DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
PENGANTIN BARU


__ADS_3

Di dalam kamar pasangan pengantin baru tengah di landa kecanggungan yang melanda mereka berdua, Alex menghadap dinding sedangkan Ara menatap langit-langit kamar nya.


Alex ingin mengajak bicara Ara tapi rasa canggung telah melanda mereka sejak mereka masuk ke dalam kamar, apa lagi Alex yang baru masuk ke dalam kamar perempuan selain Naila anak angkat nya.


"Lex..!!"


"Ara..!!"


Dua sejoli yang di landa kegundahan dan kecanggungan yang ada kompak memanggil nama pasangan mereka, hingga saat ini Alex belum melihat wajah Ara yang di sembunyikan di balik cadar.


"Kamu dulu..!!"


"Kamu dulu..!!"


Lagi-lagi mereka dengan kompak mengatakan kata-kata yang sama, Ara yang masih menatap langit-langit kamar nya menoleh ke samping. Sedangkan Alex yang menghadap dinding berbalik menatap Ara.


"Kamu dulu saja..??" Alex mengatakan dengan sangat gugup.


"Lex, aku merasa kalau kita sama-sama bodoh..!! Sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan suara" ucap Ara yang ambigu membuat Alex bingung harus berbuat apa.


"Ra, sejujurnya aku juga tidak tau harus bagaimana, karena biasanya kamu dan aku selalu selengean kini harus ada di dalam kamar berdua rasanya aneh saja Ra"


"Aku juga merasa begitu Lex, aku bingung dengan kamu yang sekarang malah tidur di ranjang ku yang biasanya aku tiduri sendirian"


"Apa aku tidur di sofa saja yah Ra, agar kamu nyaman..??"


"Jangan, nanti kamu enggak bisa tidur Lex"


Mereka berdua tidak tau saja kalau di luar kamar ada beberapa manusia yang tengah kepo dengan apa yang di lakukan oleh pengantin baru yang sudah lama saling kenal.


"Kenapa tidak ada suara sama sekali Mi..??"


"Mami juga tidak tau..!!"

__ADS_1


"Apa jangan-jangan mereka tidur sore??"


Jasmin dan Aisya menatap Naila yang ada di samping mereka, bukan hanya ada tiga perempuan itu melainkan ada dua pria yang juga kepo dengan apa yang di lakukan Ara dan Alex.


"Kamu tau dari Mana dek kalau Umi tidur..??" Aisya bertanya kepada adik nya yang ada di samping nya, Adik.. Yah adik Naila sudah menceritakan semua yang terjadi.


Naila juga sudah mengatakan kalau dirinya Aufia tapi dia tidak mau lagi memakai nama Aufia dia ingin menjadi Naila saja dan menyandang nama belakang Alandra nama Daddy angkat nya.


"Kan aku hanya menebak kak..!!"


"Heh, kalian jangan berisik nanti ketahuan.."


"Aunty, bagaimana kalau kita pakai gelas saja barang kali kedengaran..??" Saran Naila yang menegakan badan nya bersiap untuk mengambil gelas tapi dia di halangi oleh kekasih nya yang baru saja bergabung.


"Mas, kamu menghalangi jalan ku saja..!! Aku tengah kepo dengan Umi, minggir deh"


"Shuuutt.. Sayang jangan berisik, aku sudah membawakan apa yang akan kamu ambil"


"Mana"


"Apa yang kamu dengar Nai..??"


"Aunty mereka tengah berdiskusi entah apa yang mereka bicarakan..!!"


"Mungkin kamu salah dengar sayang..Mana biar Aunty yang menguping" Jasmin meminta gelas yang di bawa Naila.


Naila memberikan gelas yang dia bawa kepada Jasmin yang ada di samping Aisya, Jasmin menempelkan gelas yang dia bawa. Jasmin juga mendengar kalau Ara dan Alex tengah berdiskusi yang entah apa yang mereka bicarakan.


"Bagaimana Mi..??" lirih Aisya yang menatap Mami mertua nya.


"Memang benar apa yang di katakan Naila kalau mereka tengah berdiskusi"


"Apa yang mereka diskusikan Mi..??"

__ADS_1


"Mami juga tidak tau yang jelas mereka tengah berbicara dan bukan malah asoy-asoy" lirih Aisya menatap Menantu nya.


"Sudah lah kalian ini, ini kan masih sore barang kali nanti setelah makan malam mereka asoy geboy..!!" ucap Rico yang langsung membuat yang lain menatap nya.


"Mungkin yang di katakan Papi benar sayang, lebih baik kita buat sendiri saja dari pada kepo dengan Umi dan Daddy"


Aisya dan Andika melangkah meninggalkan depan kamar Aisya begitupun dengan Naila dan Alvin, hanya tinggal Rico dan Jasmin, mereka juga saling pandang dan akhirnya meninggalkan depan kamar Ara.


Sedangkan Ara dan Alex yang ada di dalam kamar tengah saling tatap dengan duduk bersilah di atas ranjang mereka. "Ara, apa boleh aku melihat wajah kamu..?? Kalau kamu belum siap tidak apa-apa aku tidak akan memaksa kok"


Ara menunduk dia malu harus memperlihatkan wajah nya kepada suami kedua nya, karena selama ini dia dan Alex bagaikan saudra yang tidak bisa lepas dan sekarang menjadi pasangan suami istri.


"Tidak apa kalau tidak boleh, aku tidak memaksa Ara..!! Jangan kamu jadikan beban di hati dan pikiran kamu"


"Bukan aku tidak mau Alex tapi aku malu, aku sudah berumur dan sudah punya cucu yang usia nya 10 tahun"


Alex tersenyum mendengar apa yang di kataka oleh Ara, Alex memegang baju Ara dia masih belum berani menyentuh perempuan soleha yang ada di depan nya. "Ara jangan kamu katakan hal yang bukan-bukan"


Ara dengan sangat pelan membuka cadar yang dia pakai menutupi wajah cantik nya, dengan sangat pelan Ara menurunkan Cadar yang dia pakai. Alex menatap wajah bidadari yang ada di depan nya dengan ternganga karena beru saat ini Alex melihat Ara yang tanpa cadar.


"Ara..ka-kamu sangat cantik..!!" Lirih Alex yang menatap wajah cantik istrinya yang ada di depan nya.


"Jangan terlalu memujiku Lex, aku tidak punya stok baper"


"Kamu sungguh sangat cantik Ara, aku sangat bersyukur mencintai kamu yang bisa menjaga diri kamu sendiri"


"Stop Alex jangan menguji kesabaran ku kalau kamu terus berbicara saja" Ara menghentikan ucapan Alex yang membosankan.


"Kamu istri ku wajar kalau aku memuji kamu, yah walau aku tidak pandai untuk merayu kamu..!! Aku sangat bersyukur Ara karena kamu mau menjadi istri aku walau dengan paksaan, terima kasih Ara aku sungguh berterima kasih..!! Walau kamu belum bisa menerima aku dalam hidup kamu tapi aku berharap sewaktu saat kamu bisa menerima pernikahan kita"


"Lex,. Kamu berhak atas diri ku aku juga menerima segala sesuatu yang ada di dalam diri kamu, aku sudah menerima pernikahan kita"


"Terima kasih Ara" Alex memeluk Ara dengan lembut dan sayang, Ara membalas pelukan mereka berdua dan entah siapa yang memulai tapi mereka tiba-tiba sudah menjalankan malam pertama.

__ADS_1


Sore yang panjang untuk Ara dan Alex sampai mereka lupa kalau mereka mandi dan lupa daratan, apa lagi ini adalah hal pertama yang di lakukan oleh Alex dan Ara juga baru kali ini melakukan nya bersama dengan Alex walau dulu dia masih bersama dengan Rafa, Rafa enggan menyentuh Ara.


__ADS_2