DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
ALISIA PUTRI HENDARSO


__ADS_3

Suara tangis bayi memenuhi ruang bersalin Aisya dan juga Sisil, Jika di ruang Sisil ada satu tangis bayi di dalam ruangan Aisya ada dua tangis bayi.


Sisil melahirkan seorang putri yang sangat cantik sangat mirip dengan Rafa, jika di bandingkan dengan Rafa kecil orang akan mengira kalau itu memang Rafa.


Aisya melahirkan dua putri dengan satu mirip dengan Andika satu lagi mirip dengan Aisya, dua putri lahir prematur tapi dalam keadaan sehat, berat bayi yang cukup, menjadikan tidak harus di rawat secara khusus.


Ara yang ada di ruangan Aisya bersyukur karena anak dan cucu nya lahir dengan selamat, tanpa kekurangan apa pun. Aisya bersujud syukur karena Allah memberikan Aisya kekuatan untuk melahirkan dua anak perempuan yang cantik.


"Ya Allah, terima kasih atas apa yang engkau berikan di keluarga hambamu ini, engkau limpahkan kebahagian setelah badai" Ara kembali sujud syukur.


Ara bangun dari sujud nya lalu mendekat ke arah Aisya menciumi seluruh wajah Aisya yang terlihat pucat dan berderai air mata. "Umi, apa mereka sehat??" Lirih Aisya.


"Alhamdulillah nak semua sehat, mereka sangat cantik seperti kamu dan Andika" Ara mengusap pelu keringat yang membasahi kening Aisya.


"Apa Umi sudah menghubungi Mas andika??"


"Sudah nak mungkin besok dia kalau tidak nanti malam dia akan sampai"


"Aisya mengantuk Umi" Lirih Aisya dengan memejamkan mata nya.


"Nanti dulu nak!! Kalau sudah di bersihkan" Ara menggenggam tangan putrinya


Sedangkan Rafa menatap Putri kecil nya yang ada di dalam box bayi yang ada di ruang bersalin, Rafa kembali mengingat Aufia bayi yang terus menangis, Setelah Rafa mengadzani Aufia kecil langsung tertidur pulas.


"Aufia putri Abi, Abi rindu nak!! Lihat kamu punya adik nak perempuan" Batin Rafa


Rafa mengadzani putri nya yang baru lahir, setelah selesai dia mendekat lagi ke Sisil yang tengah di bersihkan oleh suster. "Bunda, terima kasih"


"Iyah Mas"


"Aku kembali mengingat Aufia kecil yang dulu menangis tidak henti sampai aku membisikan Adzan baru dia berhenti menangis" Lirih Rafa yang membuat Sisil ikut merasakan kesedihan Rafa.


...****************...


Dua jam berlalu Rafa mencari Ara yang tidak kunjung menemui nya atau menghubungi nya, sampai Sisil sudah di pinda ke ruang rawat. Rafa takut kalau Aisya terjadi sesuatu.


Rafa mencari Ara dan Aisya di doketer kandungan, tapi Rafa tidak menemukan Aisya dan Ara. "Kemana mereka?? Apa Ara pulang mengantar Aisya??" Lirih Rafa dengan mengotak atik ponsel nya.


Sedangkan Ara kini tengah menyuapi Aisya yang mengeluh lapar setelah melahirkan, Aisya juga sudah di pindah ke ruang rawat untuk pemulihan. "Umi, aku tidak mau lagi hamil sakit sekali" Lirih Aisya.


"Kamu tau nak!! Seorang ibu akan menantikan malaikat kecil ada di tengah-tengah keluarga nya, seorang ibu mengandung dan melahirkan mungkin benar rasanya akan sulit dan sakit tapi semua itu tidak ada arti nya lagi setelah malaikat kecil sudah keluar melihat dunia yang penuh dengan tipu muslihat" Ara menyuapi Aisya dengan memberi pengertian.

__ADS_1


"Umi benar sumua rasa sakit itu menjadi rasa bahagia, tapi Aisya tidak mau hamil lagi sakit"


"Hahahaha... Itu lah perjuangan seorang ibu untuk anak-anak mereka, tetepi kadang seorang ibu dan Anak malah tidak memiliki rasa saling menyenyangi"


"Apa maksud Umi Aisya dengan Ibu kandung Aisya??"


"Aisya Umi enggak suka kamu bicara kayak gitu yah!! Kamu adalah anak Umi"


"Tapi Umi membeli Aisya dari Ibu kandung Aisya!!"


"Aisya jangan katakan apapun kalau kamu enggak mau Umi mati"


"Umi apa yang Umi katakan"


Ara tidak menjawab, Ara memilih keluar ruangan Aisya. Aisya sangat menyesal sudah mengatakan hal yang Umi nya tidak suka kalau dirinya mengatakan hal seperti itu.


"Umi, Maafkan Aisya" Lirih Aisya yang tanpa terasa menitihkan air mata nya.


Ara yang ada luar ruangan Aisya sudah sangat kesal dengan Aisya yang sudah mengatakan hal yang paling di tidak sukai. "Dasar anak kurang ajar, kesal sekali aku dengan nya" Lirih Ara yang duduk di depan ruangan Aisya.


Saat tengah Ara menggerutu di depan ruangan Aisya, dia mendengar suara yang dia kenali. "Mas, kamu sudan selesai??"


"Iyah, di mana Aisya sayang??"


"Di dalam Mana sayang??"


"Di dalam ruangan ini"


"Kenapa?? Apa yang terjadi Umi??" Rafa terlihat sangat panik.


"Aisya beru saja melahirkan anak nya Bi"


"Apa?? Kan belum waktu nya sayang"


"Karena dia hamil kembar"


Rafa duduk di samping Ara yang tengah terlihat kesal, Rafa menatap Ara dengan menicing. "Kembar???"


"Iyah,aku punya anak dan cucu kembar???"


"Hemmm"

__ADS_1


"Ya Allah terima kasih"


"Apa kamu sudah menghubungi keluarga kita Mi??"


Ara juga sangat bahagia mempunyai dua cucu dan satu anak tapi di tengah kesal dengan putrinya yang membuatnya kesal. "Aku juga bahagia tapi aku ingin memukuli Aisya yang sudah berbicara ngawur" Batin Ara yang ikut masuk ke dalam kamar Aisya


Rafa menatap putri nya yang terbaring lemas di atas ranjang, Rafa mendekat lalu mencium kening putrinya dengan sayang. "Kamu putri Abi yang suka ngompolin Abi kini memberi Abi dua cucu??" Rafa mencium kembali putrinya.


"Siapa nama anak kamu nak??"


"Belum Aisya beri nama Bi!! Menunggu Mas Andika"


"Hemm, biar Abi Adzani"


"Iyah Bi"


Rafa mengadzani dua cucu perempuan nya yang sangat cantik, Setelah selesai Rafa duduk di sofa ruangan Aisya. "Masa Allah Abi punya tiga Malaikat kecil" Lirih Abi dengan memejamkan mata nya kembali ingat Aufia yang menginginkan seorang adik.


Entah dia mau menerima atau tidak Aufai sudah mempuanyai adik dari ibu yang berbeda, mungkin dia awal nya tidak akan menerima kalau Adik dari ibu yang berbeda.


"Mas, siapa nama anak kamu???"


"Alisia Putri Hendarso"


"Nama yang indah Alisia!! kamu akan memanggil apa Mas???"


"Lisia atau Lisi atau Al sesuka kalian, atau Putri"


Rafa mengajak Ara untuk keruangan Sisil yang mungkin kini tengah tertidur karena dia mengeluh mengantuk setelah dia melahirkan. "Mungkin dia tertidur Mi"


"Biarkan saja kalau tidur dia kelelahan"


Rafa dan Ara masuk keruangan Sisil yang ada samping kamar Aisya ternyata. Saat Ara dan Rafa Masuk Sisi sudan memejamkan mata nya.


Rafa dan Ara akhirnya mendekat ke arah box bayi, Ara melihat bayi yang sangat lucu dan menggemasakan. "Kamu Rafa kecil" Lirih Ara dengan mencolek pili Alisia pelan.


"Kalau anak Aisya sangat mirip dengan Aisya dan juga Andika Ayah nya"


"Itu adil Umi"


"Kamu tidak adil Bi"

__ADS_1


"Adil yah Mi"


Ara dan Rafa tengah bertengkar membahas cucu Vs Anak. Rafa dan Ara tidak ada yang mau mengalah satu sama lain sampai di lanjut diluar ruangan rawat.


__ADS_2