DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
MEMINTA UANG


__ADS_3

"Mas aku mau ikut kamu ke kantor" Ara merengek bak anak kecil yang ingin minta jajan kepada ibu nya.


Rafa bukan nya kesal dia malah merasa gemas dengan Ara yang merengek. "Iyah sayang kamu boleh ikut"


Rafa tentu saja menuruti kemauan Ara yang sangat manja dengan nya akhir akhir ini, Ara juga tidak membiarkan Rafa kemana mana sendiri sendiri. "Mas, apa aku cantik??" pertanyaan Ara yang tiba tiba juga sangat gemas, menurut Rafa Ara semakin cantik setelah hamil.


"Tentu saja kamu sangat cantik sayang"


"Apa benar Mas???"


"Iyah sayang, sudah ayo kita berangkat karena aku ada meeting sayang"


Ara mendekat kearah Rafa yang sudah ada di ambang pintu, Ara memeluk lengan kekar suaminya dengan sangat manja. Rafa sendiri memegang mengusap tangan Ara yang tengah memeluknya dengan tangan satu lagi. Manis bukan pasangan muda ini.


Setelah empat puluh lima menit Ara dan Rafa sudah ada di kantor, mereka berjalan memasuki kantor. "Stet..."


Ara dan Rafa menoleh kesamping Rafa yang kini sudah ada Sasa yang sedang memeluk lengan kekar Rafa, Rafa melepaskan pelukan tangan Sasa dari tangannya.


"Sayang apa yang kamu lakukan??"


"Ngapain kamu datang kemari???"


"Yah menemui kamu sayang apa lagi???"


"Pergi sana, karena aku tidak akan perna mengakui kamu"


"Baik Rafa kamu yang minta aku akan menyebar luaskan pernikahan kita dan juga mengatakan kamu tidak mau bertanggung jawab atas anak kita" pekik Sasa


"Dasar wanita gila"


Rafa mengajak Ara masuk kedalam kantor dengan Sasa yang mengikuti Rafa dan Ara yang masuk kedalam kantor, tentu saja security yang ada di depan pintu kantor menghalangi jalan Sasa yang ingin masuk.


"Lepaskan aku sialan, aku juga istri Rafa"


Penjaga yang mendengar teriakan Sasa tidak menghiraukannya mereka tidak melepaskan Sasa dan tidak membiarkan Sasa masuk kedalam kantor.


"Rafa akan memecat kalian karena sudah menyentuh miliknya"


Sedangkan Rafa dan Ara kini sudah ada di ruangan Rafa, karena sebentar lagi Rafa akan meeting dengan karyawannya. "Sayang kamu mau ikut keruangan meeting atau di sini???"

__ADS_1


"Aku di sini saja Mas, aku enggak mau bosan menunggu kamu di sana nanti Mas"


"Apa kamu yakin di sendiri sayang???"


"Iyah aku akan membaca Novel yang ada di ponselku"


"Emm, judulnya apa sayang???"


"Judulnya PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA"


"Yah sudah kalau gitu, nanti kalau kamu bosan kamu datang keruangan meeting yah"


Rafa keluar ruangannya untuk melakukan meeting penting dengan karyawan, Ara yang sendirian di ruangan Rafa dia merebahkan dirinya di atas sofa yang ada di sana, dengan menatap layar ponselnya.


Setelah dua jam menunggu akhirnya Rafa kembali kedalam ruangannya dan melihat Ara tengah tertidur dengan ponsel yang ada di dada nya, Rafa menduga kalau Ara membaca novel sampai tertidur.


Rafa mengambil ponsel Ara setelah itu Rafa menaruh ponsel nya di atas meja. Saat Rafa sudah menaruh ponsel Ara, ponsel Ara berdering, Rafa melihat siapa yang menghubungi Ara.


Rafa yang kesal pun akhirnya mematikan ponsel Ara, Sedangkan Sasa yang ada di bawa diluar kantor sudah misu misu dan marah marah karena Ara mematikan ponselnya.


"Sialan memang sih Ara" Lirih Sasa yang ada di depan kantor


Sasa memberhentikan mobilnya di mall terbesar yang ada di kota nya, dia masuk kedalam Mall dengan wajah sangat kesal. Karena dia ingin bertemu dengan Rafa, malah Rafa tidak mau bertemu dengannya.


Sasa menyusuri Mall dengan sangat kesal, dia masuk kedalam salah toko baju, Sasa membelanjakan uang yang kemarin Rafa transfer. Rafa mentransfer uang karena bujukan karena Ara yang meminta, Ara mengatakan kalau Rafa harus adil kepada Sasa walau Sasa tidak mengandung anaknya.


Sasa dengan kalap berbelanja sampai uang yang di beri Rafa hanya tinggal seratus ribu saja, Setelah puas Sasa keluar dari dalam Mall. Sasa memasukan semua belanjaan nya kedalam Mobil milik Ara yang di rebut paksa.


Sasa merasa lebih baik setelah menghabiskan uang yang diberi Rafa, Sasa melajukan mobilnya kearah rumah mewah milik Rafa dan Ara sebelum mereka pindah ke rumah baru mereka berdua.


Di tempat lain, di gedung yang tinggi Ara baru bangun dari tidur nya karena merasa perutnya lapar, dia bangun dari rebahannya setelah itu menatap Rafa yang tengah fokus di layar laptop nya. "Mas"


Rafa mengalikan pandangan nya menghadap Ara yang kini menatapnya. "Kenapa sayang??"


"Aku sangat lapar Mas"


"Emm, kalau begitu aku pesankan!! Kamu mau makan apa???"


"Nasi sambel Mas"

__ADS_1


Rafa memesan nasi sambel untuk Ara dan juga dirinya, Rafa beranjak dari duduk nya dia berjalan mendekat kearah Ara yang duduk di Sofa. Rafa duduk di samping Ara, dia mengusap lembut perut rata Ara dengan sangat lembut, ada binar di mata Rafa. Seakan dirinya sudah tidak sabar menunggu anak nya lahir ke dunia.


"Mas, kamu kalau anak kita lahir mau di panggul Umi saja, kalau kamu??"


"Emm, aku Abi saja. Kan cocok Umi dan Abi"


"Wah iyah juga yah Mas"


Mereka membahas anak yang ada di dalam perut Ara yang mungkin saja sekarang masih berubah gumpalan Darah. Ara merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan Ara yang kini sudah akan memberikan dia seorang anak.


Saat mereka tengah asik membahas anak ponsel Rafa bergetar, Rafa mengambil ponsel nya yang dia letakan di meja dekat ponsel Ara, Rafa mengerutkan keningnya melihat siapa yang menghubunginya.


"Kenapa Mas??"


"Orang gila sayang"


"Apa Sasa Mas??"


"Iyan sayang"


"Angkat saja Mas, kamu harus adil Mas"


"Sayang"


"Mas"


Akhirnya setelah perdebatan kecil itu Rafa mengangkat dan memperbesar suaranya, menjadikan Ara bisa mendengar apa saja yang di bicarakan oleh Sasa dan Rafa.


"***Rafa uang kau habis, aku minta kamu beri aku uang lagi"


"Baru kemarin aku memberi mu dan kini kamu menyuruh aku memberi uang kembali?? dasar wanita gila"


"Aku enggak mau tau Rafa, aku butuh uang untuk kehidupan ku dengan anak kamu"


"Enggak aku enggak akan memberi uang kepada kamu sebelum bulan depan!! Biar kamu mampus sekalian enggak maka***"


Rafa mematikan sambungan telpon secara sepihak dan itu kembali membaut Sasa semakin kesal dengan Ara, dan Rafa. Sasa masuk kedalam Rumah mewah dengan keadaan yang tengah kesal.


Sasa langsung naik kelantai satu di mana Sasa perna tidur dengan Rafa. "Ahh sialan emang sih Rafa" maki Sasa mantap photo Rafa yang tergantung di dinding kamar yang dulu dia tempati bersama Rafa dengan dirinya saat dia menginap di rumah yang di tempat Sasa.

__ADS_1


__ADS_2