
Rafa mengantar Ara sampai kantor setelah itu dia berangkat ke kantor dengan perasaan senang karena Ara semakin hari semakin perhatian dengan nya, apalagi selalu menjalankan tugas nya sebagai istri dengan sangat baik.
"Aku dulu terlalu bodoh dengan cinta Sasa, tapi kini aku merasakan cinta sesungguh nya dari Ara yang sangat tulus dengan nya" lirih Rafa di dalam mobil perjalanan ke kantor nya.
Rafa keluar dari dalam mobil saat dirinya sudah sampai di depan kantor nya, dia memberikan kunci mobil nya kepada security yang berjaga di pintu Masuk.
Saat Rafa baru masuk kantor terlihat Sasa ada di kursi tunggu yang ada di depan lobby kantor, Rafa melewati nya begitu saja, Sasa mengejar Rafa yang masuk ke dalam lift. Sasa juga masuk ke dalam lift bersama Rafa.
"Sayang, kamu jangan kayak anak kecil dong"
"Rafa sayang"
"Cukup Sasa, kamu wanita enggak tau diri"
"Apa salah aku sama kamu sayang???"
"Aku bukan ke kasih kamu"
"Rafa aku tidak menerima kamu mutusin aku"
"Aku enggak peduli aku sudah bahagia bersama dengan istriku yang menjaga kehormatannya demi suami nya"
"Itu kebutuhan Rafa"
"Bukan kebutuhan Sasa tapi kamu J****ng"
Rafa keluar dari dalam lift menuju ruangan nya tanpa memperdulikan Sasa yang mengejarnya dengan memanggilnya, Rafa masuk kedalam ruang nya dan mengunci pintu ruangannya.
"Rafa"
"Sayang"
"Sayang"
Sasa menggedor gedor pintu ruangan Rafa dengan sangat kasar, dan tentu saja itu menjadi perhatian pegawai Rafa yang selalu memperlakukan Sasa sangat manis selama ini.
Sasa yang merasa menjadi pusat perhatian pun menatap sekeliling dan benar saja dirinya menjadi pusat perhatian. "Apa kalian lihat lihat sana pergi"
"Huuuuuuu"
"Dasar enggak tau diri"
"J****ng itu aku perna melihat dia bersama selain pak Rafa, mungkin pak Rafa sudah mengetahui kebusukan yang dia sembunyikan"
"Wah ternyata dia selain menjadi model dia juga berprofesi menjadi j****ng???"
"Iyah, mangkanya dia langsung melejit nama nya menggeser nama modeling yang sudah lama menjadi model papan atas"
Masih banyak hinaan yang terlontar dari mulut karyawan Rafa, ini kesempatan mereka menghina Sasa. karena selama menjadi kekasih Rafa, Sasa semena mena dengan karyawan Rafa tanpa di ketahui Rafa.
__ADS_1
Sekarang di saat Rafa tidak lagi memperdulikan Sasa dan Rafa sudah ada yang memiliki mereka berani menghina Sasa tanpa takut di pecat oleh Rafa, kedatangan Ara saat ke kantor sudah menjadi heboh kantor pasalnya selama ini Rafa memiliki kekasih sang Modeling, tapi istrinya seorang yang taat beribadah seperti Ara yang pakaiannya tertutup.
Apalagi Indah dia sendiri yang mengusir Sasa dari ruangan Rafa saat Istri Rafa datang ke kantor, Indah juga mengatakan kalau Rafa bucin di grup lambe tura kantor.
Setelah puas menghina Sasa para karyawan bubar dari hadapan Sasa dan memilih untuk masuk ke ruangan mereka sendiri sendiri. Setelah kepergian karyawan Sasa yang tidak tau malu terus saja menggedor pintu ruangan Rafa.
"Sayang"
"Sayang buka pintu nya"
Sasa berteriak dengan sangat kencang, Rafa yang berpikir Sasa sudah pergi karena tidak ada suaranya lagi pun melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda karena kamari dia ingin berduaan dengan Ara. tapi kini ketenangannya di ganggu Sasa, Rafa menghubungi security yang ada di lantai bawa agar naik untuk mengusir Sasa.
Rafa tidak mau keluar dari dalam ruangan karena dia enggan meladeni Sasa yang sudah bukan menjadi bagaian hidup nya, Rafa berniat akan menjalani kehidupan yang tenang dengan Ara, Rafa juga berniat meminta maaf kepada mertuanya karena kesalahan nya salama ini.
Tidak lama terdengar Sasa memberontak di depan ruangan Rafa, Rafa yang geram pun beranjak dari duduk nya lalu keluar dari dalam ruangannya.
Ceklek...
"Rafa, lihat karyawan kamu kurang ajar sama aku"
"Kamu yang kurang ajar karena berteriak di depan ruangan ku"
"Sayang jangan kayak anak kecil!! Karena kesalahan yang sepele kamu berubah"
"Sepele kamu bilang dasar wanita gila"
"Bawa dia dan jangan perna biarkan dia masuk ke dalam kantor ini lagi"
Dua security memegang tangan Sasa setelah itu membawa Sasa pergi dari depan ruangan Rafa, tentu saja Sasa memberontak, tapi dua security itu seakan tidak peduli dengan telinga mereka yang berdengung karena suara Sasa, selain Memberontak Sasa juga berteriak bak orang gila masuk kantor.
Sampai di lobby depan security mendorong Sasa dengan sangat kasar, bertepatan itu Indah baru berjalan ke arah gedung kantor melihat Sasa yang di perlakukan kasar pun tersenyum mengejek lalu mendekat ke arah Sasa.
"J****ng mau bersaing dengan malaikat tak bersayap"
"Sialan"
"Kenapa memang kenyataan nya begitu"
Setelah mengatakan itu Indah melangkah masuk kedalam kantor dan di sambut security dengan sangat hangat, pasal nya Indah perempuan yang rama dan baik, tapi sedikit bar bar.
Sasa masih ada di kantor Rafa mencoba masuk ke dalam kantor, dan semua itu di lihat oleh Ara yang baru turun dari mobil Zeufa, Ara di antar sopir Zeufa untuk kekantor Rafa. Karena kebetulan Zeufa datang ke kantor untuk melihat semua data yang di manipulasi selama dua tahun lama nya.
Ara melewati Sasa begitu saja, Sasa mendekat ke arah Ara lalu menjambak jilbab Ara, Indah yang melihat itu langsung keluar membantu Ara. Indah melepas tangan Sasa dengan kasar dan membuat Sasa tersungkur.
"Ahhhh"
Sasa memegang perut nya dengan meringis kesakitan, lalu darah mengalir di kaki Sasa yang berusaha bangun dari duduk, Ara bingung kenapa Sasa memegang perut nya dengan meringis kesakitan. "Ara"
"Iyah kenapa"
__ADS_1
Ara melihat Darah yang ada di kaki Sasa, dia terkejut lalu menatap Sasa dengan sangat bingung. "Kamu hamil"
"Iyah, dan Anak Rafa"
Deg....
"Anak Mas Rafa???"
"Iyah, dia ninggalin aku karena tau aku hamil"
Sasa mengatakan dengan meringis kesakitan dengan memegang perutnya, Ara yang tidak tega menyuruh Indah memanggil security agar mambawa Sasa ke rumah sakit.
Setelah Sasa di bawa ke rumah sakit, Ara masuk kedalam kantor niat hati ingin mengajak suami nya makan siang malah dia di kejutkan dengan kenyataan pait kalau Sasa hamil.
Ara membuka pintu Rafa. "Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam sayang"
Rafa bangun dari duduk nya ingin mendekat ke arah Ara, Saat Rafa sudah ada di dekat Ara, Ara mundur dua langkah menghindari Rafa. "Jangan mendekat Mas"
"Apa?? Kenapa???"
"Kamu pembohong"
"Bohong???"
"Bohong apa sayang???" Rafa bingung dengan istrinya yang datang datang mengatakan dirinya pembohong, apa lagi kini Ara sudah menangis
"Kamu menghamili Sasa kan Mas"
"Hamil???"
"Apa maksud kamu sayang???"
Ara menceritakan semua kejadian yang ada di lobby sebelum dia naik ke lantai lima keruang Rafa, Ara juga mengatakan kalau Sasa sudah di bawa ke rumah sakit.
"Sayang demi Allah aku tidak menyentuh nya"
"Jangan bawa bawa Allah kalau kamu bersalah"
"Ara, aku tidak bohong aku hanya menyentuh kamu"
"Lalu saat di rumah lama apa Mas??."
"Kami tidak melakukan apapun sayang"
"Bohong" dengan suara serak menahan sesak di dada nya
Rafa mencoba mendekat ingin memeluk Ara tapi Ara menghindari nya, Ara pergi dari ruangan Rafa, Rafa mengejar Ara yang berlari dan menangis ke arah lift.
__ADS_1
Rafa sangat frustasi melihat istrinya bagaimana bisa dirinya menghamili Sasa kalau menyentuh nya saja tidak. "Ahhh, perempuan sialan"
Rafa masuk kedalam lift berharap bisa mengejar Ara yang tengah menangis karena hasutan dari Sasa, Ara yang tengah menangis pun terduduk di lobby kantor menumpahkan segalah kecewanya dan sesak nya.