelut tapi sayang dia tidak bisa datang.
Sisil ingin merasakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, Sisil membuka pintu kamar hotel nya menoleh ke kanan dan kiri dia tidak menemukan siapa-siapa. Saat dia ingin masuk ke dalam kamar dia melihat pelayan hotel yang tengah berjalan di lorong hotel yang mengarah ke arah nya. Sisil memanggil pelayan hotel yang baru saja menaruh peralatan yang dia gunakan untuk membersihkan kamar hotel yang baru saja di tinggalkan.
"Mas.."
__ADS_1
Pelayan hotel yang masih terlihat muda itu mendekat kearah Sisil yang menggunakan kimono mandi. "Ada yang bisa saya bantu Nona??" Rama pelayan hotel yang selalu di tunjukan pada tamu.
"Iyah, kamu tolong bantu saya di dalam Mas"
"Apa yah Nona yang bisa saya bantu"
"Lampu di kamar mandi tiba-tiba Mati"
"Kalau begitu saya panggil temen saya dulu yah Nona"
"Tidak usah kamu saja"
"Sudah lah ayo cepat"
Dengan terpaksa dia masuk ke dalam kamar hotel, setelah pelayan hotel masuk Sisil masuk dan mengunci pintu kamar hotel, sedangkan pelayan tadi langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Sisil menunggu di ranjang kamar hotel menunggu pelayan hotel keluar dari dalam kamar mandi, tidak lama pelayan datang dan mengatakan kalau di kamar mandi lampu nya menyalah.
"Nona mungkin lampu kamar mandi Nona ada aliran listrik yang bermasalah, saya lihat menyalah Nona!! Kalau begitu saya permisi dulu Nona"
Pelayan berjalan kearah pintu, pelayan memutar gagang pintu tapi tidak bisa terbuka, Pelayan berbalik dan melihat Sisil yang sudah ada di belakang nya. Dengan membuka tali yang ada di kimono mandi nya.
Kimono yang di pakai Sisil terbuka dan memperlihatkan lekukan tubuh Sisil dan tubuh indah Sisil dengan goa dan gunung yang terbungkus. Pelayan menatap tubuh indah Sisil dengan gelagapan dan bingung.
"Nona a-apa yang anda la-lakukan??"
Sisil tidak menjawab malah mengambil tangan pelayan yang gemetar, Sisil taru tangan pelayan yang ada di depan nya di salah satu gunung nya.
Pelayan pria itu terkejut apa lagi Sisil ikut menggerakkan tangan nya untuk meremas gunung nya. "Nona apa yang ada lakukan"
"Sudah lah Nikmati saja karena hari ini aku tengah baik sama kamu tidak akan menuntut uang atau apa pun yang harus kamu lakukan hanya membuat saya puas!! Kalau kamu menolak aku akan berteriak dan mengatakan kalau kamu mencoba memperkosa ku"
__ADS_1
Jadilah siang itu pelayan hotel menikmati tubuh Sisil dengan sangat puas, berulang kali Pelayan menyemburkan caos nya ke dalam rahim Sisil. Sisil merasakan kepuasan yang tiada dua karena pelayan yang dia jebak sangat perkasa.