
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Semua orang yang ada di ruangan Aisya menjawab salam yang mereka dengar dari arah pintu, mereka melihat pria matang dan tampan tengah berjalan ke dalam ruangan.
"Mas.."
"Sayang.."
Andika mencium kening istrinya yang sudah seminggu dia tinggalkan bahkan saat dia melahirkan dia tidak ada di samping nya, Andika merasa bersalah kepada Istri cantik nya.
"Maafkan aku tidak menemani kamu sayang di saat kamu berjuang demi anak-anak kita" terlihat raut wajah yang menyesal di wajah Andika.
"Tidak apa-apa Mas, karena sedari kemarin Umi selalu ada buat aku!! jadi kamu jangan khawatir yah, yang penting sekarang anak-anam dan aku sehat"
"Iyah, terima kasih sayang" Andika mencium kembali kening Aisya dengan sayang, Andika melepas rindu dan rasa bersalahnya dengan mencium kening Aisya.
Para orang tua yang ada di dalam ruangan merasa senang karena Andika begitu sangat mencintai Aisya, mereka berharap rumah tangga mereka hanya maut yang memisahkan.
Ara yang melihat perilaku Andika kepada Putrinya membuat nya bahagia dan merasa beruntung mempunyai menantu yang sangat mencintai putri nya. "Umi, senang nak.. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang kamu cintai dan dia juga mencintai kamu!! Semoga Allah memberikan berkah, ridho nya kepada keluarga kamu dan di jauhkan dari badai prahara di rumah tangga kamu" Batin Ara yang duduk di samping mertua nya.
Para orang tua pamit pulang karena Andika sudah datang untuk menemani Aisya, Ara juga pamit untuk melihat istri Rafa yang ada di samping ruangnya. "Umi pamit yah nak?? Kamu kan sudah di temani suami kamu!! nanti Umi akan datang kemari lagi sayang" Pamit Aisya setelah itu dia mencium kening Aisya.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam"
"Umi tinggal iyah nak Andika??"
"Iyah Umi, terima kasih"
Ara menganggukkan kepalanya setelah itu dia meninggalkan Ara dan Aisya di ruangan Aisya dengan rasa bahagia karena anak nya menemukan Suami yang dia inginkan. "Allah memang adil nak!! Kamu di pertemukan dengan orang-orang yang mencintai kamu dengan tulus" Batin Ara menutup pintu ruangan Aisya.
Sedangkan di dalam Aisya menatap senyum suami nya yang sudah satu minggu dia rindukan, Andika menggenggam tangan Aisya setelah itu dia menarik nya pelan ke arah bibir merah nya.
__ADS_1
Andika mencium tangan Aisya dengan sayang, tangan yang selalu menggenggam nya di saat di senang dan sedih. "Terima kasih sayang kamu sudah memberiku hadia yang begitu indah di dalam hidup ini"
"Mas ini semua pemberian Allah kepada kita untuk melengkapkan, mewarnai keluarga kita" Aisya menatap Andika dengan sayang dan cinta begitupun dengan Andika.
"Yah, kamu benar sayang!! Tapi Allah memberikan nya melewati kamu yang harus berjuang melahirkan malaikat kecil yang kini ada di tengah-tengah keluarga kita" Andika bersyukur atas apa yang di berikan kepada nya mulai istri solehah dan dua putri yang sangat cantik di antara dia dan Aisya.
"Ya Allah terima kasih atas apa yang engkau berikan di keluarga ku, dua malaikat kecil yang akan menjadikan rumah tangga hamba mu ini indah dan berwarna" Batin Andika.
Saat Andika tengah berdoa dengan menatap box bayi yang tidak jauh dari ranjang istrinya, Aisya menanyakan nama yang cocok untuk twin. "Mas, siapa untuk twins???"
"Emmm.. Siapa yah yank?? Aku belum menemukan siapa nama yang cocok untuk anak kita!! Apa kamu ada sayang??"
"Emmm.. Ada sih Mas tapi entah kamu suka atau enggak nama yang ada"
"Siapa??"
"Aliya dan Aulia Mas"
"Bagus sayang.. Kalau panjang nya Putri gimana menurut kamu sayang???"
"Aku terserah kamu Mas"
Andika dan Aisya tidak memberikan nama di keluarga mereka di antara anak-anak mereka, mereka ingin nanti kelak anak-anak nya tidak mengandalkan nama keluarga orang tua nya untuk hal yang tidak-tidak.
Sedangkan di kamar sebelah Ara tengah membantu Sisil untuk memberikan Asi kepada putrinya dengan sangat telaten, Ara memaklumi kalau Sisil belum bisa untuk memberi Asi untuk putri nya.
"Kak, apa seperti ini kalau memberi Asi??"
"Iyah, kamu kan kuliah aku sarankan untuk memompa Asi kamu saja lalu di simpan di dalam kulkas, tidak mungkin kamu membawa sih kecil ke kampus"
"Apa aku berhenti saja yah kak kuliah??"
"Huss jangan ngawur kalau bicara yah Sil, aku enggak suka!! Biar aku yang menjaga Lisa kalau kamu tidak percaya baby siter"
"Tapi kak, apa nanti nya tidak merepotkan Kakak???"
__ADS_1
"Sudah tidak apa!! Kamu lanjut kuliah saja sampai kamu menjadi apa yang kamu Mau"
"Terima kasih kak.."
"Iyah. Sudah kamu jangan terlalu mikir yang aneh-aneh nanti Asi kamu tidak keluar"
"Apa kamu mau makam sesuatu?? Kamu harus banyak makan karena Asi tidak akan keluar kalau kamu tidak makan"
"Nanti aku gemuk kak..!!"
"Sil, mau gemuk atau enggak kamu seorang ibu yang harus memenuhi kewajiban kamu untuk memberi Asi kepada anak kamu!! Kalau kamu takut gemuk bagaimana Asi kamu keluar?? Apa kamu akan memberi nya sufor??"
Sisil menatap Ara yang kini mengupas buah jeruk di samping nya, Sisil merasa kalau Ara ingin membuat nya gemuk dan Rafa tidak menyukai nya kembali. "Apa kak Ara selama ini hanya pura-pura baik sama aku???" Batin Sisil.
Belum juga Ara memberi buah jeruk yang dia kupas seorang dokter cantik masuk ke dalam ruangan sisil. "Selamat siang bu Sisil"
"Selamat siang dok"
"Bagaimana perasan hari ini?? Apa lebih membaik dari kemarin?? Apa masih ada yang sakit???"
"Sudah lebih baik dok, tidak ada yang sakit dok!! Dok saya mau bertanya soal Asi"
"Iyah kenapa dengan Asi!"
"Apa lebih baik memberi Asi atau susu formula dok??"
"Tentu saja Asi bu, karena kebutuhan yang ada di dalam Asi dan susu botol itu berbeda, belum lag Asi juga bisa memperkuat hubungan antara Anak dan Ibu, kandungan Asi lebih baik dari susu botol!!"
"Tapi kalau Asi harus makan banyak dok!! Saya takut gendut"
"Hahaha.. Bu, makan banyak itu memang perlu kalau tidak Asi tidak akan keluar, sebaik-baik nya semahal-mahal nya susu botol masih baik dan bagus Asi yang di berikan kepada bayi Sampai usia 2 bulan!! Gendut dan tidak itu sudah resiko menjadi seorang ibu yang harus siap siaga untuk memenuhi kebutuhan Anak nya mulai bayi sampai usia dua tahun"
Penjelasan dokter membuat Sisil malu pada dirinya sendiri karena sempat punya prasangka buruk kepada Ara yang memang selama ini terlihat tulus kepada nya.
"Bu sisil banyak-banyak baca Artikel tentang ibu menyusui agar paham dengan apa Arti dari Asi" Saran dokter.
__ADS_1
"Terima kasih dok"
Setelah suster memeriksa semua keadaan Sisil membaik, besok Sisil sudah bisa pulang dengan bayi nya. Begitupun dengan Aisya yang akan pulang besok bersama dengan twins.