
Waktu yang begitu sangat cepat berlalu kini Ara sudah ada di rumah baru yang dia tempati belum ada satu minggu bersama dengan suami nya Rafa, suami yang tidak mencintai nya dan tidak menganggap nya ada selama dua hari setelah menikah.
Ara selalu menganggap Rafa suami dan selalu mendoakan suami nya agar bisa mencintai nya dan menganggap ada, bukan hanya itu dia juga berusaha menjadi istri yang baik seperti saat ini dia sedang berada di dapur rumah nya setelah pulang dari kantor Papi nya.
Ara sedang membuat ikan bakar seperti apa yang diminta Rafa tadi pagi, Ara membuat nya dengan ketulusan berharap suaminya menyukai masakan nya walau dia tidak tau kalau Ara sendiri yang memasak.
Setelah berkutat di dapur lumayan lama karena harus membakar ikan memastikan ikan nya benar benar matang, kini Ara sudah menyajikan ikan bakar permintaan Rafa dimeja makan yang tidak jauh dari dapur.
Setelah menyajikan makanan Ara naik ke lantai dua dimana kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Rafa. Ara masuk kedalam kamar setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, untuk menyambut kepulangan Rafa.
Dihargai atau tidak tapi Ara tetap akan menyambut kedatangan Rafa di ruang tamu nanti nya. Setelah setengah jam berlalu Ara sudah selesai mandi dan sudah sangat wangi bersiap untuk menyambut kedatangan Rafa diruang keluarga.
Ara keluar dari kamar nya melangka ke arah tangga, Ara menuruni anak tangga satu persatu dengan perasaan yang sangat sulit untuk diartikan.
Ara duduk di sofa yang ada diruang tamu rumah nya, dia bersandar dan memainkan ponsel yang ada di tangan nya untuk melihat sosia media nya.
Ruang tamu yang di desain sangat cantik menurut Ara, tidak lama Ara menunggu ke datangan Rafa tapi kedatangan nya membuat Ara merasakan sedak di dalam dada nya. Bagaimana tidak merasa sesak penantian nya untuk menunggu suami nya malah terbalas dengan kobaran api di dada.
Rafa datang dengan seorang perempuan sexsoiii yang Ara tau siapa perempuan itu, Dia Sasa kekasih Rafa. Rafa pulang membawa Sasa yang sedang menggandeng manja lengan kekar suami Ara.
Ara hanya diam dan berpura pura tidak tau kalau Rafa dan Sasa datang dan kini sudah masuk ke dalam rumah. Sasa yang melihat Ara duduk di sofa ruang tamu itu pun semakin manja dengan Rafa yang ada disamping nya.
"Sayang"
"Iyah"
"Kamu menikah dengan perempuan tidak terlihat ini"
"Hemm, kenapa???"
__ADS_1
"Apa yang membuat Mama dan Papa kamu memilih dia menjadi istri kamu sayang???"
"Entah lah aku juga tidak tau, jangan hiraukan dia ayo kita ke kamar ku saja sayang"
"Hemm baik lah SA-YA-NG"
Sasa menekankan kata sayang diakhir kalimat nya seakan dia memperjelas kepemilikan Rafa yang hanya dia saja yang miliki, Dan Rafa tidak akan perna menjadi milik Ara.
Rafa dan Sasa meninggalkan Ara yang ada di ruang tamu, sebagai istri yang di jodohkan tentu saja Ara merasa sakit melihat suami nya memasukan perempuan lain ke rumah nya apalagi didepan mata nya.
Setelah kepergian Sasa dan Rafa untuk masuk ke dalam kamar Rafa, Ara beranjak dari duduk nya untuk pergi ke kamar nya untuk menunaikan sholat maghrib, karena Adzan sudah terdengar.
Ara masuk ke dalam kamar nya setelah itu menaruh ponsel nya di atas meja sebelum dia masuk ke kamar mandi. Setelah beberapa menit Ara keluar dari kamar mandi.
Ara berjalan ke arah ruang ganti yang ada dikamar nya, Ara masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil mukena untuk dia gunakan sholat, Ara keluar dari ruang ganti setelah mengambil mukena.
Ara sholat di ruang kecil yang ada di dalam kamar nya yang memang khusus untuk sholat. Ara memulai sholat nya dengan sangat khusuk.
"Assalamu'alaikum warahmatullah"
" ***Ya allah jika Mas Rafa jodohku jadikan dia imam yang bertanggung jawab, jadikan dia imam yang bisa menjadi panutan ku menuju surga mu. Tuntun lah mas Rafa kembali ke jalan mu, jalan yang engkau ridho, jalan yang engkau beri cahaya terang.
Ya allah jika Mas Rafa jodohku bukankan hati nya untuk ku, untuk istrinya dan jauhkan dia dari yang bukan muhrim nya, jadikan keluarga ku keluarga yang sakina mawadah warahmah***"
Setelah berdoa Ara melanjutkan dengan membaca ayat ayat suci Al- Quran. Sampai terdengar Adzan kembali Ara baru menyudahinya, Ara melanjutkan sholat.
Jika Ara menjalankan ibadah sholat berbeda dengan Rafa dan Sasa yang tengah menuruni anak tangga untuk pergi ke meja makan untuk makan malam.
Rafa menarik kursi untuk Sasa sebelum Rafa menarik kursi yang akan dia duduki. Sasa duduk di samping Rafa.
"Sayang, ikan bakar!!!"
__ADS_1
"Iyah sayang ini makanan kesukaan kamu"
"Kamu sudah yakin kalau aku mau maafin kamu jadi kamu siapin ini semua untuk aku???"
"Iyah Sayang"
"Terima kasih sayang I Love You"
"Love you too sayang"
Mereka berdua makan dengan sangat lahap tidak memikirkan Ara yang belum turun untuk makan, Sasa menghabiskan dua ikan bakar sekaligus karena memang Sasa sangat suka dengan menu makan malam hari ini.
Ara turun dari lantai dua untuk keruang makan, saat Ara masuk keruang makan meja makan yang di sana sudah ada Rafa dan Sasa yang makan, Ara melihat makanan yang ada dimeja telah habis.
Ara tidak menghiraukan nya, sasa masuk ke dapur membuka almari makan untuk mengambil ikan bakar yang khusus untuk diri nya karena dia memakai banyak cabai di bumbu ikan bakar yang akan dia makan.
Sengaja tidak Ara sajikan di atas meja makan agar Rafa tidak memakan nya, karena Rafa tidak penyuka pedas. Setelah mengambil makanan Ara duduk disebelah Rafa di seberang Sasa.
Sasa yang rakus meminta ikan bakar yang di bawa Ara, Sasa merengek untuk diambilkan ikan bakar milik Ara kepada Rafa. Rafa menuruti nya mengambil ikan bakar yang ada di depan Ara.
Ara sendiri tidak marah dia bangun dari duduk nya mengambil satu lagi ikan bakar yang pedas, tapi tidak sepedas yang di minta Sasa. Sasa yang mendapatkan ikan bakar dari merampas milik Ara, Sasa langsung memakan Ikan bakar milik Ara.
"Hah hah hah"
"Sayang kamu kenapa???"
"Mulut ku terasa terbakar sayang"
"Kenapa???"
"Ikan bakar nya sangat pedas sayang"
Ara sendiri ingin tertawa terbahak saat melihat bibir merah darah milik Sasa yang itu semakin merah karena memakan ikan bakar nya, apalagi wajah nya juga sangat merah.
__ADS_1
"Yah itu akibat orang yang serakah" Setelah mengatakan itu Ara melanjutkan makan ikan bakar dan nasi yang ada di depan nya.
Tanpa menghiraukan tatapan permusuhan Sasa untuk Ara, Ara sendiri tidak peduli dengan Sasa dan Rafa yang mengajak Sasa pergi dari ruang makan.