DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
CULIK


__ADS_3

Ara baru selesai menyajikan makanan nya di atas meja makan. "Alhamdulillah sudah siap" Lirih Ara dengan menatap Makanan yang sudah tersaji di atas meja.


"Tinggal bangunkan Mas Rafa" Lirih Ara meninggalkan meja makan berjalan kearah tangga rumah nya.


Ara menaiki anak tangga untuk naik kelantai dua dimana kamar nya dengan suami nya, Ara yang sudah ada di lantai dua berjalan mendekat kearah pintu kamar nya.


Ara membuka pintu kamar nya, saat pintu sudah terbuka Ara sangat terkejut dengan suami nya yang berjalan kearah pintu kamar mandi tanpa menggunakan apa pun.


Rafa dengan santai nya berjalan, tidak tau saja kalau Ara sudah ternganga melihat Rafa yang polosan dengan pisang yang bergoyang goyang menjulang ke bawah.


"Astafirullahaladzim" Lirih Ara setelah sadar dari keterkejutan nya.


"Mas, kamu itu jalan dengan pisang yang bergoyang goyang" ucap Ara yang lembut bercampur dengan kesal.


Rafa yang ingin membuka pintu kamar mandi dia urungkan karena mendengar suara lembut Ara, Rafa menoleh kearah sumber suara. "Sayang kenapa kamu ada di sana??"


"Aku mau bangunin kamu eh tau tau kamu sudah bangun dengan pisang yang melambai lambai"


"Kan hanya ada aku di sini sayang enggak ada yang lihat"


"Terserah kamu saja Mas, lelah aku ngomong sama kamu!! Cepat mandi lalu turun sarapan"


"Enggeh doro putri" Rafa menggunakan basa jawa yang tentu nya Ara tidak paham dengan apa yang Rafa katakan.


Ara tidak ambil pusing dengan apa yang di katakan suami nya, Ara lebih memilih menutup pintu kamar nya lalu berlalu dari kamarnya. Ara mendekat kearah pintu kamar Aisya dan Aufia.


Ara masuk ke dalam kamar Aisya dengan Aufia di dalam kamar sudah ada Siti dan Inem yang tengah mengganti baju Aisya dan Aufia. Ara mendekat kearah putri putrinya.


"Assalamualaikum anak anak Umi"


"Waalaikumsalam Umi" Siti dan Inem menyahut salam Ara dengan suara yang seperti ank kecil.


Ara melihat dua pengasuh putrinya yang sangat sabar, telaten dengan ke dua putrinya, Ara sempat takut kalau salah satu atau kedua nya tidak punya ke sabaran mengurus bayi.

__ADS_1


Lima bulan sudah mereka menjadi pengasuh Aisya dan Aufia, tidak ada keluhan dari Siti maupun Inem, Siti dan Inem juga terlihat sangat akur dalam mengasuh.


Sedangkan Rafa yang sudah selesai mandi tidak menemukan istrinya di dalam kamar. "Pasti Ara ada di kamar anak anak" Lirih Rafa masuk kedalam walk in closet.


Walau Ara tidak ada di dalam kamar tapi Ara sudah menyiapkan baju Rafa untuk ke kantor, Ara sangat bahagia dengan perhatian Ara sema ini walau sudah punya anak Ara tidak perna melupakan tugas nya sebagai istri.


Setelah mengganti baju nya Rafa keluar kamar, Rafa mencari Ara di kamar putrinya. Dan benar saja Ara ada di dalam kamar putri mereka, Ara tengah menatap anak anak nya yang baru selesai berganti baju.


"Umi" Rafa memanggil Ara dengan sangat lembut, Ara yang mendengar suara lembut Rafa berbalik menatap Rafa yang bersandar pada daun pintu.


"Sudah selesai Bi???" tanya Ara memastikan nya.


"Sudah Mi, tapi belum paki dasi"


"Kemari lah Bi biar Umi pasangkan"


Rafa mendekat kearah Ara yang ada di dalam kamar Aisya dan Aufia, Rafa memberikan dasi yang di bawa kepada Ara. Ara menerima dasi yang Rafa berikan lalu memasangkan dasi Rafa.


Rafa menatap wajah cantik istrinya yang tertutup cadar, Ara yang merasa di tatap suaminya mendongak, Ara menatap mata Rafa mata coklat yang indah. "Kenapa Mas apa terlalu kenceng???" tanya Ara yang masih di tatap Rafa.


"Mas, apa kamu tidak bosan mengatakan kalau aku cantik setiap hari???" tanya Ara dengan masih menatap mata coklat Rafa.


Mata yang di turunkan pada Aufia putri kandung Ara dan juga Rafa, wajah nya memang menuruni Ara tapi hidung, mata dan bibir menuruni sang Ayah.


"Sampai aku tua nanti aku akan terus mengatakan kalau kamu sangat cantik" ucap Rafa sukses membuat Ara malu malu meong.


Siti dan Inem yang mendengar ucapan Rafa sangat senang karena majikan nya saling menghargai satu sama lain, Apalagi Rafa terlihat bucin.


"Sudah Mas kita turun saja, nanti kamu nanti kesiangan" Ara yang malu malu meong mengajak Rafa turun untuk sarapan.


Rafa tersenyum mendengar Ara yang malu malu, tingkah nya yang selalu sama walau sudah punya anak. " Iyah aku pamit dulu sama Baby A"


Rafa mendekat kearah Baby A yang kini sudah sangat cantik, tentu sudah selesai berganti baju. "Hay anak Abi dan Umi"

__ADS_1


Baby A tersenyum melihat sapaan Rafa, merasa gemas dengan Baby A, Rafa lalu menciumi Baby A sampai mereka tertawa. Merasa paus dengan Baby A, Rafa pamit kepada Baby A.


"Girl, jangan nakal yah di rumah sama Umi" ucap Rafa kepada Baby A, Baby A kembali tersenyum mendengar apa yang di katakan Rafa.


Rafa mencium kening Aisya dan juga Aufia dengan sayang, setelah itu Rafa mengajak istrinya untuk turun dengan Rafa memeluk pinggang ramping sang istri.


Rafa dan Ara sudah ada di meja makan, Rafa menunggu Ara mengambilkan makan untuk nya. Ara dengan cekatan mengambil makanan untuk Rafa. "Abi ini ayo makan hari sudah semakin siang" ucap Ara dengan memberi piring yang berisi makanan.


Rafa menerima piring yang di berikan Ara kepada nya, Rafa tersenyum menatap makanan yang di berikan Ara. "Terima kasih sayang"


"Iyah Mas sama sama"


Rafa tidak akan lupa dengan mengucapkan terima kasih kepada Ara, hal sekecil apa pun Rafa selalu berterima kasih. Rafa sangat menghargai Ara, seperti Ara menghargai Rfa.


Rafa dan Ara sarapan bersama dengan obrol ringan mereka, sesekali Rafa menggoda Ara, godaan yang mampu membuat Ara salting. "Sudah Mas cepat habiskan nanti kamu telat"


"Iyah Cinta"


Kebahagian menyelimuti keluarga Ara dan Rafa walau terkadang ada rintangan yang menghadang tapi Ara dan Rafa menghadapi nya bersama, saling dukung satu dengan yang lain.


Mereka berdua sudah menyelesaikan sarapan mereka, Ara mengantar Rafa untuk ke teras rumah nya. Rafa pamit kepada Ara tidak lupa dengan mencium seluruh wajah Ara termasuk bibir yang tertutup cadar.


"Sayang nanti kamu ke kantor yah makan siang di kantor"


"Iyah Mas, nanti aku akan kesana"


"Bawah Baby A, agar mereka tidak mengira kalau Umi nya Abi culik"


"Hahahhaa,... Kamu ada ada saja sayang"


"Shuttt,,,, jangan keras keras enggak baik sayang"


"Hehe iya Maaf Mas"

__ADS_1


Ara mencium tangan Rafa, setelah itu Rafa berganti mencium tangan Ara. Rafa kembali mencium kening Ara, sebelum benar benar masuk kedalam mobil.


Ara melihat mobil Rafa sampai sudah menghilang dari pandangan nya setelah itu Ara masuk kedalam Rumah.


__ADS_2