DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
RAFA


__ADS_3

Aisya yang telah menghubungi putri nya masih belum merasa lega karena, perasaan nya sebagai seorang ibu yang peka terhadap nya masih belum percaya kalau putri nya baik baik saja.


Aisya menatap Zeufa yang sedang fokus dengan laptop yang ada di depan nya, dia mendekat ke arah Zeufa lalu duduk di pangkuan Zeufa yang tenga fokus dengan laptop nya.


"Pi, aku ingin ke rumah Ara"


"Nanti setelah pulang kerja kita ke sana sayang"


"Terima kasih Pi"


"Sama-sama sayang"


Zeufa melanjutkan pekerjaan nya dengan Aisya yang masih duduk di pangkuan nya, Aisya sendiri tenga mengagumi ketampanan suami nya yang semakin hari semakin bertambah.


Aisya mengusap rahang kokoh Suami nya setelah itu Aisya mencium nya, Sedangkan Zeufa yang diperlakukan manis oleh Aisya hanya bisa menikmati nya dan segera menyelesaikan pekerjaan kantor nya.


Waktu begitu sangat cepat berlalu dimana sekarang jam sudah menunjukan pukul 4 sore dimana sebentar lagi waktu nya pulang kerja, Zeufa sendiri kini sudah sudah selesai dengan pekerjaan nya.


Setelah semua selesai Zeufa mengajak Aisya untuk pulang, karena Aisya ingin mampir ke rumah Ara sebelum pulang. Aisya selalu mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk perlakuan romantis yang selalu di berikan Zeufa suami nya.


Kini pasangan yang tak muda itu sedang menjadi pusat perhatian para karyawan yang sudah keluar dari ruangan nya untuk pulang, karena ini memang sudah waktu nya pulang kerja.


Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian para karyawan nya, Zeufa kini sedang menggendong Aisya ala bridal style dengan Aisya yang mengalungkan ke dua tangan nya di leher Zeufa.


Mereka berdua berjalan ke arah parkiran mobil mereka berdua dengan Zeufa yang masih menggendong Aisya, Aisya membuka pintu mobil nya setelah itu Zeufa memasukan Aisya ke dalam mobil, setelah memastikan Aisya duduk dan memakai seat belt dengan benar Zeufa menutup pintu mobil nya lalu berlari ke samping mobil.


Zeufa melajukan mobil nya meninggalkan parkiran kantor, Zeufa membelah jalan yang lumayan sepi oleh pengendara roda dua maupun roda empat.


Tidak beberapa lama Aisya dan Zeufa sampai di rumah Ara dan Rafa, Zeufa memasukan mobil nya kedalam gerbang rumah anak dan menantu nya, mereka berdua turun dari dalam mobil mendekat ke arah pintu rumah.


Aisya menekan bel tiga kali, tidak lama setelah mendengar bel ada yang membuka pintu rumah, Endang melihat ibu dari Nona nya ada didepan pintu.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam Nyonya"


"Mari masuk Nya"


Zeufa dan Aisya masuk ke dalam rumah, tapi rumah terlihat sepi. "Endang"

__ADS_1


Endang yang ada di belakang menyahut dan berhenti ditempat karena, Aisya menghentikan langka nya dan berbalik menatap Endang.


"Dimana Ara???"


"Nona muda ada di rumah sakit Nya"


"Di Rumah sakit???"


"Iyah nya"


"Ngapain dia di sana???"


Endang menjelaskan semua yang terjadi kepada Aisya dan Zeufa, tentu saja Mereka berdua terkejut dengan apa yang mereka dengar, putri mereka satu satu nya harus mendapat perlakuan kasar dari orang yang selama ini menjadi parasit keluarga Anak nya.


"Lihat Pi, kalau bukan karena Papi menjodohkan Ara, Ara tidak akan mendapat perlakuan buruk Pi"


"Papi tidak menyangka kalau Rafa akan menjadi seperti ini Mi"


"Cukup, Aku akan membawa putri ku kembali dengan ku Pi"


Aisya melangkah kan kaki nya keluar dari dalam Rumah Anak nya dan menantu nya setelah pamit kepada Endang kepala pelayan yang ada di rumah Ara dan Rafa, mereka berdua menuju rumah sakit di mana Ara di rawat.


Ceklek.


Mereka berdua melihat Ara yang tertidur dengan Rafa ada duduk di samping ranjang dengan menunduk, Mungkin Rafa juga sedang tertidur karena kelelahan menangisi kenyataan Pait yang dia terima hari ini.


Aisya dan Zeufa mendekat ke arah Ara yang tenga tertidur, Dia melihat keadaan putrinya yang sangat pucat terlihat saat Aisya membuka cadar putri nya.


Mereka memilih duduk di sofa yang ada di sana menunggu Ara bangun, Mereka tidak mau mengganggu anak dan menantu nya yang tenga tertidur pulas, Sedangkan mereka memilih menyibukkan diri untuk membuka ponsel mereka masing masing.


Tidak lama mereka menunggu terdengar suara lengkungan Ara, Aisya dan Zeufa mendekat ke arah Ara yang sudah membuka mata nya, dia terkejut saat melihat ke dua orang tua nya ada di sini, Ara yang belum yakin pun menggosok matanya memastikan kalau memang benar yang ada di depan mata nya itu ke dua orang tua nya.


"Sayang"


"Mami, Papi"


"Bagaimana keadaan kamu nak???"


"Aku sangat baik Mi"

__ADS_1


"Jangan berbohong dengan Mami"


"Mami sudah lihat kalau kamu sangat pucat Nak"


Rafa yang tenga tertidur samar samar mendengar suara orang berbicara tapi Rafa engan untuk bangun, tapi dia semakin tidak menghiraukan semakin jelas kalau ada yang tenga berbicara, Rafa membuka mata nya setelah itu dia mendongak menatap siapa yang tenga berbicara dan mengganggu nya tidur.


Rafa melihat ada dua orang yang Rafa kenal, Mertua nya ada di sini dan entah siapa yang memberi tahu kalau Ara ada di rumah sakit. Rafa hanya diam tidak berminat untuk menyapa ke dus mertua nya yang ada di hadapan nya, dia malah beranjak dari duduk nya, dan ingin pergi dari ruangan Ara, saat Rafa ingin membuka pintu dia mendengar ada yang memanggil nya, Rafa berbalik menatap ketiga orang yang tenga menatap nya.


"Kamu sebagai suami seharusnya paham mana yang salah dan mana yang benar, anak kami ada di sini karena ula kekasih kamu!! Kalau kamu tidak mau melanjutkan hubungan ini lebih baik kamu pulangkan Ara kepada kami secara baik baik!!! Bukan nya malah membuat anak kami menderita, sekarang kekasih kamu membuat anak kami di rumah sakit sewaktu saat dia akan mengirim anak kami ke lubang linga lahat"


Deg...


Rafa tidak menyahut perkataan Ke Aisya yang tenga menahan marah, dia memilih pergi dari sana tanpa ada nya satu kata pun yang keluar dari bibir Rafa, dia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Mertua nya.


Rafa berjalan ke arah parkiran rumah sakit dengan linglung, dia masuk kedalam mobil nya entah kemana tujuan nya di malam hari, dia teringat bagaimana keganasan Sasa di Apartemen nya bersama dua laki laki, dia juga mengingat bagaimana Aisya menahan maran kepada nya.


Sampai akhir nya dia memberhentikan mobil nya di jalan yang sepi entah di mana Rafa, dia keluar dari dalam mobil nya, lalu naik ke atas mobil bagian depan. Rafa menyandarkan punggung nya di kaca depan mobil menatap langit langit yang indah penuh dengan bintang, ada juga satu bulan yang bersinar terang.


Rafa yang tenga melamun mendengar suara seseorang dari, dia menegakkan tubuh nya setelah itu melihat siapa yang mengajaknya bicara, Rafa melihat perempuan paru baya yang dia lihat tadi saat ada di Apartemen Sasa.


"Anda siapa???"


"Saya orang yang tenga lewat di sini dan melihat anda"


"Ini bukan jalan ke Apartemen"


"Memang bukan rumah saya ada di ujung jalan sana, dan yang ada di Apartemen rumah Anak dan menantu saya"


"Kenapa kamu tidak percaya nanti kalau kamu sudah bosan di sini pergilah lewat ujung jalan sana Ada rumah bertingkat dua itu rumah saya"


"Kenapa anda malam-Malam ada di sini???"


"Saya baru saja berbelanja untuk diri saya"


"Emm"


"Saya ingatkan nak jalan itu tidak buntu, jangan sia sia kan apa yang kamu miliki demi mengejar apa yang tidak pasti!!! Karena apa yang kamu lihat dan dengar itu lah kenyataan nya, memang tidak semua apa yang kita lihat dan dengar itu benar, tapi semua itu kembali ke diri kamu sendiri!!! Minta petunjuk kepada Allah, jangan kamu lupakan dia" berlian ada di depan mata jangan kejar sebongkah batu"


Setelah itu perempuan paru baya itu pergi dari hadapan Rafa, sedangkan Rafa memikirkan apa yang dikatakan perempuan paru baya yang dia temui secara tidak sengaja dua kali dalam sehari.

__ADS_1


__ADS_2