
Ara tengah menangis di pelukan Rafa, Ara masih belum terima kalau Rafa menikah lagi dengan mantan kekasih nya yang tengah hamil. Rafa berusaha menenangkan Ara yang tengah terisak di pelukan Rafa, Rafa sangat bersalah dan sangat menyesal, karena sudah menikahi Sasa mantan kekasih nya yang tengah hamil dan Rafa sendiri tidak tau anak siapa yang ada di kandungan Sasa.
"Sayang Maafkan aku, kita bisa tahu anak yang ada di dalam pelukan Sasa itu bukan anak aku setelah dia lahir nanti, dan saat itu aku akan menceraikan Sasa"
"Kalau dia memang anak kamu bagaimana Mas??? Apa hati ini bisa terima?? Tidak Mas!!!"
"Sayang aku enggak perna berbohong dengan kamu, aku hanya menyentuh kamu"
"Lalu kenapa Sasa hamil Mas???"
"Sayang aku perna memergoki dia beradu dengan dua laki laki, saat kamu ada di rumah sakit. Hal itu juga yang membuat aku mencoba menerima kamu sayang"
"Kamu menjadikan aku pelampiasan kamu Mas???"
"Iyah jujur saja iyah Ara, tapi sekarang aku sudah sangat mencintai kamu. Apalagi kini kita sudah kehadiran malaikat yang ada di tengah tengah kita sayang"
Ara masih terisak di dalam pelukan Rafa, Rafa yang merasa dadanya semakin sesak melihat Ara terus terisak, Rafa menggendong Ara masuk kedalam rumah, Rafa berjalan kearah tangga untuk naik kelantai dua.
Rafa menidurkan Ara di ranjang mereka, Rafa juga mengikuti Ara dia berbaring di samping Ara dengan memeluk sang istri tercinta.
Rafa membuka cadar sang istri dia menatap istrinya yang sudah tidak tertutup dengan Cadar, sungguh sangat cantik menurut Rafa. "Kamu sungguh sangat cantik sayang" Rafa mengecup bibir merah Ara.
Awalanya hanya mengecup singkat tapi lama kelamaan Rafa tidak hanya mengecup Rafa menggigit bibir Ara yang menggoda. Kini mereka saling bertukar silva, Rafa mencecap, menggigit kecil. Dan pada akhirnya isak tangis dan aduh mulut berujung olah raga panas di atas ranjang. Skipp ...
Setelah olahraga panas yang mereka lakukan di pagi hari menjelang siang, kini dua insan itu masih di bawa selimut tebal masih memejamkan mata mereka, sampai dering ponsel membangunkan Rafa.
Rafa melihat ponselnya tidak menyalah, dia mencari ponsel sang istri, saat menemukan ponsel Ara, Rafa menaikan sebelah alisnya melihat nomor baru menghubungi Ara dan tentu saja Rafa tau siapa pemilik nomor itu.
Rafa mengangkat telpon yang menghubungi Ara, tanpa mengeluarkan suara, dia ingin tau apa yang di bicarakan oleh Sasa di seberang telpon. Yah Sasa yang menghubungi Ara entah apa maunya Sasa.
"***Ara, kamu jangan menyita waktu ku dengan Rafa dong. Sudah satu bulan dia tidak datang ke rumahku, dia juga tidak mengirimkan uang ku. Ara kamu jangan serakah yah.
Ara..
Kenapa kamu diem aja ha, aku enggak mau tau suru Rafa datang ke rumahku Ara, sialan!!!
__ADS_1
Ara.. Kamu denger enggak ngomong
Ara, perempuan sialan jawab jangan diem aja. Bisu kamu????
Ara aku juga butuh kehangatan Rafa bukan kamu aja, aku juga butuh uang Ara untuk menghidupi anak dalam kandungan aku.. Ara sialan kamu yah, perempuan sialan.
"Stop memaki Ara, Sa..
Dengarkan aku, aku tidak ada hak menuntut ku memberikan kamu uang karena dia bukan anak aku, bukan darah daging aku. Dan satu lagi kamu bilang apa butuh kehangatan, aku tidak sudi menyentuh kamu yang bekas orang banyak.
Kamu perempuan tidak tau diri, mengaku ngaku kalau aku ayah dari anak yang kamu kandung, tunggu sampai anak tak berdosa itu lahir aku dempak kamu dari hidupku dan Ara sialan. Dan jangan punya angan untuk aku menyentuh tubuh busuk mu itu***"
Rafa yang sangat kesal mematikan sambungan telpon nya, Rafa tidak tau saja kalau semua yang dikatakan Rafa, Ara mendengar semuanya. Ara yang tidur nya miring tidak membuat Rafa tau kalau Ara sudah bangun saat ponsel nya berdering saat ingin bangun keduluan Rafa mengambilnya.
"Mas, apa benar apa yang kamu katakan kalau kamu bukan ayah dari anak yang di kandung Sasa" Batin Ara dengan masih memejamkan matanya.
"Hah, lebih baik aku kembali memeluk Ara agar dia tidak bangun, bangun juga enggak apa apa lanjut yang tadi wkwkwk mumpung masih belum pakai baju" Celoteh Rafa dengan kembali membaringkan tubuh nya di samping Ara dan kembali memeluk Ara.
Ara yang mendengar yang di katakan Rafa menghela napas, sungguh sangat menggemaskan sekali bukan Rafa saat sudah menerima Ara dalam hidup nya.
Yang tadinya Ara berpikir keras apa benar yang dikatakan oleh Rafa itu benar adanya atau tidak kini buyar karena mendengar ocehan Rafa.
Jika di rumah mewah Ara dan Rafa kembal melanjutkan tidur mereka kini di rumah lama Rafa dan Ara sudah misu misu, mengamuk, di dalam kamar nya karena Rafa tidak mau menemuinya dan mengirim uang untuk nya.
"Aahhhhhhh, sialan!!! Rafa sialan kamu udah jadi milik aku tapi kamu enggak menganggap aku sialan kamu Rafa"
Pyarrr
Bhukk
Prakk..
Terdengar dari luar kamar, suara benda jatuh, benda di banting dan juga terdengar teriakan yang menggema di dalam dan di luar kamar.
"Aku enggak mau ketahuan dan kehilangan Rafa kembali, saat ini memang dia tidak mau datang kepada ku tapi nanti dia akan kembali tunduk di bawa kaki ku". Lirih Sasa dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
Sasa yang memandang dirinya di kaca kamar dengan sombong dan percaya diri kalau dia akan mendapatkan Rafa kembali. Dan dia akan menjadi satu satunya istri Rafa.
" Aku seksoii, aku juga cantik, siapa yang tidak akan terpesona dengan kecantikan ku, Rafa hanya emosi sesaat karena tau aku bergumul dengan dua laki laki, tapi nanti saat Rafa tau kehebatan ku di atas ranjang dia akan kembali kepada ku" Sasa berbicara dengan memutar memutar badanya di depan kaca besar yang ada di dalam kamar.
Sasa yang mood nya kembali baik dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, dia ingin pergi bermain untuk melampiaskan hasratnya yang satu bulan setelah menikah dengan Rafa belum mengeluarkan hasratnya. Dia belum di sentuh oleh laki laki dan itu membuat Sasa menjadi gila, seperti nya Sasa hiperseks.
Satu jam Sasa sudah Sasa berada dikamar nya di keluar kamar menggunakan baju yang sangar minim dan tidak pantas di sebut baju karena bagain dalam terlihat dengan jelas, baju yang Sasa pakai sangat menerawang.
Sasa memanggil pelayan yang ada di rumah nya untuk membersihkan kamarnya, dia juga memanggil security yang ada di depan untuk membantu nya memasang lampu di kamar mandi nya, Security yang percaya pun masuk mengikuti Sasa untuk ke kamar lain, bukan hanya satu melainkan dua security yang Sasa panggil.
"Nona mana pengganti lampu yang baru???" salah satu security bertanya saat sudah ada di dalam kamar.
"Ada di dalam kamar mandi"
Dua security itu masuk kedalam kamar mandi, mereka mengira kalau salah satu dari mereka memasang dan satu lagi memegangi tangga. Saat sudah ada di dalam kamar mandi mereka melihat kalau lampu nya masih menyalah, mereka mengira mungkin lampunya korslet.
Tapi saat dua security itu berbalik mereka melihat Sasa yang sudah tanpa busana mendekat kearah mereka, tentu saja dua security itu sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Tubuh kalian bagus, tinggi dan tegap, berotot sungguh sangat pas untuk aku melampiaskan hasrat ku"
"Apa maksud Nona???"
"Aku sudah menikah dengan Rafa satu bulan tapi dia tidak kunjung datang menemui ku, menjadikan aku ingin kalian yang menyentuh ku"
"Maaf nona kami permisi"
"Aku tidak akan memberi tau siapa pun jika kamu mau menjadi pelampiasan ku"
"Kami tidak berani Nona"
"Kalau kalian tidak mau, aku akan bilang kalau kalian ingin memper****sa ku"
Sasa lebih mendekat kearah dua security yang ada di depannya, Sasa menarik tangan dua security yang di depan nya untuk memegang pepaya yang besar dan bergelantungan. Wkwkwkwkwk .. Apaan coba bergelantungan...!!!!
Sasa menggerakkan tangannya agar tangan security untuk memancing mereka, mereka yang laki laki norma akhirnya tergoda dengan Sasa, mereka akhirnya melakukan di kamar mandi bertiga, tapi Sasa selalu menyebut nama Rafa, sedangkan dua security itu tidak perduli yang mereka tau kenikmatannya.
__ADS_1