DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

"Mas aku belum sepenuhnya percaya dengan kamu, jadi jangan Gr"


Rafa napas dengan menutup pintu mobilnya, setelah itu mengikuti Ara yang sudah ada di ambang pintu rumah mereka, Ara masuk tanpa menunggu Rafa terlebih dahulu.


Rafa masuk ke dalam rumah, dia berjalan di belakang Ara dengan perasaan senang. Walau Ara tidak sepenuh nya percaya dengannya tapi masih ada rasa percaya dalam hati Ara untuk nya.


"Tidak apa Ara tidak percaya sepenuhnya sama aku yang penting dia masih percaya" Batin Rafa mengikuti langkah Ara yang kini sudah menaiki anak tangga untuk naik kelantai dua.


Rafa menatap punggung Ara sampai Ara sudah ada di lantai dua, Rafa masih setia ada di belakang Ara, Ara yang berjalan lebih dulu. "Mas kenapa sih kamu ngikutin aku???"


Ara berbalik karena merasa aneh dengan tingkah suaminya yang malah berjalan di belakangnya, sedangkan Rafa yang di tatap oleh Ara tersenyum dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku hanya memastikan kalau anak dan Istri aku baik baik saja"


"Mas, jangan lebay yah"


"Sayang aku takut kamu kenapa napa sayang"


"Iyah aku paham, tapi tidak dengan mengikuti ku dari belakang Mas"


"Lalu aku harus dimana sayang???"


"Jalan di samping aku aja Mas"


Ara yang kesal dengan sikap suaminya memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, Ara ingin segera mandi setelah itu sholat karena waktu sudah menunjukan waktunya sholat Dhuhur.


Rafa dengan setia mengikuti Ara yang masuk kedalam kamar mandi, Ara membiarkan saja Rafa ikut masuk kedalam kamar mandi. "Mas jangan aneh aneh yah aku lelah"


"Iyan sayang"


"Janji yah Mas???"


"Tidak janji sayang"


Ara menghela napas lelah mendengar jawaban sang suami yang selalu saja membuat nya sangat kesal. Tidak sesuai dengan apa yang di katakan, selalu saja banyak alasan kalau masalah nananan.


"Selalu saja kamu Mas, mending kamu keluar Mas buat pesan makanan untuk makan siang kita sama Mama dengan yang lain"


"Sayang aku sudah terlanjur di sini malah sudah siap ingin mandi"


"Kalau begitu aku saja"


"Sayang"


Ara tidak menghiraukan Rafa yang merengek kepada Ara, Rafa yang enggak mau ditinggal sendiri di kamar mandi akhirnya menyetujui kalau hanya sekedar mandi saja.


Ara yang mendengar itu pun berbalik mendekat arah Rafa yang berdiri memelas, Rafa menatap Ara yang tengah tersenyum kemenangan. "Bener bener nih istri gue bikin gemes aja, nekat pasti dia ngambek" Batin Rafa.


Ara menatap suaminya yang tengah lesu di depannya, akhir nya Ara tidak tega dengan Rafa yang memelas dengan menatapnya. Akhirnya mereka mandi dengan plus plus plus menjadikan mereka di dalam kamar mandi sangat lama.

__ADS_1


Satu jam kemudian mereka beru saja keluar dari dalam mandi siap untuk sholat dhuhur, dengan Rafa yang mengimami, Rafa banyak perubahan setelah menerima Ara dalam hidup Rafa. Rafa sendiri sangat bersyukur dengan perubahan Rafa, Rafa sudah mau sholat, ngaji, beramal.


Setengah jam berlalu Ara dan Rafa melakukan sholat dengan wirid, akhirnya dua sejoli yang tengah di mabuk cinta itu turun ke lantai bawa di mana sudah ada Yesi, Adam, Zeufa, Aisya yang tengah duduk di ruang keluarga menunggu Ara dan Rafa.


"Kalian baru turun setelah 2 jam kami menunggu" Sindir Yesi yang baru setengah jam yang lalu di sampai


"Maaf Ma kami tadi ketiduran???"


"Ketiduran???"


"Ketiduran macam apa sampai bisa mendengar Endang memanggil kalian???"


"Ghemm"


"Sudah jangan dengarkan Mama kalian, kalian tumben ngundang kami ke sini ada apa???" Adam mengenai agar Yesi tidak menggoda Ara dengan Rafa kembali.


Sedangkan Zeufa dan Aisya sudah penasaran kenapa mereka di undang ke rumah putrinya yang baru, dan mereka juga terkejut dengan Ara yang memeluk lengan Rafa dengan manja.


Aisya menatap Zeufa yang ada di samping nya begitupun dengan Zeufa yang menatap Aisya seakan mereka bertanya ada apa.


Ara dengan Rafa mendekat kearah Yesi dan Adam mereka mencium tangan Yesi dengan Adam baru setelah itu berganti ke Aisya dan Zeufa. tentu saja Zeufa dan Aisya terkejut bukan main tapi mereka menutupi rasa terkejut mereka dengan cara yang berbeda, jika Aisya dengan cadar yang dia gunakan maka Zeufa dengan wajah datarnya.


Ara dan Rafa duduk di sofa yang masih kosong yang ada diruang keluarga, Ara mulai menjelaskan kepada Mertua dan juga kedua orang tua nya bagaimana hubungannya dengan Rafa sangat baik akhir akhir ini.


Ara juga mengatakan kalau Rafa sudah menikahinya kembali, setelah itu hubungan mereka membaik sebelum Sasa datang mengatakan kalau Sasa tengah hamil anak Rafa, Mertua dengan kedua orang tua Sasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ara.


"Apa nak???"


"Kami menyuruh nya untuk tes DNA Pa"


"Apa dia mau??"


"Tidak Pa"


Aisya baru saja senang mendengar kalau hubungan anak dan menantunya membaik tapi lagi lagi hubungan mereka di uji oleh orang ketiga yang selalu ingin menghancurkan rumah tangga anak nya yang baru sebiji jagung.


"Ara kamu jangan percaya dengan Sasa wanita licik itu"


Ara juga memberi tahu Mertua dan Orang tuanya kejadian saat di kantor waktu lalu untuk mengajak Rafa makan siang. Ara melihat sendiri Darah mengalir di kaki Sasa, tentu saja perkataan Ara membuat terkejut semua orang yang ada di ruang tamu.


"Rafa apa kamu perna meniduri Sasa" Yesi yang terlihat akan murka


"Tidak Ma" Rafa menjawab dengan cepat pasalnya Rafa memang tidak perna menyentuh Sasa.


"Jangan jangan itu anak orang lain dan dia akan gunakan untuk menjebak kamu agar kamu mau menikahi nya" Ucap Aisya sangat kesal dengan Sasa yang terus berulang kali menyakiti hati Putrinya.


"Aku juga sempat mikir kayak gitu Ma, tapi bayangan Mas Rafa bercumbu dengan wanita lain, membuat pikiran ku kembali negatif" Ara menatap suaminya dengan kesal dan malas.


Sedangkan Rafa yang di tatap seperti itu menghela napas lelah. "Sayang aku tidak mencumbu atau apa yang ada di pikiran kamu"

__ADS_1


"Aku kan enggak tau Mas"


"Iyah yang kamu tau hanya aku dan kamu saat bercumbu"


Plak plak plak..


"Aish... Sayang" Rafa kembali merengek dengan mengusap lengannya yang menjadi sasaran cinta tangan istrinya.


Ara menatap kedua orang tua nya dengan Mertuanya dengan malu karena perkataan suami nya yang sangat frontal. Apalagi di depan orang tua mereka.


Sedangkan Mertua dan orang tua yang mendengar itu senang karena hubungan anak dan menantu nya sudah lebih baik dari pada saat menikah, yang Rafa tidak menghargai Ara dan mertuanya.


"Sayang"


"Shutt diam Mas"


Rafa langsung diam mendengar perkataan Ara, apalagi Ara juga tengah melotot dengan Rafa. Tentu saja Rafa takut kalau membuat Ara marah saat dia terus berbicara.


"Ara sebenarnya punya kabar baik buat kalian, tapi Ara juga bingung dengan keadaan ini" Ara menarik napas sebelum mengatakan kabar baik yang akan dia sampaikan dan kabar yang membuat nya ingin marah dengan suami nya.


"Kenapa nak???" Aisya bertanya dengan sangat lembut


"Ara hamil Mi, Ma"


"Apa???" kedua wanita cantik yang tak lagi muda itu sangat terkejut dan ingin mendengar sekali lagi dengan apa yang di katakan Ara barusan.


"Ara Hamil"


"Kamu hamil sayang???"


"Iyah Ma"


"Kamu beneran Hamil kan sayang???"


"Iyah Mi"


Kedua wanita itu mendekat kearah Ara lalu menghujani Ara dengan ciuman dengan sayang, mereka sangat bahagia dengan kabar yang mereka dengar. Akhirnya mereka mendapatkan kebahagian yang mereka harapkan saat menikahkan Ara dengan Rafa.


Rafa bisa menerima Ara, kini bukan hanya kabar Rafa yang sudah menerima Ara saja yang mereka dengar tapi juga mereka mendengar kalau Ara tengah hamil.


"Lalu apa sayang yang membuat kamu bingung sayang???"


"Sasa mantan kekasih atau kekasih Mas Rafa tengah hamil, dia mengatakan kalau dia hamil anak Mas Rafa. Sedangkan Mas Rafa mengatakan tidak aku sangat bingung mana yang benar dan mana yang salah"


"Sayang aku tidak perna melakukan nya dengan Sasa, aku membuka-"


"Stop" Rafa memotong perkataan Rafa yang pasti akan mengatakan hal yang membuat nya malu dengan kedua orang tuanya dan Mertuanya.


"Sayang minta petunjuk kepada Allah"

__ADS_1


"Iyah Ma"


Mereka melanjutkan membahas Sasa yang tengah hamil entah anak siapa, Mereka tidak ingin salah langkah mengambil keputusan.


__ADS_2