DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
ROMANTIS


__ADS_3

Rafa dan Ara pulang dengan Rafa, mobil yang Ara bawa akan di antar oleh sekretaris Rafa. Rafa bukan nya pulang ke rumah, Rafa mengajak Ara ke suatu tempat yang sangat indah menurut Rafa. Ara yang penasaran selalu bertanya kemana mereka akan pergi tapi Rafa tidak memberi tahu Ara.


Saat ingin sampai Rafa menyuruh Ara menutup kedua matanya dengan telapak tangan nya, Rafa memberhentikan Mobil nya tidak jauh dari tempat Rafa memberi kejutan kepada Ara. Ara mendengar suara ombak, dengan suara angin sebagai musik nya.


"Mas, apa kita sedang di pantai???"


"Nanti kamu akan tahu sayang"


Rafa menyuruh Ara membuka mata nya, Ara membuka matanya perlahan. "Mas"


Ara berbalik lalu memeluk Rafa dengan sangat erat, Rafa membalas pelukan Ara, tidak hanya membalas pelukan Ara melainkan dia juga mencium kening Ara.


Ara melihat lilin yang membentuk hati yang di tengah tengahnya ada nama nya dengan Rafa tidak hanya itu melainkan ada meja yang tersedia di sana, Rafa mengajak Ara untuk mendekat ke arah meja yang akan mereka gunakan untuk makan malam.


Di atas meja sudah ada bunga dan kotak kecil berwarna putih, tidak hanya itu ada kertas kecil yang ada di atas meja. Rafa memberikan kertas kecil itu kepada Ara, setelah Ara duduk.


"Bacalah sayang"


Isi kertas yang Rafa berikan untuk Ara, Rafa merangkai kata kata nya tulus dari hatinya. Ara mulai membuka kertas yang dilipat dua oleh Rafa.


"Zeina Johara Abraham, senyum mu mengalikan dunia ku.


Kamu perempuan satu satu nya yang mampu membuat hatiku bergetar, mampun mengubah hidupku menjadi lebih berwarna.


Ara aku bukan laki laki yang sempurna, tapi kini aku menjadi sempurna karena kehadiran mu yang ada di dalam hidupku.


Cinta mu, ketulusan hati mu, mampun membuatku tak berdaya saat jauh dari mu, Ara kau lah dunia ku, nafas ku, belahan jiwaku, tulang rusuk ku.


Kamu segalah nya bagi ku, kau permata di hati ku Ara. aku mampu mengendalikan dunia tapi dunia ku milik mu, hatiku penuh dengan nama mu, jiwa raga ku hanya untuk mu.


Ara menatap Rafa yang kini sudah ada di seberang meja nya. " Kamu yang menulisnya???"


"Iyah, aku tidak bisa mengungkapkan kata kata Romantis kepada kamu sayang, jadi aku menulis apa yang aku rasakan"


"Kata-kata kamu sangat menyentuh hati aku mas"


"Terima kasih sayang, kamu selalu menghargai aku"


"Itu kewajibanku Mas"


Setelah itu Rafa memakaikan cincin yang terukir nama nya, Rafa memperlihatkan cincin yang ada di tangannya yang sama dengan yang Rafa pakaikan ke jari manis Ara.


"Apa yang kamu pakai ada nama ku Mas??"


"Tentu sayang" Rafa menunjukan nama Ara yang ada di cincinnya, hati Ara menghangat melihat itu. Dia tidak menyangka kalau Rafa bisa seromantis ini kepada nya.

__ADS_1


Setelah Rafa memakaikan cincin untuk Ara dan obrolan ringan mereka, Rafa dan Ara makan malam romantis, dengan kembang api yang menyalah menambah suasana semakin romantis. "Terima kasih Mas sudah menerima ku menjadi istri kamu"


"Dan Maafkan aku yang perna kasar dan tidak menghargai kamu"


Mereka berdua saling memeluk menyalurkan rasa sayang mereka kepada pasangan, Rafa mencium kening Ara, setelah itu bibir Ara yang tertutup cadar.


"I Love You my wife"


"I love You too my husband"


"You will be the only wife in my life"


"Thank you my husband"


Setelah hari semakin malam Rafa memutuskan untuk mengajak Ara pulang ke rumah. Rafa menggendong Ara ala bridal style untuk kembali ke mobil mereka.


Ara dan Rafa kini sudah ada di perjalanan pulang, saat melewati penjual Martabak Ara menyuruh Rafa untuk menghentikan mobil nya, Ara ingin makan martabak. "Sayang kamu jangan turun, cuaca sangat dingin di luar"


"Iyah"


"Kamu mau berapa???"


"Satu aja Mas, cuma kamu beli sepuluh Martabak nanti kita bagikan ke pekerja di rumah Mas"


"Entahlah mas tiba tiba aja aku pingin makan Martabak"


Mereka menunggu dengan saling mengobrol, bercanda dan tawa. Rafa juga bertanya kepada Ara apa dia siap hamil atau tidak. "Mas tentu saja aku mau segera hamil, agar rumah kita ramai"


"Apa kamu yakin sayang??"


"Kenapa Mas??? Kamu tidak mau punya anak dulu??"


"Bukan begitu sayang, aku hanya takut kamu belum siap"


"Apa hanya itu Mas??? Bukan karena kamu belum siapkan ??"


"Sayang, semua pasangan suami istri itu ingin punya anak!! Agar rumah tangga lebih berwarna" Rafa menjelaskan agar tidak ada kesalah pahaman diantara dirinya dengan Sang istri.


Setengah jam berlalu pesanan Rafa sudah jadi, penjual Martabak menghampiri mobil Rafa, untuk memberikan pesanannya. "Berapa pak???"


"400 ribu Mas"


Rafa memberikan sepuluh lembar uang biru, kepada penjual Martabak. Penjual martabak itu menghitung uang yang di berikan Rafa. "Mas, uang nya kelebihan 100"


"Itu rejeki untuk anak dan istri bapak"

__ADS_1


"Apa benar Mas??"


"Iyah pak"


"Terima kasih Mas, terima kasih"


"Iyah sama sama pak"


Penjual martabak itu kembali ke tempat jualan nya karena masih ada orang yang mengantri, sedangkan Rafa melajukan mobil nya untuk pulang ke rumah.


Setelah lima belas menit Rafa memasukan Mobil nya kedalam gerbang rumah nya, Rafa dan Ara turun dari dalam mobil setelah itu Rafa menyuruh penjaga depan membagikan Martabak yang ada di dalam mobil nya, dan satu lagi menyuruh nya untuk mengantar ke ruang makan.


Ara duduk di meja makan menunggu penjaga mengantar Martabak yang dia inginkan sejak tadi, Ara memakan Martabak itu dengan lahap, tanpa memikirkan Rafa, Ara menikmati Martabaknya sendiri.


Saat tinggal satu suap lagi Rafa datang meja makan ingin melihat apa sudah selesai atau belum istrinya makan martabak, karena Rafa ingin segera tidur karena sudah sanga mengantuk ingin cepa cepat istirahat. "Sayang kamu sudah selesai???"


"Tinggal satu suap"


"Habiskan lalu cuci tangan kamu setelah itu naik ke lantai atas, aku mau ke ruang kerja sebentar"


Ara mencuci tangan nya setelah itu dia menyusul Rafa yang sudah naik terlebih dahulu. Ara masuk kedalam kamar melihat suami nya duduk bersandar di sandaran Ranjang. "Sayang kamu sudah selesai???"


"Sudah Mas"


"Ya sudah ayo istirahat sayang"


"Tapi aku ingin makan pecel lele???"


"Apa??"


"Sayang apa kamu yakin???".


"Iyah Mas"


Rafa pun turun dari atas ranjang mendekat kearah Ara."baik lah aku carikan dulu yah"


"Iyah Mas hati hati"


Rafa meninggalkan kamar untuk mencari pecel lele sesuai dengan keinginan Ara, Rafa membelah jalan yang yang masih macet, untuk mencari pecel lele.


Sedangkan Ara kini sudah empat kali membaca kertas yang Rafa berikan saat di panti, hati Ara menghangat, Ara seakan tidak memiliki bosan membaca kata kata Rafa.


Tidak lama Ara membaca nya kini Ara sangat mengantuk, dia menyimpan surat dari Rafa setelah itu dia kembali naik ke atas Ranjang untuk tidur, baru sebentar Ara memejamkan mata nya kini Ara sudah terlelap dalam mimpi.


Sedangkan Rafa kini sudah ada di meja makan, menaruh pecel lele yang di inginkan Ara, Rafa naik ke lantai Atas membuka pintu kamarnya dengan Ara, saat Rafa masuk dia tersenyum menatap Ara yang sudah tertidur. "Sangat menggemaskan kamu sayang" celoteh Rafa.

__ADS_1


__ADS_2