DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
SAYANG


__ADS_3

Ara tidak menceritakan tentang pertemuan nya dengan Aufia yang selama ini di ketahui sudah meninggal dunia, Ara menyimpan nya sendiri sampai nanti saat Aufia sudah bisa mengingat semua nya.


Ara pulang ke rumah menantu nya dengan sangat bahagia, dia memang benar-benar sangat bahagia karena sudah menemukan napas nya yang dia kira sudah tiada sejak lama. Ara sangat bersyukur kepada Allah yang sudah menemukan nya dengan Aufia, sebentar lagi dia akan berkumpul dengan anak-anak nya dan cucu nya yang sudah besar.


Ara masuk ke dalam Rumah, besan, anak, menantu dan cucu nya melihat Ara yang terlihat aneh dengan wajah berbinar. Andika yang merasa aneh pun mulai menggoda Mertua nya.


"Umi, kenapa pulang-pulang dengan wajah berbinar apa Umi punya cem-cem.an baru Umi..???"


"Apa Umi masih pantas untuk menikah lagi..??"


"Pantas saja Umi masih saja muda"


"Benarkah..???"


"Iyah Umi..!!"


"Baik lah besok Umi akan menikah kalau ada jodoh yang menghampiri"


"Apa Umi punya gebetan baru..??" Kini Aisya yang bertanya kepada Ara yang pulang dengan aneh


"Sudah lah anak kecil tidak perlu tau urusan orang dewasa"


Aisya mendengus mendengar ucapan Umi nya yang sangat menyebalkan, bukan hanya Aisya melainkan keluarga nya yang lain juga mendengus mendengar apa yang di katakan oleh Ara.


"Kalau Mama anak kecil aku apaan Nek..??" Aliya bertanya dengan menatap Ara dengan mata polos dan indah nya.


"Kamu cucu Nenek yang cantik sayang"

__ADS_1


"Terima kasih atas pujian Nenek yang setiap hari aku selalu mendengar nya, bukan begitu Kak..??"


"Yah kamu benar dan kami merasa yang paling cantik di sini"


"Tentu saja kalian berdua paling cantik dan mengalahkan Mama kalian"


Aisya lagi-lagi mendengus mendengar ucapan Ara yang membuat nya kesal, sejak Ara mempunyai cucu selalu saja cucu nya yang di bilang cantik, Manis. "Mereka berdua hanya cucu dan Aisya yang anak Umi"


"Benarkah tapi Umi hanya ingat twins"


"Sudah lah Umi dari pada aku salton dan sofa aku makan mending Umi naik dan Bersih-bersih"


"Baik lah tuan putri"


Mereka tertawa bersama, kebahagiaan yang lama hilang akan segera kembali tanpa ada orang ketiga tanpa ada nya sakit dan sesak lagi, berlian di keluarga Ara akan bertambah satu lagi tanpa entah kapan.


"Ya Allah terima kasih atas apa yang engkau beri, terima kasih atas apa yang sudah terjadi..!! Aku semakin yakin dan percaya engkau tidak akan memberikan luka tanpa memberi obat nya" batin Ara dengan melangkah keluar dari dalam lift.


Ara masuk ke dalam kamar nya dia bersih-bersih dengan terus tersenyum merasakan kebahagian yang sudah lama hilang kembali.


Sedangkan di rumah mewah milik Alex, Naila atau Aufia menatap Daddy nya dengan bertanya dengan semua yang terjadi. "Dad, jelaskan..!!"


"Semua sudah jelas nak, kamu bukan putri Daddy karena selama ini Daddy belum menikah dengan siapa pun karena menunggu Umi kamu yang tiba-tiba hilang dan kini kembali dengan mempersatukan kalian yang sudah lama berpisah" Alex menjelaskan dengan sangat jelas kepada Naila.


"Lalu kenapa Daddy tidak mengatakan sejak awal..??"


"Karena Daddy takut kehilangan kamu, Daddy takut kalau tidak ada yang menemani masa tua Daddy..!! Apa lagi dokter mengatakan kalau kamu di paksa ingat akan membahayakan diri kamu nak..!!"

__ADS_1


"Apa pantas Daddy menyembunyikan semua dari Naila..??"


"Kamu tidak mengerti perasaan Daddy yang selalu sendiri dan bertemu dengan kamu..!! Daddy berharap tidak menemukan keluarga kamu untuk selama nya tapi Allah berkata lain kamu di pertemukan dengan Umi kamu dan Daddy bertemu dengan Perempuan yang Daddy cintai selama ini" Alex beranjak dari duduk nya dia sudah sangat lelah dia takut akan kehilangan Naila karena sudah bertemu dengan keluarganya.


Naila menatap kepergian Daddy nya yang sudah menaiki anak tangga untuk ke lantai dua rumah mewah yang di tinggali Naila dan Alex, Alex selalu memanjakan Naila seperti anak kandung nya sendiri.


Semua barang yang di pakai Naila bahkan harga nya sangat fantastis, Naila juga di fasilitasi Alex, di beri marga nya, di berikan apa yang Naila Mua. Bahkan satu bulan yang Lalu Naila meminta Mobil keluaran terbaru yang harga nya bisa untuk membeli satu Mansion.


Alex juga sudah membelikan nya, Naila juga kuliah di kampus yang sangat elit. Hanya orang kaya saja yang mampu kuliah di sana, Naila mendapatkan semua yang dia mau.


Sejak bertahun-tahun lama nya kini Naila sudah menjadi dokter spesialis dalam dan juga mengurus perusahan Alex, Ah Naila bahkan juga sudah memiliki ke kasih seorang dokter yang tampan dan dua bulan lagi mereka akan menikah.


Bertahun-tahun lama nya Naila hidup dengan Alex, bertahun-tahun Naila di manjakan Alex tapi kini semua berubah sejak Naila bertemu dengan Ara, Umi nya yang sudah melahirkan nya dan mencari nya sejak bertahun-tahun lama nya.


"Aku berharap semua ini hanya Mimpi dan saat aku bangun aku akan melihat dan kembali hidup tanpa ada keraguan dan kebodohan" Batin Naila


Naila mulai memejamkan matanya dia berharap saat membuka mata nya semua kembali, tapi kenyataan pahit untuk Naila tidak berubah, dia memang bukan anak dari Daddy nya yang selama ini menghidupi nya, menyayangi nya bagikan putri kandung nya.


"Ahh.. Ya Allah ternyata hidup tidak sama dengan cerita yang ada di dalam novel saat membuka mata akan kembali seperti semula" Lirin Naila dengan beranjak dari duduk nya.


Naila menaiki tangga untuk ke lantai dua kamar nya untuk segera merebahkan dirinya dan juga membersihkan dirinya, Naila sangat lelah sangat lelah karena semua yang dia alami nya.


Dengan langkah lunglai masuk ke dalam kamar nya menaruh tas nya di atas meja yang ada di dalam kamar nya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi sebelum hari semakin malam.


Sedangkan di dalam kamar Alex menatap photo dirinya dengan Naila saat Naila wisuda nya dia terlihat sangat cantik. "Kamu sangat cantik sama seperti Umi kami, Daddy tidak menyangka kalau kamu adalah anak yang selalu membawa kebahagian dan berkah di kehidupan Daddy" lirih Alex


"Walau kamu bukan anak Daddy tapi Daddy sangat menyayangi kamu seperti anak Daddy" Alex mendengus sampai Ara dan suami nya mengambil Naila dengan paksa.

__ADS_1


__ADS_2