DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
ARA VS SASA


__ADS_3

Sasa masih mengamuk di dalam apartemen nya dia mencari cara agar dia bisa mendapatkan mobil yang dia inginkan, dia tidak rela mobil yang Rafa seharusnya di berikan kepada nya malah menjadi milik Ara perempuan sialan sok suci menurut Sasa



Sasa yang berantakan sedang memikirkan cara dia tidak mau kalah dengan Ara, Perempuan yang bisa menikahi Rafa. Menurut Sasa Rafa adalah mesin uang berjalan selama ini, Dia tidak rela jika Rafa meninggalkan nya demi Ara wanita bercadar itu.


Jika Sasa sedang mengamuk berbeda dengan Ara yang kini sedang ada ditaman belakang Rumah mewah nya dia sedang menenangkan hati dan pikiran nya, karena apa yang terjadi hari ini. Ara memegang Al Qur'an di tangan nya. Menurut Ara Al Qur'an penenang hati nya selama ini.


Ara membaca Al Qur'an dengan suara indah nya, para perkerja yang ada di rumah Ara dan Rafa mendengar Ara mengaji membuat hati mereka menghangat, seakan beban dalam diri mereka hilang saat mendengar lantunan ayat suci Al Qur'an.



Ara setelah makan siang dengan keluarga nya dia tidak kembali ke kantor Zeufa dia memilih untuk kembali pulang, Karena pikiran nya yang sangat kacau membuat Ara ingin pulang saja.


Didepan Ara terlihat baik baik saja tapi di dalam hati nya di menjerit, menangis, melihat Suami nya Rafa memanjakan wanita lain selain dirinya. Dan Wanita lain pula yang pertama masuk ke dalam kamar nya.


Ara sebagai Istri yang sah berasa sesak di dadanya melihat perempuan lain masuk ke kamar Suami nya sedangkan dirinya belum perna masuk ke dalam kamar suami nya sendiri.


Sesak nya dada Ara tidak dia perlihatkan dia memendam sendiri sakit nya, derita nya, pedih nya, luka nya, dia menenangkan hati nya dengan ingat kepada Allah.


Setelah hari semakin sore Ara masuk ke dalam rumah, dia melangkahkan kaki nya untuk ke tangga, Ara menaiki tangga satu persatu sampai dia sudah ada di lantai dua rumah nya. Dia berjalan mendekat ke arah kamar nya, Ara membuka pintu dan masuk ke dalam rumah ingin mandi dan sholat.


Setelah satu jam berlalu Ara kembali turun ke lantai bawa, dia ingin memasak untuk makan malam dia tidak menyambut Rafa pulang kantor. Dia memilih untuk berkutat di dapur.


Ara membuat makan malam yang simpel dia membuat ayam tepung yang akan Ara geprek dengan sambal, Dengan lalapan. Tidak lupa Ara menyiapkan sambal untuk diri nya sendir yang super pedas mengingat Rafa yang tidak menyukai makanan yang terlalu pedas.


Dia juga menggoreng telur dadar, tahu dan tempe. Para pekerja juga Ara yang memasaknya Ara dan pekerja tidak ada bedanya soal makan, Apa yang Ara makan maka semua penghuni Rumah juga akan makan.


Setelah selesai memasak Ara kembali ke kamar nya dia mengganti baju nya dan kembali mandi karena Ara yang memang orang yang suka dengan kebersihan dan takut suami nya mencium bau yang tidak sedap saat dekat dengan nya.


Saat Ara baru masuk ke dalam kamar, Rafa pulang tidak menemukan Ara ada diruang tamu dan membuat perasaan Rafa berbeda walau hanya sekali dia melihat Ara di ruang tamu seakan Ara menunggu nya pulang kerja, tapi saat ini Rafa tidak menemukan Ara di ruang tamu.


"Kemana Dia" Batin Rafa


Dengan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah nya, Rafa menaiki tangga untuk naik ke lantai dua di mana kamar nya, Rafa masuk ke dalam kamar untuk bersih bersih.


Waktu bergulir sangat cepat Ara sudah selesai menjalankan sholat Isya' dia turun ke lantai satu untuk makan malam. Setelah sholat dan mendoakan Suami nya Ara turun kelantai satu, saat keluar kamar dia melihat Rafa yang juga keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Tapi Ara tidak menyapa nya dia langsung melangka menuju tangga nya, Ara menuruni anak tangga satu persatu, dengan diikuti Rafa di belakang nya, Ara berjalan menuju ruang makan yang tidak jauh dari tangga.


Ara duduk di meja makan yang dia selalu duduki begitupun dengan Rafa, Ara menunggu Rafa mengambil makanan nya terlebih dahulu baru lah Ara akan mengambil makanan nya. Meskipun Ara tidak di anggap oleh Rafa tapi Ara menganggap Rafa sebagai suami nya.



Ara menyiapkan untuk Rafa yang tidak terlalu pedas dengan piring yang juga berbeda, sedangkan milik Ara jangan di tanya ayam nya ssja sampai tidak terlihat, yang terlihat hanya cabai saja



Rafa yang melihat ayam milik Ara dia bergidik ngeri membayangkan bagaimana rasa dari Sambal milik Ara, tapi setelah itu Rafa tidak memperdulikan lagi dia memilih memakan makanan nya karena perut nya yang sudah sangat lapar.


Setelah sepuluh menit Ara sudah menyelesaikan makan nya begitupun dengan Rafa, Ara membersihkan bekas makanan nya dengan Rafa setelah mencuci piring Ara naik ke lantai atas.


Ara masuk ke dalam kamar nya dia duduk di sofa kamar nya setelah mengambil ponsel di atas meja yang ada di samping tempat tidur nya, Ara mengotak atik ponsel nya setelah itu dia merebahkan diri nya atas sofa.


Ara membaca cerita CEO DINGIN MILIKKU Karya dari Isnainidyah, Ara membaca setiap bab dari cerita itu tanpa terlewati. Ara selalu menunggu Update baru dari cerita nya


Setelah selesai Ara juga membaca kisah Anak remaja yang sudah menikah, karena saling mencintai. Kisah dari seorang gadis cantik yang bandel dan sudah berubah karena insiden kecelakan yang dia sengaja, Dia menikah dengan most wanted di sekolah nya. judul cerita yang Ara baca BAD GIRL.


Aku kok jadi promosi di sini maaf kan Autor yang sedang ngelantur yah gaes!!!! Kalau kalian mau mampir ke cerita Autor yang lain, Autor jadi seneng dong kwkwkwkw


Saat membuka pintu Endang kepala pelayan melihat Sasa ada didepan rumah Majikan nya. "Mau mencari taun yah Nona??"


"Awas aku mau masuk"


"Maaf Nona tapi tuan belum pulang"


"Kamu jangan bohong nya ini sudah malam masak iyah Rafa belum pulang"


"Belum Nona, sebaik nya Nona pulang jangan membuat keributan di sini karena Nona Ara sedang istirahat"


"Ah iya panggilkan wanita kurang ajar itu untuk ku"


"Tidak bisa Nona Ara tidak bisa di ganggu"


Sasa yang kesal dengan Endang mendorong Endang sampai terjungkal dan dia masuk ke dalam Rumah dengan lancang, Dia naik ke lantai atas dengan sangat buru buru.

__ADS_1


Saat sudah sampai lantai Atas Sasa menggedor gedor pintu kamar Ara, Ara yang sedang menikmati waktu nya itu pun terlonjak kaget. "Astaghfirullah"


Ara bangun dari tiduran nya dia mendekat ke arah pintu dan membuka kamar melihat siapa yang menggedor pintu kamar nya. Ara melihat Sasa ada di depan pintu kamar nya dengan berkacak pinggang


"Kenapa kamu ada di sini???


"Mana kunci mobil ku"


"Mobil apa aku tidak merasa membawa mobil kamu"


"Mobil yang Rafa belikan untuk ku"


"Tidak itu mobil untuk ku"


Sasa yang geram memaksa masuk ke dalam kamar dan saat tarik menarik dengan Ara, Sasa yang geram mendorong Ara sampai Ara terbentur dinding dengan sampai Ara langsung tidak sadarkan diri.


Setelah melihat Ara tak sadarkan diri Sasa masuk ke dalam kamar Ara dan menggeledah kamar Ara sesuka hatinya, sedangkan Endang yang mengikuti Sasa ke lantai atas terkejut Nona nya sudah tidak sadarkan diri dilantai dengan Darah segar mengalir di jilbab Ara


Tolong tolong tolong


Sedangkan Rafa yang mendengar suara Endang meninta tolong di depan kamar nya pun penasaran, Rafa keluar melihat Ara yang jilbab nya banyak darah.


Rafa mendekat ke arah Ara dan Endang dengan perasaan yang tidak karuan Rafa berjongkok memangku kepala Ara di pangkuan Ara, Rafa menepuk nepuk pipi Ara tapi Ara tidak kunjung membuka mata nya.


Rafa yang sedang berkecamuk hati nya mendengar suara Sasa dibelakang nya tertawa, Rafa menoleh dan benar ada Sasa yang memegang kunci mobil yang tadi pagi di kirim ke rumah nya.


"Sasa"


Sasa yang mendengar nama nya dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara, dia melihat Rafa yang memangku kepala Ara, dan Rafa sendiri menatap tajam Sasa. "Apa kamu yang melakukan nya???"


"Em yah aku mendorong nya karena tidak mau menyingkir dari pintu kamar nya"


Rafa menaruh kepala Ara di pangkuan Endang kembali setelah itu Rafa bangun dari duduk nya berjalan ke arah Sasa. "Plak"


"Sasa kamu gila, masuk ke kamar Ara tanpa ijin dan kamu malah mengambil kunci mobil nya dan satu lagi kamu mencuri di kamar Ara"


"Aku tidak mencuri aku hanya mengambil apa yang harus nya menjadi milik aku sayang"

__ADS_1


"Apa hak kamu Sasa??? Kamu mencuri dan aku bisa melaporkan kamu karena sudah melukai Ara dan mencuri di kamar nya"


Sasa dengan tidak tau diri nya melangkah pergi dari depan Rafa dan menuruni Anak tangga, Sasa turun dari lantai dua dan mengambil Mobil nya setelah itu dia meninggalkan Rumah Rafa dan Ara.


__ADS_2