DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
DUA MINGGU LAGI


__ADS_3

Aisya berjalan di lorong kampus dengan menatap ponsel yang ada di genggaman nya, dia tidak menatap jalan malah fokus ke ponsel nya melihat email yang masuk hari ini.


Bruk.. Ahhh..


Prak..


"Yah handphone aku ambayar dah!!" Aisya menunduk ingin memungut ponsel yang jatuh ke lantai.


Saat Aisya ingin mengambil ponsel nya, tangan nya malah bersentuhan dengan tangan orang lain yang tidak lain adalah Andika. Andika langsung menarik tangan nya saat dia tidak sengaja memegang tangan Aisya.


Aisya mengambil ponsel nya setelah itu menatap Andika yang masih saja dengan wajah datar nya menatap Aisya. "Maaf pak saya tidak sengaja menabrak bapak" Aisya meminta Maaf kepada Andika, Aisya tidak berani menatap mata tajam Andika yang menatap nya.


"Kamu kalau jalan hati hati, untung saya yang kamu tabrak bukan pria lain" Andika kesal dengan calon istrinya yang selalu saja tidak fokus kejalan.


"Maaf pak" Aisya lagi lagi meminta Maaf kepasa Andika.


"Saya bukan bapak kamu, saya calon suami kamu Aisya" Andika mengingatkan Aisya tentang status mereka.


"Apa tidak apa kalau saya memanggil anda Mas atau kakak di area kampus??" Aisya menatap Andika dengan sorot mata yang indah.


"Iyah tidak apa apa"


Aisya menganggukkan kepala nya mengerti apa yang di maksud oleh Andika, Andika yang melihat Aisya selalu menunduk di depan nya merasa bingung. "Aisya apa aku tidak tampan??" pertanyaan Andika membuat Aisya tercongo dengan menatap Andika sekilas.


"Mas, aku tidak menatap kamu karena kita belum Mahram!! Nanti saat kita sudah sah menjadi suami istri aku akan menatap wajah kamu" Aisya menjelaskan agar Andika tidak salah paham.


"Apa kah begitu!! Berarti aku yang belum terlalu paham soal agama" Andika tidak malu untuk mengakui kalau dirinya belum paham agama


"Tidak apa Mas, kalau kita sudah menikah kita belajar bersama Mas"


"Apa kamu mau mengajari ku??"


"Tentu saja Mau mas"


"Terima kasih Aisya"


Andika mengajak Aisya untuk jalan bersama ke ruang kelas yang kebetulan Andika ada di kelas samping kelas Aisya, Aisya menyetujui hal itu, mereka jalan berdua dan menarik Mahasiswa yang lain.


Mereka merasa heran karena dosen yang terkenal cuek kini berjalan dengan Aisya Mahasiswa yang terkenal rama kepada siapa saja.

__ADS_1


"Aisya apa kamu tidak malu berjalan dengan saya??" Andika memperhatikan Mahasiswa yang mereka lewati menatap dirinya dengan Aisya dengan heran.


"Kenapa harus malu Mas, aku tidak peduli mereka membicarakan apa yang aku tau, aku di sini untuk mencari ilmu"..


"Kenapa kamu pinda ke sini?? Bukan kah kamu kuliah di LA??" Andika mulai mendekatkan dirinya kepada Aisya calon istrinya.


"Karena Aufia!! Aufia adik nakal ku yang sekarang sudah meninggalkan kami dengan rasa sakit yang sulit hilang, walau sudah satu tahun lebih dia pergi"


"Pergi kemana?? Apa dia pergi dengan kekasih nya??" Andika merasa tertarik dengan cerita Aufia adik Aisya.


"Dia adik aku yang paling cantik dan Manis, dulu kami selalu berebut apa saja sampai harus menangis salah satu, aku sering menjahilinya saat kami bertemu di rumah, sampai terkadang Umi dan Abi pusing melihat kami. Aufia adik nakal kurang ajar itu, malah tega meninggalkan kami yang menyayangi nya dengan sangat tulus!! Pergi untuk selama lamanya dalam pesawat ****** yang jatuh ke laut satu tahun yang lalu" Aisya mengingat bagaimana dia dan Aufia dulu bersama.


"Pesawat yang menuju ke-.." sebelum Andika melanjutkan kata katanya Aisya sudah dulu memotong nya.


"Iyah, dia ingin memperdalam Agama lagi!! Tapi seperti nya Allah lebih sayang Aufia dari pada kami keluarganya, aku masih ingat dulu sebelum Aufia berangkat di mengatakan kalimat yang Ambigu"


"Apa??"


"Aku pergi untuk kembali bukan pergi tidak kembali, dia juga mengatakan hal yang sama kepada para orang tua, sebelum dia berangkat"


"Maaf aku sudah mengingatkan kenangan kamu dengan adik kamu"


Aisya menatap Andika yang di samping nya, dengan menatap mata tajam Andika yang juga menatap nya. "Aku masuk dulu Mas" Aisya pamit kepada Andika dia saat dia sudah sampai di depan kelas nya.


Panggilan Aisya kepada Andika membuat teman Aisya satu fakultas bertanya tanya apa hubungan Aisya dengan dosen Andika. Andika yang mendengar banyak bisikan tidak menghiraukan dia memilih melangkah meninggalkan depan kelas Aisya.


Andika berjalan masuk ke dalam kelas yang ada di samping kelas Aisya, Andika memulai pelajaran nya dengan memberi berbagai materi untuk anak didik nya.


Tidak terasa hari sudah sangat siang, Aisya juga tidak ada jadwal praktek tau kelas lagi. Aisya berjalan kearah parkiran dimana mobil nya berada, saat Aisya sudah ada di parkiran dia melihat Andika yang tengah mengobrol dengan salah satu dosen perempuan yang masih muda dan cantik.


Aisya yang penasaran mendekat kearah Andika dan Nina Dosen perempuan yang mengobrol dengan Andika. "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Andika menoleh kearah samping dia melihat Aisya yang menatap nya dengan bertanya, sedangkan Nina merasa heran kenapa Aisya datang di saat Nina dan Andika sedang pendekatan.. Ralat maksudnya Nina yang mendekati Andika.


"Aisya.. Kamu mau pulang??" Andika bertanya kepada Aisya yang masih menatap nya


"Ah, Iyah Mas"

__ADS_1


Nina yang mendengar Aisya memanggil Andika Mas menjadi bertanya tanya apa hubungan Aisya dengan Andika, pria yang dia sukai.


"Yah sudah mau aku antar??" Andika menawarkan Aisya tumpangan


"Tidak Mas, aku bawa mobil"


"Yah sudah aku antar kamu sampai rumah kamu, aku juga mau ketemu Umi"


"Kenapa mencari Umi, Mas??"


"Karena aku mau mengantar pesanan Mami"


Nina yang ada di antara mereka menjadi kambing congkek karena Andika malah asik dengan Aisya yang baru datang langsung menarik perhatian Andika.


"Pak Andika, kata bapak kalau hari ini sangat sibuk kenapa mau mengantar Aisya??" Nina merasa tersinggung tadi saat dia bilang nebeng Andika mengatakan kalau dia sangat sibuk. Giliran dengan Aisya, Andika malah menawarkan pulang bareng.


"Yah memang saya sibuk karena mau ke rumah mertua saya"


"Pak Andika sudah menikah??"


"Dua minggu lagi kami akan menikah"


"Kami??" Nina menatap Andika yang baru saja berbicara.


"Saya dan Aisya akan menikah dua minggu lagi!!" ucap Andika dengan menatap Aisya


Nina sangat terkejut dengan apa yang di katakan Andika, selama ini Andika tidak terdengar dekat dengan perempuan, malah kini Nina mendengar dari Andika sendiri kalau dia akan menikag dengan Aisya.


"Bukan kah selama ini pak andika tidak perna dekat dengan perempuan mana pun??' Nina masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Kami di jodohkan oleh kedua orang tua kami"


"Lalu pak Andika menerima nya??"


"Tentu saja, karena Aisya permpuan soleha, yang mampu menjaga Aurat nya"


Andika pamit kepada Nina yang masih tidak percaya kalau pria yang dia cintai malah akan menikah dengan anak didik nya. Nina tidak menyahut saat Andika pamit kepada nya.


Andika mengantar Aisya ke mobil sport yang tidak jauh dari mobil nya berada, setelah mengantar Aisya, Andika kembali ke mobilnya dengan Nina yang menatap Aisya dengan tatapan benci.

__ADS_1


"


__ADS_2