DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
SAH


__ADS_3

Hari demi hari sudah berlalu dimana hari ini hari pernikahan Rafa dan Ara dua pengantin yang tidak saling kenal dan tau satu dengan yang lain, pernikahan mereka karena kehendak orang tua atau perjodohan.


Mulai dari persiapan, tempat, dekor, dan yang lain dua pengantin tidak tahu menahu yang mereka tahu hari ini akan menikah. Ara perempuan cantik itu sudah ada didalam kamar hotel bersama Aisya, Aisya menatap putri nya yang sedang ada didepan meja Rias.


"Kenapa Mi??"


"Kamu begitu sangat cantik"


"Seperti Mami"


Aisya terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Ara, Aisya merasa begitu cepat Ara dewasa rasa nya baru kemarin Aisya melahirkan nya ke dunia. Tapi sekarang Ara sudah akan menjadi tanggung jawab Pria yang belum tentu akan menghargai Ara sebagai istri.


"Mi apa Ara cantik???"


Suara Ara membuyarkan lamunan Aisya yang mengingat saat dia berjuang melahirkan Ara dengan, Saat dia menggendong Ara kecil yang menangis. Dan sekarang Ara kecil berbalut kebaya pernikahan.


"Mi kenapa diam???"


"Kamu sangat sangat Cantik sayang"


Aisya mendekat ke arah Ara yang sudah selesai di make up, dia hanya tinggal memakai Cadar untuk menutup wajah nya.


"Biar Mami yang memakaikan nak"


Ara memberi cadar nya kepada Aisya yang ada dibelakang nya, Aisya tersenyum melihat Cadar yang Ara berikan kepada nya.


"Mami ingat saat kamu baru Mami suru pakai cadar kamu selalu menolak"


"Heheh"


"Kamu begitu cantik, kecantikan yang boleh dinikmati, di lihat suami yang sah, suami yang menghargai kita, suami yang mencintai kita" Aisya memasang cadar dengan memberi tahu tentang apa saja yang seharusnya Ara sudah tau.


Tapi Aisya sebagai orang tua hanya ingin mengingatkan putri nya agar tidak salah mengambil jalan dan salah langkah. Jalan yang akan menyesatkan Ara.


"Sudah selesai sayang"


"Terima kasih Mi"


"Sama sama sayang"


Ceklek ..

__ADS_1


Dua perempuan cantik beda usia itu menoleh ke arah Pintu yang terbuka memperlihatkan Zeufa ada yang masuk kedalam. Zeufa mendekat ke arah Ara dan Aisya.


"Kamu sudah siap sayang???"


"Sudah Pii"


Zuefa mengulurkan tangan nya kepada putri dan disambut bahagia oleh Ara, Setelah menggandeng Ara Zeufa, Aisya mendekat ke arah Ayah dan Anak itu Aisya menggandeng sisi Ara. Menjadikan Ara di apit oleh kedua orang tua nya.


Mereka bertiga berjalan keluar kamar hotel berjalan ke arah lift untuk turun ke bawa dimana tempat akad Nikah Ara dan Rafa dilakukan dibelakang hotel lebih tepat nya ada di taman belakang hotel yang sudah dihias dengan indah.



Zeufa, Aisya dan Ara sudah ada dilantai bawa mereka sedang berjalan menuju taman belakang dimana Akad akan segera berlangsung.


Saat Ara, Zeufa dan Aisya sampai di tempat akad para tamu tercengang melihat dua wanita bercadar penguasa ZA grup. Mereka semua juga tidak menyangka kalau yang akan menjadi istri Rafa Hendarso keturunan Abraham.


Rafa yang melihat kedatangan Ara dan ke dua orang tua nya sangat tidak berminat menatap Ara yang hanya terlihat mata nya saja.



Ara yang melihat Rafa tidak menghiraukan kedatangan nya dengan kedua orang tua nya hanya bisa menghela napas, semua ini sudah Ara pikirkan sejauh hari sebelum memutuskan menikah dengan Rafa Hendarso.


Ara duduk di samping Rafa yang ada di sebrang meja depan penghulu, setelah zeufa datang penghulu bergeser ke sebelah agar Zeufa bisa menghadap Rafa yang. Zeufa yang akan menikah kan putri semata wayang nya dengan Rafa.


"Hemm"


"Bismillahirrahmanirrahim. Ananda Rafa Hendarso bin Adam Hendarso saya Nikahkan dan saya Kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Zeina Johara Abraham dengan maskawin berupa uang tunai sebesar 200 juta dan perhiasan murni 50 karat Tunai".


" Saya terima nikahnya dan kawinnya Zeina Johara Abraham binti Zeufa Abraham dengan mas kawinnya yang tersebut Tunai".


"Bagaimana para saksi sah"


"Sah"


"Sah"


Suara tamu undangan memenuhi taman belakang hotel. Penghulu membacakan doa doa untuk pengantin baru yang belum memiliki perasaan satu sama lain.


Setelah membaca doa doa penghulu menyuruh Rafa memasang cincin dijari Ara begitu pun dengan Ara, setelah selesai bertukar cincin penghulu menyuruh Ara mencium tangan Rafa.


Setelah Acara Akad Nikah selesai akan dilanjutkan dengan pesta pernikahan yang ada didalam hotel. Hotel yang disulap menjadi tempat sangat cantik penuh dengan warna putih ke sukaan Ara.

__ADS_1



Sedangkan Ara sendiri sedang berganti gaun yang dia gunakan di acara pesta pernikahan nya, pernikahan yang belum tau kemana arah nya.


Sedangkan Rafa dia masih berusaha untuk menghubungi Sasa yang sudah beberapa minggu ini tidak bisa di hubungi, Rafa tidak bisa datang ke apartemen Sasa karena mobil nya juga di sita oleh Yesi Mama dari Rafa.


Meninggalkan Rafa yang sedang marah marah tidak jelas di kamar hotel nya, di gedung yang sama lantai yang sama Ara sedang di make up sedikit lagi karena pergantian gaun.


Setelah memakai kebaya kini Ara berganti dengan gaun yang mekar, membuat Ara semakin cantik andai saja Rafa melihat nya pasti akan terpesona dengan ke cantikan Ara.


"Mi apa pesta nya akan lama???"


"Kenapa memang nya sayan???"


"Gaun nya sangat besar Mi aku takut kelelahan"


"Kalau lelah bilang sama Mami nak"


"Iyan Mi"


Aisya mengajak Ara keluar dari kamar hotel menunju tempat dimana akan berlangsung nya pesta pernikahan, dilantai bawah hotel.


Aisya menggandeng tangan putri nya begitu juga dengan Zeufa yang menggandeng tangan putri nya dengan sangat erat karena takut Ara terjatuh karena gaun yang dia kenakan.


Zeufa dan Aisya mengantar ke pelaminan yang sudah ada Rafa di atas sana. ke dua orang tua Ara memberikan Ara kepada Rafa dengan pesan kepada Rafa.


"Jika kamu tidak tahan menikah dengan putriku kembalikan Ara dengan baik tanpa kurang apa pun dan lecet sedikit pun"


"Hemm"


Rafa memang tidak menghargai ke dua orang tua Ara karena dia merasa kalau keluarga Ara hanya mengincar harta keluarga nya, karena dia beranggapan tanpa memiliki alasan yang tepat.


"Dan kamu harus ingat jangan sentuh putri ku jika kamu tak mencintai nya"


"Hemm"


Zeufa mengajak Aisya turun dari panggung karena Zeufa merasa tidak dihormati oleh Rafa, sedangkan Rafa hanya duduk yang menerima tamu hanya Ara.


Rafa sendiri tenga fokus menghubung kekasih nya yang ternyata ada di pesta pernikahan nya, dia datang dengan salah satu bos yang menyewa nya untuk ikut datang ke pesta pernikahan Rafa dan Ara.


Rafa yang melihat Sasa menggandeng pria lain sungguh mendidih darah yang ada didalam tubuh nya, Ara yang tak tau dan mau tau Rafa bermain ponsel pun tidak menghiraukan Rafa.

__ADS_1


Ara tidak menyalah kan Rafa tentang semua ini karena pernikahan juga hasil dari perjodohan bukan hubungan yang saling mencintai.


__ADS_2