DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
HAMIL


__ADS_3

Ara masuk ke dalam ruangan Rafa untuk pertama kalinya, Rafa mengajak Ara duduk di sofa yang ada di ruangan nya. "sayang dengarkan aku, aku tidak berkhianat deri kamu". Rafa menjelaskan setelah mereka berdua duduk di sofa.


"Aku tidak tahu Mas, yang aku tau kamu tengah pelukan dengan nya" Ara menunduk dia tidak mau kalau Rafa kembali melihat air mata nya.


"Aku bisa tunjukan cctv yang ada di ruangan ku sayang" Rafa bangun dari duduk nya setelah itu mengambil laptopnya yang ada di meja kerja nya.


Rafa mengotak atik laptop nya setelah itu dia menunjukan kepada Ara yang masih menunduk, Ara mendongak setelah Rafa memperlihatkan rekaman cctv yang ada di ruangan nya.


"Kamu lihat kan sayang aku sama sekali tidak berkhianat dari kamu, aku sudah berjanji dengan kamu"


"Maafkan aku Mas"


"Tidak ini bukan salah kamu sayang!! Ini salah aku yang enggak memberi tahu karyawan ku agar tidak membiarkan Sasa masuk ke ruangan ku"


Rafa memeluk Ara, dia juga mencium kening Ara dengan sangat sayang, Rafa merasa bersalah karena sudah membuat Ara sedih. "Mas aku membawa makan siang buat kamu"


"Kebetulan sayang aku sangat lapar"


Ara membuka kotak makan yang ada di atas meja menyajikan makanan nya untuk Rafa. "Aku sudah makan Mas dengan Mama"


"Mama datang ke kantor kamu???"


"Tidak Mas!! Mama datang ke rumah dan aku tadi tidak jadi ke kantor"


"Emm, tumben sekali Mama datang sayang???"


"Iyah Mama ingin melihat rumah baru kita"


Rafa makan dengan di suapi Ara, Rafa sangat senang selalu di manjakan oleh Ara apa lagi Ara selalu memasak untuk Rafa makan mulai dari sarapan sampai makan malam, kecuali makan siang tidak tentu. Ara terkadang memasakkan nya terkadang Rafa Driver.


Karena Ara juga sibuk mengurus perusahaan Zeufa Papi nya, Ara sudah mulai mengambil Ahli perusahaan sang Papi. tidak terasa makanan Rafa habis dengan sangat cepat, menurut Rafa makanan buatan istrinya sangat enak dan membuat nya ketagihan.


"Sayang kamu di sini saja jangan pulang"


"Kenapa Mas memang nya???"


"Aku ingin kamu temani"

__ADS_1


"Baik lha Mas, aku akan menunggu kamu di sini. Kamu lanjut kerja aja"


"Iyah sayang, terima kasih" Rafa beranjak dari duduk nya sebelum kembali ke meja nya di menyempatkan mencium kening Istrinya yang sedang merapikan tempat makan Rafa.


Rafa duduk di meja nya dan mulai fokus dengan laptop yang ada di depan nya, Ara yang sudah selesai membereskan kotak makan Ara, mantap Suami nya yang tengah fokus, membuat Rafa terlihat sangat tampan.


"Mas"


"Iyah sayang kenapa??"


"Kenapa kamu sangar tampan???"


"Hahaha kamu juga kenapa cantik???"


"Karena aku perempuan Mas"


"Dan begitupun dengan ku aku laki laki"


"Kenapa kamu mengcopy kata kata ku Mas"


"Yang laki laki dan perempuan"


"Benarkah aku tidak ingat sayang"


Dan benar saja jawaban Rafa mampu membuat Ara kesal dengan suaminya, Rafa yang melihat nya terkekeh melihat Ara yang sedang kesal. "Kenapa kamu menatap ku seperti itu Sayang??"


"Kamu menyebalkan"


"Aku memang sangat tampan, terima kasih atas pujian nya"


"Mas!!!"


"Hahahahaha" Rafa beranjak dari duduk nya dia mendekat ke arah Ara yang tengah memalingkan wajah nya, Rafa yakin jika saat ini sang istri tengah mengerucutkan bibir nya.


Rafa duduk di sofa di belakang Ara, Rafa memegang pundak sang istri, tidak ada respon dari Ara, Rafa memeluk perut Ara, menenggelamkan wajah nya di leher sang istri yang tertutup oleh jilbab panjang nya.


"Kamu sangat menggemaskan sayang"

__ADS_1


Jika Rafa tengah menggoda Ara di ruang kerja nya berbeda dengan Sasa yang sudah ada di Apartemen nya, dia tenga bingung dengan ke adaan nya saat ini. Sasa tengah hamil tiga minggu entah anak siapa yang ada di dalam perut Sasa, dia mencoba untuk menggugurkan kandungan nya tapi selalu saja gagal, membuat Sasa semakin frustasi di buat nya.


Sasa tengah mencoba untuk mendekati Rafa kembali dan menjebaknya agar mau menikahi nya, dan mau mengakui anak yang ada dalam kandungannya adalah anak nya, Sasa mencoba berfikir bagaiman cara nya menjebak Rafa.


Sasa mondar mandir di Apartemen nya dengan bingung dia mencoba segala cara untuk menggugurkan kandungan nya, dia juga mencari cara bagaimana Rafa menjadi milik nya.


Bak orang gila Sasa berteriak karena belum mendapatkan cara nya, dia takut kalau perut nya sudah membesar tapi belum juga mendapatkan Rafa, itu akan menghancurkan nama baik nya di layar telivisi.


"Ahhhhh!!! Rafa kamu harus menjadi ayah dari anak aku yang enggak tau siapa ayah nya" celoteh Sasa yang kini sudah ada di dalam kamar nya bersiap untuk mencari dunia gelap nya.


Sasa memutuskan untuk menenangkan dirinya datang ke tempat para kaum pria hidung belang mencari kepuasan, Sasa tidak memikirkan janin yang ada di dalam kandungan nya. Dia tetap mencari uang dengan cara gelap.


Sasa keluar dari dalam Apartemen nya, Sasa bejalan ke arah lift untuk turun ke lantai satu dimana mobil mobil nya berjejer di sana, Mobil hasil dari dia meminta kepada Rafa mantan kekasih hati nya.


Sudah putus dengan Rafa, hamil pula entah dengan siapa, saking banyak nya Pria yang dia ajak gelut Sasa tidak mengetahui siapa ayah dari anak nya.


Sasa kini sudah ada di dalam mobil membelah jalan yang sepi, entah kenapa jalanan hari ini lumayan sepi menjadikan Sasa lebih cepat ke tempat Madam Sonia. Sonia bos yang menawarkan banyak wanita kepada pria hidung belang.


Setengah jam berlalu, Sasa sudah sampai di depan rumah mewah berlantai tiga dimana di dalam nya penuh dengan wanita bayaran. Sasa masuk kedalam rumah mewah madam Sonia, dia langsung menari Madam Sonia.


"Madam"


"Hay Sa, tumben sekali kamu ke sini???"


"Lagi mencari hiburan"


"Terlihat sangat frustasi kamu!! Kenapa??"


"Tidak aku hanya butuh yang okay saja" Sasa tidak akan mau jujur kepada Madam Sonia karena dia tidak akan membiarkan Sasa bermain dengan ke adaan hamil muda.


Madam Sonia mencarikan pria yang cocok untuk Sasa yang ganas, setelah mendapatkan nya Sonia kembali menemui Sasa dengan Pria berbadan kekar dan menggoda, dengan kulit coklat matang, bermata gelap pekat.


Sasa menatap Pria itu dengan intens, sedangkan Burhan sedang menatap Sasa dengan pandangan yang suli di artikan.


"Kalau aku main sama dia yang tegap gini aku yakin aku bisa menggugurkan kandungan ku, aku yakin dia memiliki benda yang sangat panjang dan besar" Batin Sasa.


Burhan langsung mengangkat seperti karung beras menuju lantai tiga dimana pria hidung belang memadu kasih dengan wanita bayaran.

__ADS_1


__ADS_2