DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
ARA VS ADELIA


__ADS_3

Sesuai dengan permintaan Rafa, Ara datang ke kantor membawa Baby A, Ara menaiki lift untuk ke lantai atas di mana ruang kantor Rafa berada. Ara keluar dari dalam lift di mana di sudah sampai di lantai tempat ruangan Rafa.


Ara membuka pintu ruangan Rafa, betapa terkejutnya Ara melihat Adelia tengah menggerayangi tubuh suami nya yang tengah dalam keadaan memejamkan matanya.


"Astagfirullahaladzim"


Ara mendekat kearah Adelia yang tengah menciumi tubuh Rafa dengan tidak tau malu nya, Ara menarik rambut Adelia dengan kasar menyeret Adelia keluar dari ruangan Rafa.


"Aulia...!!" Suara Ara menggelegar di luar ruangan, suara Ara sampai terdengar ke ruangan lain.


Aulia yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi terkejut mendengar nama nya di panggil oleh Aulia sekertaris baru Rafa, yang memang belum dia temui selama beberapa hari bekerja.


Aulia mendekat kearah Ara yang masih menjambak rambut Adelia dengan sangat erat, Adelia masih berusaha untuk melepas tangan Ara di rambu nya.


"Maaf ada apa ini???"


"Kamu yang nama Aulia???"


"Iyah Bu, saya Aulia"


"Kamu lihat siapa dia" Ara menunjuk Adelia yang ada di samping nya dengan Adelia yang memberontak.


"Bu, apa yang ibu lakukan dengan istri pak Rafa" ucap Aulia panik bukan main karena Adelia kini di jambak Ara.


"Istri??" Pekik Ara yang seperti kehilangan akal sehat nya melihat suami nya di gerayangi oleh perempuan bukan Mahram nya.


"Tanya kepada teman teman kamu yang kamu kenal di sini siapa perempuan ini"


Aulia langsung melihat orang orang yang mengelilingi nya yang menatap Ara ngeri pasal nya salama ini Ara selalu bersikap lemah lembut walau kepada Sasa yang selalu mengganggu nya, mereka tidak tau apa yang di lakukan Adelia sampai Ara mengamuk.


"Mbak Luk, siapa orang yang di jambak itu??" Aulia bertanya kepada teman kerja nya yang ada di dekat nya

__ADS_1


Luluk menatap Aulia dengan menghela napas lelah dan juga ngeri melihat Ara. "Dia mantan sekertaris pak Rafa, sedangkan yang menjambak Adelia itu Istri pak Rafa" Luluk menyahut dengan merasa ngeri dan juga bingung dengan situasi ini.


"Bukan bukan kah Adelia ini Istri pak Rafa???" tanya ulang Aulia kepada Luluk


"Siapa yang mengatakan nya???" tanya Luluk


"Dia tadi pas ke sini"


"Dan kamu percaya???"


"Iyah"


Ara yang mendengar Adelia mengibuli Sekertaris suami nya, apa lagi Adelia mengatakan kalau dia istri Rafa. Ara mendorong Adelia sampai jatuh tersungkur ke lantai. "Aku tidak memasukkan kamu kedalam jeruji besi saja kamu belum bersyukur dan sekarang kamu berani bertindak sejauh ini, kamu berani melecehkan suami ku, memalsukan buku pernikahan aku akan membuat kamu membusuk di penjara" ucap Ara tidak membuat Adelia merasa takut malah dia semakin menjadi.


"Aku enggak takut sama ancaman kamu perempuan sialan, kamu enggak pantas menjadi istri Rafa yang tampan. Sedangkan kamu buruk rupa" ucap Adelia dengan kesal dan marah.


"Romi hubungi security di bawa suruh datang ke mari, dan kamu Bobby panggil polisi ke sini"


"Baik bu"


Jika di luar ruangan Ara tengah bertengkar dengan Adelia, di dalam ruangan dia baru sadar dari pingsan nya, Rafa menatap sekeliling dia melihat Stroller yang sudah pasti milik Baby A karena Rafa sangat hapal dengan Stroller Baby A.


Rafa beranjak dari duduk nya mendekat kearah stroller Baby A, saat ingin melihat Baby A, Rafa mendengar suara Ara yang terdengar Marah. Rafa keluar dari ruangan nya, dia melihat karyawan nya tengah berkumpul entah apa yang mereka lakukan.


"Fit, ada apa???" Rafa bertanya kepada Salah satu karyawan nya yang ke betulan ada di depan pintu ruangan Rafa.


"Ibu mengamuk pak" Fitri mengatakan apa yang sebenar nya kalau Ara tengah marah.


"Kenapa ibu marah??"


"Adelia ada di ruangan bapak tadi kata nya, saya kurang tau pak, karena saya baru selesai makan siang" jelas Fitri yang memang benar ada nya kalau dia baru kembali dari kantin..

__ADS_1


Rafa membelah kerumunan dan benar Ara menatap Adelia dengan sengit, Rafa mendekat kearah Ara. "Umi.." panggil Rafa dengan sangat lembut.


Ara menoleh kearah sumber suara saat mendengar suara Rafa memanggil nya dengan sangat lembut. "Abi, sudah bangun???" Ara menatap suami nya dengan lembut.


"Iyah, apa yang terjadi Mi??"


"Dia wanita gila itu menggerayangi tubuh Abi, saat aku datang dia sudah menciumi tubun Abi"


Karyawan Rafa yang mendengar perkataan Ara mulai ada bisik bisikan yang sangat menguras hati, Adelia mantap sekeliling dengan pandangan benci. "Ahh, harus nya aku bisa menikmati tubuh Rafa gagal dan sekarang semua orang tau" batin Adelia.


Sedangkan Rafa mendengar apa yang di katakan Ara, sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau Adelia lebih gila dari Sasa mantan istri nya. "Bukan hanya itu saja dia juga membuat buku nikah palsu untuk bisa kemari"


Rafa belum lagi selesai terkejut dia kembali di kejutkan oleh perkataan Ara yang menatap Adelia sengit, Adelia juga tidak kalah tajam menatap Ara yang kini sudah ada di pelukan Rafa.


Setelah menunggu setengah jam polisi datang untuk menangkap Adelia, Adelia terus memberontak dan melontarkan kata kata kotor yang di tujukan kepada Ara.


"Ya Allah, Astagfirullahaladzim" ucap Ara lirih dengan memegang dadanya yang sesak mengingat bagaimana suami nya di gerayangi oleh perempuan lain, apa lagi Adelia hampir membuka celana Rafa.


Ara menatap sekeliling melihat Karyawan nya yang masih ada berkumpul. "Maaf untuk hari ini yah, karena hari ini penuh dengan drama dan emosi kalian di bolehkan pulang sekarang dan beri tahu yang lain" ucap Ara yang masih ada di pelukan Rafa.


Rafa mengusap punggung Ara dengan lembut dan sayang, Rafa merasa bersalah karena sudah menyakiti hati istrinya kembali. Rafa merasa belum bisa menjaga istrinya dan membahagiakan Ara di dalam pernikahan nya.


"Maafkan Abi, Mi"


"Ini bukan salah Abi"


"Umi, Abi benar benar minta Maaf untuk hari ini!!"


"Iyah Bi enggak apa apa"


"Ayo kita pulang Bi" Ara mengajak Rafa pulang karena dada nya sudah sangat sesak, pikiran nya pun sudah tidak karuan.

__ADS_1


Rafa masuk ke dalam ruangan nya untuk mengambil Baby A, Rafa mendekat dengan mendorong stroller kearah Ara yang menunggu di luar ruangan.Rafa memeluk pinggang Ara dengan satu tangan mendorong stroller Baby A.


Kini Ara, Baby A dan Rafa sudah ada di parkiran kantor, Rafa mengantar Ara ke mobil nya setelah itu baru Rafa masuk ke dalam mobil nya sendir, menjadikan Ara dan Rafa pulang dengan membawa mobil masing masing.


__ADS_2