DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
DUA MINGGU KEMUDIAN


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Sisil dan Rafa pulang ke rumah di mana dia merajut awal rumah tangga nya dengan Ara setelah berpisah dengan Sasa. Rafa berjanji akan hidup dan mati bersama dengan Ara, namun kenyataan nya Rafa ingin mengingkari janji nya dengan Ara.


Sisil masuk ke dalam rumah dengan sangat bahagia dia lupa kalau dia sudah mempunyai anak yang dia titipkan di istri pertama Suami nya. "Mas, aku sangat bahagia setelah dua minggu aku menghabiskan waktu bersama dengan kamu" Sisil memeluk Rafa yang kini sudah ada di kamar Sisil.


"Iyah, kita kan sudah kembali ke sini!! Sebaiknya kamu ambil anak kita yang sudah dua minggu kamu tinggalkan bersama dengan Ara.


"Iyah Mas"


Sisil keluar dari kamar nya dia berjalan ke kamar Ara yang ada di samping kamar nya, Sisil mengetuk pintu kamar Ara. Berulang kali Sisil mengetuk kamar Ara tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar.


"Apa kak Ara tidak ada di kamar nya yah???" Sisil membuka pintu kamar Ara, dia masuk ke dalam kamar tidak menemukan siapa pun di kamar Ara.


Saat ingin keluar kamar Sisi melihat kertas yang ada di meja rias Ara, Sisil mengambil surat itu dan membaca nya.


"Assalamualaikum...


Maaf yah aku tidak memberi tahu kamu kalau aku pindah ke rumah Aisya, kamu juga dengan Mas Rafa juga tidak memberi tahu ku kalau kalian tengah liburan kepada ku.


Jadi aku putuskan untuk pindah ke rumah Aisya dengan memberi tahu kamu atau Mas Rafa yang menemukan surat ini.. Kalau kamu mau mengambil putri kamu ada di rumah Aisya.


" Waalaikumsalam..


Sisil keluar dari dalam kamar Ara dia kembali ke kamar nya untuk memberi tahu Rafa kalau Ara membawa putri mereka ke rumah Aisya.


"Mas, sebaik nya kita jemput putri kita sekarang!! Dia ada di rumah Aisya bersama kak Ara" Sisil memberi tahu Rafa di mana Ara dan Putri mereka.


"Kenapa mereka ada di sana??"


"Mungkin kak Ara kesepian Mas, karena kita pergi dua minggu tanpa memberi tahu nya"


"Yah sudah ayo"

__ADS_1


Rafa dan Sisil keluar kamar dengan Sisil yang menggandeng tangan Rafa dengan manja, mereka menuruni anak tangga dari lantai dua rumah Ara dan Rafa.


Mereka dengan sangat santai tidak memikirkan perasaan Ara yang sudah dua minggu merawat Alisia yang di tinggal Bunda nya pergi ke honeymoon.


Ara akan merawat Alisia setelah dia pulang dari kantor, Andika memenuhi janji nya untuk mencarikan Alisia baby sister untuk merawat nya, sedangkan Ara akan kembali bekerja di kantor Papi nya sudah satu minggu ini.


Sedangkan twins tengah bersama dengan Oma nya yang memilih bekerja di rumah untuk bisa bersama dengan dua cucu nya. Apa lagi dia sudah lama ingin menimang cucu.


Aisya juga sudah mengambil alih perusahan yang di pimpin Rafa selama ini, dengan keputusan Oma dan Opa nya Aisya kini sudah menjalankan perusahaan yang di tinggalkan Rafa selama dua minggu.


Dalam dua minggu Aisya berhasil membuat perusahaan maju pesat, tanpa adanya kendala apa pun. Begitupun dengan Ara yang kembali semangat di ruang kerja nya untuk memajukan perusahaan yang tidak terlalu di urus oleh Rafa selama ini.


Ibu dan Anak ini sudah menjadi perempuan yang berkarir dengan kemauan mereka, dengan Ara mendapat dukungan orang terdekat nya dan Aisya mendapat dukungan dari orang tua dan juga suami nya Aisya berusaha menjadi yang terbaik.


Rafa dan Sisil sudah sampai di rumah Aisya, Rafa mengetuk pintu rumah yang terlihat sangat sepi. Baru saja Rafa mengetuk pintu rumah sudah ada yang membuka pintu rumah.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


"Iyah, tumben kamu ada di sini?? Apa bersama dengan Rico??"


"Tidak, silahkan masuk dulu Mas"


"Yah terima kasih"


Sisil dan Rafa masuk ke dalam rumah Aisya, Mama Andika menyuruh Rafa dengan Istri muda nya duduk di ruang keluarga sedangkan dia akan masuk ke dalam Rumah.


Tidak lama Mama Andika keluar dengan seorang Baby Sister yang menggendong Alisia, Rafa dan Sisil heran kenapa putri mereka dengan Baby Sister. "Maaf kenapa Alisia buka bersama dengan Umi nya kak??" Sisil bertanya dengan bingung.


"Oh, Ara di sudah satu minggu bekerja di kantor Papi nya!! Andika menyuruh nya untuk kembali menjadi perempuan yang berkarir, begitupun dengan Aisya dan aku yang menggantikan merawat twins dan anak kalian bersama mbak Yanti Baby Sister Andika waktu kecil" Mama Andika yang sudah sangat geram dengan Rafa mengatakan yang sebenarnya.


"Bekerja?? Bagaimana dengan Alisia kalau kak Ara bekerja siapa yang akan merawat nya jika saya tidak ada di rumah?" Sisil yang tidak tau diri malah bertanya yang mungkin terdengar sangat egois.

__ADS_1


"Em itu kalau kamu mau kamu bisa membawa mbak Yanti untuk menjadi Baby sister Alisia"


"Saya tidak mau kalau harus dirawat Baby sister!!"


"Lalu siapa yang akan menjaga Alisia saat kalian tengah jalan-jalan berdua tanpa ingin di ganggu anak?? Atau saat kamu kuliah??" Mama Andika seolah menyindir pasangan suami istri berbeda umur itu.


"Seharusnya kak Ara bilang kalau tidak mau merawat Alisia kenap malah diam dan mencarikan Alisia pengasuh" kesal Sisil.


"Apa kamu mengatakan itu dengan hati kamu Nak?? Apa kamu mengatakan kalau kamu dengan Rafa akan jalan-jalan keluar Negeri?? kamu mengatakan kalau kamu dengan Rafa akan pergi ke Mall"


Sisil dan Rafa seakan meti kutu mendengar ucapan besan Rafa yang memang benar ada nya kalau mereka tidak mengatakan kalau dia dan Sisil jalan-jalan dua minggu ke luar Negeri.


"Sudah lah ini urusan rumah tangga saya, kamu tidak perlu ikut campur!! Saya ke sini untuk mengambil putri ku saja" Kesal Rafa yang tidak bisa menjawab semua ucapan Mama Andika.


"Mbak berikan Alisia yang malang kepada orang tua nya!! Kamu kembali ke atas menemani twins"


"Baik bu"


Setelah memberikan Alisia, Yanti masuk ke dalam rumah Aisya untuk melihat twins yang tengah tertidur. Sedangkan Rafa dan Sisil sudah mengambil putri mereka pamit pulang.


"Saya pamit dulu dan katakan kepada Ara kalau saya tidak lagi menganggap dia sebagai istri saya karena meninggalkan rumah tanpa seijin saya"


"Iyah Mas, nanti akan saya sampaikan kepada Ara"


"Dan Yah kalau masih ingin mempertahankan rumah tangga kami dia harus pulang dan meminta maaf kepada saya.. Saya permisi" Rafa pamit tanpa mengucapkan salam.


"Ayo Bun kita pulang"


"Iyah Mas"


"Assalamualaikum.." Mama Andika mengucapakan salam saat Rafa dan Sisil sudah ada di ambang pintu rumah Aisya.


Rafa dan Sisil pulang ke rumah Ara dan Rafa yang sudah di tinggali saat mereka masih belum memiliki cucu dan anak.

__ADS_1


Sedangkan Ara sudah tidak peduli dengan Rafa yang tidak menganggap nya karena selama ini Rafa yang dia kenal sudah berubah. Tidak lagi adil kepada nya dan Sisil, Rafa lebih memilih memanjakan Sisil dari pada dirinya. Atau bersikap adil kepada nya dan Sisil.


__ADS_2