DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
KEHANGATAN


__ADS_3

"Ya Allah jadikan pernikahan putri ku sakina mawadah warohmah" Batin Ara dengan Alex yang menatap putri mereka yang sudah siap dengan kebaya pernikahan nya.


Alex mendekat kearah Naila yang ada di depan cermin tengah menatap wajah nya yang cantik yang belum memakai cadar. "Nak, ulurkan tangan kamu..!!" Alex meminta Naila untuk mengulurkan tangan nya entah apa yang akan Alex berikan.


Naila yang tengah menatap dirinya, mendengar suara yang selalu membuat nya tenang dalam sepuluh tahun ini. Tempat Naila mengadu, tempat Naila mengeluh, tempat Naila bermanja.


"Dad..!!"


"Mana tangan kamu nak..!!"


Naila mengulurkan tangan nya kepada Alex, sedangkan Alex merogoh saku jas bagian dalam nya dia mengambil sebuah kotak kecil dari dalam saku jas nya. Kotak bludru berbentuk bulat di berikan kepada Naila.


Naila menerima kotak bludru yang di berikan oleh Alex kepada nya, Naila membuka kota itu dengan hati-hati. Naila terkejut dia mendapatkan cincin berlian yang limited edition yang baru keluar satu minggu yang lalu.


"Dad..!!"


"Kamu pantas mendapatkan nya Nak, pakai jangan perna di lepas itu kado buat kamu nak"


"Terima kasih sayang Daddy banyak-banyak" Naila memeluk Alex dengan sangat erat, Alex membalas pelukan putri nya tidak kalah erat.


Ara yang melihat itu tersenyum benar-benar bersyukur karena mendapatkan suami yang mau menerima kekurangan nya dan menyayangi anak dan cucu nya. "Terima kasih Ya Allah engkau yang maha adil, engkau pertemukan aku dengan orang baik seperti Alex" Batin Ara.


Alex melepas pelukan nya dengan menghapus air mata nya, dia tidak mengira kalau Naila putri yang yang dia temukan di laut dan dia jadikan anak kini sudah menemukan jodoh nya.


"Jadilah istri yang solehah Nak, jangan perna mengatakan tidak selagi suami kamu ingin kamu berbuat baik dan masih di jalan Allah" Lirih Alex dengan menepuk bahu Naila.


"Terima kasih Dad..!!"


"Sama-sama Nak..!!"


Kini giliran Ara yang mendekati Naila dia memberikan semua kotak yang sedikit besar dari Alex, Naila menerima nya dengan senang hati. Naila melihat Bros Hijab yang berbentuk bunga.


"Terima kasih Umi, Umi dan Daddy selalu tau apa yang aku inginkan..!!"


"Karena kamu anak kami..!! Kalau bukan kami yang memahami putri kami lalu siapa lagi Nak..??"


Naila memeluk Alex dengan Ara dengan sayang, Naila beruntung punya orang tua yang selalu memahami nya, yang bisa menjadi teman, penasehat, guru, dan juga orang tua yang selalu bisa mengerti anak nya.


Jika di dalam kamar tengah saling melo berbeda di lantai satu dimana tempat pernikahan Naila dengan Alvin, Rafa sudah datang dengan di temani dua polisi yang akan menjaga Rafa selama dia ada di pernikahan putrinya.


Banyak tamu undangan yang memandang Rafa dengan malas, jijik ada juga yang sudah mencemooh tapi sayang Rafa tidak menggubris ejekan mereka. Yang dia tau Ara yang mengundang nya dan mengira kalau Ara masih mencintai nya.


"Aku tidak peduli yang mengundangku mantan istriku, aku yakin karena dia masih mencintaiku" Rafa menyahut dengan sombong nya.


Padahal di undangan jelas terpampang nyata kalau nama orang tua yang bukan lah Rafa melainkan Alex Alandra. "Sombong sekali nanti tau kenyataan nya baru tau rasa" hina salah satu tamu undangan yang baru saja datang dan masih membawa undangan untuk di Scan.


Sedangkan Rafa tidak peduli dengan ocehan yang menurut nya tidak penting, dia mendekati penghulu yang memang sudah ada di samping Rico dengan Andika. Sedangkan Jasmin dan Aisya tengah menerima tamu undangan yang memang dari kalangan pebisnis mulai dari tamu undangan yang Ara dan Alex, ada juga tamu undangan dari Aisya dan Andika yang memang mengenal Ara atau Alex, belum juga tamu undangan Rico dan Jasmin.

__ADS_1


Teman-teman seperjuangan Naila dan juga Alvin sesama dokter dan suster yang mereka kenal juga ada di dalam daftar tamu undangan pesta pernikahan Alvin dengan Naila, jangan lupakan tamu undangan kedua orang tua Alvin.


Kedua orang tua Alvin tidak menyangka kalau Naila dan Rafa sangat berbeda jauh sekali, Naila lebih mirip dengan Ara ibu nya yang solehah. Sedangkan Rafa dalam keadaan seperti ini saja masih saja bisa angkuh dan sombong, padahal di sini dia bukan lagi siapa-siapa kalau bukan karena ada Naila.


Rafa langsung duduk di samping penghulu tanpa ada permisi, penghulu yang ada di samping Rafa hanya mengusap dada nya pelan, karena baru pertama kali dia menghadapi ayah dari mempelai perempuan dengan tingkah yang tidak tau diri.


Sedangkan Rico dan Andika menatap Rafa dengan Malas, mereka hanya fokus ke Alvin yang tengah menatap Rafa dengan pandangan yang sulit di artikan. "Ya Allah ternyata bagaikan langit dan Bumi, Naila dengan Umi tidak sebanding dengan Tuan Rafa yang terlihat angkuh dan sombong..!! Pantas kalau rumah tangga Umi kandas dengan Abi kandung Naila" Batin Alvin.


Sedangkan Kedua orang tua Alvin tengah menggerutu di samping Rico yang masih menatap Rafa. "Pa, apa dia besan kita..?? Aku tidak sudi menganggap nya besan, aku hanya mau berbesan dengan Nyonya dan Tuan Alex saja mereka sangat lembut tidak angkuh seperti dia" gerutu Mama Alvin.


"Papa juga enggak mau paa untung Nyonya Ara menikah dengan Tuan Alex kalau enggak kita masih punya besan yang sombong dan tidak tau diri itu" ucap Papa Alvin.


Meninggalkan orang-orang yang tengah menatap malas Rafa, kini penghulu mengatakan kalau Alvin ingin menggunakan bahasa asing untuk menikahi Naila.


"Bahasa apa yang kau inginkan, ingin menikah saja ruwet sekali kamu"


"Saya ingin menggunakan bahasa Arab dan Naila setuju dengan itu"


"Lebay sekali" gerutu Rafa.


"Taun Rafa apa anda bisa melakukannya..?? Kalau tidak bisa saya akan menuntun anda..!!"


"Kau jangan meremehkan ku sialan"


"Kalau begitu kita mulai saja"


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq."


"Bagaimana para saksi Sah..??"


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Penghulu membacakan doa untuk pengantin, sedangkan Andika menghubungi Alex kalau proses ijab qobul sudah selesai dan Alvin sudah sah suami Naila.


Alex memberi tahu dua perempuan yang tengah duduk di tepi ranjang untuk segera turun karena ijab qobul sudah selesai. Naila sudah sah menjadi istri Alvin.


Sepuluh Menit berlalu...


Kini Naila yang di gendeng kedua orang tua nya melangkah mendekati Alvin yang masih duduk di tempat yang sama di depan Rafa. Rafa sempat terpesona dengan Ara yang semakin cantik terlihat dari mata nya.


Ara dan Alex membantu Naila duduk di samping Alvin yang tengah menatap Naila tanpa berkedip, sedangkan Naila yang di tatap seperti itu malah menjadi salah tingkah.


Proses tukar cincin di lakukan sampai meminta restu para orang tua juga di lakukan setelah Naila dan Alvin bertukar cincin dan Naila sudah mencium punggung tangan Alvin.

__ADS_1


Rafa tidak memperdulikan itu yang Rafa perhatikan tangan Ara yang menggandeng tangan Alex sejak tadi, sejak Alex dan Ara membantu Naila duduk di samping Alvin.


Setelah itu Ara bergelayut manja di lengan Alex itu lah yang di perhatikan oleh Rafa. "Sejak kapan Ara menyentuh yang bukan mahram nya..??" batin Rafa.


Saat Rafa tengah menatap Ara dan Alex, Rafa malah mendengar dari mulut Alex panggilan untuk Ara. "Sayang, ayo kita ke besan dulu menyapa mereka..!!"


"Ah baik kah Mas..!!"


Dengan lengan Alex yang menjadi tatapan Rafa yang masih duduk di depan Alvin setelah Alvin dan Naila meminta restu kepada para orang tua. Rafa menatap Ara sampai di depan besan nya.


"Selamat Siang Nyonya dan Tuan..!!"


"Selamat siang..!!"


"Wah pasangan pengantin baru tidak mau kalah dengan anak-anak"


"Yah jelas dong nyonya, anda juga bagaikan terkenal lem yang selalu menempel"


"Hahahahahah..!!"


Rafa mendengar semua yang mereka bicarakan dengan dada yang sesak dan napas memburu, dia tidak terima kalau Ara menikah lagi dengan pria yang jauh lebih dari diri nya.


Rafa mendekati Ara dan menarik bahu Ara dengan kasar, Ara yang belum siap dan tidak tau kalau ada orang yang ingin menarik bahu nya hampir saja tersungkur kebelakang kalau Alex tidak sigap.


"Ara kamu berani menikah dengan pria lain"


Ara menatap orang yang ingin mencelakai nya dengan tatapan bingung dengan pertanyaan nya, kini Rafa sudah ada di pegangan dua polisi yang sigap langsung mendekati Rafa dan memegang Rafa.


"Apa maksud Anda..?? Kita sudah bercerai lama dan wajar kalau aku menikah lagi"


"Lalu apa maksud kamu mengundang aku datang ke sini..?? pamer suami kamu"


"Naila putri anda, Anda wajib menikahkan nya"


"Lalu apa maksud kamu menjamin kebutuhan ku di penjara..??"


"Aku tidak menjamin kebutuhan anda, ada hak apa saya menjamin anda setelah anda melukai putriku"


"Bohong, kamu masih mencintai ku kan..?? Kamu menikahi dia karena terpaksa bukan"


"Terpaksa dalam hal apa..??"


"Kamu rindu kehangatan kan Ara, aku sudah di sini aku akan memberikannya dan buang pria yang ada di samping kamu"


Plakk...


Ara menampar Rafa sampai sudut bibir Rafa mengeluarkan darah, dia tidak habis pikir dengan Rafa bagaimana Rafa bisa menjadi gila dan menggila. "Kamu denger baik-baik anjing bahkan lebih baik dari kamu, kamu dengan tidak tau dirinya malah mengatakan kalau aku butuh kehangatan..?? dasar gila..!! Aku menikah karena Allah, Rafa" pekik Ara yang sudah murka mendengar kata-kata Rafa.

__ADS_1


Ara menyuruh dua polisi itu membawa Rafa pergi dari hotel dimana Naila menikah, setelah kepergian Rafa, Ara jatuh terduduk di atas lantai hotel yang dingin, Alex membantu Ara bangun dan duduk di kursi yang ada di sekitar mereka. Alex menenangkan Ara yang menangis di pelukannya.


__ADS_2