DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
TRAUMA


__ADS_3

Aisya yang masih takut datang ke kantor memutuskan tidak datang ke kantor dengan alasan kalau dia ingin bermain dengan twin. Jasmin tau kalau Aisya mungkin masih takut untuk datang ke kantor, padahal Rafa sudah ada di balik jeruji besi.


Entah mungkin bayangan Rafa yang mencekik nya membuat Aisya mempunyai rasa takut dan trauma tersendiri. Aisya hanya datang ke kampus setelah itu dia akan pulang ke rumah dan bermain dengan twin.


"Nak kamu tidak ke kantor??"


"Tidak aku lagi malas datang ke kantor!!! Aku akan mengerjakan pekerjaan ku di rumah saja Mi"


"Kenapa?? Kamu takut dia datang lagi??" Jasmin mencoba mencari tau tentang apa yang terjadi dengan Aisya, hanya trauma atau memang sekedar takut


"Tidak, Mi Aisya hanya ingin ada di rumah saja!! Apa Mami lebih senang Aisya di luar rumah??"


"Iyah..!! Kalau kamu ada di rumah kamu menyita waktu Mami sama twins" Jasmin mengambil twins dari pangkuan Aisya.


Aisya dan Ara memutar mata nya malas mendengar ucapan Jasmin, yang selalu saja menohok kalau mengatakan sesuatu. "Mami, dari pada Mami mengomel di sini mending Mami memasak untuk makan siang!!" ucap Aisya yang bukan nya tidak sopan atau kurang ajar, Aisya memang dengan sengaja ingin membuat Jasmin kesal.


Karena Jasmin tidak bisa memasak selain membuat sambal dan memasak mie instan, Jasmin yang mendengar ucapan Menantu nya mendengus malas, karena Menantu nya dengan sengaja ingin membuat nya kesal.


"Kamu menyuruh Mami memasak?? Baik tapi kalau terjadi sesuatu Mami tidak mau ganti kerugian nya" ketus Jasmin.


"Yah, mana ada seperti itu Mi, kalau begitu Mami mempercepat membuat Aisya dan Mas Andika bangkrut dan menjadi gembel" kesal Aisya.


"Ara aku heran sekali kenapa kamu punya anak macam ini sangat perhitungan dengan orang tua!! Ingin aku rasanya menenggelamkan anak ini di kamar mandi"


"Hahaha.. Kamu pikir dia cebong yang bisa kamu tenggelamkan di kamar mandi" Ara malah semakin membuat lelucon dan membuat Aisya kesal karena di serang dari dua sisi.


Mereka bertiga tidak ada yang serius mereka hanya untuk membuat candaan dan lelucon mereka, Setelah Jasmin tau kalau Aisya sedikit trauma setelah kejadian waktu itu.


"Itu lah cebong kamu yang sangat perhitungan!!"


"Maap-maap nih yah Mi, Mami kan kaya!! Lalu Mami dan Papi juga sudah tua harus nya tidak perlu uang banyak-banyak dan lebih baik di sumbangkan ke cucu nya" Aisya menatap Jasmin dengan menaik turunkan kedua Alis nya.


"Bukan Cucu melainkan kamu sama suami kamu!!"


"Kan perwakilan Mi"


Jasmin lagi-lagi mendengus mendengar apa yang di katakan oleh Aisya yang selalu saja bisa menjawab perkataan nya. "Mami malas bicara sama kamu bikin pusing saja"

__ADS_1


"Yah sudah kalau begitu silahkan Mami memasak"


"Enggak mua yah Mami memasak, kamu saja sana yang memasak!!"


"Enggak enak aja, nanti tangan aku kasar terus kalau mau mengusap-usap Mas Andika jadi enggak enak" Aisya menggosok-gosokan kedua tangan nya dengan pelan.


Ara dan Jasmin menatap Aisya ngeri sejak kapan anak mereka menjadi sedikit aneh. Sedangkan Aisya yang merasa kalau Umi dan Mami nya menatap nya dengan aneh ikut merasa aneh dengan mereka.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?? Ah.. Iyah aku tau kalau Aisya memang sangat cantik dan mempesona!!"


"Sudah lah Jas aku mau memasak saja dari pada di sini semakin gila aku melihat Aisya" Ara beranjak dari duduk nya meninggalkan ruang keluarga untuk memasak makan siang.


"Sana Mi bantuin Umi"


"Enggak..!! Kamu saja sana yang bantu Umi kamu" Jasmin menyahut tanpa menatap Aisya yang tengah menatap layar ponsel nya.


"Aku lagi sibuk Mi"


"Ngapain?? Menenun kamu?? Apa kamu menjahit baju atau apa??"


"Sibuk chat sama Ayang Mi!! Kan Mami tidak ngapa-ngapain di sini mendingan bantu Umi yang ada di di dapur"


"Ngapain??"


"Menjaga twin yang tengah tertidur" Jasmin sangat santai saat mengatakan kalau dia akan menunggu cucu nya yang tertidur.


Aisya menghela napas saat mendengar jawaban Mertua nya yang selalu saja berdebat hal yang tidak penting. Terkadang mereka juga akan saling mendukung dan terkadang bertengkar yang membuat Rico dan Andika pusing.


"Di Rumah seperti nya hanya Ara yang cukup waras di sini dan kalian berdua sudah menjulur ke dalam tingkat yang berbahaya atau mungkin kalian sudah sangat membahayakan" Lirih Rico yang baru saja masuk dan melihat Istri dan Menantu nya tengah berdebat.


Dua perempuan cantik menoleh ke arah sumber suara mereka melihat Rico yang membawa beberapa kantung yang seperti nya untuk Aisya yang ingin banyak makan.


"Kenapa Papi pulang dan mengacau saja" Jasmin menyahut dengan ketus.


"Assalamualaikum cinta..!!"


"Ghemm Waalaikumsalam Mas"

__ADS_1


Aisya yang ada di antara mereka memutar mata nya yang melihat Jasmin langsung lulu dengan kata cinta yang keluar dari bibir Rico. "Murahan sekali anda!!" sindir Aisya


"Iri Aja kamu yang suami nya belum pulang"


"Bodoh"


"Tau ah gelap"


Rico kembali mendengus melihat dua perempuan yang dia sayangi di dalam hidup nya malah kembali melanjutkan perdebatan yang sempat tertunda karena dirinya datang.


Rico memilih masuk ke dalam dan menaruh makanan yang dia bawa dari Resto langganan ke dapur, di dapur dia melihat Aisya yang tengah menggoreng ikan untuk makan siang.


"Ara kamu ngapain??"


"Eh Mas aku lagi goreng ikan buat makan siang kenapa??"


"Yah sudah kalau begitu ini kamu simpan buat makan malam saja"


"Apa ini??"


"Makanan yang aku beli tadi ternyata kamu sudah memasak"


Ara menyimpan makanan yang di bawa oleh Rico setelah itu melanjutkan memasak nya sedangkan Rico kembali melihat dua perempuan yang tadi dia tinggal tengah berdebat hal yang tidak penting.


Saat Rico kembali ternyata Jasmin dan Aisya sudah tidak ada di ruang keluarga, Rico heran kemana pergi nya dua perempuan cantik yang tadi dia tinggalkan.


Saat Rico ingin mencari Aisya dan Jasmin mereka mendengar Jasmin yang tengah berteriak dari arah depan Rumah. Rico mendekat ke arah depan Rumah mereka melihat Aisya dan Jasmin tengah rebutan cilok yang mereka beli.


"Astaga kenapa Istri dan menantu ku tidak sadar umur!!" Rico mendekat ke arah Aisya dan Jasmin yang seperti anak kecil di halaman Rumah.


"Sayang, Aisya kalian berdua memang perlu di Rukia" kesal Rico yang melihat cilok yang hanya tinggal satu tapi di buat rebutan.


Aisya dan Jasmin yang mendengar suara yang berat yang menyapa telinga mereka, mereka menatap Rico dengan wajah lelah nya. "Kenapa sih Pi???"


"Kenapa sih Pi??"


Rico mengambil piring yang di pegang Aisya dan Jasmin setelah itu Rico memakan cilok yang hanya tinggal satu dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Istri dan Anak nya yang tengah ternganga di halam Rumah.

__ADS_1


"Papiii...!!!!!!!!" pekik Aisya dan Jasmin bersamaan membuat Rico yang baru masuk terkejut mendengar teriakan Istrinya dan Menantu nya.


__ADS_2