
"Ahhhh, sakit" teriak Sasa di dalam ruang bersalin. perawat dan dokter pun masuk ke dalam ruang bersalin, mereka mengira kalau mungkin Sasa sudah akan melahirkan.
Mereka melihat Sasa yang tengah kesakitan di atas Ranjang rumah sakit. "Sus cek" salah satu suster memeriksa Sasa apa kah sudah saat nya melahirkan atau belum.
"Belum dok"
"Ini sudah dua minggu sus, tapi tidak ada kunjung melahirkan" Dokter Lisa Frustasi melihat Sasa yang terus berteriak.
"Nona Sasa, saya dengan dokter lain sudah menyerah dalam menangani anda, karena sudah dua minggu anda kesakitan, tapi tidak ada ada melahirkan, kami sudah mencoba untuk operasi tapi semua alat tidak menembus kulit anda. Saya minta Maaf, Jika Nona perna menyakiti hati seseorang anda coba minta Maaf, barang kali anda dengan muda melahirkan" Lirih Lisa dengan menatap Sasa dengan sanga kasihan.
Sasa masih berteriak dengan sangat kencang tanpa memperdulikan ucapan dokter Lisa, Lisa yang tau kalau Sasa tidak menghiraukan nya, Dokter Lisa menyuruh untuk menghubungi suami Sasa, Suster mengatakan kalau Tuan Rafa menolak untuk bertemu dengan Sasa.
"Lalu harus bagaimana sus jujur saja ini pertama bagi ku" keluh Dokter Lisa yang sudah dua minggu bingung bersama dengan dokter yang lain.
"Saya apa lagi dok lebih tidak paham lagi" Suster menyahut dengan nada menyesal.
"Kamu coba hubungi istri tuan Rafa saja" ucap dokter Lisa.
"Maaf Dok, saya tidak berani karena beliau tengah hamil tua" Lirih suster
Dokter Lisa menidurkan kepalanya di atas meja di ruangan nya dengan berbantal tangan nya, Lisa sangat pusing karena baru sekarang dia menghadapi pasien yang sudah waktu nya melahirkan tapi tidak bisa melahirkan. "Ya Allah, apa yang kau harus lakukan" Lirih dokter Lisa.
Lisa mengambil ponsel nya dia menghubungi Ara sahabat nya, Lisa tidak tau kalau Ara istri dari Rafa. Lisa pun tidak tau kalau Ara sudah menikah. "Hello".
" Iyah Lis, kenapa???"
"Aku lagi pusing banget" Lisa mengeluh karena sudah dua minggu dia dan para dokter pusing dengan Sasa yang tak kunjung melahirkan tapi Sasa terus berteriak dan mengejan.
"Pusing kenapa???"
"Aku ada Pasien yang sudah dua minggu belum juga lahiran" Lisa mulai menceritakan apa di rasakan bingung, lelah, pusing menjadi satu. Apa lagi Sasa terus berteriak bak orang gila, mengganggu pasien lain yang ingin melahirkan dan juga pasien yang sakit.
"Apa, dia bernama Sasa, Lis???" Ara merasa kalau yang di ceritakan Lisa, sahabatnya ada Sasa yang dia tau kalau sampai saat ini belum ada tanda tanda untuk melahirkan.
"Kamu tau dia Ra??" Lisa sangat senang dia kira Sasa dan Ara berhubungan baik, Lisa berniat untuk menyuruh Ara untuk membujuk Sasa.
"Dia istri kedua suami ku Lis"
"Apa???" Pekik Lisa yang sangat terkejut dengan kenyataan ini, Sasa istri kedua suami Ara.
"Iyah, dia mengaku anak yang ada di dalam kandungan nya anak Mas Rafa, Mas Rafa mengatakan kalau itu bukan anak nya"
"Sudah kamu kesini saja Ra aku minta tolong, suru Sasa diam dan meminta maaf sama orang yang di sakiti. Agar cepat lahiran dia!!"
__ADS_1
"Baik lah nanti aku akan kesana dengan suami ku yah Lis, kamu yang sabar, karena Sasa perempuan langkah".
Lisa mematikan sambungan telpon, dia kembali menaruh di atas meja kerja nya. Lisa yang pusing pun tidak sadar kalau dia terlelap dalam tidur nya
Sedangkan di rumah Ara dan Rafa sudah bersiap untuk ke rumah sakit, berharap Sasa mau mengakui kesalahan nya dan mau melepas Rafa untuk nya.
"Ini yang terakhir sayang" ucap Rafa yang tengah membuka pintu untuk Ara.
"Iyah Mas tampan"
Rafa melajukan mobil nya meninggalkan rumah mewahnya dengan Istrinya, Ara yang ada di dalam mobil banyak cerita cerita makan yang dia ingin kan dalam sekali makan, Ara berceloteh sampai mereka sampai depan rumah sakit.
Mereka berdua turun dari dalam mobil, Ara menggandeng lengan Rafa untuk masuk ke dalam gedung rumah sakit. Ara dan Rafa masuk ke dalam lift untuk naik k lantai atas dimana kamar bersalin Sasa.
Rafa dan Ara keluar dari dalam lift berjalan kearah kamar bersalin Sasa, Rafa membuka pintu kamar, dia langsung di suguhkan dengan keadaan Sasa yang terbilang sangat jaun dari kata baik.
"Assalamualaikum"
Tidak ada jawaban dari mulut Sasa dia menatap Sasa yang sudah tidak memakai baju, rambut acak acakan, mata merah. "Sa.."
"Ngapain kamu datang kemari sialan???" pekik Sasa yang menatap Ara benci.
"Sa, aku datang kemari karena permintaan dokter Lisa" Jawab Ara dengan jujur, dia masih sangat sabar kepada Sasa yang selalu berbicara kasar kepadanya.
Rafa sangat geram istrinya di bentak oleh Sasa, padahal sedari tadi Ara berucap dengan sangat lembut kepada nya, tapi balasan Sasa selalu saja kasar kepada Ara. "Jaga mulut busuk mu sialan" pekik Rafa yang enggak terima Ara di bentak berulang kali.
Ara mengusap lengan suami nya agar Rafa tidak terbawa emosi, Ara enggak mau ada drama di rumah sakit karena pertengkaran Sasa dan Rafa. "Mas sudah, aku saja. Aku tidak apa apa"
"Sayang, benar kamu tidak apa apa???" Ara menatap suami nya dengan yakin kalau dia bisa mengatasi Sasa.
"Iyah Mas" Ara menatap manik suami nya, Rafa tau kalau saat ini Ara tengah tersenyum di balik cadar nya.
"Sa, kamu enggak kasihan dengan anak kamu yang ada di dalam kandungan kamu??? Dia ingin keluar Sa!! berilah dia jalan yang lancar, jangan kamu persulit dia" Ara mencoba membujuk Sasa yang sedang menatap nya.
Sasa menatap Ara semakin benci, dia sangat benci sama Ara yang mendapatkan apa yang aku inginkan. "Bodoh amat biar dia mati sekalian" pekik Sasa.
"Kamu enggak mau punya anak dari Mas Rafa?? Lalu untuk apa kamu menikahi Mas Rafa???"
"Dia bukan anak Rafa" pekik Sasa dengan tidak sadar karena sudah sangat kesal dengan Ara yang menceramainya.
"Hahah... Kamu mengakui kalau di bukan anak kau, dasar ja****ng gila" Murka Rafa dengan wajah yang memerah, gigi yang terdengar germerutuk.
"Rafa bukan begitu aku tadi hanya kesal dengan wanita gila itu Sayang" Pekik Sasa histeris, Sasa tidak mau kalau Rafa meninggalkannya.
__ADS_1
"Sa, Minta Maaf jalan yang terbaik sekarang, kamu sudah mengakui kalau di bukan anak Mas Rafa, jika kamu enggak mau merawat aku saja yang akan merawat nya dengan Mas Rafa" Ara masih saja mencoba membujuk Sasa.
Kalau Mamak udah Mamak jambak Sasa, di kasih hati minta ginjal wkwkwmwk.. Mak Autor nya ikut gemes lihat Sasa.
"Yah bakal aku rawat anak haram kamu itu bersama anak kami nanti nya" Ucap Rafa yang sudah bosan dengan Sasa yang terus berbohong.
"Iyah iyah ini bukan Anak kamu, aku enggak tau anak siapa ini Rafa, puas kamu hah puas" teriak Sasa kembali menggelegar.
"Yah sudah sayang ini bukan anak ku, jadi kita tinggal nunggu sih kecil lahir baru kita rawat dia agar enggak jadi kayak ibu nya gila" Ucapan Rafa mampu membuat hati Sasa semakin sakit dan teriris.
Sasa menatap Rafa yang berperilaku sangat manis kepada Sasa dengan mengejan karena sudah tidak tahan lagi, Rasa sakit di perut menembus ke tulang punggung. Sakit yang enggak perna Sasa rasakan selama ini. Rafa yang tau Sasa mencoba untuk me
Rafa mengejan Ara untuk keluar kamar, Saat ingin menutup pintu Ara dan Rafa mendengar teriakan Sasa. "Aahhhhhhhhhhhhhh"
Oek oek oek...
Ara dan Rafa kembali masuk melihat Sasa yang sudah melahirkan, Rafa keluar berteriak memanggil dokter. Tidak lama dokter dan suster berlarian kearah ruangan Sasa.
"Apa yang terjadi tuan??? Tanya Dokter Lis terlihat panik.
" Sasa melahirkan" ucap Rafa.
Tanpa mengatakan apa pun Lisa masuk kedalam ruang bersalin, dan benar dia melihat Bayi di bawa kaki Sasa, Lisa menggendong bayi perempuan itu. Ara melihat anak yang ada di gendongan Lisa dengan mata mengembun. "Anak yang cantik dan Manis sekali" Lirih Ara yang masih bisa di dengar Lisa.
Lisa tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Ara, dia tau kalau Ara ada orang yang sangat baik. Dia tidak benci dengan anak yang mungkin saja anak suami nya. "Ara kamu keluar dulu yah, aku akan membersihkan bayi nya dan memeriksa keadaan Sasa" ucap Lisa dengan hangat
"Baik lah dokter"
"Kau ini..."
"Haha iya.. Baik lah Lisa rawat putri ku"
"Iyah nyonya"
"Hahahahah" mereka tertawa kecil dengan tingkah konyol mereka.
Dua jam berlalu kini Sasa yang lemas di pindah ke ruang rawat setelah melahirkan, sedangkan anak Sasa ada diruang bayi. Ara melihat anak Sasa yang sangat lucu. "Mas lihat anak kita nanti juga akan lucu seperti itu" Lirih Ara
"Iyah, dan aku juga sudah menyiapkan surat Adopsi untuk bayi itu, setelah itu Sasa tidak lagi bisa menemui atau mendekati nya" Rafa memberi tahu Ara kalau dirinya sudah benar benar mengabulkan keinginan nya.
Hayyyy gaes, terima kasih yang sudah baca cerita Mamak yah Gaes!!! Mamak mau minta Maaf karena akhir akhir ini jarang up. Karena Mamak punya Dedek bayi yang terkadang suka rewel..!!
Jangan lupa Like, komen, dam Subscribe yah..
__ADS_1