
Terima kasih buat kalian yang setia dengan cerita nya mamak, walau mamak jarang up kalian masih setia dengan mamak..!! Ada yang sampai ganti akun demi bisa membaca cerita Mamak.
Jangan lupa like, komen dan subscribe yah cinta nya mamak, terima kasih yang sudah mendukung cerita Mamak..!!
Lanjut...!!"
Naila menatap Umi dan Kakak nya yang ada di depan nya dengan bingung, pasal nya dua perempuan cantik yang ada di depan Naila hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara nya.
"Umi, kak..!! Kenapa kalian menatap ku seperti itu..??" Naila akhirnya bertanya dengan kedua perempuan yang ada di depan nya.
"Kami baru saja bisa berkumpul dengan kamu dek, tapi kamu sudah mau pindah lagi ke rumah suami kamu" ucap Aisya yang merasa akan kehilangan Naila kembali.
"kakak dan Umi jangan lebay yah, aku dan Mas Alvin kan tidak tinggal jauh dari rumah ini hanya keluar belok kanan masuk gerbang sampai" Naila menyahut dengan sangat enteng.
Rumah Aisya dan Naila yang bersebelahan membuat Naila malas dengan Umi dan Kakak nya yang terlalu lebay untuk nya. kalau pun ada kamar lagi Naila dan Alvin akan tinggal bersama di sini tapi sayang kamar sudah penuh di rumah Aisya, jadi terpaksa Ara membeli rumah yang kebetulan di jual pemilik nya.
"Hey.. Kamu tidak mengerti saat kami kehilangan kamu dulu sialan..!! Kami sangat terpukul dan kini bisa berkumpul dengan kamu itu berkah dari Allah, tau kamu" kesal Aisya yang menganggap dirinya dengan Ara lebay.
"Kakak.. Aku sekarang kan sudah ada di sini puas-puasin deh kalian sama aku" Naila memeluk dua perempuan cantik yang ada di depan nya.
Saat tengah berpelukan mereka mendengar suara yang mereka kenali yang selalu membuat Aisya naik darah. "Kenapa kalian pelukan..?? Apa kalian mau menggantikan Teletubbies..??"
Tiga perempuan cantik dan berhijab yang ada di depan jasmin mendengus malas mendengar ucapan Jasmin. "Kami hanya pelukan untuk melepas rindu yang lama tidak bertemu..!!"
"Kalian harus melupakan kejadian beberapa tahun yang lalu, mulai lembaran baru dengan hidup yang baru..!! Kamu harus tau Ara kehidupan anak kamu akan segera di mulai saat dia sudah sah menjadi istri Alvin.."
"Iyah aku tau tapi aku masih rindu dengan nya..!!"
"Kamu jangan lebay yah orang anak kamu tinggal di sebelah, kalau kamu mau melepas rindu saran aku kalau Naila pindah kamu juga ikut pinda, ke rumah Naila"
"Di sana hanya ada Naila dan Alvin enggak ada cucu sepi"
"Ara aku geplak juga kamu..!!" Jasmin benar-benar kesal dengan Ara yang suka labil akhir-akhir ini.
Sedangkan Ara malah menatap Jasmin dengan mata yang di berkedip-kedip bagikan boneka bayi yang bisa menangis. "Kenapa kamu cacingan..??"
"Jasmin kesel aku lama-lama punya besan enggak peka..!!!"
Akhir nya mereka melupakan pembahasan rindu yang melanda, apa lagi Ara yang takut akan kehilangan Naila yang baru dia temukan dan tinggal bersama dan sebentar lagi akan berpisah dengan Naila.
__ADS_1
Jasmin sangat mengerti bagaimana perasaan Aisya dan Ara yang baru bersama dengan Naila, tapi dia juga tidak mau kalau Ara dan Aisya malah semakin merasa kehilangan saat Naila menikah.
walau jarak ke rumah Naila hanya lima langkah, rumah besar milik Aisya bersebelahan dengan rumah Naila yang di belikan oleh Ara.
Setelah pembicaraan yang menguras hati dan perasaan kini keempat perempuan itu ada di depan rumah untuk menikmati waktu mereka bersama hari libur.
Mereka tengah menunggu abang-abang penjual makanan yang biasanya lewat depan rumah mereka, bukan hanya satu biasanya banyak penjual makanan yang lewat di depan rumah.
Jasmin selalu bisa membuat keluarga nya melupakan perasaan sedih yang melanda mereka, walau terkadang dia juga selalu membuat anak dan menantu nya pusing 7 keliling.
"Umi, Umi tau kalau Mas Andika selalu bilang aku cantik" ucap Aisya yang memecahkan keheningan yang melanda mereka karena sibuk dengan ponsel mereka masing, sedangkan Naila sibuk dengan kuku panjang nya.
Tiga perempuan yang ada di samping Aisya menatap Aisya dengan malas, jelas saja mereka tau kalau selama ini Andika selalu memuji Aisya.
"Lalu kenapa kalau Andika memuji kamu..??" Ara bingung dengan putrinya sendiri.
"Umi tau terkadang pujian Mas Andika membuat ku bosan dan ingin mendapat pujian lain..!!"
"Seperti apa contoh nya..??" Naila bertanya dengan menatap kakak nya malas.
"Kamu bagaikan bidadari di dalam hati ku..!!"
"Kalau ada bidadari yang jelek kayak kamu bisa mampus satu dunia..!!"
"Kejam banget sih Mi sama aku..!!" Aisya pura-pura merajuk kepada Jasmin yang mengejek nya.
Tidak ada yang sakit hati jika mereka tenga bercanda walau candaan mereka menurut orang lain keterlaluan tapi tidak dengan keluarga Aisya yang selalu bercanda dan tawa.
Saat mereka tengah tertawa bersama mereka mendengar bunyi tolet tolet tolet mendekati gerbang rumah Aisya. Mereka beranjak dari duduk nya untuk melihat penjual apa yang lewat depan rumah mereka.
"Ada bakso Mi..!!"
"Yah udah beli"
Belum juga mereka pesan ada lagi yang datang penjual makanan, mereka juga menghentikan penjual yang baru lewat.
Sampai mereka menghentikan 6 penjual makanan di depan rumah Aisya, merek mulai membeli bakso, somay, telur gulung, sate ayam, mie ayam, kerupuk sambal.
Mereka membeli semua makanan yang mereka hentikan di depan rumah, tanpa memikirkan mereka akan habis atau tidak. Rico yang ingin keluar melihat banyak penjual makanan yang berhenti di depan rumah dengan bingung.
__ADS_1
"Siapa yang mengadakan hajatan dadakan yah..??" Lirih Rico dengan mendekat kearah gerbang.
"Pak, siapa yang memborong kalian..??" Rico bertanya ke salah satu penjual makanan yang ada di depan rumah.
"Nona-Nona yang ada di sebelah sana Tuan..!!"
Rico melihat arah yang di tunjuk oleh salah satu penjual makanan, dimana Rico melihat empat perempuan berjilbab dan tiga bercadar. "Aku harus nya tau kalau ini semua ula penguasa rumah" Lirih Rico berjalan mendekati empat perempuan yang tengah asik di somay.
"Para bidadari syurga..!! Apa kalian ingin membeli semua makanan ini..??"
Empat perempuan yang mendengar suara seseorang yang mereka kenal mereka mendongak menatap Rico yang sudah memakai setelan kerja nya.
"Mau kemana Pii..??"
"Mau ketemu kline di cafe Cendana..!!"
"Emmmm..!!"
"Kamu tidak ikut..??"
"Tidak..!!"
"Kenapa..??"
"Mau makan semua makanan ini dengan yang lain"
"Kalian memborong nya..??"
"Tidak kami beli untuk diri kami sendiri"
"Dasar pelit.."
"Apa Papi Mau..??"
"Borong semua nanti masukan tagihan nya ke rekening Jasmin.."
"Lho enggak mau"
"Jangan pelit-pelit dengan uang atau dengan makanan kalau tidak mau kuburan kamu sempit"
__ADS_1
Jasmin mendengus mendengar apa yang di katakan oleh suami nya, Jasmin memilih diam tapi dia menggerutu. Dengan berat hati dia membayar semua makanan yang mereka hentikan dan membagikan ke semua penghuni rumah termasuk pelayan dan penjaga.