
Ara bangun dari tidur nya, melihat Rafa tenga tidur dengan tertunduk di samping ranjang nya, Ara membangunkan Rafa dengan mengusap lembut kepala Rafa, Rafa yang merasa ada yang mengusap kepala nya pun terbangun dari tidur nya. Dia mendongakkan kepala nya menatap Ara yang sudah membuka mata nya.
"Maaf Mas aku dengan lancang menyentuh kamu!! Aku hanya ingin membangunkan kamu"
"Tidak apa apa!! Ini sudah jam berapa???"
"Tidak tau Mas aku juga baru bangun"
Rafa mengambil ponsel nya yang ada di meja samping ranjang Ara dan melihat jam yang ada di sana, tapi saat melihat ponsel nya banyak panggilan tidak terjawab dari Mama nya, Dan pesan dari sang Mama yang sangat banyak.
"Kenapa Mama telpon apa Mama sudah tau kalau Ara ada di rumah sakit???" Batin Rafa yang tenga menatap layar ponsel nya.
"Mas, kenapa kamu melamun???"
"Ah tidak apa apa, Mama menelpon ku banyak sekali dari semalam!! Apa Mama sudah tau kamu ada di sini"
"Telpon saja balik Mas siapa tau penting dan andai beliau tidak tau jangan kasih tau aku di sini Mas, aku tidak mau kamu kena marah Mama karema aku"
Rafa bergetar saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ara yang tidak ingin dirinya kena Marah oleh Mama nya. Rafa merasa tersentuh saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ara
"Tapi kamu ada di sini bagaimana aku tidak memberi tahu kepada Mama dan Papa ku dan juga orang tua kamu"
"Tidak Mas aku sudah baik baik saja!! Tolong jangan kasih tau, aku tidak mau melihat Mama marah"
"Kamu tidak perlu mencemaskan ku"
"Aku tidak mau berdebat dengan kamu mas di pagi hari, aku juga tidak mau orang tua ku khawatir dengan keadaan ku yang sudah membaik"
Rafa tidak menyahut perkataan Ara dan dia memilih untuk meninggalkan Ara di ruangan nya, Rafa keluar untuk menghubungi Yesi Mama nya yang sedari semalam terus menghubungi nya tanpa henti.
"Hall-"
"Kenapa Mobil yang Mama sudah berikan kepada Ara kamu kasih kembali kepada wanita J****g itu Rafa" Teriak Yesi Murka karena dia melihat Mobil yang Rafa beli untuk Sasa dan dia kasih ke Menantu nya kini masuk ke dalam Klub Malam. Dan itu tidak mungkin menantu nya.
"Mobil!!! Mama kan mobil yang model begitu banyak Ma"
"Rafa Hendarso"
"Lihat apa yang akan Mama lakukan jika mobil itu tidak ada di rumah kamu sekarang!!! Mama benar benar tidak akan menganggap kamu anak lagi Rafa. Mama sudah lelah membuat kamu sadar bawa Sasa buka perempuan baik baik!!! Mama sudah bosan dengan tingkah kamu yang tidak bisa di atur dan mau nya enak sendiri" Setelah itu Yesi menutup sambungan telpon nya dengan Rafa putra nya, Yesi benar benar merasa gagal dengan apa yang Rafa lalukan kepada Istrinya.
Setelah Yesi memtuskan sambungan telpon nya Rafa kembali masuk ke dalam kamar Ara, Melihat Ara yang sedang duduk bersandar di sandaran ranjang rumah sakit, dengan mengotak atik benda pipi nya. Ara menghubungi sahabat nya yang menjadi dokter di sini, dia ingin di pulangkan hari ini karena dia merasa sudah membaik.
__ADS_1
Tidak Lama Ara mengotak atik ponsel nya terdengar suara ketukan pintu dari luar, Rafa membuka pintu kamar rawat Ara. Saat Rafa membuka pintu di terkejut melihat Puspita teman sekolah nya dulu menjadi dokter di rumah sakit milik keluarga nya.
"Selamat Pagi Rafa"
"Se-selamat Pagi Pita"
Puspita masuk dia melihat sahabat nya yang sedari kecil itu tenga duduk di ranjang nya dengan menatap nya dengan pandangan memohon.
"Pus, pulangkan aku sekarang"
"Ara kamu belum sembuh"
"Pus"
"Ara"
"Meong"
"Tralala"
Suster dan Rafa yang ada di sana terbengong melihat interaksi antara dokter dan pasien, Suster yang mengikuti Puspita belum tau siapa pasien yang dari semalam dia tangani. Begitu pun dengan Rafa yang tidak mengira kalau Ara bisa bersikap manja dan itu dengan dokter rumah sakir.
"Meong aku mau pulang"
"Iyah Meong"
"Kamu selalu saja bandel, kalau di bilangin"
"Kamu sudah tau kenapa kamu ngomong lagi Meong"
"Karena aku peduli dengan kamu"
"Apa Mami dan Papi tau Ara???"
"Tidak!! Aku tidak memberi tahu"
"Aku akan katakan kalau adik tercinta ku ada di sini"
"Meong"
"Hah lelah aku dengan kamu Ara!! Dan baik akan aku urus kepulangan kamu dan juga aku tidaka akan memberi tahu Mami dan Papi"
__ADS_1
"Adik???"
Kedua perempuan cantik itu menoleh ke arah sumber suara, dia melihat Rafa yang tengah menapa mereka dengan bingung. "Kenapa Rafa???"
"Kalian kenal???"
"Bagaimana aku dan Ara tidak kenal dia itu adik aku"
"Adik???"
"Iyah Ara adik sepupu Aku"
"Emmm!! Pantas kalian seperti nya sanga akrab"
Rafa sekarang tau kalau Puspita teman nya sekolah dulu adalah saudara Ara. "Kamu bertanya tanya bagaimana bisa???"
"Karena memang ini kenyataan nya!! Aku keponakan Mami Aisya, beliau adik dari Mommy ku"
"Hemm iya sekarang aku sudah paham"
"Lalu kanapa kalian tidak satu sekolah???"
"Iya karena Ara sudah ada di negara lain sejak sekolah SMA"
"Kenapa kamu tidak mengikuti nya???"
"Karena kami berbeda cita cita"
Setelah Puspita dari sana untuk memeriksa Ara, Rafa pergi entah kemana Rafa yang jelas Rafa tidak pulang ke rumah, dan dia juga tidak membeli sarapan untuk dirinya atau Ara.
Meninggalkan Rafa kini di Rumah mewah Rafa dan Ara sudah ada Yesi yang mencari menantu dan Rafa di rumah nya, tapi tidak menemuka nya. Yesi menanyakan kepada pelayan di mana Rafa dan Ara mereka menjelaskan semua apa yang terjadi kemari malam. Yesi benar benar Murka dan Marah kepada Rafa dan Sasa apalagi Sasa yang sudah berani melukai Menantu nya Ara.
Yesi meninggalkan rumah Ara dan Rafa menuju rumah sakit di mana Ara di rawat dari semalam dan saat Rafa tadi menghubunginya dia malah tidak jujur bawa memang mobil nya diambil oleh Sasa dan Sasa juga melukai Menantu nya. Yesi mengendari mobil nya dengan kecepatan tinggi takut terjadi sesuatu kepada menantu nya.
"Jika terjadi sesuatu dengan Ara apa yang akan aku katakan kepada Mbak Aisya dan Mas zeufa" Yesi berceloteh ditengah kepanikan nya sampai akhir nya dia memasuki kawasan Rumah sakit dimana Ara di rawat dari semalam.
Yesi turun dari dalam mobil berlari ke arah resepsionis bertanya di mana ruangan Zeina Johara Abraham di rawat. Setelah Yesi tau dia berjalan cepat masuk kedalam lift untuk naik ke lantai atas dimana Ara di rawat.
Yesi keluar dari lift berjalan mencari dimana kamar 204 kamar Ara berada, saat Yesi menemukan kamar Ara, Yesi langsung membuka pintu dengan sangat kasar. Samapi Ara yang ada di dalam terlonjak terkejut.
"Ara"
__ADS_1
"Mama"
Yesi mendekat ke arah Ara yang tenga berbaring di ranjang nya karena kepala nya yang sebenar nya masih pusing apalagi saat tadi dia berdebat dengan Rafa kepala Ara rasa nya ingin meledak. Yesi memeluk dan Mencium Ara dengan sanga sayang, setelah itu Yesi banyak menanyakan apa yang terjadi setelah mereka menikah dan tidak lupa Yesi meminta maaf atas nama Rafa suami nya dan tentu saja Ara memaafkan suami nya sebelum Rafa meminta Maaf dan terima kasih.