DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
TERLUKA


__ADS_3

Ara meminta Yesi untuk tidak memberi tahu Aisya tentang ke adannya yang sekarang terbilang tidak baik baik saja, Ara sangat memohon kepada Yesi, Yesi paham Ara tidak mau kalau Aisya khawatir dengan keadaan nya.


"Mama mau kan membantu Ara???"


"Mama tidak janji"


"Ma"


"Sayang Mami kamu harus tau nak kalau anak nya ada di rumah sakit karena ula Sasa dan Mama akan menuntut perempuan kurang ajar itu sayang"


"Ma biarkan mobil itu di ambil oleh Sasa, mungkin dia lebih membutuhkan dan jangan Mama perpanjang masalah ini"


"Kamu membiarkan perempuan ular itu bersenang senang di atas penderitaan kamu???? Kamu juga membiarkan suami kamu di kuasai nya???"


"Ma!! Aku yang merebut Mas Rafa dari Sasa, Mas Rafa sendiri masih mencintai nya. Meskipun Mama memberitahu kejelekan Sasa tanpa ada bukti Mas Rafa tidak akan percaya!! Dan satu lagi meskipun ada bukti Mas Rafa belum tentu percaya dengan bukti yang Mama tunjukan. Mas Rafa hanya akan percaya kalau dia melihat nya sendiri Ma"


"Kamu salah nak!! Rafa juga perna melihat perempuan itu jalan dengan pria lain dan masih saja Rafa percaya dengan nya"


"Karena Mas Rafa mencintai nya Ma!!"


Ara mengucapkan dengan nada serak menahan tangis yang dia tahan karena tidak mau membuat ibu mertua nya merasa Sedih dan merasa bersalah. "Mama harus sabar dengan Mas Rafa, mungkin saat ini hati Mas Rafa sedang tertutup cinta dari Sasa"


"Perempuan itu hanya mencintai uang Rafa nak"


"Ma jangan suuzon"

__ADS_1


"Mama mendengar apa nya sendiri saat Mama tidak sengaja ada di Cafe yang sama dengan nya, Mama juga merekam nya tapi Rafa mengira Mama mengedit suara nya"


"Berdoa saja Ma dan serahkan semua kepada Allah, yakin dengan kuasa nya"


Mereka tidak tau pembicaraan mereka sedari tadi di dengar oleh Rafa yang ada di depan pintu ruangan Ara, Niat nya dia ingin mengambil Charger ponsel nya untuk di bawa pulang karena baterai nya habis.


Rafa kembali ke rumah sakit setelah mendatangi Apartemen Sasa yang tidak jauh dari rumah sakit di mana Ara di rawat. Rafa mendengar semua apa yang dikatakan Mama dan Ara, membuat Rafa berfikir dirinya bodoh.


Karena jelas jelas Mama nya dulu perna menunjukan foto dan rekaman suara tapi Rafa tidak percaya dengan Mama nya. Rafa sekarang mulai berpikir untuk menyelidiki Sasa sendiri dari aktivitas suting dan ke seharian nya.


Rafa yang niat yang niat nya ingin mengambil Charger dia urungkan dia berbalik meninggalkan ruang rawat Ara, Rafa Meninggalkan Rumah sakit menuju Apartemen Ara, dia ingin memantau apa saja yang dilakukan Kekasih nya saat tidak bersama nya.


Rafa sudah sampai di Apartemen Sasa, dia melihat ada mobil Sasa dan juga mobil baru yang Sasa ambil paksa dari Ara, Rafa berjalan ke arah lift, Rafa masuk ke dalam lift dia akan naik ke lantai atas di mana Apartemen Ara berada.


Rafa keluar dari lift dia berjalan ke arah pintu Apartemen Sasa, Rafa mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada sahutan dari dalam, Rafa berfikir kalau Sasa sedang tidur. Rafa menekan tombol yang ada di pintu Apartemen Sasa.


Rafa keluar dari kamar Sasa, saat Rafa ingin meninggalkan lantai dua Rafa mendengar suara setan yang terdengar, dan Rafa sangat mengenal suara yang sedang mengeluarkan suara setan itu. Rafa berbalik mengikuti suara yang terdengar, sampai dia berhenti di depan pintu samping kamar Sasa.


Rafa mendekatkan telinga nya ke daun pintu dan semakin jelas suara suara setan dari dalam bukan hanya satu atau dua melainkan tiga suara setan yang terdengar. Rafa yang penasaran dengan suara itu membuka pintu secara perlahan, dan mengintip siapa yang ada di dalam.


Deg....


Rafa melihat Sasa telanjang dengan di dua pria sekaligus di dalam kamar yang ada di samping kamar Pribadi Sasa, Rafa melihat dengan ke dua mata nya sendiri bagaimana kekasih yang selama ini dia anggap suci malah bermain dengan dua pria sekaligus.


Rafa kembali menutup pintu kamar yang Sasa gunakan untuk bergelut dengan dua pria sekaligus, Rafa turun ke lantai satu lalu meninggalkan Apartemen Sasa dengan sesak di dada, buliran bening yang membasahi ke dua pipi nya dan tangan yang bergetar.

__ADS_1


Rafa masuk ke dalam Lift saat pintu lift terbuka karena ada orang lain yang juga ingin turun ke lantai satu, orang itu melihat Rafa dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Jangan kamu sia sia kan bongkahan berlian demi kotoran yang bau tak berharga"


Setelah mengatakan itu perempuan paru baya yang ada di dalam lift keluar dari dalam lift meninggalkan Rafa dengan kebingungan nya. Setelah itu Rafa keluar mencari perempuan paru baya yang tadi bersama nya, Rafa sampai bertanya kepada Security yang menjaga di gerbang.


Tapi Security itu bilang tidak ada perempuan paru baya yang tinggal di sini, karena selama dia berkerja puluhan tahun sejak Apartemen tempat Sasa tinggal di bangun tidak ada penghuni perempuan paru baya seperti yang Rafa katakan.


Karena penghuni Apartemen yang Sasa tinggali semua pasangan muda, dan Anak anak remaja, karena Apartemen yang memang sangat strategis. Membuat pasangan muda ada di sini dan anak anak remaja yang malas pulang ke rumah orang tua nya.


Meninggalkan Rafa yang kebingungan kini Sasa sudah sangat kelelahan di kamar khusus untuk tamu pria nya, Sasa yang baru selesai bermain dengan dua pria sekaligus membuat nya sangat kelelahan walau hanya menutup tubuh nya dengan Selimut.


Sedangkan dua Pria matang yang baru saja bermain dengan Sasa sudah selesai bersih bersih dan juga sudah memakai pakaian lengkap. Dua pria itu mendekat ke arah Sasa lalu meremas gemas ke dua pepaya Sasa tentu saja suara setan itu terdengar dari mulut Sasa.


Setelah puas meremas ke dua pria itu melempari Pepaya Sasa dengan beberapa Gebog uang merah. dan tentu saja Sasa sangat senang karena perjuangan nya tidak lah sia sia.


"Apa kamu bisa melakukan nya dengan Tiga sekaligus kalau bisa kamu datanglah ke alamat yang ada di balik uang yang kamu terima"


"Apa bayaran nya cocok???"


"Jika kami puas dengan kamu seperti saat ini aku puas sekali sampai si kecil tidak lagi bangun kamu akan mendapatkan bayaran yang cocok"


"Aku akan datang"


"Kalau begitu istirahat yang cukup sayang"

__ADS_1


Dodi setelah mengatakan itu kembali meremas lalu pergi dari dalam kamar khusus yang Sasa sediakan, sedangkan Sasa setelah kepergian dua laki laki itu memilih untuk langsung tidur di kamar khusus tanpa membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


__ADS_2