
Ara yang tengah sholat malam dengan Alex mendengar suara yang aneh dari luar jendela, entah suara apa yang mereka dengar, mereka berdua tidak menghiraukan apa yang mereka dengar dari luar kamar mereka.
Setelah sholat malam mereka meminta kepada Allah agar anak-anak dan cucu nya di berikan kebahagian yang yang berkah, Alex dan Ara hanya ingin anak-anak nya tidak merasakan kepahitan hidup yang mereka rasakan.
"Ya Allah engkau yang maha mengetahui, maha adil dan maha segalanya, aku hanya meminta kepada mu agar memberi kesehatan, keselamatan dunia, akhirat, kebahagian yang anak dan cucu-cucu ku Ya Allah. Hamba sebagai orang tua yang belum bisa mendidik anak-anak hamba dengan baik ampuni segala dosa hamba dan suami hamba..!! dan ampuni dosa anak-anak dan cucu-cucu hamba..Aamiin" doa Ara untuk anak, menantu dan cucu nya.
"Ya Allah terima kasih atas apa yang engkau berikan kepada hamba, ******engkau****** pertemukan hamba dengan perempuan yang hamba cinta, engkau berikan aku putri yang cantik dan solehah. Walau mereka berdua bukan lah darah daging hamba, tapi hamba sudah menganggap dua anak Ara adalah anak hamba..!! Hamba tidak minta yang lain Ya Allah, kebahagian, serta kedamaian di keluarga hamba dan keluarga anak-anak hamba, hamba sangat sudah sangat bersyukur Ya Allah. Jadikan keluarga hamba keluarga yang selalu engkau berkahi di jalan mu" doa Alex yang ingin keluarga nya sakina mawadah bukan hanya dia dan Ara tapi keluarga putri dan besan nya.
Ara dan Alex menyudahi sholat malam nya dengan membaca ayat suci Al Quran, setelah mereka sholat mereka sahur untuk puasa sunnah.
"Mas, aku setiap senin dan kamis aku sahur sendirian..!! Anak-anak aku ajak puasa ada saja alasan mereka" Lirih Ara dengan menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
"Sudah tidak apa-apa sayang, kan kamu tau sendiri kalau dua anak kita bagaimana kalau tidur susah sekali bangun" Lirih Alex dengan mengusap pucuk kepala Ara.
"Terima kasih kamu sudah mau menerima anak-anak ku dan cucu-cucu ku"
"Sayang, mereka keluarga kamu sudah seharusnya aku menerima mereka" Lirih Alex dengan menyantap makanan nya.
Ara bersyukur karena Alex menerima keluarganya, mungkin ini lah jodoh di hari tua. Jodoh yang di kirim Allah untuk menemani masa tua Ara agar Ara tidak kesepian di hari tuanya.
Setelah sahur mereka melanjutkan sholat dengan Alex yang mengimami Ara, Ara bahagia setelah sekian lama Ara sholat sendiri kini dia ada yang mengimami kembali.
Setelah sholat subuh Ara kembali turun ke lantai satu untuk membuat sarapan untuk anak, cucu, menantu dan besan nya yang memang tidak perna melakukan puasa sunah seperti Ara.
Ara berkutat di dapur sedangkan Alex tangah ada di balkon kamar nya dengan laptop di meja yang ada di balkon, Saat Alex tengah mengerjakan pekerjaan kantor yang sengaja di bawa pulang karena menjelang pernikahan Naila.
__ADS_1
Alex kembali mendengar suara aneh yang menyapa pendengaran nya, dia mencari sumber suara dimana ada suara yang terdengar samar tapi memilukan.
Alex beranjak dari duduk nya dia menatap kebawa melihat barang kali ada sesuatu yang menimbulkan suara yang dia dengar, tapi tidak ada apa pun yang Alex lihat.
Saat Alex ingin kembali duduk dia kembali mendengar suara yang sama, dia urungkan untuk duduk dia menatap rumah Naila yang ada di samping kanan nya.
Tidak ada yang aneh dengan rumah itu tapi ada seseorang yang ada di belakang rumah besar yang Ara beli untuk Naila, seseorang yang tengah menyeret seseorang dari depan ke belakang.
"Ya Allah, apa yang terjadi..?? Bukan kah rumah ini sudah berpindah tangan atas nama Naila..?? Kenapa ada orang yang lancang masuk ke dalam Rumah" Lirih Alex yang masih melihat dua perempuan yang di paksa ikut degan pria berbadan kekar.
Alex mengambil ponsel nya untuk merekam semua kejadian di rumah Naila, Alex yang ada di lantai dua kamar nya dengan Ara bisa dengan jelas melihat kalau dua perempuan itu kesakitan.
Setelah merekam yang dia lihat Alex menghubungi teman nya yang menjabat sebagai polisi, dia menceritakan semua yang dia lihat dan mengirim bukti yang dia ambil.
Setelah dia menghubungi teman nya, Alex melangkah meninggalkan balkon kamar nya untuk menemui istrinya dan menceritakan apa yang terjadi di rumah Naila.
Mereka yang ada di meja makan menatap Alex datang dengan raut wajah yang sulit diartikan, begitupun dengan Ara yang menatap Alex dengan bingung.
"Kenapa Mas..??"
"Sayang, kamu sudah membalik nama rumah samping menjadi milik Naila..??"
"Iyah sudah Mas, tapi belum aku ambil di pak Herman..!!"
"Jangan kamu ambil dulu, karena rumah itu belum beres sayang..!! Aku melihat ada dua pria yang menyerat paksa dua perempuan yang entah siapa, suara yang kita dengar ternyata dari rumah samping"
__ADS_1
Semua yang ada di meja makan terkejut dengan apa yang di katakan oleh Alex, karena baru sekarang mereka mendengar kalau rumah itu bermasalah. Karena selama ini pemilik rumah jarang ada di rumah yang di beli oleh Ara untuk Naila.
"Kenapa tiba-tiba rumah itu bermasalah Lex..?? Padahal kami tidak perna dengar ada yang salah dari rumah itu"
Alex menunjukan rekaman yang dia ambil saat dia di kamar, mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Benar kalau rumah itu bermasalah.
"Lalu bagaimana..??"
"Aku sudah menghubungi teman ku yang menjadi polisi, dia akan menyelidiki apa yang terjadi di rumah samping"
"Untung kamu waktu itu tidak setuju dengan menjadikan satu rumah samping dengan rumah Aisya" ucap Rico yang ingat kalau mereka punya niatan untuk menjadikan satu rumah samping dengan rumah Aisya.
"Sudah kalian lanjut makan dulu aku mau ke kamar melihat apa yang terjadi"
"Umi hati-hati"
"Iyah Nak..!!"
Ara dan Alex meninggalkan ruang makan untuk kembali ke kamar untuk melihat apa yang terjadi dengan rumah samping.
Alex dan Ara keluar dari dalam lift melangkah mendekati kamar mereka, Alex membuka kamar mereka. Ara dan Alex langsung masuk ke dalam kamar.
"Mas kamu yakin di rumah itu bermasalah" Lirih Ara yang melihat kalau rumah samping sangat sepi.
"Kamu belum melihat video yang aku ambil, lihat ini sayang"
__ADS_1
Alex menunjukan video yang dia ambil tadi saat kejadian yang dia lihat dan dia tidak akan tinggal diam saat menyangkut putri nya. Putri yang menyatukan dirinya dengan Ara cinta pertama dan terakhir nya.