DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
SALAH PAHAM


__ADS_3

Satu bulan berlalu di mana setelah kejadian dimana Rafa mengambil Mahkota Ara, satu minggu setelah kejadian itu Ara dengan Rafa melangsungkan pernikahan kembali, mengulang kembali menikahi Ara. Agar ke depan nya pernikahan mereka selalu diridhoi Allah.


Dalam satu bulan ini Rafa selalu bersikap manis dengan Ara, selalu meluangkan waktu nya untuk Ara, sesekali Ara di ajak makan malam romantis di luar dengan ada nya bunga dan lilin dan tidak itu saja ada permainan musik biola yang menemani makan malam mereka.


Rafa tidak lagi menghubungi Sasa, Rafa juga sudah mengganti nomor ponsel nya. Rafa menjalankan tugas nya menjadi seorang suami yang sesungguh nya, menafkahi Ara lahir dan batin.


Begitupun dengan Ara yang menjalankan tugas nya menjadi seorang istri yang Sholeha, dimana saat Rafa keluar rumah dan pulang ke rumah Ara akan mencium tangan Rafa setelah itu Rafa mencium kening Ara.


Seperti saat ini Ara tengah mengantar Rafa ke teras rumah karena Rafa ingin berangkat ke kantor sebelum nanti Ara juga berangkat ke kantor, Ara mencium tangan Rafa, Rafa mencium kening Ara.


cup cup cup


"Mas"


"Kenapa???"


"Bagaimana kalau ada yang lihat Mas???"


"Tidak akan sayang, kalau pun ada aku mencium kamu terhalang cadar kamu"


"Sama saja Mas"


cup cup cup


Rafa memegang kedua pipi Ara lalu dengan gemas mencium Ara berulang kali saking gemas nya dengan Ara, tentu saja itu di saksikan Yesi yang ingin ke rumah baru anak nya yang sudah satu bulan tidak dia kunjungi setelah Ara pulang dari rumah sakit. Yesi sangat terkejut dengan apa yang di lakukan putra dan menantu nya, pasal nya baru satu bulan dia tidak mengunjungi anak dan menantu nya, saat pertama datang di suguhkan dengan pandangan yang membuat Yesi bahagia.


"Kamu benar tidak mau aku antar sayang???"


"Tidak Mas"


"Hati-hati kamu saat berangkat nanti, hubungi aku kalau sudah sampai"


"Iyah kamu juga hati-hati dan jangan nakal"


"Tentu saja tidak aku sudah berjanji kepada Allah buat selama nya sama kamu"


"Baik lah sudah siang kamu berangkat lah, nanti siang aku akan datang ke kantor kamu"


Rafa sekali lagi mencium kening Ara dengan sayang setelah itu dia masuk ke dalam Mobil nya, sedangkan Ara yang melihat mobil suami keluar gerbang di masuk ke dalam rumah mewah nya. Yesi yang bersembunyi di di balik pohon yang ads di depan rumah Ara tersenyum melihat putra nya.


Yesi melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam rumah anak dan menantu nya, Yesi menekan bel yang ada di samping pintu rumah. tidak lama Yesi menekan tombol Ara membuka pintu rumah nya.


"Ma"


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam Ma"


"Silahkan masuk Ma"


"Terima kasih nak"

__ADS_1


Ara dan Yesi masuk ke dalam rumah Ara, Ara mengajak Yesi untuk duduk di sofa ruang keluarga. "Ma aku tidak mendengar suara mobil Mama" Ara bertanya saat sudah duduk di sofa ruang keluarga.


"Mama tidak membawa mobil" dengan memperlihatkan wajah kesalnya.


"Kenapa Mama terlihat sangat kesal???"


"Mama sangat kesal dengan mobil butut itu!! mogok di pertengahan jalan ke rumah kamu nak"


Yesi berkata kalau mobil nya mobil butut, padahal Yesi baru membeli nya beberapa bulan yang lalu karena tertarik dengan warna nya.


"Mama yakin mogok Ma??? Karena itu mobil baru"


"Entahlah Mama juga tidak tau!! Karena Mama juga belum isi bensin"


Ara terkekeh mendengar Mama mertua nya yang menurut Ara sangat menggemaskan. "Apa sudah ada yang menangani mobil Mama???"


"Mama sudah menghubungi bengkel langganan keluarga nak"


Ara mengangguk anggukan kepala nya, Yesi dan Ara banyak bercerita masalah Rafa yang sudah banyak berubah, Ara menceritakan kalau Rafa sudah menikahi nya kembali, dia juga sudah mau sholat lagi dan masih banyak yang Ara ceritakan.


Yesi sudah menduga saat dirinya baru sampai tadi melihat Rafa tengah mencium Ara, Yesi menyaksikan live streaming Ara dan Raga di teras rumah.


"Alhamdullilah kalau Rafa satu bulan ini banyak berubah nak"


"Iyah Ma, Ara sangat bersyukur Ma"


"Terima kasih Ara kamu mau bersabar menghadapi Rafa yang sulit di kendalikan"


"Ma, Ara tidak melakukan apa-apa ini mungkin berkat doa Mama"


Ara menanyakan makanan apa kesukaan Rafa dan makanan yang tidak di suka Rafa, Yesi dengan senang memberi tahu Ara makanan apa yang tidak Rafa suka setelah itu makanan yang Rafa suka.


"Ma, tapi kemarin Mas Rafa memakan mie yang banyak cabai"


"Wah benar kah sayang, berarti dengan kamu bukan hanya ibadah nya yang kamu ruba makanan nya juga kamu ruba nak???"


"Mama aneh-aneh saha Ma!!!" Ara geleng-geleng kepala melihat Mama Mertua nya.


Sedangkan Yes sangat bahagia mendengar semua cerita menantu kesayangannya yang menceritakan banyak perubahan. Yesi berharap kalau anak dan menantu nya bahagia selama nya, keluarga nya berlimpah keberkahan dan juga ridho. Menjadi keluarga sakina mawadah warahmah.


Satu jam berlalu Ara dengan Mama mertua nya sudah selesai menyiapkan makan siang, Ara mengajak Mama mertua nya untuk makan siang bersama. Setelah makan siang bersama Yesi pamit pulang karena mau ke kantor suami nya untuk menceritakan semua yang terjadi hari ini.


Dengan membawa bekal makan siang untuk Adam suami Yesi, begitupun dengan Ara yang kini sudah bersiap untuk mengantar makan siang untuk Rafa. Ara tidak jadi pergi ke kantor karena ada Mama Mertua nya datang, dan kini bersiap ke kantor Rafa.


Ara mengendarai mobil mewah yang baru dua minggu Rafa berikan untuk nya, Ara berangkat dengan perasaan yang senang. Ara membelah jalanan yang lumayan macet di siang ini banyak pengendara yang roda dua dan roda empat.


Ara sampai di kantor Suaminya dia masuk kedalam kantor, Ara menanyakan kepada Resepsionis apa Rafa ada tidak.


"Permisi, mbak"


"Iyah, ada yang bisa saya bantu???"

__ADS_1


"Apa pak Rafa nya ada???"


"Anda dengan siapa??"


"Saya Ara"


"Apa mbak nya ada janji dengan pak Rafa???"


"Belum mbak"


"Maaf mbak kalau belum ada janji anda tidak bisa menemui nya, apa lagi sekarang ada tamu untuk pak Rafa"


"Tamu???"


"Iyah, mbak kekasih tuan muda Rafa"


Deg...


Dada Ara bergemuruh, badan Ara panas dia mencoba tetap tenang. Dia mencoba tetap tenang dengan mengulang bertanya kepada resepsionis yang ada di bawa. Dan sayang jawaban nya semakin membuat Ara dada Ara sangat sesak.


"Katakan di lantai mana Rafa berada???"


"Tidak bisa Mbak, kalau mbak tidak ada janji"


Ara mengambil ponsel nya menghubungi Rafa, tapi sayang tidak ada jawaban dari Rafa. Dengan kesal dan rasa cemburu yang membara Ara menghubungi Yesi menanyakan di mana ruangan Rafa, setelah tau Ara memutuskan sambungan telpon nya , Ara berlari ke arah lift setelah memutuskan sambungan telpon. Tentu saja resepsionis mengejar Ara. Tapi sayang pintu lift sudah tertutup.


Ara keluar dari dalam lift di lantai 5 dimana tempat ruang kerja Rafa suami nya, dia melihat jelas nama suami nya di papan nama yang tergantung di pintu ruangan Rafa, Ara mendekat ke arah dengan sangat pelan.


Ceklek..


Ara melihat Rafa yang tengah berusaha melepas pelukan dari Sasa, Rafa dan Sasa mengalikan perhatian mereka saat terdengar pintu terbuka. "Sayang"


Saat tau yang datang Ara, Sasa langsung mencium pipi Rafa dan memeluk nya dengan erat, sedangkan Rafa berusaha melepaskan nya. "Sayang ini tidak sama dengan apa yang kamu lihat"


"Aku tidak apa-apa Mas"


"Sayang kamu percayakan sama aku??"


"Entahlah Mas"


Indah resepsionis di bawa mendekat ke arah Ara dan menarik nya keluar, Rafa yang melihat itu pun menghentikan Indah. "Indah kamu jangan kurang ajar"


"Maafkan saya pak, saya akan membawa Nona ini keluar"


"Lepaskan dia Indah, dia istri saya!!!" bentak Rafa dengan mendorong Sasa dengan kasar sampai tersungkur


Seketika Indah melepaskan Ara dan meminta Maaf, Rafa mendekat ke Ara yang sudah mengeluarkan air mata nya. "Sayang aku tidak melakukan apa-apa dengan nya"


"Lalu itu tadi apa Mas???"


"Sayang aku berani sumpah aku tidak melakukan apa-apa"

__ADS_1


"Indah Seret dia dan jangan perna biarkan dia datang ke sini lagi"


Indah mendekat ke arah Sasa membantu nya bangun dan membawa Sasa pergi dari sana tapi dengan cara yang baik-baik Sasa tidak mau, malah memberontak dan mendorong Indah. Indah yang geram pun memaksa Sasa akhirnya dengan paksa. Sedangkan Ara dan Rafa menyelesaikan masalah nya di dalam ruangan Rafa.


__ADS_2